Tampan Tailor


Begitu membaca judul di film di atas saya langsung mengatakan dalam hati "harus nonton" padahal saat itu saya tidak mengetahui dengan jelas kenapa saya harus menonton film ini, siapa yang main di film tersebut dan film tentang apa ini sebetulnya, satu-satunya alasan saya ingini menonton film ini adalah karean JUDUL nya yang sangat menarik buat saya Tampan Tailor.

Nah apalagi setelah sahabat saya mengatakan bahwa film ini diperankan oleh Vino Bastian, salah satu cineas yang paling saya sukai karena karakter yang diperankan di film biasanya bagus dan enak di tonton dan juga film ini diceritakan oleh sahabat saya mirip dengan Pursuit of Happiness, sebuah film yang sangat inspirational yang diperankan oleh Will Smith dan Anaknya, wah makin ajah pengen nonton filmnya.

Akhirnya sabtu lalu kesempatan untuk menonton Tampan Tailor ini kesampaian juga, flot filmnya walaupun sedikit maksa dibeberapa bagian (anyway saya bukan kritikus film) hehe, namun secara overall film ini bisa dikatakan sangat bagus dan memberikan inspirasi untuk penontonnya, tapi okelah tentu saya ingin bahas tetap dalam koridor marketing hehe, ada beberapa pelajaran yang sangat berharga yang bisa kita ambil dari Tampan Tailor ini, apa ajah itu? COba yuk kita diskusikan satu per satu.

1. Judul is Everything

Masih jelas tulisan saya diparaghrap awal, satu-satunya alasan saya untuk menonton film ini adalah karana Judulnya bahkan sebelum saya mengetahui pemain dan plot cerita dari filmnya itu sendiri.

Kalo dalam dunia nyata, Tampan Tailor ini sebetulnya sebuah brand name yang sangat punya "nilai jual" dan punya potensi untuk menjadi "bahan omongan" hehe apalagi kalo memang yang jadi penjahitnya beneran tampan.

Saya jadi teringat tukang nasi padang yang ada di dekat kantor saya, yang sering dijuluki anak-anak wanita di kantor dengan "padang ganteng", sangking penasarannya saya akhirnya saya sempatkan untuk membeli nasi padang di si "padang ganteng" yang konon katanya mirip dengan artis Meksiko haha (niat bener yah), dan ternyata memang bener tampan "hadohhh penting yah" tapi tetep nasi padangnya belom ngalahin langganan jadi ga dateng lagi abis udah liat si "padang ganteng". Saya berpikir saat itu, kalo sajah si abangnya ini ngerti marketing, tentu dia akan menggunakan brand "Pandang Tampan" sehingga mungkin akan terjadi antrian gadis muda dan ibu-ibu haha untuk mencicipi bumbu cintan yang dibuat oleh si abang wkwk.

2. Content juga Everything Banget
Apakah saya jadi nonton bila bukan Vino yang main? tergantung sih haha, tapi begitu mendengat nama Vino, positif 100 persen pasti nonton, hal ini menunjukan bahwa dalam pemilihan sebuah produk/ brand untuk dikonsumsi konten menjadi perhatian yang sangat penting bagi konsumen, packaging boleh ok, judul boleh Wah tapi misal yang tiba-tiba menjadi pemain utamanya Morgan Freeman misalnya, mungkin keinginan nonton akan saya batalkan haha, bukan karena saya tidak suka dengan Morgan Freeman tapi rasanya antara judul dengan pemain (konten) kok over promise under deliver haha.

3. Quality juga so Everyting
Nah baru masuk ke bagian filmnya, mengapa akhirnya si Topan bisa sukses? karena product Qualitynya (kemampuan menjahitnya) memang sangat bagus, kadang kita hanya perlu menciptakan dan menunggu kesempatan untuk bisa sukses asalkan jangan menyerah ditengah jalan hanya karena kesulitan dan cobaan yang dihadapi saat ini. Perjalan hidup selama satu jam lebih yang sangat sulit di dalam film Tampan Tailor ini akhirnya berakhir bahagia karena Kualitas. Kualitas inilah yang mengantarkan Topan bertemu dengan pengusaha fashion yang akhirnya membuka jalan untuk Topan  mendirikan kembali Tampan Tailor yang sempat bangkrut karena ditinggal meninggal istrinya Tami yang terkena kanker.

Yak itu sedikit inspirasi marketing yang bisa kita ambil dari Tampan Tailor, sayangnya film berkualitas seperti ini tidak seramai penonton G.I JOE haha, yah tapi jika ingin dijadikan pelajaran terakhir itulah segmen penonton Indonesia, butuh sekedar promo biasa untuk men drive traffic untuk berbondong-bondong menuju bioskop menonton film Anda seperti Laskar Pelangi atau Ayat-Ayat Cinta tapi ciptakan juga WOM yang bisa menjadi bahan pembicaraan yang akhirnya mmebuat orang untuk datang karean Judul, Content dan Quality saja tidak cukup bila bicara number of audience.

Creasionbrand

Sumber gambar:
vgbfriends.blogspot.com

Comments

Popular posts from this blog

30 Creative Sales Ideas Untuk Cafe/ Resto

10 Ide Promosi untuk Meningkatkan Penjualan Toko Anda tanpa DISKON!

Push & Pull Marketing Via Online