Casing Rumput I Phone


Terobosan baru yang cukup kreatif dari sebuah perusahaan di Jepang yang bernama  Ag Ltd yang baru-baru ini mengeluarkan sebuah produk unik yaitu cashing I Phone yang terbuat dari rumput, perusahaan ini menyatakan bahwa rumput yang  digunakan untuk memproduksi cashing tersebut berasal dari taman Yoyogi Park di Tokyo, Jepang.

Persepsi go green sepertinya adalah hal yang ingin diusung oleh perusahaan ini (sumber : detik.com). Dijelaskan pula kehebatan lain dari produk ini bahwa permukaan casing tersebut sangat halus walaupun terbuat dari rumput. Bagian casing merupakan rumput yang sudah diratakan dan dibuat halus sedemikian rupa sehingga membuat nyaman para penggunanya.

Menarik bukan hal yang dilakukan oleh Ag Ltd, ketika banyak perusahaan lain membuat berbagai cashing dengan bahan silikon dan plastik, mereka mencoba untuk membuat sebuah konsep produk yang mencoba menjawab fenomena yang saat ini sedang banyak diminati oleh masyarakat dunia terutama di Jepang yaitu Go Green.

Produk ini selain memiliki design unik, tentunya bisa dijadikan sebuah trend bagi masyarakat yang ingin tersosiasi sebagai kaum yang peduli dengan Go Freen. Pengembangan design produk ini (creative sales-product tactic) pada tahap awal Push To Action minimal cukup menarik untuk menjadi bahan diskusi dan cerita di masyarakat, walaupun kita masih belum dapat membicarakan dampak dari penjualan yang akan dihasilkan karena memang baru di launching dan area sebaran distribusinya saat ini hanya dijual di Jepang.


Mengacu pada product tactic yang diusung Ag Ltd, ada 3 hal yang dapat kita jadikan acuan dalam melakukan product tactic dengan dimensi feature, yaitu :

Pertama, Unik
Bagian dari panca indra yang secara umum mudah untuk dipengaruhi dari konsumen adalah indra penglihatan, sesuatu yang secara visual menarik, unik dan nyleneh secara otomatis akan memancing konsumen untuk melihat dan kemudian memotivasi mereka untuk mencari tahu lebh jauh lagi.

Jika ternyata informasi yang diperoleh cukup mengea dan sesuai dengan yang dibutuhkan oleh target market, tentunya tindaka berikutnya adalah melakukan aktivitas pembelian. Seringkali dalam keseharian saya menemui banyak rekan saya jika ditawari untuk membeli makanan atau benda tertentu mereka menolak, tapi ketika benda yang dimaksud sudah ada didepan mata, langsung nafsu duniawi untuk memiliki berkuasa 

Kedua, Good Performance
Pengembangan feature juga bisa didasar dari pemberian nilai tambah dari sisi manfaat teknis. Kebetulan perusahaan kami pernah memberikan konsultasi kepada salah satu perusahaan kain interior untuk bahan pelapis jok. Awalnya mereka banyak melakukan pengembangan produk hanya sebatas di pengembangan variasi design, saat ini mulai dikembangkan bahan-bahan pelapis dengan penambangan anti lecek, anti debu bahkan sampai anti air dan anti api, alhasil penambahan feature yang menciptakan nilai tambah manfaat ini cukup bisa mendongkrak penjualan dari perusahaan ini

Ketiga, Keren
Apalagi sih yang saat ini banyak dijadikan salah satu pertimbangan banyak orang ketika membeli barang-barang elektronik, produk fashion sampai pemilihan mobil. Keren, ini mungkin salah satu jawaban yang akan banyak dilontarkan oleh banyak konsumen terutama generasi muda yang lebih banyak mengedepankan sisi emosional dibandingkan sisi rasional.

Kadang tidak butuh banyak alasan lain untuk membuat seseorang akhirnya memilih untuk menghabiskan uangnya dalam mebeli produk jika dia sudah berfikir, “Gile barang ini gue banget, keren. Ga ada lagi barang sekeren ini di tempat lain. Seperti halnya ketika seorang teman saya tanya “kenapa sih beli I Phone bukannya beli Android, udahnya Android lebih murah, feature keduanya sama sama aja kan?” jawabannya sederhana “I Phone keren.” That’s it !

Yup betul, dengan semakin dibombardirnya pikiran konsumen saat ini dengan berbagai persepsi-persepsi hedonisme membuat banyak kalangan, kita mungkin salah satunya  mulai berfikir Faktor K (Keren) menjadi salah satu hal yang harus ada pada produk yang akan kita konsumsi.

Creasionbrand I Creative Sales & Brand Consultant 

Comments

Pujiananurul said…
Yep! Sebuah produk, sebelum benar-benar dikonsumsi oleh kosnumen, hal yang pertama kali dipertimbangkan pastinya adalah dari segi visual produknya itu. Kasus casing unik ini bisa berhasil menarik perhatian konsumen dan juga menghasilkan sales, karena hal yang paling difokuskan pertama kali yaitu dari segi keunikan penampilan yang pada akhrinya dikembangkan ke segi keunggulan (casing yang tidak mudah kotor). Mungkin jika konsep visual dari casing ini hanya dengan menggunakan konsep yang pasaran, pasti tidak akan bertahan lama. karena justru casing rumput ini yang memiliki desain yang tdak biasa dan unik, maka casing ini pun 'menghasilkan' sales karena berhasil menarik perhatian konsumen untuk membeli produk yang unik ini.
Rizkymamat said…
Ag Ltd ini tahu betul cara bikin blue ocean strategy bagi mereka. Betul nih kata di paragraf kedua yang bilang ketika semua perusahaan sibuk bikin chasing silikon, eh mereka malah bikin chasing dari rumput.

Kreatif!
Anonymous said…
Butuh insight kuat untuk mengeluarkan produk yang keluar dari pakem yang sudah ada.
Selain insight, dibutuhkan juga nyali untuk mengambil resiko untuk mengeksekusi ide menjadi kenyataan. Angkat topi untuk produsen yang sudah berani untuk membuat produk yang hanya ide ini menjadi kenyataan

Shinta Margaret
ranirano said…
Ya ampun, kreatif abis! Di luaran tersebar banyak yang jenisnya dari silikon, eeeh di Jepang inisiatif bikin yang dari rumput.

Sekarang yang penting, apakah konsumen memang akan lebih tertarik atau bahkan keheranan, tergantung dari penyampaian akan produk unik ini.

Popular posts from this blog

30 Creative Sales Ideas Untuk Cafe/ Resto

10 Ide Promosi untuk Meningkatkan Penjualan Toko Anda tanpa DISKON!

Push & Pull Marketing Via Online