Skip to main content

"Goyang Kuda" Gangnam Style dan 161 Juta Youtube Viewers


Kaget... sekaligus terbahak-bahak pertama kali tau tentang fenomena “Gangnam Style”, dari namanya saja sudah cukup aneh, ya, gangnam style adalah sebuah judul lagu Korea, milik PSY, seorang penyanyi rapper dari negeri ginseng yang sedang booming di berbagai belahan dunia. Bukan cuma Indonesia, tapi kalangan artis2 Hollywood juga ikut ambil bagian membicarakannya, seperti Britney Spears yg diberikan surprise dalam Ellen Show, diajarkan cara menari ala “Gangnam Style” langsung oleh PSY.

Bahkan yang lebih hebat lagi calon presiden Amerika dari partai Republik melakukan tari Gangnam Style ketika akan memulai pidato kampanye beberapa waktu lalu. (Wow, Calon presiden Amerika gitu loh). Di negeri kita sendiri, Indonesia, bahkan hari Minggu kemarin, 9 September 2012, sekelompok komunitas  menginisiasi flashmob ala “Gangnam Style” di Bundaran HI, stylenya seperti StepUp Revolution, walaupun tidak tahu sudah izin atau blom ke aparat hehe di Bundaran HI, tapi inilah salah satu "wabah" Gangnam Style.


Bola salju si goyang menunggang kuda “Gangnam Style” ini sebenarnya sudah cukup banyak diulas di berbagai forum2, tapi yang ingin saya bahas bukan dari segi kelucuannya, tapi mari coba kita lihat dari sudut pandang Creatives Sales, bagaimana Gangnam Style ini bisa menjadi trending diberbagai belahan dunia dan video youtubenya menembus angka 161 juta vier.


1. Original
Pernah mendengar kalimat “Mee too is not my style” dari Pak Stan Shih (ACER founder)? Mungkin kalimat inilah yang cukup sesuai dengan sis originalitas PSY, gaya seolah menunggang “invisible horse” ini adalah ciri khas sekaligus trademark PSY yang membuatnya menjadi begitu unik dan dikenal. Tapi gaya ini memang diciptakan bukan dengan meniru gaya2 yang sudah ada. Mungkin ini lah salah satu kunci dari keberhasilan PSY saat ini.

Dalam dunia marketing, inovasi adalah sebuah keharusan untuk bisa menampilkan brand secara outstanding dan mendapatkan attention dari sehingga bisa “Buy Leads”.  Tidak ada yang salah tentu dengan Mee To sejauh kita bisa memberikan nilai tambah namun inovasi yang bisa membuat sesuatu yang “berbeda” tentu punya nilai tersendiri di mata target market.

2. You Tube
Inilah salah satu media yang membuat peluang untuk menjadi besar dan terkenal semakin terbukan lebar bagi siapapun. DI dalam negeri nama-nama seperti Briptu Norman, Sinta-Jojo, Agung Hercules dan sebagainya bisa dijadikan sebuah pelajaran bagaimana media Youtube ini begitu powerfullnya bagi sebuah brand. Fenomena ini sebetulnya juga diangkat di film layar lebar Step Up Revolution 2 di mana sekelompok penari jalanan MOB melakukan berbagai kreatifitas tari untuk mendongkrak jumlah viernya di Youtube dengan harapan nama mereka terkenal dan menjadi perbincangan banyak orang.

Nah PSY dengan Gangnam Stylenya dan tentu dengan dukungan managemen artisnya sepertinya sangat menyadari hal ini, efek “Youtube” dapat membuat kreatifitas mereka meledak di berbagai belahan dunia, tinggal tunggu pemicunya yaitu “media” lain maka efek viral nya akan mulai menjangkiti seperti virus ganas. Jadilah Britney Spears, Ellen dan bahkan sampai Calon Presiden dari Partai Republik muncul di acara kampanye presidennya dengan menari alah Gangnam Style.

Brand, khususnya yang menyasar segmen muda apalagi yang secara psikografi merupakan teknologi minded sudah “harus” memikirkan bagaiaman bisa menggunakan media ini untuk membangun brandnya, mulai dari menciptakan konten yang creative dan memiliki efek viral sampai menemukan “Hot Button” yang bisa memicu perbincangan dan share brandnya di media social. Bukan perkara mudah tentunya, namun tetap harus dijadikan pertimbanga strategic bagi brand tersebut.

3. Comedy
Pendekatan komedi seringkali mendapatkan perhatian lebih dari para penikmat hiburan, tidak terkecuali penikmat musik. Secara visual dan “alur cerita” video clip ini menyuguhkan gaya-gaya kocak PSY di beberapa spot di Gangnam. Mungkin inilah salah satu “Hot Button” untuk menciptakan viral efek di social media khususnya you tube.

Di jaman yang sanga padat informasi dan iklan, pendekata komedi sepertinya selalu mendapatkan tempat yang “layak” di kepala dan hati konsumen. Contoh-contoh yang meledak di youtube dari lokal vidoe seperti Briptu Norman, Sinta Jojo ataupun international seperti Will it Blend dan Gangnam Style memperlihatkan bahwa “Lucu” jadi bahan jualan yang sangat powerfull untuk “Buy Leads” yang dalam Creative Sales Method yang kami kembangkan termasuk dalam Credo Creative Sales 1.

4. Collaboration
Kolaborasi merupakan sebuah tools ampuh yang sebenarnya bisa dijadikan daya tarik tersendiri, dalam video ini , bukan nya didukung oleh Hyuna 4Minute yang berperan sebagai “kekasih” PSY di bagian akhir video, tapi video ini juga menampilkan beberapa artis cameo, seperti komedian Yoo Jae-Suk yang berjoget duel dengan kostum kuning menyala, Nong Hong-Cheol, berjoget di dalam elevator, Hwang Min-Woo, seorang anak yang melakukan dance di bagian awal video, dan juga Dae Sung & Seung Ri, 2 orang personil Big Bang yang tampil sebagai sepasang orang tua yang bermain catur. Kolaborasi ini tentu saja membuat bola salju “demam gangnam” semakin bulat dan besar, karena didukung oleh nama2 yang memang memiliki fan based di Korea, dan juga di beberapa negara di luar Korea. So, if you can not do it alone , just collaborate.

Gangnam Style ini merupakan contoh Creative Sales Credo 1 di mana sebagai brand atau perusahaan kita harus “Buy Leads” terlebih dahulu untuk bisa meningkatkan penjualan brand secara kontinue dan mencapai target yang dibuat. Tentu dengan media yang tepat seperti Youtube, “buy leads’ ini bisa sangat cost “efektif”.

Media online untuk “Buy Leads” khususnya yang target market Brand adalah technology and social media minded merupakan media yang sangat tepat saat ini, saya dulu ketika memberikan seminar memasang iklan di koran dan efetif, tapi sekarang memasang iklan melalui twitter seperti akun-akun info maupun influencer jauh lebih efektif daripada iklan koran, yah tentu tidak bisa digeneralisir, kembali ke behavior target market.

So sudah terpikir untuk membuat video youtube yang bisa membuat brand atau anda tenar? Coba yuk kita mulai pikirkan.

Creative Sales Creado #1

Comments

Thank you udah baca artikel kami ya :)

@saritasutedja

Popular posts from this blog

30 Creative Sales Ideas Untuk Cafe/ Resto

Nah edisi kali ini lebih pengen sharing soal tips-tips Creative Sales langsung yang bisa dipratekan, ga perlu teori, ga repot dan berbiaya “kecil” kali hehe. Kuncinya ketika mengeksekusi program-program di bawah harus ingat 3 W (WOW, WAW dan WUZZ), Wow begitu liat iklannya, Waw begitu baca detailnya dan langsung Wuzz menuju cafe/ Resto kita haha.

Semua ide saya rangkung dari semua tempat yang kebetulan pernah terlihat, terdengar, terbaca ataupun murni memang terinspirasi.  Sebetulnya ada sekitar 200 ide, Cuma 30 puluh dulu deh yang di posting, nanti dibuatkan ebook nya untuk di download. Selamat menikmati.

1. ½ Jam Discount
Buat program discount yang hanya berlaku setengah jam misal dari jam 5-5.30 dengan harga yang cukup ekstrim sehingga orang berbondong-bondong antri. Loh gimana ceritanya makanan ajah siap saji dalam setengah jam, nah itu urusan belakangan, yang penting rame dulu, biar orang pada antri-antri di jam 5, ntar buat kebijakan ajah yang udah pesan di jam 5 yah dapet disko…

10 Ide Promosi untuk Meningkatkan Penjualan Toko Anda tanpa DISKON!

Di usaha kuliner yang saya jalankan, ada periode tertentu yang boleh dibilang “masa panen” bisnis makanan. Ya, Lebaran Idul Fitri, itulah momen emas untuk pemilik bisnis kuliner.  Saat itu, omzet penjualan bisa meningkat 4 kali lipat dan itu merata di semua warung atau rumah makan di daerah saya. Bisa dibilang, tidak ada rumah makan yang sepi ketika itu.

Tapi, “masa panen” tidak berlangsung lama, hanya bertahan sekitar 2 pekan saja. Setelah melewati waktunya, kehidupan bisnis pun kembali berjalan normal. Pemilik usaha lagi-lagi harus memutar otak bagaimana mempertahankan laju bisnis mereka. Dan fenomena ini juga berlaku di bisnis selain kuliner, khususnya bisnis yang bergerak di bidang eceran (retail), seperti toko fashion dan sejenisnya. Atau Anda juga merasakan hal yang sama berlaku di bisnis yang Anda jalankan?

Untuk meningkatkan penjualan di waktu “sepi”, pemilik bisnis harus berpikir secara cermat. Cara yang biasa, seperti diskon misalnya, kadang bukan pilihan terbaik di saat bisn…

Push & Pull Marketing Via Online

Banyak sekali aktifitas-aktifitas marketing yang bisa dilakukan dalam upaya meningkatkan penjualan Online, mulai dari aktivasi branding dengan promosi, reseller/ agen, kerjasama pihak ketiga dan lain-lain. Aktifitas penjualan online yang menjamur di Indonesia saat ini menjadikan atmosfer persaingan dan kompetisi yang ada dan berkembang di pasar menjadi sangat kompetitif, dan sering “sikut-sikutan”. Hal ini otomatis memaksa para pemilik brand untuk putar otak, untuk bagaimana caranya brand dan product yang diusungnya sebagai public trusted brand/ product yang secara langsung akan mempengaruhi penjualan

Strategi!! Ya, ini yang harus dilakukan, tapi jangan lupa action yang paling penting. Berbagai strategi bisa dilakukan dalam upaya menggaet pasar dan membangun brand awareness, ini menjadi hal yang sangat wajib bagi pemilik brand. Push & Pull Marketing Activities, ini dia yang akan coba saya bahas dalam artikel saya sekarang. Banyak cara yang dapat kita lakukan dalam pada metode pus…