Skip to main content

Rahasia Rendang Goes Global


A: "jam berapa berangkat ke luar negeri?"
B: "malem ini, bro"
A: "itu kaleng apaan di tas lu banyak gitu?"
B:  "oh. Ini rendang kalengannya Uni Farah"
A: "rendang dikalengin? buat dibawa ke luar negeri?"
B: "emang Agnes Monic doang yang go international. Rendang juga dong, bro"

Siapa disini yang belum pernah merasakan rendang? Atau justru tidak pernah melewatkan satu haripun tanpa rendang? Nyammm. Rendang memang merupakan salah satu makanan khas Indonesia yang banyak digemari masyarakat dan menjadi salah satu dari 30 makanan yang diresmikan oleh Dinas Pariwisata Indonesia sebagai makanan tradisional Indonesia yang wajib dilestarikan.

Namun akan beda lagi ceritanya jika makanan tradisional ini menjadi go global. Mbak Reno, pemilik usaha Rendang Uni Farah (diambil dari nama Anaknya; Farah) sudah berhasil membawa masakan Indonesia ini go global dengan konteks dari produk tersebut.

Kini Reno mengembangkan usaha rendangnya lewat online dimana sebagian pangsa pasarnya adalah orang-orang Indonesia yang tinggal di luar negeri atau penggemar rendang yang sering melakukan travelling. Bagaimana Reno bisa mengembangkan usahanya dengan memproduksi produk tradisional dan memanfaatkan kecanggihan teknologi yang sedang happening? Inilah 3 rahasianya:

1. Kualitas Produk Tetap Jadi Nomor Satu

Jika kita adalah pebisnis pemula yang mengandalkan strategi word of mouth, apalagi tombak keberhasilannya selain memaksimalkan kualitas produk kita sendiri. Jika kita sudah fokus kepada kualitas produk, kita tinggal menunggu saja feedback yang dihasilkan dari para audience atau customer kita. "Rendang bukan hanya masakan. Rendang itu hasil karya seni", tutur Reno. Memperhatikan kualitas produknya adalah prioritas utama Reno.

Memasak rendang yang enak tidak bisa dilakukan dengan cara yang instan. Proses memasak rendang itu cukup membutuhkan kesabaran. Butuh minimal satu hari untuk menunggu produk Rendang Uni Farah untuk bisa dikirim ke lokasi, karena Rendang Uni Farah ini dimasak dengan cara yang tradisional. Dari hal ini, produk Reno memiliki nilai lebih daripada produk rendang lainnya. Meskipun dikemas dalam kemasan modern, Reno tetap tidak melupakan pentingnya memperhatikan kualitas produk.

2. Produk Tradisional Dengan Kemasan Siap Go Global
Dari mata, turun ke hati. Setelah kualitas produk, hal yang harus diperhatikan lainnya adalah kemasan produk. Saat kita sudah percaya diri bahwa produk kita berkualitas, kita tinggal pikirkan cara bagaimana calon customer mau melirik produk kita. Memanfaatkan kekuatan visual pada packaging produk adalah salah satu strategi untuk menarik calon customer untuk melirik produk kita.

Hal tersebut diaplikasikan pula oleh Reno. Dia yang sebelum memulai usaha rendang ini adalah mahasiswa desain, membuat sebuah packaging yang menarik untuk produk rendangnya. Packing yang ia buat untuk produk rendangnya ini selain desainnya unik, kemasannya pun unik karena bisa dibawa kemana-mana. Selain itu, ia juga memulai membangun 'place' untuk bisnisnya dengan membuat blog yang desainnya adalah hasil kreasi dia sendiri. Rupanya Reno sudah mempertimbangkan kebiasaan masyarakat masa depan yang banyak melakukan travelling baik di dalam ataupun luar negeri dan kebiasaan masyarakat atas penggunaan internet sebagai pencarian informasi. Dengan kemasan menarik yang bisa dibawa kemana-mana dan strategi 'place' pada blog, Rendang Uni Farah milik Reno ini benar-benar siap go global.

3. Inovation: Make Your Product One Step Ahead
Usaha yang berkembang adalah usaha yang melakukan inovasi terus menerus. Dengan inovasi-inovasi terbaru, existing customers pun tidak bosan saat mengkonsumsi produk kita terus menerus dari waktu ke waktu. Dengan inovasi pula lah sebuah usaha bisa memperluas pangsa pasar. "Pada saat orang lain membuat rendang, rendang saya sudah muncul di online.

Saat orang lain sudah muncul di online, rendang saya sudah dinikmati oleh banyak customer dari berbagai negara. Saat rendang orang lain sudah mulai dikonsumsi oleh customer dari berbagai negara, saya sudah membuat buku yang bercerita tentang rendang. Saat orang lain bercerita tentang rendang, saya sudah menjadi expert di bagian rendang dan seninya", ulas Reno. Wanita yang selalu memikirkan pembaruan dalam usaha rendangnya ini tidak pernah berhenti untuk mencipatakan sesuatu hal yang baru pada strategi usahanya.

Coba cek produk Anda. Apakah produk Anda sudah benar-benar siap go global dan berpotensi untuk memanfaatkan teknologi masa depan sebagai inovasi-inovasi selanjutnya?

Creative Sales

Comments

Popular posts from this blog

30 Creative Sales Ideas Untuk Cafe/ Resto

Nah edisi kali ini lebih pengen sharing soal tips-tips Creative Sales langsung yang bisa dipratekan, ga perlu teori, ga repot dan berbiaya “kecil” kali hehe. Kuncinya ketika mengeksekusi program-program di bawah harus ingat 3 W (WOW, WAW dan WUZZ), Wow begitu liat iklannya, Waw begitu baca detailnya dan langsung Wuzz menuju cafe/ Resto kita haha.

Semua ide saya rangkung dari semua tempat yang kebetulan pernah terlihat, terdengar, terbaca ataupun murni memang terinspirasi.  Sebetulnya ada sekitar 200 ide, Cuma 30 puluh dulu deh yang di posting, nanti dibuatkan ebook nya untuk di download. Selamat menikmati.

1. ½ Jam Discount
Buat program discount yang hanya berlaku setengah jam misal dari jam 5-5.30 dengan harga yang cukup ekstrim sehingga orang berbondong-bondong antri. Loh gimana ceritanya makanan ajah siap saji dalam setengah jam, nah itu urusan belakangan, yang penting rame dulu, biar orang pada antri-antri di jam 5, ntar buat kebijakan ajah yang udah pesan di jam 5 yah dapet disko…

10 Ide Promosi untuk Meningkatkan Penjualan Toko Anda tanpa DISKON!

Di usaha kuliner yang saya jalankan, ada periode tertentu yang boleh dibilang “masa panen” bisnis makanan. Ya, Lebaran Idul Fitri, itulah momen emas untuk pemilik bisnis kuliner.  Saat itu, omzet penjualan bisa meningkat 4 kali lipat dan itu merata di semua warung atau rumah makan di daerah saya. Bisa dibilang, tidak ada rumah makan yang sepi ketika itu.

Tapi, “masa panen” tidak berlangsung lama, hanya bertahan sekitar 2 pekan saja. Setelah melewati waktunya, kehidupan bisnis pun kembali berjalan normal. Pemilik usaha lagi-lagi harus memutar otak bagaimana mempertahankan laju bisnis mereka. Dan fenomena ini juga berlaku di bisnis selain kuliner, khususnya bisnis yang bergerak di bidang eceran (retail), seperti toko fashion dan sejenisnya. Atau Anda juga merasakan hal yang sama berlaku di bisnis yang Anda jalankan?

Untuk meningkatkan penjualan di waktu “sepi”, pemilik bisnis harus berpikir secara cermat. Cara yang biasa, seperti diskon misalnya, kadang bukan pilihan terbaik di saat bisn…

Push & Pull Marketing Via Online

Banyak sekali aktifitas-aktifitas marketing yang bisa dilakukan dalam upaya meningkatkan penjualan Online, mulai dari aktivasi branding dengan promosi, reseller/ agen, kerjasama pihak ketiga dan lain-lain. Aktifitas penjualan online yang menjamur di Indonesia saat ini menjadikan atmosfer persaingan dan kompetisi yang ada dan berkembang di pasar menjadi sangat kompetitif, dan sering “sikut-sikutan”. Hal ini otomatis memaksa para pemilik brand untuk putar otak, untuk bagaimana caranya brand dan product yang diusungnya sebagai public trusted brand/ product yang secara langsung akan mempengaruhi penjualan

Strategi!! Ya, ini yang harus dilakukan, tapi jangan lupa action yang paling penting. Berbagai strategi bisa dilakukan dalam upaya menggaet pasar dan membangun brand awareness, ini menjadi hal yang sangat wajib bagi pemilik brand. Push & Pull Marketing Activities, ini dia yang akan coba saya bahas dalam artikel saya sekarang. Banyak cara yang dapat kita lakukan dalam pada metode pus…