May 22, 2013
Reality Show & Social Media
Kalo liat acara di televisi kayaknya lagi pada “demam kambuhan” program reality show deh, soalnya kalo diperhatikan di beberapa televisi kini cukup aktif dengan campaign program reality show unggulannya, well lets say beberapa diantaranya kini merupakan program yang cukup digemari oleh audience televisi sebut saja Master Chef Indonesia, X-Factor, The Voice Indonesia, Take Me Out Indonesia, Indonesia Mencari Bakat.
Nah seperti kita ketahui program reality show di televisi ini memang merupakan penyakit “demam kambuhan” yang muncul di waktu-waktu tertentu, kenapa? pertama tentunya program reality show ini memiliki rating viewer yang sangat tinggi terlebih jika viewer (penonton) dilibatkan dalam program itu salah satunya vote via sms, acaranya dikemas semenarik mungkin dengan teaser-teasernya, hingga memanfaatkan popularitas public figure yang dijadikan juri atau salah satu peserta yang mulai disukai penonton, udah deh hal tersebut membuat penonton makin penasaran.
Ok, lantas apa hubungannya dengan social media? bukannya televisi dan social media merupakan dua media yang berbeda ya? yang satu elektronik yang satu konvergensi? well kalo dari aspek itu mungkin bener, nah disini sebenarnya saya tertarik untuk membahas mengenai fenomena reality show yang menjamur di televisi, yang menariknya di balik fenomena tersebut mereka juga sangat aktif “mengawinkannya” dengan social media, coba deh perhatiin. Pertanyaannya kenapa yah program reality show cukup rajin mengitegrasikan program reality shownya dengan social media, begitupun sebaliknya? apakah gerangan misteri yang menjadi jawaban atas pertanyaan saya tersebut? nah semoga tulisan ini bisa memberikan sedikit jawaban, lets read.
1. Grab Netizen As Viewer
May 21, 2013
Heineken - The Negotiation
Final Liga Champion kemarin dijadikan ajang untuk tema di beberapa acara atau konten promosi yang dilakukan beberapa brand, nasional maupun internasional. Ada juga brand yang menghabiskan dananya untuk menjadi sponsor di acara nonton bareng pertandingan Final Liga Champion ini dengan membuka stage cukup besar dan mendatangkan beberapa artis sebagai ‘gula pengundang semut’ untuk menaikkan traffic dan memperbanyak crowd di lokasi tempat mereka membuka acara nonton bareng. Semakin banyak crowd, maka kemungkinan mereka untuk mendapatkan awareness dari banyaknya logo yang mereka tempel di sudut ruangan nonton bareng akan semakin besar.
Berbeda dengan brand pada umumnya yang memanfaatkan momen Final Liga Champion ini untuk menjadi sponsor untuk beberapa kegiatan nonton bareng pertandingan tersebut, Heineken membuat aktivasi sendiri yang lebih unik dan seru yang melibatkan peran wanita sebagai pengambil keputusan.
Heineken menyediakan 2 tiket nonton pertandingan Final Liga Champion secara live di London dengan biaya akomodasi dan transportasinya sekaligus. Eits... Jangan kira tidak ada tantangan di dalamnya. Tantangannya cukup rumit. Karena tiket yang tersedia adalah sebanyak 2 orang, maka Heineken menyasar para pasangan. Lokasi yang dipilih adalah di Furniture Store. Laki-laki harus merayu wanitanya untuk mau membeli kursi stadion yang harganya mencapai 20 juta Rupiah.
Jika si laki-laki ini berhasil merayu wanitanya, maka tiket menjadi milik mereka. Terdengar sangat menantang ya? Penasaran? Coba cek videonya disini
1. Gimmick yang Tepat dan Terbatas
May 20, 2013
BB Messenger, Kamikaze atau Brilian?
Terlalu berlebihan yah judul di atas, tapi inilah yang terjadi di kantor saya 3 minggu ke belakang, beberapa orang memutuskan untuk "menjual" dan tidak lagi menggunakan black berrynya dengan berbagai alasan seperti sudah tersedianya Multiplatform Chat seperti Line, Kakao, We Chat dan Whatsapp dan juga alasan lainnya seperti BB yang suka ngehang serta klien-klien yang juga sudah menggunakan Chat Multiplatform di atas "Buat apalagi menggunakan BB Bos? Wong sudah ada Whatsapp" kira-kira itu salah satu alasan mereka ketika saya tanya.
Nah beberapa hari kebelakang muncul berita yang sangat heboh di kalangan pencinta gadjet dan marketing khususnya bahwa BBM akan menjadi MultiPlatform, lah kalo begitu " apa gunanya punya BB lagi" kira-kira ini respon yang saya dapat cukup banyak dari berita hangat tersebut haha. Saya yang sampai saat ini belom "lo gue end sama black berry" juga bertanya-tanya, iya yah apa gunanya lagi BB setidaknya buat saya? Hampir tidak ada lagi sejujurnya karena selama ini BB di hidupkan murni karena BBM nya, soal layanan lain seperti Push Mail saya lebih suka menjalankannya di Hp Andorid saya.
Coba kita lihat komentar berikut
You get a much bigger effect from having the size of community that Facebook has, compared to BlackBerry. It's going to be difficult for BlackBerry to massively increase its traction because of the number of other services out there that are already multi-platform and that have huge user numbers.
Tony Cripps, a devices and platforms analyst at Ovum.
Saya juga setuju dengan peryataan dari Tony Cripps di atas, rasanya setelah jumlah Multi Platform Chat lainnya tembus dalam jumlah yang luar biasa banyak (whatsapp 200 juta lebih, We Chat di atas 190 juta kalo tidak salah) sekarang BB baru mau "sadar" bahwa jaman sudah berubah? Hmmm.
Penasaran dengan strategi Kamikaze BB ini, saya coba cari-cari tahu ada apa ini, apa motif di balik strategi Kamikaze yang dilakukan oleh RIM ini dan muncullah beberapa alasan yang melatar belakangi strategi ini, dari beberapa berita yang saya baca, saya coba simpulkan beberapa hal (mohon di koreksi di komen atau ditambahkan) bila memang kurang tepat:
A. Collaboration
May 19, 2013
Popok Pintar
Tau Huggies kan ?! kayaknya kalo yang udah berumah tangga tau deh sama salah satu brand produk Popok dunia bekerjasama dengan Apple, yang dimana merupakan perusahaan ternama di Dunia yang sukses dengan brand IPhone dan Mac nya ini. Haha kebayang nggak nih bentuk kerjasama apa sih yang dilakukan oleh Huggies dan Apple ini, mungkin sebagian orang bakal bertanya-tanya dan penasaran nih, seperti apa sih program kerjasama popok bayi dan gadget.
Yaps! Bentuk kerjasama yang dilakukan adalah dengan membuat sebuah aplikasi khsus di Iphone yang dinamakan dengan “TweetPee”. Apa sih TweetPee ini? Ini adalah sebuah aplikasi yang dibuat khusus untuk membantu orang tua yang baru memiliki momongan, hehehe. Untuk beberapa pasangan orang tua mungkin masih kewalahan pada pengalaman pertama mereka harus ganti popok bayi. Hehehe. Nah disini pintarnya Huggies! Melihat peluang ini muncullah ide untuk membuat aplikasi TweetPee dan menggandeng Apple untuk join.
Aplikasi TweetPee ini membantu orang tua yang memiliki bayi untuk mengingatkan waktu mengganti popok bayi mereka. Sebuah alat sensor yang ditempelkan di popok yang dikenakan bayi akan mengirimkan pesan/ tweet ke perangkat Iphone kita melalui aplikasi “TweetPee” yang sudah di install sebelumnya jika popok yang dikenakan oleh bayi basah karena ompol bayi. Wah helpful banget ya! Dari sini saya terpikir untuk membuat artikel ini, melalui pembahasan popok pintar ini ada beberapa hal yang ingin coba saya share:
1. Konsumen suka hal yang praktis
May 18, 2013
Lomba Avatar ARB Berhadiah 120 Juta!
Ampun ampe bosen deh saya he4, perasaan baru kemarin bahas mengenai perang public campaign cagub dan cawagub sang ibu kota Jakarta juga mengenai icon campaign sang cawalkot kota kembang Bandung, dan perasaan baru kemaren juga saya nulis tentang sosok sang presiden yang tiba-tiba nyapa lewat twitter! Well emang udah jodoh kali yah empat kali kudu nulis tentang kampanye politik di ranah online media, kenapa? soalnya baru aja saya nemu fenomena baru yang sangat disayangkan kalo nggak di bahas di sini. Wah jangan-jangan saya cocok nih jadi analyst politik? ha4 nggak banget.
Nah sekiranya apa isu menarik yang akan dibahas di tulisan kali ini? adalah kampanye lomba avatar ARB a.k.a Aburizal Bakrie yang katanya mau mencalokan diri jadi orang nomer wahid di Indonesia tahun depan, nah mungkin beliau nggak mau kalah sama walikota, gubernur, dan bapak presiden sendiri yang cukup gencar muncul namanya di social media, dan demi untuk persiapan menuju kemenangan pemilu Presiden segala sesuatunya dipersiapkan dengan matang, adalah Lomba Avatar ARB berhadiah uang tunai senilai 120 Juta!.
Wow baca iklannya aja roman-romannya bakalan jadi W.O.W di masyarakat, iya dong hadiahnya gede mana lomba ini juga diiklanin di tivi sang juragan lagi he4, dan kalo berhasil W.O.W tahap pertama berhasil, saatnya kita mempersiapkan tahap kedua. Apakah itu? mau tau he4 silahkan baca saja yah, oh ya sebelumnya kembali saya tekankan dalam tulisan ini tidak ada maksud untuk mendukung pihak atau sosok tertentu, begitupun tidak ada tujuan untuk menjelek-jelekan, yang ada adalah menjadikan fenomena ini menjadi insight tulisan yang menarik untuk dibaca bersama bersama teh manis panas di sore hari yang cerah.
1. Lirik Netizen
May 17, 2013
Komunitas Paruh Baya, 3 Rahasia Penting Sssttt ....
Percaya atau tidak, menunjukan keeksisan diri bukan hanya terjadi di kalangan generasi muda. Tetapi juga terjadi di kalangan paruh baya sekalipun. Sabtu malam, saya sempatkan diri untuk melakukan sedikit penyegaran pikiran dengan berjalan-jalan di Car Free Day Braga di Bandung. Ada beberapa circle yang mengadakan event yang berbeda.
Ada yang menggunakan panggung dan tenda, ada yang tidak. Beberapa meter tidak jauh dari pintu gerbang jalan Braga, ada yang membuat saya tertarik. Saya melihat sebuah banner bertuliskan “Suara Middle Age Community”. Ada lebih dari sepuluh orang wanita paruh baya berdiri dan membuat barisan rapi tepat di depan banner tersebut. “Hmm.. Komunitas Paruh Baya?”, pikir saya. “Hahaha. Lucu! Semuanya aja dijadiin komunitas!”, ejek teman saya. Sampai akhirnya saya menyadari bahwa ini adalah sebuah fenomena unik yang seru untuk dibahas.
Bahasan mengenai komunitas ini memang sedikit menyinggung hal psikologi. Namun tanpa disadari atau tidak, para brand atau pelaku pun mulai menyasar komunitas-komunitas yang berkaitan dengan produk mereka untuk mengembangkan strategi marketing mereka. Para brand mulai menyadari bahwa komunitas memiliki peran yang sangat penting di kehidupan masyarakat, khususnya untuk target market mereka.
Semakin banyak komunitas yang terbentuk, tentu akan menjadi nilai tambah bagi para brand atau pelaku usaha.
May 16, 2013
4 Inspirasi Bisnis dari Money Ball
Halo, ada yang udah nonton film Monex Ball yang di bintangin sama aktor Holywood Brad Pit? saya coba review deh yah sedikit, intinya film ini bercerita tentang Brad Pitt yang memerankan Bill Beane manager klub Softbal Oakland Athletics yang saat itu dipusingkan dengan sebuah kondisi dimana team yang ditukanginya harus kehilangan tiga pilar pemain kunci Jhonny Damon, Jason Giambi, dan Jason Isringhausen.
Bagaimana Bill Beane menyelesaikan masalah yang dihadapi klubnya, dibalik kondisi keuangan yang sangat pas-pasan? adalah pertemuannya dengan Peter Merek (Jonah Hill) pada saat kunjungan ke klub Cleveland Indians. Siapa Peter Merek? seorang lulusan ekonomi muda dari universitas Yale dengan ide-ide radikal mengenai bagaimana menilai pemain Softball. Melalui pertemuan singkat inilah Billy Beane bisa menilai potensi yang dimiliki Peter Merek, untuk dijadikan asisten manager sekaligus scout.
Nah kolaborasi Beane dan Peter ini menjadikan Oackland Athletics menjadi sebuah tim yang kompeten dan kompetitif, bukan karena pemain bintangnya, namun karena dibalik keterbatasan financial yang dimiliki kedua sosok tersebut berhasil memaksimalkan potensi pemain yang murah dan tidak terkenal menjadi pemain yang sangat efektif dan efisien dalam bermain. Apa rahasianya? statisik adalah jawabannya. Mau tau gimana kelanjutan ceritanya? eittss nonton dong filmnya, karena disini saya cuma mau bahas mengenai sebuah pelajaran yang bisa di ambil dari film tersebut.
1. Business Never Runs Smooth
30 Tips Membangun Komunitas Brand
Komunitas. komunitas dan komunitas, sepertinya saat ini kata tersebut sudah menjadi mantra sakti bagi banyak brand manajer dalam membangun online strategy bagi Brand nya. Hampir semua klien digital/ online yang kami tangani di creasionbrand juga salah satu fokus strategi utamanya adalah membangun komunitas.
Jika diperhatikan di berbagai aktivitas online yang melibatkan brand-brand besar juga terlihat bahwa aktivitas membangun komunitas ini memang sudah menjadi "mainan" utama banyak brand dan bahkan individu dengan berbagai kepentingan tentunya mulai dari yang memang murni gerakan social tanpa "sponsor brand" sampai yang "keliatannya" punya misi social tapi kalo diperhatikan dari aktvitasnya (seperti tweetnya) lebih banyak berjualan produk, service atau dirinya sendiri (individu).
Pada dasarnya sah-sah saja semua objectives tersebut sejauh memberikan dampak positif dan tidak mengarahkan anggora komunitas ke arah kegiatan atau pemikiran yang tidak tepat seperti menjadi "hatter" terhadap sesuatu. Toh sifat dari wadah komunitas ini biasanya sukarela, jadi jika memang banyak yang punya interest dengan apa yang ditawarkan oleh wadah komunitas tersebut yah ok ajah toh.
Dalam konteks brand dan bisnis di dunia online, menurut saya pribadi, ke depannya, membangun komunitas adalah salah satu kunci pemasaran di dunia online, Anda bisa saja beriklan secara agresive di dunia online dengan menggunakan berbagai channel seperti banner, adword, buzzer dan sebagainya namun tanpa diintegrasikan dengan strategi untuk membangun komunitas, kemungkinan besar biaya yang digelontorkan tidak akan menemui hasil yang maksimal.
Jika diperhatikan di berbagai aktivitas online yang melibatkan brand-brand besar juga terlihat bahwa aktivitas membangun komunitas ini memang sudah menjadi "mainan" utama banyak brand dan bahkan individu dengan berbagai kepentingan tentunya mulai dari yang memang murni gerakan social tanpa "sponsor brand" sampai yang "keliatannya" punya misi social tapi kalo diperhatikan dari aktvitasnya (seperti tweetnya) lebih banyak berjualan produk, service atau dirinya sendiri (individu).
Pada dasarnya sah-sah saja semua objectives tersebut sejauh memberikan dampak positif dan tidak mengarahkan anggora komunitas ke arah kegiatan atau pemikiran yang tidak tepat seperti menjadi "hatter" terhadap sesuatu. Toh sifat dari wadah komunitas ini biasanya sukarela, jadi jika memang banyak yang punya interest dengan apa yang ditawarkan oleh wadah komunitas tersebut yah ok ajah toh.
Dalam konteks brand dan bisnis di dunia online, menurut saya pribadi, ke depannya, membangun komunitas adalah salah satu kunci pemasaran di dunia online, Anda bisa saja beriklan secara agresive di dunia online dengan menggunakan berbagai channel seperti banner, adword, buzzer dan sebagainya namun tanpa diintegrasikan dengan strategi untuk membangun komunitas, kemungkinan besar biaya yang digelontorkan tidak akan menemui hasil yang maksimal.
May 15, 2013
Costumer Insights From Social Media
Ngomongin keberadaan online community bagi sebuah brand kayaknya nggak cuma sebagai media bagi kita berinteraksi dengan konsumen saja deh, karena dalam perkembangannya para fans atau followers yang dipayungi account social media bisa dilibatkan sebagai channel bagi kita dalam mencari insight dari konsumen kita, yang tentunya insight ini bisa diaplikasikan kedalam bentuk pelayanan baru, produk baru, atau bahkan inovasi baru karena brand yang baik adalah yang bisa memahami dan memenuhi apa keinginan konsumennya.
Nah emang bisa yah kita menggali insight dari konsumen lewat social media? saya kira itulah fungsinya dari sebuah online community based yang dibangun, nggak cuma interaksi care, share, and listen aja namun juga kita bisa find something from them (insights). Nah mungkin dalam tulisan kali ini saya hanya ingin share sedikit mengenai beberapa upaya yang bisa kita lakukan sebagai sebuah brand dalam menggali informasi (insights) dari konsumen kita yang terkumpul dalam sebuah online community based. Apa saja upaya yang bisa dilakukan? monggo.
1. Open Conversation (Bait)
Sebuah online community based yang kita bangun bisa dijadikan sumber bagi kita dalam mencari insight baru dari konsumen kita, nah disini kita analogikan komunitas sebagai sebuah kolam pemancingan dan kita adalah pihak yang mau mancing, umpan (bait) yang akan digunakan disini tentunya pertanyaan yang bisa menjadi perbincangan (conversation) antara sebuah brand (diwakili admin) dengan komunitas (fans atau follower).
May 14, 2013
Tees, Masa Depan Bisnis Kaos Online?
Produk kaos adalah salah satu produk yang berkembang sangat pesat di media Online. Walaupun tingkat penetrasi produk tidak sebesar keripik (yang memiliki modal jauh lebih kecil), namun kaos telah lebih lama eksis sebagai produk yang mudah untuk diproduksi dan diperjualbelikan melalui media Online.
Salah satu Online Store penjual kaos yang populer karena keunikan desain-desainnya dan sempat menjadi icon anak-anak muda adalah gantibaju.com. Keunikan yang ditawarkan adalah berbagai desain yang berhubungan dengan Indonesia dan jarang ditemukan di brand lain. Adapun keunikan lainnya adalah karena gantibaju.com memiliki konsep mempertemukan para pendesain kaos dengan pembelinya.
Setelah beberapa kali saya berkunjung ulang ke gantibaju.com saya merasa aneh kenapa jarang sekali koleksi2 baru muncul, malahan sepertinya stoknya tidak banyak berubah karena saya mencari ukuran-ukuran tertentu dan seringkali tidak ada. Ternyata eh ternyata, kemudian saya menemukan sebuah situs bernama Tees.co.id. setelah saya baca-baca.. oh inia dalah mainan barunya Aria Rajasa si pemilik gantibaju.com :)
May 13, 2013
Roti Bacok dan Tante Susi
Bulan lalu saya dan teman2 Creasionbrand & Dixgital mendapat kesempatan untuk mengunjungi kotanya stasiun Balapan yang terkenal karena lagunya Didi Kempot, Solo, untuk mengisi seminar sekaligus jalan2 dan kukulineran. Ketika mendatangi tempat baru saya selalu punya kebiasaan mengamati kebiasaan dan trend di tempat ini, karena biasanya selalu berbeda dengan kebiasaan di tempat domisili kita. Karena tema seminar yang akan di eksplore seputar dunia kuliner, maka saya mencoba mencari tahu trend kuliner apa yang sedang trend di kota Solo, apa sih yang sedang digandrungi oleh anak2 muda Solo?
Klo anak2 muda di Bandung dan Jakarta punya kebiasaan nongkrong di Cafe dan menyantap roti bakar ataupun red velvet, anak muda di Solo juga punya kebiasaan nongkrong, unik nya yang disantap bukanlah minuman khas cafe, tapi susu... wah.. susu? Iya susu murni tepatnya. Dan ternyata tempat nongkrong yang menyediakan minuman susu murni ini cukup banyak di Solo, salah satunya sudah pernah kami bahas di artikel sebelumnya: Susu Ibu, Creative Brand, kalau Mom Milk dibalut dengan suasana nongkrong yang mirip cafe, kali ini saya ingin menceritakan pioneer industri “jual susu murni” di Solo, nama tempat nya: “Shi Jack”
Susu murni “Shi Jack” ini hanya berupa tenda, penyajian nya pun belum secanggih Mom Milk yang keren dengan branding nya, penyajian nya hanya menggunakan gelas dengan ditataki piring, persis ala-ala warung kopi pinggi jalan. Tapi ketika berkunjung kesana, ternyata konsumen nya sangat banyak dan ramai, hampir saja kita tidak mendapatkan tempat duduk. Walaupun bukan tempat yang elit, tapi “Shi Jack” ini cukup diminati, dan berikut beberapa hal yang coba saya amati dari fenomena “Shi Jack” ini
1.Bisnis itu soal pilihan
May 12, 2013
Casing Rumput I Phone
Terobosan baru yang cukup kreatif dari sebuah perusahaan di Jepang yang bernama Ag Ltd yang baru-baru ini mengeluarkan sebuah produk unik yaitu cashing I Phone yang terbuat dari rumput, perusahaan ini menyatakan bahwa rumput yang digunakan untuk memproduksi cashing tersebut berasal dari taman Yoyogi Park di Tokyo, Jepang.
Persepsi go green sepertinya adalah hal yang ingin diusung oleh perusahaan ini (sumber : detik.com). Dijelaskan pula kehebatan lain dari produk ini bahwa permukaan casing tersebut sangat halus walaupun terbuat dari rumput. Bagian casing merupakan rumput yang sudah diratakan dan dibuat halus sedemikian rupa sehingga membuat nyaman para penggunanya.
Menarik bukan hal yang dilakukan oleh Ag Ltd, ketika banyak perusahaan lain membuat berbagai cashing dengan bahan silikon dan plastik, mereka mencoba untuk membuat sebuah konsep produk yang mencoba menjawab fenomena yang saat ini sedang banyak diminati oleh masyarakat dunia terutama di Jepang yaitu Go Green.
Produk ini selain memiliki design unik, tentunya bisa dijadikan sebuah trend bagi masyarakat yang ingin tersosiasi sebagai kaum yang peduli dengan Go Freen. Pengembangan design produk ini (creative sales-product tactic) pada tahap awal Push To Action minimal cukup menarik untuk menjadi bahan diskusi dan cerita di masyarakat, walaupun kita masih belum dapat membicarakan dampak dari penjualan yang akan dihasilkan karena memang baru di launching dan area sebaran distribusinya saat ini hanya dijual di Jepang.
May 11, 2013
Detective Conan Edogawa
Buat pecinta manga (komik Jepang) yang juga pecinta kasus misteri, pastinya tau sama Metantei Conan (judul publish di Indonesia: Conan Detective). Sekedar informasi aja, serial ini mulai di publikasikan tahun 1994 di Jepang sana, dan sampai sekarang cerita nya masih berlanjut. Dari hanya berupa komik, serial ini juga di perluas menjadi anime (film kartun), bahkan OVA/movie (film kartun non serial, biasanya diputar di bioskop).
Cerita nya adlh ttg seorang detektif muda SMU bernama Shinichi Kudo yang dalam sebuah kesempatan dipaksa meminum sebuah obat yang membuat tubuh nya mengecil menjadi anak SD. Dengan tubuh yang kecil tersebut akhirnya dia berganti nama menjadi Conan Edogawa, Conan menumpang tinggal di rumah teman masa kecil nya, Ran Mouri, yang juga merupakan anak seorang detektif swasta bernama Kogoro Mouri. Karena Kogoro Mouri adl seorang detektif swasta, maka banyak kasus2 bergulir dan Conan dengan segala kepandaian dan trik nya turut membantu Kogoro Mouri untuk memecahkan kasus2 yang ada di sekelilingnya, sambil mencari tahu sepak terjang Organisasi Hitam, organisasi yang memaksanya untuk meminum obat pengecil tubuh, dan juga mencari tahu apa tujuan Organisasi Hitam tersebut.
Cerita Detective Conan tidak akan habis jika saya ceritakan disini, buat yang tertarik dan ingin tau lebih banyak ttg komik ini mungkin bisa meng googling atau baca komiknya, tapi ada beberapa hal menarik yang dilakukan Sensei Aoyama Gosho (sang kreator) yang ingin saya bahas disini yang membuat para fans, termasuk saya, sangat menyukai serial ini:
1. Berikan banyak ketika konsumen minta banyak
May 10, 2013
Tansen, Meilan, Omar ... Menghidupkan Tokoh Melalui Social Media
Beberapa waktu saya diundang untuk mengisi materi di hari Kartini tentang Personal Branding Online bagi para wanita. Karena hal itu saya sempat melakukan beberapa penelitian terkait figur yang dibangun melalui media Online khususnya Social Media.
Sekarang-sekarang ini penghidupan tokoh melalui media Online sudah makin advance! Ga cuma orang biasa misalnya saya atau Anda yang memiliki profesi tertentu, membangun personal branding sesuai dengan profesi, tapi juga berbagai tokoh fiktif atau biasa disebut “anonym” kian populer. Mungkin buzzer2 Twitter yang sudah terkenal seperti @terselubung atau @poconggg juga sudah tidak asing lagi, bahkan pembangunan tokoh melalui Social Media khususnya Twitter merambah hingga kancah politik. Sebut saja @triomacan2000 yang memiliki pengikut cukup banyak. Ada yang memiliki motivasi untuk mengikuti update berita-berita politik yang berbeda dari yang tersiar di televisi atau ada juga yang untuk seru-seruan.
Lalu tren membangun tokoh melalui Social Media juga merambah ke industi film. 2 film dengan penokohan yang dibuat real melalui Social Media antara lain film Hari Ini Pasti Menang garapan sutradara Andibachtiar Yusuf dan Madre yang diangkat dari novel Dewi Lestari.
Cukup lama sebelum kedua film ini launching, masing-masing film telah menghadirkan tokoh utama mereka di Social Media sebagai figure yang riil. Melalui langkah ini, penonton film jaman sekarang tidak hanya menikmati film yang berdurasi 2-3 jam, tapi juga dapat melibatkan mereka ke kehidupan nyata dan bahkan bisa bertahan lebih lama, baik sebelum film ditayangkan (sebagai fungsi teaser dan buzz) maupun setelahnya (menjaga engagement dan menciptakan word of mouth).
May 9, 2013
End of Blackberry, Sudah Dekatkah?
Ada yang ingat dengan pelajaran Biologi saat SD mengenai proses rantai makanan? proses yang menjelaskan mengenai gambaran proses makan dan dimakannya mahluk hidup di alam berdasarkan urutan tertentu? nah kalo boleh sedikit saya analogikan dalam bisnis sebuah produk juga akan mengalami yang namanya “rantai makanan” tersebut, mulai dari munculnya sebuah produk baru dengan sebuah inovasi, hingga kemunculan produk baru lainnya yang lebih inovatif untuk menggantikan produk sebelumnya, dan itulah gambaran sederhana mengenai proses “siklus hidup” persaingan sebuah produk di pasar (market).
Dan yang saya ingat kalo di marketing sebenarnya dikenal sebuah teori bernama Product Life Cycle yang digagas Theodore Levvits, saya mencoba kembali mengingat dan mereview salah satu mata kuliah dulu banget saat mahasiswa he4, Product Life Cycle ini pada dasarnya merupakan sebuah proses analisa bisnis yang menggambarkan riwayat sebuah produk mulai dari sejak diperkenalkan ke pasar (introducing age), pertumbuhan dimana konsumen mulai mengenal produk kita (growth age), kemudian mencapai titik jenuh yang mengharuskan inovasi baru (maturity age), hingga mulai ditinggalkan oleh konsumen jika tidak melakukan inovasi (decline age).
Saya coba review sedikit, pada tahap introducing age kita para pelaku pasar fokus dalam create sebuah strategi memperkenalkan produk kepada konsumen dengan memperkenalkan identitas yang jelas dan melakukan aktifitas promosi yang agresif untuk menghasilkan brand awarness tinggi, pada tahap growth stage pelaku pasar akan mulai fokus pada persaingan dengan kompetitor karena produk (merk) sudah mulai dikenal dan permintaan dari pasar pun sudah mulai banyak, nah pada tahap maturity age ini karena persaingan yang semakin tajam penjualan akan stagnan (mencapai titik jenuh) dimana pembeli lebih banyak didominasi oleh konsumen loyal, sehingga perlunya dilakukan sebuah inovasi baru. Tahap terakhir decline age, pada tahap ini jika sebuah produk (merk) tidak melakukan inovasi maka produk kita akan mengalami kemunduran dan mengalami penurunan penjualan yang cukup signifikan karena ditinggalkan oleh konsumen yang beralih pada produk (merk) lain.
Subscribe to:
Posts (Atom)













