Feb 27, 2018

10 Golden Rule Memulai Bisnis Kuliner

Sering sekali disetiap kesempatan workshop, training atau diskusi ringan saya ditanya "gimana mas memulai bisnis kulinernya dulu dari nol banget, tanpa pengalaman kemudian bisa berkembang seperti sekarang".

Klo ditanya bagaimana memulai saya mungkin bisa cerita panjang lebar hehe karena memang pengalaman memulai bisnis ini seru sekali untuk diceritakan dan mungkin bisa jadi sebuah buku sendiri.

Tapi melalui tulisan kali ini, saya mungkin mau mencoba merangkum 10 Golden Rule (biar keren ajah lah judulnya) ketika akan memulai bisnis kuliner khususnya sehingga mungkin temen-temen yang akan or ingin memulai bisnis punya sedikit gambaran dan arah sehingga kelak tidak "tersesat" di dunia yang keliatannya "enak" tapi sebetulnya sangat "kejam" yaitu dunia bisnis kuliner.

Oh iya sebelum saya mulai, jika temen-teman membaca artikel ini janji yah untuk menyebarkan link artikelnya ke group, sosmed dan ke kontak pribadi karena mungkin saja ada yang memerlukan or mungkin bisa menjadi manfaat bagi banyak orang yang membacanya. Janji yah, klo ga janji dilarang membaca tulisan berikutnya hehe.



1. Mulailah dari sesuai yang sudah laku

Ini golden rule pertama untuk siapapun yang mau memulai bisnis kuliner, ga usah pake ribet, ga usah pake sok tau dan ga usah pake sok feeling tentang apa yang akan dijual, cari ajah yang memang sudah LAKU dan biasa dibeli oleh banyak orang TITIK.

"Mas bukannya kita harus tampil unik dan berbeda?" Oh iya betul tapi bukan berarti kita menjual sesuatu yang orang lain mugnkin ga tau ente jual apa khan? Ato menjual sesuatu yang "jarang" ato orang "ga kepikir" untuk membelinya. Tampil beda dan unik menjual Bebek Goreng/ Ayam goreng juga bisa membuat bisnis kita besar, betul tidak? Coba lihat bebek pa gembus, Bebek Kaleyo, Warunk Upnormal, produk apa yang mereka jual? Yah produk yang biasa dimakan dan memang laku, bebek dan indomie, tapi dengan sentuhan "marketing" dan pengetahuan bisnis bisnisnya bisa menjadi besar (Baca. Golden rule no. 4)

Memulai bisnis dari sesuatu yang sudah laku membuat kita sudah 25% beres pekerjaan rumah, di sini kita sudah memvalidasi bahwa betul bisnis yang kita jalankan ada "marketnya", sehingga kita bisa berfocus pada hal-hal penting lainnya seperti menciptakan produk yang "sell able" dan bisa diterima oleh pasar.

2. Beri nilai tambah yang punya nilai "jual"

Jual Indomie bisa jadi bisnis yg ok ga? ..... Liat Warunk Upnormal
Jual kripik emang bisa jadi bisnis gede? ..... Liat ma Icih
Jual pisang bisa omset miliaran? ............. Liat pisang goreng bu nanik
Jual Steak emang bisa jadi besar? ..........Liat steak & shake
Jual Bebek emang bisa jadi gede banget? ...... Liat Kaleyo

Apa kesamaan dari semua di atas dan bisnis-bisnis lainnya yang sudah berkembang sampai saat ini? Yap, mereka memberi nilai tambah pada bisnis-bisnisnya.

Warunk Upnormal ............. Warkop jadi Standart cafe
Maicih ............. Kripik dikasih level
Pisang Goreng Bu Nanik ............ Pisang olahan dengan madu
Steak & Shake ........... Menghadirkan steak dengan harga terjangkau
Bebek Kaleyo ......... Menjual bebek dengan harga terjangkau

Nah simpelnya, ketika ingin memulai bisnis, misalnya pilihan kita jatoh untuk memulai bisnis Pecel Lele, pertanyaan adalah

Pecel lele kamu ................. Apa? Apa yang mau ditawarkan ke konsumen? Apa yang membuat berbeda dengan pesaing?

3. Bermimpilah besar dan tetapkan angka

"yang penting jalan dulu ajah mas, boro2 mikirin mau jadi apa 2/3 atau 5 tahun lagi" Nah saya paling sebel dengan pemikiran "kecil" seperti ini, klo udah mikir gimana gimana mau besar? Semua berawal dari mindset dan mindset inilah yang akan membentuk dan membuat kita bisa berkembang menjadi besar seberapun sulitnya bisnis yg kita hadapi.

Ketika pertama kali memulai bisins kuliner, saya sudah membayangkan akan membangun sebuah perusahaan yang besar dan memberi manfaat besar bagi banyak orang, saya tetapkan angka yang harus dicapai sebagai guideline dalam membangun step by step bisnis sehingga saya tau akan sampai mana kelak tujuan bisnis ini.

Jangan pernah takut bermimpi untuk besar, menetapak angka bisnis, karena dengan "menetapkan" kita akan membangun "cara" dan "langkah" untuk bisa mencapai apa yang kita impikan. Tidak peduli bisnis apapun dan seberapa kecil sekalipun bisnis yang kita mulai saat ini karena mimpi dan angka punya cara kerja berbeda dengan orang yang "mulai" ajah dan "liat ntar".

4. Pelajari ilmu bisnis walaupun sulit

"Saya mau mulai cuman ga ngerti ilmunya nih mas" YA BELAJAR, emangnya obat ato makanan yang kalo dimakan punya efek langsung buat diri kita. Satu-satunya untuk cepat belajar bisnis adalah dengan BELAJAR. Ikut workshop, baca buku, baca blog, banyak diskusi, training dll apapun yang bisa me leverage ilmu kita sehingga kita cukup punya bekal untuk bisa bertarung di dunia bisnis.

"Ilmu apa mas yang kira-kira penting dipelajari" ... untuk yang akan memulai bisnis dari awal, pendapat saya pribadi yang paling penting adalah Ilmu Marketing dan Ilmu Jualan. Ilmu itu kaya kompas, memberi arah untuk kita tidak tersesat dan menghabiskan sumberdaya dan waktu serta juga memberikan "short cut" untuk kita bisa sukses di bisnis kuliner. Jika ditanya, "dulu kira-kira faktor apa mas yang paling penting sehingga bisnisnya bisa berkembang?" tanpa mengesampingkan banyak hal saya bisa jawab ILMU.

5. Cari Bench marking yg sudah sukses

Kenapa? biar kita mempelajari POLA bagaimana brand yang kita bench marking tersebut bisa sukses, POLA ini memberikan "asuransi" walaupun tidak cover 100% haha untuk bisnis yang kita jalankan bisa mengarah lebih baik. Bench marking juga memberikan kita "short cut" untuk memperdalam tipe bisnis yang akan kita jalankan, mempelajari kelebihan dan kelemahan, potensi peluang dan masalah serta juga membuat sumber daya yang kita keluarkan akan lebih efisien dibandingkan ketika kita memulai bisnis ga punya benck mark sama sekali.

Kalo ingin bisnis jus buah .................. coba liat fruity di bandung
Kalo ingin bisnis roti isi dng outlet kecil ......... Coba liat Beard Papa
Pengen punya bisnis kopi ............ COba liat starbucks (haha kejauhan yah?") tapi believe it or not inilah salah satu brand yg saya bench marking.
Kalo ingin bisnis ayam geprek ................... Siapa bench marketingnya? Gembus? Bensu? ato siapa
Kalo mau bisnis steak terjangkau ................ Pelajari Steak & Shake

So cari bench marking kita, yah tentu yg layak dijadikan bench marking yah.

6. Jangan sendiri, berkolaborasilah

Bersama lebih baik dari sendiri, yah sejauh ini, inilah yang saya pahami dalam memulai bisnis sejak 2004 mungkin ketika masih jadi mahasiswa. Ketika kita berbisnis bareng, energi kita bisa focuskan berdasarkan kontribusi yang bisa diberikan oleh masing-masing orang di dalam perusahaan, ketika susah sekalipun bebas untuk menanggung "derita" bisnis setidaknya bisa di "share" dan dalam hal ini kita bisa lebih rileks dalam menghadapi berbagai ringatangan di dalam bisnis.

Berkolaborasi secara posistif akan menghasilkan energi yang cukup besar ketika kita memulai bisnis, klo perumpamaan mesin, mungkin CC nya lebih gede sehingga kita bisa melaju lebih kencang dan stabil. Yah tentu di balik itu ada juga "kelemahaannya", mulai dari kurang harmonis, susah mengambil keputusan sampai perpecahan dalam bisnis yang contoh nya sudah banyak kita lihat. Jadi gimana?

  1. Lakukan beberapa hal ini jika kita memulai dengan kolaborasi. 
  2. tulis semua hitam di atas putih, mau itu nenek sendiri yang jadi partner bisnis
  3. Tulis dengan detail semua aturan, tatacara, kesepakatan, ketidaksepakatan dll di atas legal paper notaris
  4. Bentuk struktur organisasi secara legal, jadi jelas hak dan tanggung jawab
  5. Buat CV ato PT dari awal karena semua aturan didalamnya akan mengikat
  6. Klo ada yang ga cocok or ga deal dari awal semua dibahas

Perpecahan sering kali terjadi karena 5 point di atas mau itu lagi "nyungsep" bisnisnya ato bisnis lagi "rising star". jadi jangan ragu dan jangan enak ga enak, bisnis is bisnis klo sudah menyangkut kesepakatan.


7. Jerumuskan diri tanpa bisa mundur lagi

Nah gimana ini maksudnya. gini, waktu mau mulai bisnis nasi goreng di awal, ada beberapa waktu kita masih tetap ajah santai dengan bisnis lama di bidang konsultan karena masih blom "kecebur" istilah, jadi ada saat-saat "hmmm bentar deh, masih ragu juga nih" sampai suatu hari ketika pagi2 saya berjalan dengan sobat saya kharisma ke Car Free Day saya liat "DISEWAKAN' sebuah ruko kecil banget di jl. Dipatiukur 51. "hmmmm ok gua sewa ajah nih langsung" saat itu dibenak saya muncul untuk "nekat/ sikat", ini dia nih "petunjuk Allah" untuk memulai.

Datanglah saya ke si Bapak, tanya-tanya disewakan teryata 60 jeti "wuedann, mahal juga yak dalam hati" untuk ukuran ruko segini, tapi nekat ajah lah, saya dealkan pagi itu juga, saya minta partnert saya danis untuk datang lagi siang, dan OK, done SEWA.......... Kecebur udah deh, 60 juta sewa, 60 juta lagi buat alat, renobasi dekorasi dll dan bahkan menu Nasi Gorengpun blm lengkap sebetulnya but NO WAY BACK, kita harus maju.

Nah ini contoh dimana tidak ada lagi pilihan untuk mundur, ato mungkin yg biasa dilakukan banyak orang seperti RESIGN dari kerjaan, sama nih, udah ga ada pilihan pastinya, maju terus pantang mundur. So, temukan TITIK di mana kita memang sudah tidak bisa mundur karena biasanya energi akan sangat besar untuk bisa sukses.

8. Siapkan mental karena ini tidak mudah

Siapin mental ini terbagi menjadi dua dalam bisnis, siapkan mental dengan ujian berat dalam arti bisnis tidak berjalan dengan baik, omset berat, hutang sana sini, karyawan ada yang ilang ambil uang, partner yang tiba-tiba ninggalin kita ketika lagi susah dan banyak lagi yang mungkin sebagian besar akan kita alami, "bukan ngedoain yah" lebih kearah biar tau realita nya ajah. Di satu masa dulu ketika berbisnis bidang agency, saya bahkan pernah "beritikaf" dalam mesjid belakang kantor saking bingungnya gimana ngebayar sewa dan gaji karyawa yang akan jatoh tempo, susah bener sampai dalam hati ini ngomong "ya Allah apa bener ini jalan hidup saya".

Nah itu mental yg perlu disiapin pas lagi susah, ada juga mental yang perlu disiapkan pas lagi sukses. Banyak juga orang yang ketikan sukses "lupa kacang akan kulitnya", perilaku jadi konsumtif, lagaknya udah jadi orang paling sukses, memandang rendah orang lain, cari "istri baru" dan berbagai hal yang intinya membuat dirinya menjadi berbeda ketika baru memulai bisnis pertama kali.

Sehingga sangat penting untuk kita belajar dan membentuk Mental secara berkala sehingga kondisi manapun yang akan kita jumpai kelak malah semakin memperkuat "energi positif" yang kita miliki bukan sebaliknya.

9. Niatkan untuk ibadah

Yah, sebetulnya ini hal yang sangat ULTIMATE klo dalam bisnis, punya NILAI IBADAH. klo udah ini niat bisnis, Insya Allah sejak awal kita sudah SUKSES. Uang, cabang, harta, nilai perusahaan dan berbagai hal ygn kita dapatkan ataupun menimpah kita seperti bangkrut, kesulitan dll hanya menjadi "bonus" atau "hadiah" yang membuat kita makin dekat dengan ALLAH. indikatornya sederhana, klo bisnis makin mendekatkan diri kita dengan ALLAH, maka inilah ULTIMATE nya pun sebalik jika makin menjauhkan kita dengan ALLAH, makan bongkar lagi niat, bongkar lagi cara dan bongkar lagi proses yang kita lakukan selama ini, mungkin ada hal yang tidak di Ridhoi oleh Allah, syukur jika kita menyadari dan kemudian memperbaikinya karena pada akhirnya cuman catatan amal yg kita bawah dihari akhir bukan perusahaan dengan nilai value yang mungkin tak terhitung jumlahnya.

10. Have Fun & Enjoy

Yap ini salah satu "rahasia" penting untuk memulai bisnis dan bisa mengembangkan bisnis, Have Fun dan Enjoy kenapa? Biar awet muda haha. Biar kreativitas selalu muncul, biar hati selalu senang, biar bangun tidur semangat menggebu-gebu biarpun mungkin bisnis dalam keadaan sulit, still have fun & enjoy.

Klo tiap hari dahi mengkerut, mata merah, rambut jigrag ga mandi-mandi kemudian bawaan marah-marah terus sepertinya ada yang salah dengan kita memulai bisnis dan cepet-cepet berhenti dari pada cepet tua dan kena berbagai penyakit. Bisnis adalah soal "kesenangan" yang mendorong kita untuk melakukan banyak karena memang kita senang melakukannya jadi penting sekali ketikan akan memulai bisnis, are happy with this business? are you ready to have fun go mad? if YES, GO HEAD. if you don't STEP AWAY, find another business.

Panjang juga yah, tapi yang kurang lebih 10 point sederhana adalah point2 yang saya bisa share base on pengalaman saya dalam menjalankan bisnis kuliner, semoga bisa memberi manfaat dan doakan agar bisa terus berkaya dan berbagi melalui tulisan.

Jangan lupa janjinnya yah untuk membagikan artikel ini.


nulis itu berat, biarlah aku yg menuliskan untukmu

Rex 1998 .... Efek habis nonton dillan

Rekomendasi Buat di Baca

Jangkrik Rambo
8 Tips Melakukan Konversi (Jualan) di Website
5 Tips Copywriting yang Pasti di Baca
Calon Gubernur Gaul
Buy-ology, Eyang Subur dan Ritual Marketing


9 comments:

Ady Saputro said...

done share ke grup wa mas...he he

Asbar Andaya said...

Keren Bang....

non noneng said...

Keren Pa rex,.. boleh usaha sy di mentoring? Kemana sy hrs memghubungi p rex?

Yuyun Anwar said...

Ok

Anonymous said...

Ilmu yang sangat berharga tulisan kang rex selalu keren

M Rosmawati said...

Apa bener bisnis ini jalan nasib saya? 😂
Sampe sekarang pertanyaan itu masih sering ganggu. Seandainya saya bukan singel parent saya lebih pengen jadi ibu rumah tangga tok daripada pusing ngurus bisnis. Pusing gaji tukang jait, pusing mikir sewa tempat produksi, pusing mikirin marketing dan seabreg kepusingan lainnya. Lebih enak nongkrong di upnormal deh sambil ngopi-ngopi shantik hummm ..
Thanks tulisannya.

Armet Zaky said...

Mantap tulisannya, saya baru mulai usaha kuliner di Cimahi lahan cikup luad 700 meter, kalau ada yg mau gabung jalani usaha bareng ditunggu utk menghubungi saya Armet 082126917318

Moulvi Muhammad Razi said...

Ilmu dagiiiiiiiiiiiinggggggggg, makasih maas

Syarief | Aan said...

Syip rex.. Sukses slalu ya... Btw kapan undangannya rex 😁