Apr 15, 2013

PSY - GENTLEMAN, Really?



Tahun 2012 adalah tahun nya Gangnam Style, tapi awal tahun 2013 adalah tahunnya Harlem Shake, tapi beberapa hari yang lalu saya mendapatkan info ternyata si Raja Goyang Kuda PSY baru saja meluncurkan sebuah lagu dan video klip baru yang ber titel “gentleman”, dan kaget nya lagi ternyata video itu baru saja di upload 13 April 2013 kemarin, dan pada saat artikel ini ditulis (15 April 2013) sudah ada 52,981,900 juta.

Setelah nonton video klik Gentleman, mungkin ada yang merasa sedikti deja vu dengan “Gangnam Style”, karena dari kacamata konsumen, sepertinya ada beberapa hal yang kurang lebih disajikan dengan tema yang masih mirip, seperti: tema yang diangkat masih dari “kelakuan” masyarakat Gangnam, munculnya banyak cameo selebriti Korea (Yoo Jae-Suk, dan posisi Hyuna-4Minute, yg sekarang digantikan Ga In-Brown Eyed Girl, yang berperan menjadi model utama video klip), aksi “gila” dan urakan PSY di beberapa tempat, dll.

Tapi saya memang tidak terlalu ingin membahas lebih lanjut lagi tentang content hiburan dan bagus tidak nya si video clip ini, karena saya bukanlah kritikus seni ataupun dunia hiburan, saya ingin membahas dari kacamata konsumen dan marketing saja, dimana pengulangan memang selalu di ikuti dengan tambahan feature ataupun tambahan teaser baru yang sering membuat konsumen menjadi lebih penasaran untuk mencari informasi lebih dan lebih lagi.

1. Goyangan baru 

“Dangdut tanpa goyang seperti sayur tanpa garam” pernah dengar lirik lagu ini? Saya sepakat dengan lirik lagu milik Inul, pedangdut yang sempat heboh dengan goyangan khas nya “ngebor”. Walupun beda genre dan beda bahasa dengan PSY, tapi seperti nya klo PSY tahu lirik nya Inul, mungkin dia juga sepakat dengan Inul, lagu dengan beat asyik untuk goyang, engga lengkap kalau tidak dilengkapi goyangan khas. Di Video klip gentlemen ini PSY menyuguhkan “goyangan baru” yang lebih simple dari goyang kuda gangnam. Strategi ProductTactic-varian berlaku disini, dengan racikan goyang yang mirip, tapi dengan varian yang sedikit berbeda disuguhkan untuk memberikan daya tarik dan tema baru untuk dibicarakan oleh fans nya

2. Satir Comedy
Komedi yang disajikan di formula kali ini mirip hanya saja, semua comedy yang diramu lebih ke kelucuan yang disajikan justru dengan kebalikan dari gentleman yang dimaksud. Jika istilah gentleman identik dengan kelembutan atau sikap dari para pria untuk menghargai kaum wanita, pada content video klip ini justru sebaliknya. PSY dan beberapa laki2 justru membuat komedi yang sifatnya menggangu wanita. Jadi komedi yang disajikan agar berbeda dengan yang pernah di keluarkan di video clip Gangnam. Di beberapa penyampaian iklan oleh beberapa brand juga seringkali menggunakan pendekatan ini, dimana statement yang dikeluarkan justru kebalikan dengan yang di visualkan, dan ramuan ini mungkin masih ampuh digunakan di beberapa pendekatan komunikasi.

3. Behind The Scene
Saya selalu ingat di setiap ending film nya Jacky Chan biasanya kita selalu disajikan potongan2 adegan “dibuang sayang”, adegan2 kesalahan yang dibuat selama proses syuting. Memang masuk nya adegan2 seperti ini bukan lah poin penting, tapi merupakan poin yang bisa dijadikan daya tarik dalam industri hiburan. Seperti me reminder kembali potongan2 yang pernah disajikan sebelumnya. Hal ini bisa jadi me refresh ingatan kita akan adegan2 yang pernah disajikan sebelumnya. Mau tidak mau hal ini juga menjadi salah satu daya tarik untuk dibicarakan atau ditonton berulang agar bisa menyamakan seperti aakah adegan seharusnya, efek repetisi konsumsi penting disini.

4. Berikan sesuatu yg sifatnya reminder
Beberapa poin “mirip tapi beda” di video klip ini bisa jadi mengingatkan kita akan video Gangnam Style, walaupun tidak memberikan potongan video clipnya. Tapi pendekatan reminder bahwa sebelumnya pernah ada produk dengan content serupa merupakan pendekatan yang tidak kalah penting dalam dunia marketing. Saya selalu amaze dengan inovasi terus menerus yang dilakukan Pizza Hut, baik dari inovasi menu maupun promo, dan dilakukan dengan konsep yang mirip-mirip dengan yang sebelumnya. Tapi itulah marketing dan inovasi, tidak ada sesuatu yang baru di bawah langit ini, yang ada hanyalah modifikasi dan inspirasi. Hanya saja implementasi yang dilakukan seringkali berbeda industri ataupun berbeda media. Tapi reminder terhadaptrack record positif yangtelah dilakukan bisa jadii sebuah point yang bisa mendukung untuk aktifitas pemasaran

5. Unique message “mother father gentleman”
Pada sebuah seminar, saya pernah mendengar sebuah statement: “Penasaran=pemasaran”, jika dipikir-pikir ada benarnya juga, pada saat kita penasaran dengan sebuah hal, kita cenderung untuk mencari tahu, atau bahkan berusaha bertanya dengan cara mempublish apa yang kita ingin ketahui (kami kategorikan aktifitas ini kedalam “Push to Action”). Di sepanjang video ini PSY sering kali mengeluarkan kata2: “mother father gentleman” yang sebenarnya saya juga masih bingung apa kira2 makna nya.

Apakah “gentleman”bisa se booming “Gangnam Style”? kita tunggu saja kelanjutan nya

Creative Sales 

No comments: