Posts

Showing posts from May, 2008

Ini Tentang Pertumbuhan Perusahaan Bos

Sebuah pertanyaan yang sangat mengelitik muncul ketika salah satu klien saya mempertanyakan “lu repot-repot mengajukan planning yang terencana mengenai internal marketing buat apa sih boo? Toh semua sistem sudah ada baik itu gaji, hak dan tanggung jawab maupun aturan-aturan lainnya yang mengikat” Ha kemudia saya bertanya balik, “ok bos” berapa persen dari karyawan ente yang mau ngasih ide buat pengembangan bisnis perusahaan? Berapa banyak karyawan ente yang pulang kerja lembur tanpa menuntut bayaran? Dan berapa persen dari karyawan ente yang tahu mau kemana perusahaan ini 1, 3, 5 dan 10 tahun kedepan? Gimana tau ga?
Gaji, aturan dan prosedur kerja yang jelas memang merupakan salah satu point penting dalam membangun internal marketing di dalam perusahaan, namun tentu masih ada lagi beberapa hal lagi yang harus dibangun oleh sebuah perusahaan untuk sukses dalam melakukan internal marketing tentunya. Ok sebelum lebih jauh sedang ngobrol apa sih? Apa sih internal marketing itu?. Jika anda…

HD (Healing Device)

Turut berduka cita atas kembalinya artis senior Sophan Sophian ke Penciptanya. Begitu banyak yang bisa dipelajari dari beliau, baik kiprah nya di bidang perfilman hingga politik.

2 hari ini seluruh stasiun televisi seperti berlomba-lomba menceritakan siapa Sopan Sophian yang sebenarnya, dan dari berjam-jam saya menonton baik yang bertajuk infotainment sampai berita siang, ada hal yang sangat menarik yang saya temukan, terutama tentang hubungan rahasianya dengan HD.

Yup.. HD yang dimaksud adalah kekasih nya moge Harley Davidson. Beliau dan ribuan anggota HDI lainnya di Indonesia merupakan contoh hubungan konsumen yang mengandalkan HD sebagai "religion" mereka. Saya seringkali mendengar atau membaca pembahasan hubungan HD dengan para konsumennya, tapi jujur saya ini kali pertama saya mendengarnya langsung dari mulut para konsumennya sendiri.

Sejak tahun 2004, Alm Sophan Sophian menjadi salah satu konsumen motor gede buatan Amerika ini. Kala itu beliau mengakui membelinya karena b…

Merek dan Cinta

Dahulu kala orang melakukan perdagangan tanpa merk. Di mana produk yang dijual masih bersifat umum, berkisar dalam kategori bahan pokok, sehingga masyarakat tidak kesulitan untuk mencari atau menyebutkan suatu produk tertentu, karena sifatnya yang generik. Lambat laun jumlah pedagang bertambah banyak dan jumlah varian produk pun bertambah ragamnya. Setiap penjual ingin menjadi berbeda dibandingkan yang lainnya, yang akhirnya mereka menamai produk atau toko mereka. Nama ini lah yang sekarang kita kenal dengan merek atau bahasa kerennya brand!

Setelah para pedagang senang dengan “perbedaan” mereka melalui merek yang mereka miliki, ternyata lambat laun masih kurang juga. Pesaing semakin bertambah banyak, dan walaupun produk telah diberi nama, produk hanyalah tinggal produk, yang terkadang sama satu sama lain antar pesaing. Akhirnya timbullah apa yang disebut sebagai emotional values yang dijual bersama dengan produk.

Apa itu emotional values? Emotional values adalah sesuatu yang tidak nyat…