Skip to main content

Arya Wiguna, Hulk dan Netizen, Ada Apa?


Uda ga kehitung parodi Arya Wiguna (orang yang ngaku sebagai korban Eyang Subur) muncul di youtube, Path, Group Whatsapp dll beberapa minggu ke belakang, bahkan salah satu video yang di upload sudah mencapai 600 ribu views lebih. Kalo dipikir-pikir banyak juga insan kreatif di Indonesia yang segitu niatnya melakukan editing video dan suara hanya untuk bahan ketawa haha.

3 Hari lalu ketika di solo, salah satu teman saya memperlihatkan video viral dan Image yang didapat dari path sahabatnya di mana Arya Wiguna dengan tipikal Marahnya menyebuatkan "demi tuhan" tiba-tiba menjadi HULK haha, saat itu kamu ketawa ngakak mengingat lucunya video tersebut atau image yang memperlihatkan Arya Wiguna sebelum dan sesudah di santet atau satu image lagi yang memperlihatkan Arya marah karena salah cetak di "percetakan subur" haha.

Nah ini yang menarik buat saya, fenomena segitu banyak orang yang dengan "effort" nya mau membuat parodi video, remix suara dan juga melakukan "sharing" content di dunia online bahkan saya yakin sebagaian besar bukan untuk tujuan komersial. Termasuk saya ini, pake membuat tulisan dan meletakan video yang saya maksud di blog ini haha. Mengapa? Yah itu pertanyaan yang sangat menggelitik saya, ketika banyak brand dengan susah payah membuat target marketnya involve dan sharing dengan kegiatannya dengan berbagai hadiah dan iming-iming, Arya Wiguna dan Eyang Subur justru ga perlu repot-repot meminta orang untuk involve dan sharing mengenai mereka?

Ada apa dengan orang Indonesia khususnya Netizen? Nah coba yuk kita bahas.

1. Suka Berbagi

Ini sepertinya tidak perlu dibantah lagi deh, netizen itu jelas hobby berbagi, perhatikan saja semua platform dengan jumlah user yang signifikan di Indonesia adalah platform berbagai (twitter, facebook, Instagram dll). Ngapain coba orang ngetweet? Buat di baca orang lain khan tentunya? Kalo enggak yang di lock ajah ga usah ada follower dan ngetweet ajah tuh sendiri haha.

Nah coba liat lagi group BB, punya berapa group Anda? atau Group Whatsapp, Line or Kakao, apa konten di dalamnya? Berbagai. Yah berbagi apapun mulai dari gambar, berita, makan apa, ngapain dan berbagai hal yang kita jalani sehari-hari. Bahkan ritual makanpun sekarang sudah berubah kali, sebelum makan orang harus? PHOTO dulu, edit di instagram, link ke twitter kemudian post. Baru abis tuh makan (syukur-syukur masih inget doa).

Jadi ga aneh kalo berbagai hal bisa tersebar demikian cepatnnya di kalangan netizen, kalo di salah satu video youtube bahkan di gambarkan twitter bergerak lebih cepat dari Gempa, ketika gempa sampai di kota tersebut, banyak orang yang sudah siap sedia haha, ada-ada ajah.

Tantangan buat brand adalah bagaimana membuat konten yang shareable dan talkable sehingga netizen dengan "sukarela" membagikan konten brand Anda tersebut.

2. Suka Hal Lucu
Coba ingat-ingat apa kesamaan dari Arya Wiguna, PSY, Sinta JoJo, Briptu Norman, Arya Wiguna, Klinik Tong Fang? Mengapa mereka cepat sekali menjadi terkela dan menjadi bahan pembicaraan di kalangan netizen? Yah satu kalimat LUCU. Semua konten yang saya tuliskan tadi adalah konten yang membuat kita tertawa sehingga cepat menjadi bahan sharing di dunia online.

Anahenya mengapa brand-brand di Indonesia tidak banyak membuat konten seperti ini yah yang jelas-jelas sudah terbukti shareable dan talkable di kalangan netizen? Meletakan iklan TV "standart" di youtube berharap banyak yang nonton, hahaha pikir ajah sendiri apa iya netizen mau nonton, paling yang nonton agencynya, temen-temennya sama yang lagi mau skirpsi haha "kali yah".

So buat brand, tidak ada salahnya mencoba pendekatan konten-konte lucu yang sudah dilakukan oleh thailang sejak lama mungkin sehingga contoh-contoh iklannya bahkan sering digunakan praktisi iklan di dalam negeri untuk contoh karena sedikit konten lokal yang mungkin dianggap lucu dan kreatif.

3. Suka Nge Gossip
Ga usah di bantah juga kalo yang ini yah, konten apa yang cukup cepat menyebarnya di dunia online? saya berani bertaruh "tak traktir bebek Garang kalo saya 2 orang" pasti salah satu kontennya adalah Gossip Artis.

Agnes Monica diundang di peluncuran Oblivion nya Tom Cruise ajah langsung heboh di online (lihat artikelnya) ato contoh paling gress Arya Wiguna vs Eyang Subur, jangankan obrolan, bahkan Netizen dengan sukarela melakukan content creation seperti membuat gambar-gambar di samping haha.

Bukan perkara mudah loh membuat netizen melakukan content creasion kalo biarpun sudah diiming-iming hadiah seperti lombah blog, namun hebatnya dalam perkara Eyang Subur ini semua dilakukan dengan free sepertinya.

Nah dengan prilaku netizen seperti yang kita bahas singkat di atas, apakah brand masih akan menggunakan cara "lama" apalagi bila marketnya adalah netizen?

Posted by.
Creasionbrand I Brand & Creative Sales Consultant

Sumber gambar:
http://forum.indogamers.com/

Comments

Popular posts from this blog

30 Creative Sales Ideas Untuk Cafe/ Resto

Nah edisi kali ini lebih pengen sharing soal tips-tips Creative Sales langsung yang bisa dipratekan, ga perlu teori, ga repot dan berbiaya “kecil” kali hehe. Kuncinya ketika mengeksekusi program-program di bawah harus ingat 3 W (WOW, WAW dan WUZZ), Wow begitu liat iklannya, Waw begitu baca detailnya dan langsung Wuzz menuju cafe/ Resto kita haha.

Semua ide saya rangkung dari semua tempat yang kebetulan pernah terlihat, terdengar, terbaca ataupun murni memang terinspirasi.  Sebetulnya ada sekitar 200 ide, Cuma 30 puluh dulu deh yang di posting, nanti dibuatkan ebook nya untuk di download. Selamat menikmati.

1. ½ Jam Discount
Buat program discount yang hanya berlaku setengah jam misal dari jam 5-5.30 dengan harga yang cukup ekstrim sehingga orang berbondong-bondong antri. Loh gimana ceritanya makanan ajah siap saji dalam setengah jam, nah itu urusan belakangan, yang penting rame dulu, biar orang pada antri-antri di jam 5, ntar buat kebijakan ajah yang udah pesan di jam 5 yah dapet disko…

10 Ide Promosi untuk Meningkatkan Penjualan Toko Anda tanpa DISKON!

Di usaha kuliner yang saya jalankan, ada periode tertentu yang boleh dibilang “masa panen” bisnis makanan. Ya, Lebaran Idul Fitri, itulah momen emas untuk pemilik bisnis kuliner.  Saat itu, omzet penjualan bisa meningkat 4 kali lipat dan itu merata di semua warung atau rumah makan di daerah saya. Bisa dibilang, tidak ada rumah makan yang sepi ketika itu.

Tapi, “masa panen” tidak berlangsung lama, hanya bertahan sekitar 2 pekan saja. Setelah melewati waktunya, kehidupan bisnis pun kembali berjalan normal. Pemilik usaha lagi-lagi harus memutar otak bagaimana mempertahankan laju bisnis mereka. Dan fenomena ini juga berlaku di bisnis selain kuliner, khususnya bisnis yang bergerak di bidang eceran (retail), seperti toko fashion dan sejenisnya. Atau Anda juga merasakan hal yang sama berlaku di bisnis yang Anda jalankan?

Untuk meningkatkan penjualan di waktu “sepi”, pemilik bisnis harus berpikir secara cermat. Cara yang biasa, seperti diskon misalnya, kadang bukan pilihan terbaik di saat bisn…

Push & Pull Marketing Via Online

Banyak sekali aktifitas-aktifitas marketing yang bisa dilakukan dalam upaya meningkatkan penjualan Online, mulai dari aktivasi branding dengan promosi, reseller/ agen, kerjasama pihak ketiga dan lain-lain. Aktifitas penjualan online yang menjamur di Indonesia saat ini menjadikan atmosfer persaingan dan kompetisi yang ada dan berkembang di pasar menjadi sangat kompetitif, dan sering “sikut-sikutan”. Hal ini otomatis memaksa para pemilik brand untuk putar otak, untuk bagaimana caranya brand dan product yang diusungnya sebagai public trusted brand/ product yang secara langsung akan mempengaruhi penjualan

Strategi!! Ya, ini yang harus dilakukan, tapi jangan lupa action yang paling penting. Berbagai strategi bisa dilakukan dalam upaya menggaet pasar dan membangun brand awareness, ini menjadi hal yang sangat wajib bagi pemilik brand. Push & Pull Marketing Activities, ini dia yang akan coba saya bahas dalam artikel saya sekarang. Banyak cara yang dapat kita lakukan dalam pada metode pus…