Skip to main content

Reality Show & Social Media


Kalo liat acara di televisi kayaknya lagi pada “demam kambuhan” program reality show deh, soalnya kalo diperhatikan di beberapa televisi kini cukup aktif dengan campaign program reality show unggulannya, well lets say beberapa diantaranya kini merupakan program yang cukup digemari oleh audience televisi sebut saja Master Chef Indonesia, X-Factor, The Voice Indonesia, Take Me Out Indonesia, Indonesia Mencari Bakat.

Nah seperti kita ketahui program reality show di televisi ini memang merupakan penyakit “demam kambuhan” yang muncul di waktu-waktu tertentu, kenapa? pertama tentunya program reality show ini memiliki rating viewer yang sangat tinggi terlebih jika viewer (penonton) dilibatkan dalam program itu salah satunya vote via sms, acaranya dikemas semenarik mungkin dengan teaser-teasernya, hingga memanfaatkan popularitas public figure yang dijadikan juri atau salah satu peserta yang mulai disukai penonton, udah deh hal tersebut membuat penonton makin penasaran.

Ok, lantas apa hubungannya dengan social media? bukannya televisi dan social media merupakan dua media yang berbeda ya? yang satu elektronik yang satu konvergensi? well kalo dari aspek itu mungkin bener, nah disini sebenarnya saya tertarik untuk membahas mengenai fenomena reality show yang menjamur di televisi, yang menariknya di balik fenomena tersebut mereka juga sangat aktif “mengawinkannya” dengan social media, coba deh perhatiin. Pertanyaannya kenapa yah program reality show cukup rajin mengitegrasikan program reality shownya dengan social media, begitupun sebaliknya? apakah gerangan misteri yang menjadi jawaban atas pertanyaan saya tersebut? nah semoga tulisan ini bisa memberikan sedikit jawaban, lets read.

1. Grab Netizen As Viewer

Seperti diketahui bersama jumlah netizen di Indonesia ini bisa dibilang gede banget hampir 60 juta orang, selain itu mayoritas di dalamnya cukup aktif dan familiar dengan yang namanya social media dong, makin parah keberadaan gadget semakin merubah behaviour konsumen Indonesia yang bentar-bentar gatel cek gadgetnya. Dan mau nggak mau kondisi ini harus kita sadari secara nggak langsung bahkan mengalahkan pamor televisi, buktinya? nah itu youtube. So point yang ingin saya tekankan di sini adalah, dengan mengintegrasikan program reality show televisi dengan social media tentunya bisa nge-grab netizen as viewer (penonton), maksudnya?

oke mungkin banyak orang yang sudah duduk manis di depan televisinya nungguin acara reality show favoritnya, so bagaimana dengan orang-orang yang kurang peduli karena lebih sibuk dengan gadgetnya atau tidak ada waktu luang nonton di rumah karena masih kejebak macet di jalan? alhasil social media bisa jadi media grab mereka sebagai penonton walupun tidak secara langsung. Bagaimana caranya?

Simple, pertama program reality show tersebut dibuatkan account social media twitter atau facebook dimana admin akan update terus timelinenya sesuai dengan apa yang terjadi live di TKP, bisa juga bikin campaign khusus via hastag misalkan #MasterChefIndo biar orang-orang makin aware syukur-syukur mereka partisipasi dan jadi trending topic, alhasil para netizen pun bisa update acara itu lewat timelinenya, atau buat yang nggak sempet juga cek timeline, jangan khawatir rekaman reality show kemarin abang upload di youtube jadi penonton bisa nonton kapanpun he4.

2. Emotional Touch
Hebatnya lewat social media sang perancang program reality show tersebut bisa menyentuh faktor emosional para penonton, how? pertama account sosmed sang juri atau peserta dicantumkan di televisi hasilnya penonton bisa komentar sampai kasih semangat pujaannya, nah ini emosional touch yang saya maksud secara tidak langsung kita melibatkan penonton di rumah dan netizen menjadi bagian dari acara itu, melibatkan mereka seolah-olah mereka ada disana.

Nah yang kedua adalah live vote live support, nggak jarang MC ajak penonton untuk vote atau memberikan dukungan pujaannya dengan hastag atau mention tertentu yang ada ya penonton kalo dikasih umpan yang ada makin agresif, bahkan acara udah beres masih bisa-bisanya ada yang bahas kejadian di reality show itu, nah aneh kan? tapi itu faktanya.

3. Rating Naik, Trending Topic Bisa Jadi
Integrasi yang dilakukan antara live reality show di televisi dengan social media tentunya bukan tanpa tujuan, ada target yang dicapai tentunya apa? pertama rating acara mereka semakin naik karena semakin banyak orang yang membicarakan dan semakin banyak orang yang aware dan terbawa emosi untuk ikut serta dalam pembicaraan yang terjadi.

Kedua tentunya selain rating acara itu naik, community yang dibuat dari program itu juga naik dong, dari segi number of followers and fans dan dari segi conversation yang terjadi, bahkan bukan hal yang tidak mungkin bisa jadi trending topic. Nah kalo udah gitu untung dong, selain acaranya lebih dikenal dan community onlinenya makin settle kedepannya kalo acara ini udah beres bisa tetep dijadikan channel untuk promosi program-program lainnya yang diproduksi.

Creasionbrand I Creative Sales & Brand Consultant

Comments

Anonymous said…
Setuju banget!! Awalnya saya sempet agak bingung: "Penting nya di tengah2tengah acara bacain mentionan twitter?"

Ternyata emang penting bangeeett untuk bikin apa yang namanya emotional bonding antara yang nonton dan acara tersebut, apalagi klo mentionan kita yang dibacain

Shinta Margaret
ranirano said…
kalau brand2 yang sponsorin acara reality show semacam ini, apakah sales nya semakin meningkat ya?
Anonymous said…
welcome to digital age, tv sekarang nggak bisa berdiri sendiri, nah sebelum viewernya beralih ke online salah satunya youtbe, harus buru-buru di grab dan enggage lewat social media.
Anonymous said…
popularitas televisi di jakarta saja sudah kalah sama twitter, so udah paling gampang deh nge grab market dari online,
mereka kan nongkrong nya disana

social media memiliki banyak aspek yang bisa menguntngkan pihak penyelenggara, maka dari itu social media yang saat ini berfungsi tidak hanya sebagai platform sosial actualization menjadi salah satu sasaran empuk yang dilempar ke masyarakat untuk dikonsumsi.

Ratu Indah Magdalena

Popular posts from this blog

30 Creative Sales Ideas Untuk Cafe/ Resto

Nah edisi kali ini lebih pengen sharing soal tips-tips Creative Sales langsung yang bisa dipratekan, ga perlu teori, ga repot dan berbiaya “kecil” kali hehe. Kuncinya ketika mengeksekusi program-program di bawah harus ingat 3 W (WOW, WAW dan WUZZ), Wow begitu liat iklannya, Waw begitu baca detailnya dan langsung Wuzz menuju cafe/ Resto kita haha.

Semua ide saya rangkung dari semua tempat yang kebetulan pernah terlihat, terdengar, terbaca ataupun murni memang terinspirasi.  Sebetulnya ada sekitar 200 ide, Cuma 30 puluh dulu deh yang di posting, nanti dibuatkan ebook nya untuk di download. Selamat menikmati.

1. ½ Jam Discount
Buat program discount yang hanya berlaku setengah jam misal dari jam 5-5.30 dengan harga yang cukup ekstrim sehingga orang berbondong-bondong antri. Loh gimana ceritanya makanan ajah siap saji dalam setengah jam, nah itu urusan belakangan, yang penting rame dulu, biar orang pada antri-antri di jam 5, ntar buat kebijakan ajah yang udah pesan di jam 5 yah dapet disko…

10 Ide Promosi untuk Meningkatkan Penjualan Toko Anda tanpa DISKON!

Di usaha kuliner yang saya jalankan, ada periode tertentu yang boleh dibilang “masa panen” bisnis makanan. Ya, Lebaran Idul Fitri, itulah momen emas untuk pemilik bisnis kuliner.  Saat itu, omzet penjualan bisa meningkat 4 kali lipat dan itu merata di semua warung atau rumah makan di daerah saya. Bisa dibilang, tidak ada rumah makan yang sepi ketika itu.

Tapi, “masa panen” tidak berlangsung lama, hanya bertahan sekitar 2 pekan saja. Setelah melewati waktunya, kehidupan bisnis pun kembali berjalan normal. Pemilik usaha lagi-lagi harus memutar otak bagaimana mempertahankan laju bisnis mereka. Dan fenomena ini juga berlaku di bisnis selain kuliner, khususnya bisnis yang bergerak di bidang eceran (retail), seperti toko fashion dan sejenisnya. Atau Anda juga merasakan hal yang sama berlaku di bisnis yang Anda jalankan?

Untuk meningkatkan penjualan di waktu “sepi”, pemilik bisnis harus berpikir secara cermat. Cara yang biasa, seperti diskon misalnya, kadang bukan pilihan terbaik di saat bisn…

Push & Pull Marketing Via Online

Banyak sekali aktifitas-aktifitas marketing yang bisa dilakukan dalam upaya meningkatkan penjualan Online, mulai dari aktivasi branding dengan promosi, reseller/ agen, kerjasama pihak ketiga dan lain-lain. Aktifitas penjualan online yang menjamur di Indonesia saat ini menjadikan atmosfer persaingan dan kompetisi yang ada dan berkembang di pasar menjadi sangat kompetitif, dan sering “sikut-sikutan”. Hal ini otomatis memaksa para pemilik brand untuk putar otak, untuk bagaimana caranya brand dan product yang diusungnya sebagai public trusted brand/ product yang secara langsung akan mempengaruhi penjualan

Strategi!! Ya, ini yang harus dilakukan, tapi jangan lupa action yang paling penting. Berbagai strategi bisa dilakukan dalam upaya menggaet pasar dan membangun brand awareness, ini menjadi hal yang sangat wajib bagi pemilik brand. Push & Pull Marketing Activities, ini dia yang akan coba saya bahas dalam artikel saya sekarang. Banyak cara yang dapat kita lakukan dalam pada metode pus…