Skip to main content

Tandem Maut Menciptakan Profit



Sepulang dari liburan panjang di pulau dewata ada kejadian menarik yang ingin saya ceritakan pada artikel kali ini, kejadiannya ketika rombongan berada di dalam pesawat yang sedang melaju dari Bandung ke Bali. Setelah lampu sabuk pengaman dipadamkan dengan kompak pramugari menghampiri para penumpang dan memberikan satu lembar kertas dimana dibagian depannya tertulis dengan cukup besar “TERBANG DENGAN LION TICKET HEMAT RP.300.000 !*”. Kalimat yang cukup memprovokasi terutama bagi penumpang yang memang hobi bepergian dengan menggunakan pesawat.

Rasa penasaran membuat saya membaca lebih lanjut informasi yang tertera di selembar flyer tersebut, dan ada satu hal yang membuat saya tersenyum yaitu ternyata ini bukan semata iklan dari Lion Air, tetapi merupakan aktivasi yang dilakukan oleh Bank Sinar Mas untuk mendrive customer untuk buy now, dengan menyebarkan form pembukaan rekening tabungan bekerjasama dengan Lion Air.

Salah satu konten program co-branding yang tertulis dari Lion Air dan Bank Sinar Mas ini adalah Penumpang yang membeli tiket Lion minimal 500.000 akan mendapatkan cash reward sebesar Rp. 300.000,- asalkan membuka rekening tabungan di Bank Sinar Mas sebesar Rp. 1.000.000,- sampai tanggal 31 Maret 2013. Cukup menarik, tapi apakah pasti berhasil? Tentunya hanya Lion dan Bank Sinar mas yang tahu. Tapi anyway apapun hasilnya program ini merupakan salah satu program creative sales yang cukup dapat membuat target market melakukan push to action, salah satunya seperti yang saya lakukan yaitu membaca seluruh konten promo yang dibuat dan akhirnya saya buatkan sebuah artikel yang tentunya bisa menciptakan program womm bagi kedua brand ini.

Lalu, bagaimana sebuah brand bisa menciptakan program co-branding yang efektif dalam menciptakan Buy Leads & Buy Now.

1. Pilih yang Satu level

Pertimbangan pertama dalam memilih partner co-branding adalah memilih Brand yang memiliki karakter target market yang sama dengan target market dari produk kita. Selain itu kita  pun harus juga mempertimbangkan posisi dari brand tersebut di benak konsumen, jangan sampai kita memilih Brand yang sedang memiliki image negatif karena sebuah kasus tertentu.

Selain dua pertimbangan di atas kita pun harus mempelajari potensi besaran market (kuantitas) dari partner yang kita ajak kerjasama. Mengambil contoh cerita di atas, salah satu alasan Bank Sinar Mas mengajak kerjasama Lion Air sudah dipastikan karena rute penerbangan Lion Air yang cukup padat sehingga memungkinan jumlah audience yang cukup banyak untuk memperbesar peluang tercapainya kesuksesan dalam mencapai goal yang diinginkan.

2. Pilih Partner Yang Memiliki Jaringan Komunikasi Terbaik
Semakin besar jala yang disebarkan di lautan semakin besar peluang kita mendapatkan ikan untuk dibawa pulang. Konsep ini juga yang menjadi dasar dalam memilih partner co-branding, semakin besar jumlah media baik itu kantor cabang, activation atau advertisement yang dimiliki oleh calon partner co-branding maka akan semakin banyak orang aware terhadap Brand kita dan program yang sedang kita tawarkan. Hal ini tentu saja secara tidak langsung akan menambah peluang kita dalam menciptakan buy leads dari sebaran komunikasi di media yang banyak, sehingga prosentase terkonversi menjadi sebuah transaski semakin besar.

3. Buat program yang Push to Action
Apa respon Anda ketika membaca promo “Lion Air saat ini telah bekerjasama dengan Bank Sinar Mas untuk memudahkan transaksi bagi para konsumen.” Sebagian besar dari Anda mungkin akan langsung bilang “TERUS......???JADI GUA HARUS KOPROLL SAMBIL BILANG WOW?” atau mungkin anda Cuma akan bilan “OOOOOO...” setelah itu lupa !

Yes, betul...media komunikasi yang terdistribusi dengan luas menjadi mubazir jika tidak didukung program yang menarik dengan bahasa komunikasi yang menjual. Akan lain ceritanya jika kalimat yang dipilih “TERBANG DENGAN LION TICKET HEMAT RP.300.000 !*” atau seperti yang pernah dilakukan BJB “GRATIS 2 TIKET NONTON PREMIER BREAKING DOWN HANYA DENGAN BUKA REKENING Rp. 500.000,-“ yang menghasilkan antrian luar biasa panjang. Program yang dikemas dengan bahasa menarik pastinya akan menciptakan Buy Now yang mungkin tidak akan anda bayangkan sebelumnya.

co-branding itu program yang bagus asalkan kita bisa mengeksekusi program ini dengan tepat dan mengemas dengan baik. Selamat mencoba.

Creasionbrand

Comments

Popular posts from this blog

30 Creative Sales Ideas Untuk Cafe/ Resto

Nah edisi kali ini lebih pengen sharing soal tips-tips Creative Sales langsung yang bisa dipratekan, ga perlu teori, ga repot dan berbiaya “kecil” kali hehe. Kuncinya ketika mengeksekusi program-program di bawah harus ingat 3 W (WOW, WAW dan WUZZ), Wow begitu liat iklannya, Waw begitu baca detailnya dan langsung Wuzz menuju cafe/ Resto kita haha.

Semua ide saya rangkung dari semua tempat yang kebetulan pernah terlihat, terdengar, terbaca ataupun murni memang terinspirasi.  Sebetulnya ada sekitar 200 ide, Cuma 30 puluh dulu deh yang di posting, nanti dibuatkan ebook nya untuk di download. Selamat menikmati.

1. ½ Jam Discount
Buat program discount yang hanya berlaku setengah jam misal dari jam 5-5.30 dengan harga yang cukup ekstrim sehingga orang berbondong-bondong antri. Loh gimana ceritanya makanan ajah siap saji dalam setengah jam, nah itu urusan belakangan, yang penting rame dulu, biar orang pada antri-antri di jam 5, ntar buat kebijakan ajah yang udah pesan di jam 5 yah dapet disko…

10 Ide Promosi untuk Meningkatkan Penjualan Toko Anda tanpa DISKON!

Di usaha kuliner yang saya jalankan, ada periode tertentu yang boleh dibilang “masa panen” bisnis makanan. Ya, Lebaran Idul Fitri, itulah momen emas untuk pemilik bisnis kuliner.  Saat itu, omzet penjualan bisa meningkat 4 kali lipat dan itu merata di semua warung atau rumah makan di daerah saya. Bisa dibilang, tidak ada rumah makan yang sepi ketika itu.

Tapi, “masa panen” tidak berlangsung lama, hanya bertahan sekitar 2 pekan saja. Setelah melewati waktunya, kehidupan bisnis pun kembali berjalan normal. Pemilik usaha lagi-lagi harus memutar otak bagaimana mempertahankan laju bisnis mereka. Dan fenomena ini juga berlaku di bisnis selain kuliner, khususnya bisnis yang bergerak di bidang eceran (retail), seperti toko fashion dan sejenisnya. Atau Anda juga merasakan hal yang sama berlaku di bisnis yang Anda jalankan?

Untuk meningkatkan penjualan di waktu “sepi”, pemilik bisnis harus berpikir secara cermat. Cara yang biasa, seperti diskon misalnya, kadang bukan pilihan terbaik di saat bisn…

Push & Pull Marketing Via Online

Banyak sekali aktifitas-aktifitas marketing yang bisa dilakukan dalam upaya meningkatkan penjualan Online, mulai dari aktivasi branding dengan promosi, reseller/ agen, kerjasama pihak ketiga dan lain-lain. Aktifitas penjualan online yang menjamur di Indonesia saat ini menjadikan atmosfer persaingan dan kompetisi yang ada dan berkembang di pasar menjadi sangat kompetitif, dan sering “sikut-sikutan”. Hal ini otomatis memaksa para pemilik brand untuk putar otak, untuk bagaimana caranya brand dan product yang diusungnya sebagai public trusted brand/ product yang secara langsung akan mempengaruhi penjualan

Strategi!! Ya, ini yang harus dilakukan, tapi jangan lupa action yang paling penting. Berbagai strategi bisa dilakukan dalam upaya menggaet pasar dan membangun brand awareness, ini menjadi hal yang sangat wajib bagi pemilik brand. Push & Pull Marketing Activities, ini dia yang akan coba saya bahas dalam artikel saya sekarang. Banyak cara yang dapat kita lakukan dalam pada metode pus…