Twitter Ads VS Twitter Buzzers


Kalo sekarang buka timeline twitter, pertanyaannya udah lain lagi. Bukan “udah dapet berapa kata motivasi yang kamu baca?”, tapi “udah dapet berapa ads yang kamu klik?”.

Twitter baru-baru ini membuka pasarnya untuk pemasangan Twitter Ads di Indonesia. Mungkin bisa dikatakan sedikit telat. Ya, betul. Gimana enggak. Indonesia selalu menciptakan Trending Topic World Wide (TTWW) dan juga sering dinobatkan sebagai negara yang paling aktif dan agresif mengetweet dan menyebarkan berita atau isu. Twitter sudah dijadikan sebagai channel pemasaran sejak sekitar 2 tahun ke belakang, tetapi Twitter Ads baru muncul belakangan ini.

Sebelum Twitter Ads muncul, para pemasar melakukan strategi pemasaran melalui para buzzer yang memiliki pengaruh besar di Twitter dan memiliki jumlah followers yang banyak. Sejauh ini, berdasrkan pengalaman saya yang juga melakukan strategi community building dengan menggunakan buzzer untuk media Twitter merasa bahwa proses buzzing ini sangat efektif dan selalu mencapai target sesuai waktu yang ditentukan.

Namun, belakangan ini semenjak Twitter membuka jaringan resmi di Indonesia untuk pemasangan Twitter Ads, banyak sekali para brand bahkan public figure yang memasang iklan di fitur Twitter. Apakah mereka merasa bahwa proses buzzing tidak seefektif dibandingkan dengan penggunaan Twitter Ads? Yuk, simak penjelasan saya mengenai manfaat pemasangan iklan melalui Twitter Ads dibandingkan dengan Twitter Buzzer.



1. Targeted by Interests
Pada bagian Back End fitur Twitter Ads, ternyata Ads di Twitter bisa disetting berdasarkan interest, lho! Bahkan berdasarkan gender! Lho, kenapa bisa? Kan pas registrasi dan sign up Twitter gak diminta info tersebut? Ternyata... Twitter melihat hal tersebut dari interest kita dan kategori akun-akun yang kita follow. Twitter is based on interests, right? Makanya, Twitter sendiri bisa mebuat target audience berdasarkan interest. Nah, gimana dengan gender? Kok dia bisa ngedekteksi jenis kelamin? Yep. Masih based on interest. Bisa keliatan apakah akun tersebut perempuan atau laki-laki dari karakter maskulin atau feminine mayoritas akun yang difollow.

Kalo dibandingkan dengan Buzzer, para advertiser hanya bisa mengelompokkan buzzer sesuai dengan konten yang paling banyak diposting oleh si buzzer. Dengan sistem rekomendasi, buzzer akan menawarkan atau menginformasikan produk atau brand kita ke followers mereka. Dibandingkan dengan Twitter Ads, buzzer ini hanya menggunakan pengkategorian konten dari apa yang paling banyak mereka share. Sedangkan jika menggunakan Twitter Ads, seorang advertiser tidak perlu menembak sasaran buzzer sebagai pemilik komunitas melainkan bisa langsung menembak target sesuai sasaran. Akun kesehatan bisa langsung menembak Twitter Users yang memiliki interest terhadap kesehatan secara langsung tanpa harus melalui buzzers.

2. First to Appear
Twitter adalah realtime atau waktu yang nyata. Ketika seseorang memposting sebuah postingan, maka satu atau tiga jam kedepan, postingan tersebut akan terbenam. Seperti itu jugalah hal yang akan terjadi jika seorang advertisers menggunakan jasa buzzer untuk mempublikasikan konten mereka. Berbeda dengan itu, Twitter Ads akan tampil selalu yang paling depan dan paling atas. Ads dari Twitter akan diutamakan pada saat target users yang dituju membuka timeline.

Contohnya, seorang advertiser yang memiliki brand yang bergerak di bidang kesehatan akan menargetkan Twitter Users sebagai sasaran mereka. Jika kamu adalah salah satu yang termasuk ke dalam target mereka dan pada saat pemasangan iklan, kamu belum aktif dan online di timeline Twitter. Jika kamu adalah salah satu target audience iklan tersebut, meskipun kamu telat online di timeline, kamu akan tetap menerima materi iklan yang akan tampil di timeline kamu di jajaran paling atas.

3. Get the Verification
Akhir tahun 2012, akun Twitter yang diverifikasi oleh Twitter hanyalah beberapa saja. Itupun diraih hanya oleh akun-akun yang followersnya menembus angka jutaan dan mayoritas dari mereka adalah public figure. Nah, bagaimana untuk brand-brand nasional atau multinasional yang ingin mendapatkan verifikasi dari Twitter? Tenang saja. Brand yang sudah pernah melakukan pemasangan iklan secara resmi dengan Twitter dalam jumlah nominal pembayaran tertentu, secara langsung dan otomatis akan mendapatkan verifikasi oleh Twitter.

Logo verifikasi ini memiliki banyak manfaat yang salah satunya adalah untuk membangun trust kepada auidience sebuah brand di online. Twitter Ads yang ditawarkan langsung oleh Twitter adalah channel asli dan formal yang Twitter tawarkan. Oleh karena itu, para advertiser yang sudah bekerjasama dengan Twitter atau agen yang dipercayakan oleh Twitter akan mendapatkan logo verifikasi sebagai tanda bahwa akun tersebut sudah menjalin hubungan resmi dan tepercaya dengan Twitter.

Bagaimana, Tuips? Tertarik untuk memasang iklan langsung kepada Twitter dan mengelola Twitter Ads daripada Twitter Buzzers? Silahkan kontak nih http://kartelmediaonline.com/ salah satu agency yang saya tahu bisa Anda gunakan untuk twitter buzzer maupun twitter ads.

Creative Sales

Comments

Popular posts from this blog

30 Creative Sales Ideas Untuk Cafe/ Resto

10 Ide Promosi untuk Meningkatkan Penjualan Toko Anda tanpa DISKON!

Push & Pull Marketing Via Online