Skip to main content

30 Tips Membangun Komunitas Brand

Komunitas. komunitas dan komunitas, sepertinya saat ini kata tersebut sudah menjadi mantra sakti bagi banyak brand manajer dalam membangun online strategy bagi Brand nya. Hampir semua klien digital/ online yang kami tangani di creasionbrand juga salah satu fokus strategi utamanya adalah membangun komunitas.

Jika diperhatikan di berbagai aktivitas online yang melibatkan brand-brand besar juga terlihat bahwa aktivitas membangun komunitas ini memang sudah menjadi "mainan" utama banyak brand dan bahkan individu dengan berbagai kepentingan tentunya mulai dari yang memang murni gerakan social tanpa "sponsor brand" sampai yang "keliatannya" punya misi social tapi kalo diperhatikan dari aktvitasnya (seperti tweetnya) lebih banyak berjualan produk, service atau dirinya sendiri (individu).

Pada dasarnya sah-sah saja semua objectives tersebut sejauh memberikan dampak positif dan tidak mengarahkan anggora komunitas ke arah kegiatan atau pemikiran yang tidak tepat seperti menjadi "hatter" terhadap sesuatu. Toh sifat dari wadah komunitas ini biasanya sukarela, jadi jika memang banyak yang punya interest dengan apa yang ditawarkan oleh wadah komunitas tersebut yah ok ajah toh.

Dalam konteks brand dan bisnis di dunia online, menurut saya pribadi, ke depannya, membangun komunitas adalah salah satu kunci pemasaran di dunia online, Anda bisa saja beriklan secara agresive di dunia online dengan menggunakan berbagai channel seperti banner, adword, buzzer dan sebagainya namun tanpa diintegrasikan dengan strategi untuk membangun komunitas, kemungkinan besar biaya yang digelontorkan tidak akan menemui hasil yang maksimal.


Nah pada kesempatan kali ini, saya ingin coba membagikan 30 tips dalam membangun komunitas yang bisa berdampak pada "nilai" brand kita tentunya dan juga bisa mencapai "objectives" dari brand ketika memutuskan untuk membangun komunitas di dunia online. Apa saja ke 30 tips tersebut, mari dinikmati.

1. Bangunlah komunitas di mana solusi atau nilai dari komunitas tersebut sejalan dengan manfaat dan nilai dari brand kita.

2. Komunitas dibangun atas dasar Interest ataupun problem, sehingga pastikan kita bisa memprovide interest/ problem tersebut melalui brand kita.

3. Bangun percakapan yang manusiawi, inspiratif dan melibatkan anggota komunitas. Jangan seperti mesin misalnya di twitter kerjanya nge tweet terus tapi tidak pernah melakukan conversation.

4. Berikan reward kepada anggota komunitas yang banyak memberikan kontribusi terhadap komunitas yang dibuat, misal aktif menyumbang saran dan masukan atau aktif dalam membuat topik-topik baru.

5. Santai ajah, tidak semua harus dibahas secara formal karena komunitas adalah hubungan manusia dengan manusia lainnya, ciptakan topik-topik bahasan ringan yang membuat anggota komunitas merasa nyaman dan akrap dengan anggota lainnya.

6. Buat kegiatan/ gerakan yang melibatkan anggota komunitas secara aktif baik secara online maupun offline, misalnya melakukan "ngopi darat" sehingga muncul ikatan emosional antara brand dan sesama anggota komunitas.

7. Tanamkan "nilai" yang dianut di dalam komunitas sehingga membentuk prilaku di luar komunitas, nilai ini sejalan dengan nilai Brand tentunya.

8. Update informasi secara konsisten yang berguna bagi anggota komunitas

9. Aktivasi brand "selling" secara soft. Anda tidak perlu melakukan hardsell jika "nilai" dari brand bisa ditanamkan secara baik karena langsung maupun tidak langsung komunitas ini akan terasosi dengan brand Anda.

10. Berikan respon secara cepat terhadap conversation yang terbangun di dalam komunitas baik positif maupun negatif.

11. Ukur secara berkala efek dari pembangunan komunitas terhadap Brand Perceived quality dan sales dalam periode waktu tertentu

12. Bangun conversation secara konsisten sesuai dengan"value" yang ingin dibangun di dalam komunitas, jadilah selalu relevan dengan nilai Brand yang ingin dibangun.

13. Buat cerita/ story yang menginspirasi atau mengilhami (individu, media dsb) sehingga komunitas yang kita bangun memdapatkan publikasi dan WOM secara positif berdampak pada Brand perusahaan.

14. Berikan "tools" di mana anggota komunitas dengan secara "sukarela" menceritakan/ membagikan/ membela brand kita dalam beberapa kondisi.

15. Berikan beberapa platform di mana anggota komunitas dapat terus berbagi dan ter engage satu dengan yang lainnya (Twitter, Website, Facebook, Apps, Whatsapp dll)

16. Tunjukan kepedulian sebagai Brand dan sebagai sesama anggota jika Ada anggota komunitas yang membutuhkan bantuan.

17. Umpan feedback, Gali informasi dan insight secara berkala untuk bisa memberikan konten yang tepat untuk anggota komunitas.

18. Fokus, siapkan professional yang punya passion dan knowledge terhadap "content" dan "nilai" dari komunitas yang dibangun.

19. Alokasikan biaya secara terencana dalam rangka membangun komunitas. Yah membangun komunitas bukan tidak berbiaya, kadang butuh biaya cukup besar untuk bisa sukses

20. Kembangkan jumlah anggota melalui WOM/ aktivasi/ tools karena number is very important akhirnya untuk Brand kita.

21. Bangun set of rules yang berlaku bagi semua anggota komunitas yang tentunya disepakati dan di jalankan secara sukarela

22. Undang tokoh/ endorser yang sesuai dengan "value" dari komunitas untuk membangun komunitas menjadi lebih besar dan bonafit

23. Bangun konten visual dan keyword yang bisa digunakan oleh anggota komunitas diberbagai tools (status, profile pic dll)

24. Secara internal Brand, bagi anggota komunitas sesuai dengan segmen "menurut kepentingan Brand", misal yang aktif membicara brand dan yang tidak aktif dalam komunitas.

25. buatlah Co Content Creation, di mana content/ aktivitas yang dikembangkan merupakan content/ aktivitas yang dikembangkan bersama bukan hanya datang dari brand.

26. Baik emotional maupun fungsional benefit dari keikutsertaan di dalam komunitas harus terus di evaluasi dampaknya terhadap brand dan anggota komunitas tersebut.

27. Berikan kesempatan untuk anggota komunitas menjadi "marketing manajer" bagi Brand dengan memberikan ide-ide yang outstanding. Berikan reward.

28. Berikan kesempatan setiap anggota komunitas untuk berkembang, misalnya komunitas bisnis, kita bisa memberikan review bisnis anggota sehingga banyak yang mau membeli barang jualannya.

29. Bertanyalah, apalagi yang harus dikembangkan sehingga komunitas brand makin besar dan anggotanya bisa menjadi loyalis/ advocate bagi brand.

30. Berikan kejutan/ supprise secara berkala bagi anggota komunitas misal dengan mengirimi mereka hadiah ketika ber Ultah atau memberikan rangkaian bunga ketika mereka menikah.

Creasionbrand I Creative Sales & Brand Consultant

Comments

Anonymous said…
Nice artikel. Keep posting guys

Anonymous said…
Wah.. list nya sangat berharga.

Terima kasih

Shinta Margaret
Anonymous said…
Thanks untuk sharringnya, sangat bermanfaat.
Dari hasil interview saya dengan puluhan startup community based (saya sendiri sblmnya community manager di bbrp company sblm membuat startupbisnis.com), inti dr online community building adalah : "Let the comments be your contents"
Anonymous said…
Nah setujua dengan yang dikatakan rein, point penting yang perlu diperhatikan ketika membangun Komunitas bagi brand.

Memang ini seperti dilema, kalo ternyata komen yang muncul banyak yang kurang positif untuk brand, namun sekaligus tantangan untuk brand tersebut mengelolah ketidak puasan komunitasnya menjadi/ di convert menjadi hal yang berdampak positif untuk brand.

Thanks Bro udah baca dan komen
Dimas Muharam said…
sangat bermanfaat sekali 30 poin di atas. kebetulan saya juga membina satu komunitas blogger disabilitas
Yeye said…
Jadi tambah wawasan. Terus menulis kawan

Popular posts from this blog

30 Creative Sales Ideas Untuk Cafe/ Resto

Nah edisi kali ini lebih pengen sharing soal tips-tips Creative Sales langsung yang bisa dipratekan, ga perlu teori, ga repot dan berbiaya “kecil” kali hehe. Kuncinya ketika mengeksekusi program-program di bawah harus ingat 3 W (WOW, WAW dan WUZZ), Wow begitu liat iklannya, Waw begitu baca detailnya dan langsung Wuzz menuju cafe/ Resto kita haha.

Semua ide saya rangkung dari semua tempat yang kebetulan pernah terlihat, terdengar, terbaca ataupun murni memang terinspirasi.  Sebetulnya ada sekitar 200 ide, Cuma 30 puluh dulu deh yang di posting, nanti dibuatkan ebook nya untuk di download. Selamat menikmati.

1. ½ Jam Discount
Buat program discount yang hanya berlaku setengah jam misal dari jam 5-5.30 dengan harga yang cukup ekstrim sehingga orang berbondong-bondong antri. Loh gimana ceritanya makanan ajah siap saji dalam setengah jam, nah itu urusan belakangan, yang penting rame dulu, biar orang pada antri-antri di jam 5, ntar buat kebijakan ajah yang udah pesan di jam 5 yah dapet disko…

10 Ide Promosi untuk Meningkatkan Penjualan Toko Anda tanpa DISKON!

Di usaha kuliner yang saya jalankan, ada periode tertentu yang boleh dibilang “masa panen” bisnis makanan. Ya, Lebaran Idul Fitri, itulah momen emas untuk pemilik bisnis kuliner.  Saat itu, omzet penjualan bisa meningkat 4 kali lipat dan itu merata di semua warung atau rumah makan di daerah saya. Bisa dibilang, tidak ada rumah makan yang sepi ketika itu.

Tapi, “masa panen” tidak berlangsung lama, hanya bertahan sekitar 2 pekan saja. Setelah melewati waktunya, kehidupan bisnis pun kembali berjalan normal. Pemilik usaha lagi-lagi harus memutar otak bagaimana mempertahankan laju bisnis mereka. Dan fenomena ini juga berlaku di bisnis selain kuliner, khususnya bisnis yang bergerak di bidang eceran (retail), seperti toko fashion dan sejenisnya. Atau Anda juga merasakan hal yang sama berlaku di bisnis yang Anda jalankan?

Untuk meningkatkan penjualan di waktu “sepi”, pemilik bisnis harus berpikir secara cermat. Cara yang biasa, seperti diskon misalnya, kadang bukan pilihan terbaik di saat bisn…

Push & Pull Marketing Via Online

Banyak sekali aktifitas-aktifitas marketing yang bisa dilakukan dalam upaya meningkatkan penjualan Online, mulai dari aktivasi branding dengan promosi, reseller/ agen, kerjasama pihak ketiga dan lain-lain. Aktifitas penjualan online yang menjamur di Indonesia saat ini menjadikan atmosfer persaingan dan kompetisi yang ada dan berkembang di pasar menjadi sangat kompetitif, dan sering “sikut-sikutan”. Hal ini otomatis memaksa para pemilik brand untuk putar otak, untuk bagaimana caranya brand dan product yang diusungnya sebagai public trusted brand/ product yang secara langsung akan mempengaruhi penjualan

Strategi!! Ya, ini yang harus dilakukan, tapi jangan lupa action yang paling penting. Berbagai strategi bisa dilakukan dalam upaya menggaet pasar dan membangun brand awareness, ini menjadi hal yang sangat wajib bagi pemilik brand. Push & Pull Marketing Activities, ini dia yang akan coba saya bahas dalam artikel saya sekarang. Banyak cara yang dapat kita lakukan dalam pada metode pus…