Feb 27, 2018

10 Golden Rule Memulai Bisnis Kuliner

Sering sekali disetiap kesempatan workshop, training atau diskusi ringan saya ditanya "gimana mas memulai bisnis kulinernya dulu dari nol banget, tanpa pengalaman kemudian bisa berkembang seperti sekarang".

Klo ditanya bagaimana memulai saya mungkin bisa cerita panjang lebar hehe karena memang pengalaman memulai bisnis ini seru sekali untuk diceritakan dan mungkin bisa jadi sebuah buku sendiri.

Tapi melalui tulisan kali ini, saya mungkin mau mencoba merangkum 10 Golden Rule (biar keren ajah lah judulnya) ketika akan memulai bisnis kuliner khususnya sehingga mungkin temen-temen yang akan or ingin memulai bisnis punya sedikit gambaran dan arah sehingga kelak tidak "tersesat" di dunia yang keliatannya "enak" tapi sebetulnya sangat "kejam" yaitu dunia bisnis kuliner.

Oh iya sebelum saya mulai, jika temen-teman membaca artikel ini janji yah untuk menyebarkan link artikelnya ke group, sosmed dan ke kontak pribadi karena mungkin saja ada yang memerlukan or mungkin bisa menjadi manfaat bagi banyak orang yang membacanya. Janji yah, klo ga janji dilarang membaca tulisan berikutnya hehe.

Jan 9, 2018

8 Tips Penting Menghadapi Era Disruptif

Bahasan era disruptif memang sedang panas-panasanya menjadi topik yang sangat menarik beberapa bulan ke belakang, berbagai pendapat, analisa, data dan insight bermunculan baik itu membahas dari sisi optimis peluang maupun kadang membuat sedikit pesismis dan ancaman. Berbagai contoh tumbangnya bisnis-bisnis yang dulunya "berjaya" dikaitkan dengan era disruptif menjadi pokok bahasan yang sepertinya tidak pernah habis-habisnya dibahas diberbagai media dan kesempatan.

Lantas apa impactnya buat kita? Nah ini masalahnya, impact itu tentu dirasakan jika sudah terjadi kadang kala, tapi tentu pula kita berharap bahwa impact yang terjadi adalah impact positif yang dapat kita rasakan dengan datangnya era disruptif ini bukan kebalikannya, kita harus bisa memanfaatkan hal ini menjadi peluangan dan kesempatan untuk bisa kita dapat tumbuh dan berkembang bahkan menjadikan hal-hal yang muncul di era disruptif malah menjadi competitive advantages bagi perusahaan kita.

Dari berbagai artikel dan literatur yang saya baca, pada tulisan kali ini saya ingin memberikan sedikit rangkuman yang mungkin bisa bermanfaat untuk semua teman2 pebisnis yang bersiap atau bahkan blom siap untuk masuk ke dalam era disruptif (anyway where are already in), yah tentu tips ini berdasarkan apa yang saya baca dan dengar bukan apa yang sudah saya alami karena seperti kebanyakan kita saat ini, bisnis kita sedang ada di dalamnya dan kita sedang "do" something untuk menghadapi era disruptif ini.

1. Don't Ignore it, Open Mind
Setiap pebisnis di era disruptif tidak boleh mengacuhkan apapun yang berubah saat ini khususnya perilaku konsumen dan teknologi. Perubahan perilaku milenial misalnya lebih mementingkan "leisure", kemudahan, dan hal-hal simple harus menjadi perhatian untuk bisa diselaraskan dengan strategy bisnis yang dijalankan oleh perusahaan saat ini atau untuk kasus indonesia misalnya di mana Gojek demikian expansive sehingga menciptakan "cashless" melalui gopay harus betul-betul diperhatikan dan dicermati dengan sangat dalam apa saja yang akan berubah, bergerak akibat teknologi ini sehingga kita bisa memetahkan mana yang akan jadi peluang dan mana yang akan jadi ancaman tergantung dengan bisnis yang kita jalankan saat ini.

Jan 1, 2018

Why?


Welcome 2018, akhirnya tahun baru telah tiba, bagi sebagian orang tahun baru kadang jadi tonggak, titik tinggal landas atau semangat baru untuk menjadikan tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya, membuat terobasan- terobosan baru atau bahkan target baru yang tentunya lebih besar atau lebih baik dari tahun sebelumnya. Tulisan kali ini mungkin akan sangat singkat namun semoga bisa mengisi sedikit semangat di tahun baru untuk kita semua.

Di salah satu video favorit saya, Simon Sinek, ada hal yang menarik untuk dijadikan titik awal "kembali" yg terkait dengan tujuan mengapa kita berbinis, mengapa konsumen harus membeli produk kita atau mengapa sebetulnya yg menjadi eksitensi bisnis kita saat ini. WHY? Ini menarik karena jika kita harus melakukan review, hal paling mendasar yang harus direview ada "Why", karena dari sinilah semua kemudian kita susun ulang atau kita lanjutkan untuk bisa dicapai "Why" tersebut.

Dec 25, 2017

6 Alasan Mengapa Konsumen Membeli Brand Anda

Mengapa konsumen membeli atau akan membeli brand kita? Sebuah pertanyaan yang sangat sulit untuk dijawab dari waktu ke waktu karena "keinginan" atau "Motivasi" konsumen untuk membeli seiring waktu selalu berubah dipengaruhi berbagai faktor baik internal maupun faktor eksternal.

Dahulu datang ke tempat makan mungkin faktor paling penting mengapa tempat tersebut dipilih karena memang makanannya terkenal enak, namun sekarang defini "enak" tanpa didukung oleh fasilitas yang diharapkan oleh konsumen "jaman now" seperti Wifi, nyaman, kemudahan pembayaran, instagramable, layanan bagus menjadi kurang relevan lagi karena "enak" jadi relatif tanpa hal-hal yg sebetulnya "dinginkan" oleh konsumen tersebut tidak terpenuhi. Pernah tidak kita datang ke satu restaurant misalnya ternyata tidak bisa debit dan kita tidak jadi makan ditempat tersebut?

Dahulu, saya punya tempat favorit sekali untuk nonton bioskop, masalah memang harus ke sana langsung untuk membeli tiket klopun bisa online rada "ribet" prosesnya menurut saya, sekarang dengan Go-Tix powered by Gojek, tinggal buka Handphone, pilih seats, ok done, tinggal datang diwaktunya dan beres. Apa ini? yah Motivasi saya nonton bukan semata dipengarahi "brand" biskop tersebut tapi lebih kuat dipengaruhi bawah brand yang satu lagi memberikan "solusi" untuk saya dan menyelesaikan sebagaian besar masalah saya untuk untuk menonton film di bioskop yaitu harus antri, datang berjam-jam sebelum film mulai karena harus antri dan belom tentu dapat.


Dec 21, 2017

Bisnis (Berubah/ Mati)

Contoh. 1
Apa berbedaan cara berkomunikasi 2013 dengan 2017 saat ini? Dulu ketika awal membangun bisnis kuliner, twitter masih sangat powerfull sebagai channel komunikasi sampe-sampe sepertinya tidak akan sukses bisnis kita kalo tidak berkomunikasi di twitter, pas per post nya klo pake buzzer bahkan pada masanya bisa mencapai puluhan juta rupiah. 2017? dunia persilatan berubah, Intagram merajai channel komunikasi social media diindustri kuliner jika dapat dikatakan demikian, hampir semua pemain kuliner rasanya sepakat, intagram saat ini salah satu channel media yang paling powerfull untuk membangun bisnis di bidang kuliner.

Contoh. 2
2013, membangun delivery sistem adalah sebuah keharusan, bisa dibayangkan bagaimana ribetnya tuh kalo lagi jual nasgor, pas makan siang yang pesan 30 order, sehingga akhirnya dibatasi wilayah antarnya karena armada tidak cukup, coba nego sama tukang ojek untuk anter makanan di daerahnya, kebanyakan nolak, ga tau juga kenapa mungkin 5.000 or 10 ribu ga menarik buat mang ojek. Sekarang? 100 order juga santai ajah bro, pagi siang malam Gojek siap antar di mana pun dan kapanpun, dunia delivery berubah total, bahkan cara belinyanya berubah total, ga perlu kita sibuk siapin apa2, cukup tunggu abang gojek antar duit ke tempat kita.


Dec 20, 2017

"Membeli" Konsumen Masa Depan

"mas kayanya buat bisnis kuliner gampang yah, tinggal cari koki yg jago cari tempat dan minimal punya modal awal lah bisa tuh kita langsung berbisnis"

Yah BETUL 100%, ga ada yang salah dengan statement di atas klo cuman mau "buka" "punya" bisnis di bidang kuliner ato di bidang apapun lah, asal ga usah mikirin nanti soal omset berapa, dapat untung ato enggak, balik modal nya kapan, setelah beberapa lama bisnis masih jalan ato enggak yah sekali lagi BETUL 100% pernyataan diatas hehe.

Tapi sayangnya "buka" bisnis adalah pekerjaan yang paling gampang yang dilalui oleh setiap pebisnis, namun setelah "buka" pekerjaan berat yang akan menunggu adalah apakah bisnisnya mampu mendatangkan konsumen, bisa mencetak omset sesuai target, apakah profit bersihnya bagus dan sesuai target, apakah costnya terkontrol, apakah bisa dikembangkan menjadi bisnis yang lebih besar dan berbagai tantangan-tantangan lain yang tidak kalah sulitnya untuk dijalankan.

"wah jadi sulit banget juga kalo gitu yah" hehe klo setiap orang yg mau menjalankan bisnis memikirkan 2 paragrap di atas pasti mereka akan berpikir dan berhitung kembali yang artinya kalo tetap terjun sebagai pebisnis mereka pasti sudah betul-betul memperhitungkan setiap hal yang ada di 2 paragraph tersebut tentunya.

Nah beberapa tulisan ke depan saya akan coba membahas step by step terminologi business yang penting untuk setiap pebisnis untuk bisa sukses dan bisnisnya terus bisa berkembang tentunya. Apa ajah itu, Buy Leads, Buy Now, Buy More, Buy Often, Buy Recommendation.

Buy Lead (Mendatangkan Konsumen)

Nov 22, 2017

2. Q&A (SOP + Fast Growing + Consultant)

Tadi pagi asik ngobrol dengan temen di group Whatsapp ada pertanyaan yang menarik yang dikemukakan oleh beliau yang saya rasa cukup ok untuk dibahas dan mungkin bisa bermanfaat bagi setiap pebisnis.

"Mas, ini kita udah cukup banyak cabang, cuman sejujurnya kita bingung bagaimana yah biar lebih terstandart, bisa berkembang lebih professional dan tumbuh cepat?"

Ok basically pertanyaan diatas ada 3 hal yang ditanyakan dan semua pertanyaan yang berat untuk dijawab karena sejujurnya saya juga terus improvement persoalan-persoalan di atas, tapi its ok mungkin saya bisa sharing base on pengalaman apa yang sedang kita jalankan dan sudah pernah kita jalankan.

1. Standarisasi
Point paling utama dalam melakukan standarisasi adalah DOKUMENTASI - TRAINING - IMPLEMENTASI - KONTROL - EVALUASI - IMPROVEMENT circle. Hal apapun ikut semua circle ini jika kita ingin membangun standarisasi yang kuat bagi bisnis kita. Contoh klo kita punya bisnis kuliner, tata cara masuk, tata cara layanan, tata cara kebersihan dan semua hal yang terkait bisnis kita tidak ada DOKUMENTASI bagaimana bisa terstandart?