Skip to main content

Frank & Mike, The King of Negotiation

Salah satu acara tv show favorit saya adalah The Pickers yang ada di channel History. The Pickers ini bercerita mengenai dua sahabat kecil Frank and Mike, yang memiliki bisnis penjualan barang bekas. Untuk mencari list barang bekas yang mereka ingin jual, mereka berkelana ke seluruh pelosok Amerika, mendatangin tempat-tempat terpencil untuk mendapatkan barang bekas yang mereka inginkan.

Nah proses ketika mereka berkunjung ke satu tempat ke tempat lainnya inilah yang sangat menarik untuk ditonton dan pelajari, selalu ada orang baru yang harus mereka temui dan selalu ada strategi negosiasi yang berbeda yang harus dilakukan sehingga mereka bisa membeli barang bekas yang mereka inginkan sesuai dengan harga yang mereka inginkan tentunya.

To be honest, saya sudah lama ingin menulis sharing inspirasi mengenai acara ini, nah ada kesempatan akhirnya saya bisa membagi ke teman-teman inspirasi dan Frank & Mike ini, coba yuk kita diskus satu per satu.

A. Cintai apa yang Anda lakukan

Ini inspirasi penting yang saya dapat dari The Pickers ini, Frank & Mike sangat mencintai apa yang mereka lakukan sehingga perjalanan ribuan mil mengelilingi Amerika mereka lakukan dengan kegembiraan. Sama halnya ketika harus memilih barang bekas di gudang yang kotor dan sumpek, mereka selalu mengatakan "semakin kotor semakin baik, we love it".

Testimonial dari pemilik barang bekas di akhir setiap daerah yang mereka kunjunginpun memperlihatkan betapa besar passion mereka terhadap pekerjaan mereka sehingga orang-orang yang memiliki barang bekas sering sekali berkata "Saya suka dua orang ini, mereka ramah dan sangat mencintai apa yang mereka lakukan").

Dalam bisnis mencintai adalah kunci utama untuk sukses karena dengan cinta kita bisa menjalani semua proses bisnis dengan semangat yang terus terjaga, mencintai bisa men drive orang untuk mengerahkan kemampuan terbaiknya dan yang terpenting menikmati kesulitan yang mungkin muncul ketika menjalankan bisnis.

B. Tembaklah dengan cepat
Dalam melakukan negosiasi, kadang Frank & Mike langsung menyebutkan harga yang mereka inginkan "Hei Jo, i will buy this thing $30, how about that?", saya sering perhatikan ketika mereka melakukan ini biasanya mereka sudah tahu persis harga yang pantas untuk barang tersebut sehingga mereka tidak ingin membuka peluang untuk melakukan negosiasi terlalu panjang yang sering kali menghabiskan waktu dan membuat penawaran harga barang lainnya terhambat.

Strategi tembak cepat ini tentu punya dua resiko, pertama jika konsumen meresa harga yang diberikan terlalu rendah akan membentuk brier untuk terjadinya clossing, namun sebaliknya akan mempercepat clossing karena bisa membentuk opini "ini memang harga yang pantas mungkin yah, karena mereka menawar dengan demikian cepatnya", yah apalagi harga yang diharapkan dibawah yang disebutkan hehe.

C. Bertanya adalah strategi yang baik
Dalam menawar beberapa barang ada kalanya Frank & Mike tidak langsung menetapkan harga namun mereka bertanya lebih dulu setelah memperhatikan barang tersebut dengan seksama "Berapa harga yang kau inginkan untuk barang ini?".

Yah strategi ini sederhanya untuk melihat terlebih dahulu berapa besar nilai yang diharapkan si pemilik untuk barangnya dan juga berapa besar keterikatan antara pemilik barang tersebut dengan barangnya. Setelah mendapatkan gambaran nilai dan faktor emosional barang tersebut, Frank & Mike baru biasanya melakukan negosiasi dan bahkan kadang mereka tidak melanjutkan penawaran karena sudah terlihat dengan pasti bahwa sipemilik tidak ingin menjual barangnya.

D. Tiap lawan nego adalah unik
Ini yang sangat menarik, setiap tempat berarti orang baru dan orang baru berarti karakter baru lagi yang harus dihadapi dalam negoasiasi untuk membeli barang bekas. Kadang dalam beberapa epidode mereka bertemu dengan orang yang dengan mudah memberikan barang mereka dengan harga yang sesuai harapan Frank & Mike, kadang ada pemiliki barang yang juga ternyata Pickers sehingga negosiasi berjalan sangat alot dan kadang ada pemiliki barang yang tidak mau menjual barangnya sama sekali.

Nah untuk setiap tipe orang ini Frank & Mike punya strategi yang kira-kira seperti ini:
Lawan Lunak: 
Tawar langsung, berikan harga yang pantas dengan sedikit kata-kata yang mendorong and done, barang terbeli.
Lawan Alot: 
Biasanya lawan jenis ini akan membuka harga mereka lebih dahulu, Frank & Mike biasa melakukan penawaran harga setengah bahkan lebih dari harga yang diinginkan pemilik barang, strategi ini mereka lakukan untuk melihat apakah terbuka ruang untuk melanjutkan negosiasi atau tidak karena biasanya mimik muka atau respon sii pemilik barang akan terlihat dengan pengajuan yang mereka lakukan.
Lawan Berat: 
Ini tipe lawan yang "lebih baik batal" jika dia tidak mendapatkan harga yang diinginkan, biasanya pemiliki barang punya ikatan emosional dengan barang yang ignin di beli. Dalam menghadapi lawan seperti ini, Mike & Frank kadang tidak melanjutkan penawaran namun menawar barang lain terlebih dahulu untuk mencairkan suasana, setelah membeli beberapa item baru mereka membuka kembali negosiasi barang yang mereka inginkan dan bahkan kadang mereka membeli terlebih dahulu barang yang tidak mereka inginkan untuk membuat suasana hati dipemilik barang menjadi "siap menjual".

E. Selalu ada n+1 untuk berhasil
Gagal dipenawaran awal akibat harga yang terlalu tinggi dari pemilik barang kadang tidak membuat Mike & Frank mundur, berbagai cara lain mereka lakukan agar barang yang mereka inginkan bisa mereka beli, beberapa cara itu antara lain:
a. Bundling : Melakukan penawaran dua-tiga barang sekaligus, biasa mereka bundling dengan barang yang tidak punya ikatan emosiaonal dengan pemiliki barang tersebut dan juga dari sisi harga "nampak terlihat" lebih tinggi dari penawaran mereka.
b. Bujuk istri/ saudara pemilik: Nah ini tactic yang sering berhasil, si pemilik barang tidak inign menjual barangnya, mereka merayu istri si pemilik agar melepas barangnya.

F. Lakukan riset
Dalam beberapa kesempatan, Mike & Frank ternyata membeli barang lebih mahal dari harga yang mereka jual setelah di taksir oleh juru taksir harga, biasanya kondisi ini terjadi akibat mereka mengandalkan "feeling" terhadap barang tersebut dan tidak didukung oleh pengetahuan yang cukup terhadap barang yang mereka ingin beli.

Yah walaupun layak mendapat julukan King of Negotiation, Mike & Frank juga manusia yang kadang terpancing untuk mengikuti naluri ketika berbisnis daripada melakukan riset terlebih dahulu, padahal mereka sudah puluhan tahun melakukan hal ini. Hal ini menunjukan saya satu hal bawah tidak peduli sehebat apa anda di dalam sebuah bisnis, karena pasar terus berubah dan segala kemungkinan bisa muncul, lakukanlah riset untuk mendapatkan informasi yang lengkap dan menyeluruh sebelum mengambil keputusan bisnis.

G. Kadang kita gagal, terimalah
Yah ini pelajaran yang sangat penting dalam berbisnis, tidak semua sesuai harapan kita, kadang setelah perjalan jauh, kerja keras mencari banyak barang, bernegosiasi secara alot Mike & Frank gagal membeli barang yang mereka inginkan. Tapi seperti yang sering saya katakan dalam diri saya pribagi "Keep Singing Man" ini bukan akhir tapi awal barang untuk menjadi lebih baik, mencari yang lebih baik serta memberikan effort yang juga harus lebih baik lagi.

Nah mungkin ini sharing singkat mengenai TV Show the Pickers, buat saya ini sebuah tontonan yang layak untuk kita tonton. Ingini lebih jago dalam negosiasi? Contohlah Frank & Mike, The King of Negotiation.

Comments

terima kasih telah posting... itu sangat bermnafaat untuk saya

Popular posts from this blog

30 Creative Sales Ideas Untuk Cafe/ Resto

Nah edisi kali ini lebih pengen sharing soal tips-tips Creative Sales langsung yang bisa dipratekan, ga perlu teori, ga repot dan berbiaya “kecil” kali hehe. Kuncinya ketika mengeksekusi program-program di bawah harus ingat 3 W (WOW, WAW dan WUZZ), Wow begitu liat iklannya, Waw begitu baca detailnya dan langsung Wuzz menuju cafe/ Resto kita haha.

Semua ide saya rangkung dari semua tempat yang kebetulan pernah terlihat, terdengar, terbaca ataupun murni memang terinspirasi.  Sebetulnya ada sekitar 200 ide, Cuma 30 puluh dulu deh yang di posting, nanti dibuatkan ebook nya untuk di download. Selamat menikmati.

1. ½ Jam Discount
Buat program discount yang hanya berlaku setengah jam misal dari jam 5-5.30 dengan harga yang cukup ekstrim sehingga orang berbondong-bondong antri. Loh gimana ceritanya makanan ajah siap saji dalam setengah jam, nah itu urusan belakangan, yang penting rame dulu, biar orang pada antri-antri di jam 5, ntar buat kebijakan ajah yang udah pesan di jam 5 yah dapet disko…

10 Ide Promosi untuk Meningkatkan Penjualan Toko Anda tanpa DISKON!

Di usaha kuliner yang saya jalankan, ada periode tertentu yang boleh dibilang “masa panen” bisnis makanan. Ya, Lebaran Idul Fitri, itulah momen emas untuk pemilik bisnis kuliner.  Saat itu, omzet penjualan bisa meningkat 4 kali lipat dan itu merata di semua warung atau rumah makan di daerah saya. Bisa dibilang, tidak ada rumah makan yang sepi ketika itu.

Tapi, “masa panen” tidak berlangsung lama, hanya bertahan sekitar 2 pekan saja. Setelah melewati waktunya, kehidupan bisnis pun kembali berjalan normal. Pemilik usaha lagi-lagi harus memutar otak bagaimana mempertahankan laju bisnis mereka. Dan fenomena ini juga berlaku di bisnis selain kuliner, khususnya bisnis yang bergerak di bidang eceran (retail), seperti toko fashion dan sejenisnya. Atau Anda juga merasakan hal yang sama berlaku di bisnis yang Anda jalankan?

Untuk meningkatkan penjualan di waktu “sepi”, pemilik bisnis harus berpikir secara cermat. Cara yang biasa, seperti diskon misalnya, kadang bukan pilihan terbaik di saat bisn…

Push & Pull Marketing Via Online

Banyak sekali aktifitas-aktifitas marketing yang bisa dilakukan dalam upaya meningkatkan penjualan Online, mulai dari aktivasi branding dengan promosi, reseller/ agen, kerjasama pihak ketiga dan lain-lain. Aktifitas penjualan online yang menjamur di Indonesia saat ini menjadikan atmosfer persaingan dan kompetisi yang ada dan berkembang di pasar menjadi sangat kompetitif, dan sering “sikut-sikutan”. Hal ini otomatis memaksa para pemilik brand untuk putar otak, untuk bagaimana caranya brand dan product yang diusungnya sebagai public trusted brand/ product yang secara langsung akan mempengaruhi penjualan

Strategi!! Ya, ini yang harus dilakukan, tapi jangan lupa action yang paling penting. Berbagai strategi bisa dilakukan dalam upaya menggaet pasar dan membangun brand awareness, ini menjadi hal yang sangat wajib bagi pemilik brand. Push & Pull Marketing Activities, ini dia yang akan coba saya bahas dalam artikel saya sekarang. Banyak cara yang dapat kita lakukan dalam pada metode pus…