Skip to main content

Core Competency, Udon


....... Trully Asia, nah kira-kira kalimat apa titik-titik tersebut? Berikutnya
Never Ending Asia tagline apa ini?
Shanti, Shanti, Shanti tagline apa ini?
Dan terakhir The Spirit of java, tagline apa ini?

Jika Anda bisa menjawab 2 saja dari yang saya sebutkan di atas itu sudah cukup bagus hehe. Mostly beberapa orang yang saya tanya hanya bisa menyebutkan 1-2 dua pertanyaan di atas dengan benar dan Anda bisa duga sendiri mana tagline yang bisa ditebak oleh rata-rata orang yang saya tanya.

Kita lupakan sejanak pertanyaa-pertanyaan di atas, tadi pagi saat santai saya kebetulan menonton acara Channel Jepang di Metro TV, acaranya sangat menarik karena membahas soal branding Prefektur di Jepang, mereka membahas bagaimana setiap prepektur bersaing untuk melakukan branding agar turis di daerahnya bisa meningkat.

Salah satu Prepektur yang di bahas adalah Prepektur Kagawa dengan taglinenya The City of Udon, tagline ini merupakan re branding dari tagline sebelumnya yang lebih mengangkat keindahan alam sebagai nilai jual prefektur Kagawa, mengapa di re branding karena ternyata nilai jual "alam" tidak membuat turis tertarik untuk datang ke prefektur kagawa, terlalu standart dan hampir kebanyakan prefektur menjual "alam" sementara di Kagawa alamnya tidak semenarik  alam di prefektur lainnya, karena itulah setelah mereka pelajari lebih dalam mengenai keunggulan budaya mereka mereka putuskan untuk menjadi UDON sebagai "selling point" bagi prefektur Kagawa.

Hasilnya? Kunjungan turis sejak campaign baru dicanangkan meningkat, hal ini diperlihatkan dari statistik kunjungan dan peringkat prefektur dengan kunjungan turis yang tadinya peringkat 30 menjadi peringkat 25 berkat UDON. Kok bisa? Nah coba yuk kita bahas dari sisi perspektif marketing.

1. Your Core Competency

Banyak daerah kadang melakukan branding tidak menggali terlebih dahulu apa sebetulnya Core Competiency dari daerah sehingga branding yang dibangun menjadi terlalu general dan easy to forget. Coba apa yang Anda ingat dari Palembang? PEMPEK, di mana-mana ada penjual pempek, oleh-oleh pasti pempek, dan memang the best pempek ada di sana, dengan berbagai insight di atas sudah sangat jelas Core Competency Palembang adalah Pempek.

Nah seperti halnya Prefektur Kagawa, setelah mereka perdalam lagi sebetulnya Udon lah yang menjadi heritage dan core competency mereka bukan pemandangan alam sehingga sangat tepat mengangkat Udon sebagai nilai jual prefekturnya.

2. Easy to remember
Coba sebutkan tagline Indonesia yang sekarang? Bah jujur ajah saya pribadi ga ingat, bukan ga cinta karena jika dibelah dada ini hanya ada Merah putih, tapi tagline kita memang tidak mudah untuk diingat. Easy ti remember ini bukan hanya berhubungan dengan Simple Word ajah, tapi yang terpenting tentu komunikasi yang secara konsisten dibangun di internal Indonesianya, entalah kalo di riset di luar negeri sana, mungkin ajah tagline kita terkenal. nah kalo Anda bisa menjawab ....... Trully Asia, bener-bener deh keterlaluan, mosok inget tagline negara orang lain.

Kembali ke City of Udon, gampang khan mengingatnya? Kota Udon, kalo mau ke Jepang, pengen makan udon yah ke Kagawa.

3. Easy to understand
Never Ending Asia ... Apa ini maksudnya? Ngerti ga? terus tagline dari daerah mana? Konsepnya mungkin sangat bagus namun sometimes dalam membuat tagline seperti ini target market harus menjadi pertimbangan terpenting, bagaimana sebuah tagline disebut kemudian target market mampu mengasiasiakan tagline tersebut dengan seperangkat nilai/ benda ataupun sesuatu yang terkait kuat dengan daerah tersebut tentunya. Jadi apa jawabnnya?

The City of Udon sebuah tagline yang sangat-sangat mudah dimengerti bahkan oleh orang Indonesia yang tidak pernah ke Jepang mungkin, yah Kota Udon, kalo ke Jepang mau makan Udon yang ke Kagawa, di situ asalnya Udon, entah benar atau tidak sudah tidak jadi masalah kalo udah dibranding dengan kuat. Kalo Style, yah Tokyo, Kagawa mau coba-coba klaim Life Style? Bisa-bisa terus turun kunjungan turisnya.

4. Prove it
Nah terakhir sederhana buktikan kepada target market, ketika Prefektur Kagawa membangun campaign City of Udon, mereka menjadikan Udon sangat memasyarakat, banyak toko Udon berdiri dengan berbagai brand dan varian sehingga bukan pemandangan aneh ketika ke Kagawa kita akan menemukan Toko Udon. Dari website yang saya baca hampir lebih 700 Toko Udon di Kagawa padahal Kagawa merupakan Prefektur terkecil di Jepang.

5. It's not Single Factor
Yah tentu, membangun branding Daerah bukan hanya masalah singel factor seperti Pempek, yah tentu ga cukup membuat turis datang, banyak hal lain yang juga penting untuk mendukung sebuah branding daerah seperti infrastruktur kota, transportation, promosi dan sebagainya sehingga membuat orang untuk datang ke kota tersebut.

6. Create Story
Yah ini bagian penting dalam membangun branding untuk sebuah daerah, bangunlah sebuah cerita yang mengaitkan tagline dengan daerah Anda tersebut, misal The City of Udon, prefektur harus membangun cerita yang dikomunikasi ke target market melalui berbagai channel seperti online (website, Wikipedia) dll sehingga akan ada engage antara tagline dengan daerah tersebut.

Jadi sudah tahu alasan mengapa Anda tidak bisa menjawab pertanyaan di bawah?

....... Trully Asia, nah kira-kira kalimat apa titik-titik tersebut? Berikutnya
Never Ending Asia tagline apa ini?
Shanti, Shanti, Shanti tagline apa ini?
Dan terakhir The Spirit of java, tagline apa ini?

Yah kalo bisa syukurlah, kalo tidak mungkin 5 point di atas bisa menjadi bahas diskusi yang menarik. Semoga.

Comments

Popular posts from this blog

30 Creative Sales Ideas Untuk Cafe/ Resto

Nah edisi kali ini lebih pengen sharing soal tips-tips Creative Sales langsung yang bisa dipratekan, ga perlu teori, ga repot dan berbiaya “kecil” kali hehe. Kuncinya ketika mengeksekusi program-program di bawah harus ingat 3 W (WOW, WAW dan WUZZ), Wow begitu liat iklannya, Waw begitu baca detailnya dan langsung Wuzz menuju cafe/ Resto kita haha.

Semua ide saya rangkung dari semua tempat yang kebetulan pernah terlihat, terdengar, terbaca ataupun murni memang terinspirasi.  Sebetulnya ada sekitar 200 ide, Cuma 30 puluh dulu deh yang di posting, nanti dibuatkan ebook nya untuk di download. Selamat menikmati.

1. ½ Jam Discount
Buat program discount yang hanya berlaku setengah jam misal dari jam 5-5.30 dengan harga yang cukup ekstrim sehingga orang berbondong-bondong antri. Loh gimana ceritanya makanan ajah siap saji dalam setengah jam, nah itu urusan belakangan, yang penting rame dulu, biar orang pada antri-antri di jam 5, ntar buat kebijakan ajah yang udah pesan di jam 5 yah dapet disko…

10 Ide Promosi untuk Meningkatkan Penjualan Toko Anda tanpa DISKON!

Di usaha kuliner yang saya jalankan, ada periode tertentu yang boleh dibilang “masa panen” bisnis makanan. Ya, Lebaran Idul Fitri, itulah momen emas untuk pemilik bisnis kuliner.  Saat itu, omzet penjualan bisa meningkat 4 kali lipat dan itu merata di semua warung atau rumah makan di daerah saya. Bisa dibilang, tidak ada rumah makan yang sepi ketika itu.

Tapi, “masa panen” tidak berlangsung lama, hanya bertahan sekitar 2 pekan saja. Setelah melewati waktunya, kehidupan bisnis pun kembali berjalan normal. Pemilik usaha lagi-lagi harus memutar otak bagaimana mempertahankan laju bisnis mereka. Dan fenomena ini juga berlaku di bisnis selain kuliner, khususnya bisnis yang bergerak di bidang eceran (retail), seperti toko fashion dan sejenisnya. Atau Anda juga merasakan hal yang sama berlaku di bisnis yang Anda jalankan?

Untuk meningkatkan penjualan di waktu “sepi”, pemilik bisnis harus berpikir secara cermat. Cara yang biasa, seperti diskon misalnya, kadang bukan pilihan terbaik di saat bisn…

Push & Pull Marketing Via Online

Banyak sekali aktifitas-aktifitas marketing yang bisa dilakukan dalam upaya meningkatkan penjualan Online, mulai dari aktivasi branding dengan promosi, reseller/ agen, kerjasama pihak ketiga dan lain-lain. Aktifitas penjualan online yang menjamur di Indonesia saat ini menjadikan atmosfer persaingan dan kompetisi yang ada dan berkembang di pasar menjadi sangat kompetitif, dan sering “sikut-sikutan”. Hal ini otomatis memaksa para pemilik brand untuk putar otak, untuk bagaimana caranya brand dan product yang diusungnya sebagai public trusted brand/ product yang secara langsung akan mempengaruhi penjualan

Strategi!! Ya, ini yang harus dilakukan, tapi jangan lupa action yang paling penting. Berbagai strategi bisa dilakukan dalam upaya menggaet pasar dan membangun brand awareness, ini menjadi hal yang sangat wajib bagi pemilik brand. Push & Pull Marketing Activities, ini dia yang akan coba saya bahas dalam artikel saya sekarang. Banyak cara yang dapat kita lakukan dalam pada metode pus…