Skip to main content

Harlem Shake, Melewati Gangnam Style?


A: "Eh, Bro. Bikin video, yuk! Kita goyang Harlem Shake. Biar viewers kita membludak!"
B: "Apaan lagi tuh goyang Harlem Shake? Siapanya Gangnam Style?"
A: "Elaaaah. Buka youtube lu sekarang dan search Harlem Shake! Gangnam aja kalaaah! Ini baru beberapa minggu doang, viewersnya udah 22 jutaan lho!"
B: "Ayo, dah! Video-video gue di youtube juga miskin banget viewers nih! Siapa tau jadi banyak viewers ke channel gue. Lumayan viewers nyasar dari Harlem Shake juga!"

Sebelumya, saya mau absen dulu nih. Siapa disini yang belom tau Harlem Shake, hayo?! Video ini tuh lagi happening banget di timeline twitter. Pasalnya, baru sekitar beberapa minggu saja setelah diposting, video ini tembus di angka 20an juta. Kabarnya video ini nantinya akan mengalahkan kepopuleran Gangnam Style asal Korea itu.

Video ini berdurasi paling lambat 30 detik dengan goyangan-goyangan random (asal-asalan) yang dilakukan oleh semua model pada video tersebut. Awalnya, hanya ada satu orang saja yang bergoyang, sedangkan sisa model pada video itu sibuk melakukan aktivitasnya masing-masing. Mereka mulai bergoyang dengan gaya random setelah detik ke 10-15 detik dimana musik mulai fade out.

Ironisnya, gaya Harlem Shake yang sekarang beredar di Internet bukanlah tarian Harlem Shake yang sebenarnya. Menurut berbagai sumber, Harlem Shake adalah tarian beraturan yang namanya berasal dari salah satu daerah di New York: Harlem. Tarian Harlem Shake yang belakangan ini tersebar di youtube dimulai oleh keeksisan para mahasiswa di luar sana (lupa deh daerah mana tuh) yang merasa bosan dengan aktivitas mereka, sampai akhirnya mereka merekam gerakan random mereka dan menguploadnya di youtube sekitar awal bulan Februari 2013 dengan menamai video tersebut dengan nama Harlem Shake.


Dari segi viralitas video Harlem Shake ini, ada beberapa hal yang mendorong bahwa video ini tersebar meluas secara instan:

1. Repetation
Yep. Repetation atau pengulangan. Layaknya Product Life Cycle, jika bercermin terhadap video Gangnam Style yang berhasil menembus angka 1 milyar viewers dan menjadi video pertama di youtube dengan jumlah viewers terbanyak, video Gangnam Style ini sudah mengalami declining. Mau dibagaimanapun juga, masa-masa kejayaan atau maturity nya sudah habis.

Oleh karena itu, pada saat ada video terbaru yang unik, video tersebut akan dengan sangat mudahnya masuk dan menjadi saingan dari Gangnam Style itu sendiri. Seperti halnya video Harlem Shake ini yang mampu menyaingi ketenaran Gangnam Style. Belum menembus angka diatas 50 juta memang, tetapi jika baru saja beberapa pekan berlalu dari tanggal penguploadannya dan viewersnya sudah menembus angka 20 juta, tidak menutup kemungkinan bahwa Harlem Shake ini akan melewati jumlah viewers Gangnam Style, kan?

2. USP: Unique message, Strong visual dan Push to Action
Kenapa sebuah konten bisa viral? Let's get back to the USP. Seseorang memiliki kecenderungan untuk menyebarluaskan sebuah informasi jika informasi tersebut memiliki ketiga aspek penting ini: pesan atau konten yang unik, visualisasi yang kuat dan support kepada konten tersebut, dan juga konten tersebut memiliki nilai untuk disebarluaskan.

Video Harlem Shake ini menjadi salah satu bukti nyata dari pemanfaatan aspek USP. Dengan gerakan yang asal-asalan yang terkesan unik ditambah kombinasi musik pengiring yang tidak umum, membuat video Harlem Shake ini menjadi favorit para internet users. Dengan gaya--gaya random yang dipraktekan para model di video tersebut dan bergama kondisi yang diperlihatkan dalam video itu, sangat mendukung visualisasi yang kuat sehingga video ini memiliki value atau nilai keunikan tersendiri untuk disebarluaskan.

3. Globalization Effect
Sebagian orang berpendapat bahwa video Harlem Shake ini tidak ada nilai menariknya sama sekali. Namun, seperti yang sudah saya kutip dari percakapan di atas bahwa sekarang semua orang berlomba-lomba untuk menjadi tenar. Jika pada percakapan di atas, kedua orang tersebut meniru gaya Harlem Shake yang tenar dan memiliki viewers youtube untuk grab para internet surfer yang ingin mencari tahu lebih jauh fenomena Harlem Shake, mungkin di dunia belahan lain ada pula yang sedang memikirkan hal lain untuk membuat fenomen-fenomen baru.

Mungkin saja Harlem Shake tidak akan menjadi setenar ini jika tidak banyak para internet users yang malah ikut-ikutan bergaya dan mengupload video dengan gaya Harlem Shake menurut mereka masing-masing. Oleh karena itu, bisa kita simpulkan bahwa aspek yang membuat Harlem Shake ini menjadi tenar selain dari segi kontennya adalah bahwa memang efek globalisasi yang juga mempengaruhi internet surfer untuk mencari banyak hal baru di internet dan membuatnya sebagai sebuah fenomena.

Nah, kalo Anda sendiri sudah siap untuk membuat sebuah fenomena baru setelah Gangnam Style dan Harlem Shake? Atau mungkin akan menerapkan konsep seperti ini untuk membuat viral kepada produk dari brand Anda?

Creative Sales

Comments

Popular posts from this blog

30 Creative Sales Ideas Untuk Cafe/ Resto

Nah edisi kali ini lebih pengen sharing soal tips-tips Creative Sales langsung yang bisa dipratekan, ga perlu teori, ga repot dan berbiaya “kecil” kali hehe. Kuncinya ketika mengeksekusi program-program di bawah harus ingat 3 W (WOW, WAW dan WUZZ), Wow begitu liat iklannya, Waw begitu baca detailnya dan langsung Wuzz menuju cafe/ Resto kita haha.

Semua ide saya rangkung dari semua tempat yang kebetulan pernah terlihat, terdengar, terbaca ataupun murni memang terinspirasi.  Sebetulnya ada sekitar 200 ide, Cuma 30 puluh dulu deh yang di posting, nanti dibuatkan ebook nya untuk di download. Selamat menikmati.

1. ½ Jam Discount
Buat program discount yang hanya berlaku setengah jam misal dari jam 5-5.30 dengan harga yang cukup ekstrim sehingga orang berbondong-bondong antri. Loh gimana ceritanya makanan ajah siap saji dalam setengah jam, nah itu urusan belakangan, yang penting rame dulu, biar orang pada antri-antri di jam 5, ntar buat kebijakan ajah yang udah pesan di jam 5 yah dapet disko…

10 Ide Promosi untuk Meningkatkan Penjualan Toko Anda tanpa DISKON!

Di usaha kuliner yang saya jalankan, ada periode tertentu yang boleh dibilang “masa panen” bisnis makanan. Ya, Lebaran Idul Fitri, itulah momen emas untuk pemilik bisnis kuliner.  Saat itu, omzet penjualan bisa meningkat 4 kali lipat dan itu merata di semua warung atau rumah makan di daerah saya. Bisa dibilang, tidak ada rumah makan yang sepi ketika itu.

Tapi, “masa panen” tidak berlangsung lama, hanya bertahan sekitar 2 pekan saja. Setelah melewati waktunya, kehidupan bisnis pun kembali berjalan normal. Pemilik usaha lagi-lagi harus memutar otak bagaimana mempertahankan laju bisnis mereka. Dan fenomena ini juga berlaku di bisnis selain kuliner, khususnya bisnis yang bergerak di bidang eceran (retail), seperti toko fashion dan sejenisnya. Atau Anda juga merasakan hal yang sama berlaku di bisnis yang Anda jalankan?

Untuk meningkatkan penjualan di waktu “sepi”, pemilik bisnis harus berpikir secara cermat. Cara yang biasa, seperti diskon misalnya, kadang bukan pilihan terbaik di saat bisn…

Push & Pull Marketing Via Online

Banyak sekali aktifitas-aktifitas marketing yang bisa dilakukan dalam upaya meningkatkan penjualan Online, mulai dari aktivasi branding dengan promosi, reseller/ agen, kerjasama pihak ketiga dan lain-lain. Aktifitas penjualan online yang menjamur di Indonesia saat ini menjadikan atmosfer persaingan dan kompetisi yang ada dan berkembang di pasar menjadi sangat kompetitif, dan sering “sikut-sikutan”. Hal ini otomatis memaksa para pemilik brand untuk putar otak, untuk bagaimana caranya brand dan product yang diusungnya sebagai public trusted brand/ product yang secara langsung akan mempengaruhi penjualan

Strategi!! Ya, ini yang harus dilakukan, tapi jangan lupa action yang paling penting. Berbagai strategi bisa dilakukan dalam upaya menggaet pasar dan membangun brand awareness, ini menjadi hal yang sangat wajib bagi pemilik brand. Push & Pull Marketing Activities, ini dia yang akan coba saya bahas dalam artikel saya sekarang. Banyak cara yang dapat kita lakukan dalam pada metode pus…