Skip to main content

Internetan Speedy Rp. 1.000 Seharian, Mau? Ikut Jamsostek


A: “Bro.. Lu pake Jamsostek gak di kantor?”
B: “Iya, dong. Napa emang?”
A: “Pinjem username lu, dong. Mau internetan nih”
B: “Lho, kok. Internetan pake informasi dari Jamsostek”
A: “Kemana aja sih idup lo? Kan kalo udah terdaftardi Jamsostek, bisa pake username sama password-nya buat akses internet seharian dengan hanya bayar Rp. 1.000”.
B: “Balikin deh ID gue. Gue juga mau internetan di rumah, deh. Gratis, lalalala~”

Tadi pagi saya baru saja browsing beberapa portal berita di internet. Ada satu headline di sebuah portal berita yang cukup menarik perhatian. Pada tanggal 30 April 2013, salah satu penyedia layanan internet rumahan di Indonesia, Telkom Speedy, baru saja resmi meluncurkan sebuah program kerjasama dengan penyedia jasa asuransi, Jamsostek. Pegawai yang terdaftar pada keanggotaan Jamsostek, secara otomatis bisa mendapatkan akses internet Speedy Instant Wifi yang disediakan oleh Telkom Speedy dengan hanya memasukkan username keanggotaan Jamsostek mereka. Dengan hanya membayar seribu rupiah, mereka bisa menggunakan internet sepuasnya. 

Diantara persaiangan dengan para penyedia jaringan internet, strategi yang dilakukan oleh Telkom Speedy ini merupakan salah satu peluang yang bagus yang dikembangkan dengan memanfaatkan komunitas yang sudah ada. Apa sajakah faktor yang sekiranya mendorong atau melatarbelakangi Telkom Speedy untuk menjalin program kerjasama dengan Jamsostek? Yuk, kita simak.

1. Consumer Focused
Sudah tidak bisa dihitung dengan jari mengenai seberapa banyak yang masuk ke otak kita, baik secara sadar maupun tidak sadar, dari pertama bangun tidur sampai pada detik terakhir menutup kelopak mata saat tidur di malam hari nanti. Hal ini yang menjadi pertimbangan besar bagi para pengiklan brand untuk mengiklankan produknya.

Banyak brand yang bahkan rela mengeluarkan banyak sekali biaya hanya untuk mempublikasikan usahanya. Merupakan usaha yang cukup berat bagi sebuah brand untuk bisa meninggalkan jejak di benak target marketnya. Banyak dari mereka yang membuang banyak dananya hanya untuk mempublikasikan program atau produk mereka di media-media. Tetapi brand yang pintar akan membuat sebuah program yang langsung menembak dan bersentuhan dengan target market mereka. Seperti yang dilakukan oleh Telkom Speedy dengan memberikan akses internet khusus kepada para pegawai yang terdaftar dalam Jamsostek.

Strategi yang dilakukan oleh Telkom Speedy ini adalah strategi yang cerdas. Kali ini bukan lagi strategi yang terfokus kepada keunggulan produk dan bagaimana ramainya crowd yang hadir pada sebuah pameran yang diadakan pada acara launching produk, tetapi mereka memfokuskan pendekatan diri kepada pelanggan dengan memfasilitasi target market mereka dengan kebutuhan yang mereka butuhkan. 

Disebutkan dalam sebuah artikel The Markeeters bahwa konsumen kali ini sudah termasuk kepada kategori konsumen 2.0 yang membutuhkan jaringan dan fasilitas internet dimana-mana. Koneksi internet sudah seperti oksigen bagi para konsumen 2.0. Oleh karena itu, Telkom Speedy membuat program kerjasama dengan Jamsostek dengan memfasilitasi para anggota Jamsostek untuk dapat berinternet tanpa batas hanya dengan membayar seribu rupiah. Telkom Speedy melakukan strategi yang berdasarkan pada consumer focused, bukan product focused.

2. Target the Specific Market
Dengan menembak langsung pelayanan asuransi Jamsostek, Telkom Speedy sudah menembak sasaran yang tepat. Para pengguna internet masa kini memang didominasi oleh para remaja. Namun para pengguna internet yang produktif dan profesional tetap didominasi oleh para pegawai yang bekerja di perkantoran. Orang yang bekerja di perkantoran sebagian besarnya sudah pasti menjadikan koneksi internet sebagai salah satu kebutuhan yang harus dipenuhi setiap bulannya. 

Member dari Jamsostek tidak sedikit. Ini merupakan aset besar yang bisa dikembangkan oleh Telkom Speedy untuk memperluas jaringan pasarnya ataupun untuk mendapatkan awareness dari target audiencenya. Segmentasi marketnya pun sudah cocok  dengan target market Telkom Speedy, ditambah lagi dengan jumlah member yang disasar; group. Dengan mengakuisisi individu yang tergabung dalam grup Jamsostek ini, Telkom Speedy sudah melangkah satu langkah lebih depan untuk menguasain pasar.

3. Be a Market Leader
Selain dengan memberikan para anggota Jamsostek akses khusus untuk bisa berinternet seharian yang merupakan keuntungan bagi para anggota Jamsostek, Telkom Speedy pun mendapatkan keuntungan lain yang tidak kalah valuable-nya. Semakin banyak masyarakat yang menggunakan Telkom Speedy sebagai penyedia layanan internet mereka, maka hal ini akan mendukung Telkom Speedy untuk menjadi market leader dari segi penyedia layanan internet rumahan. Dengan berinteraksi dan membagi pengalaman berinternet langsung dengan target marketnya, selain mendapat awareness dari audience, apa yang dilakukan oleh Telkom Speedy ini pun bisa menarik hati pelanggan lebih cepat. 

Bukan lagi ‘offering’ atau ‘powerful promises’ yang diberikan oleh Telkom Speedy, melainkan langsung memberikan pengalaman berinternet seharian dengan hanya membayar seribu rupiah. Strategi seperti ini lambat laun akan berhasil menarik perhatian para konsumennya. Berangkat dari hal, strategi yang dilakukan oleh Telkom Speedy bisa membawanya menjadi posisi top of mind di benak konsumen dan menjadi market leader di bidangnya.


Comments

Anonymous said…
Speedy memang jeli untuk membaca peluang ini, ibarat nya target market nya (yang juga pengguna jamsostek) diberikan "icip-icip" gratis dulu, dengan harapan kalau memang puas akan terus jadi menggunakan speedy untuk keperluan yang lainnya.

Good strategy
ranirano said…
Cerdas! telkom speedy langsung menggaet market yang sudah terkumpul dan jelas membutuhkan fasilitas internet. memang deh speedy ini jadi market leader banget.
Pujiananurul said…
Paling cepet dan tepat buat mencapai target peningkatan sales atau mendapatkan awareness memang menyasar ke komunitas-komunitas. Gak kayak menyasar individu per individu yang cenderung memakan banyak waktu dan melelahkan, menyasar komunitas lebih efektif. Selain jumlah membernya banyak, strategi pemilik brand pun cenderung lebih efisien karena menembak komunitas itu hanya perlu menyasar koordinatornya saja. Karena per indvidunya pasti sudah terbentuk engagement satu sama lain.
sekarang pengguna layanan jamsostek jd punya keuntungan yang lebih ya dibanding pengguna layanan asuransi yg lain, selain manfaat asuransinya dapet, ditambah bisa internetan murah meriah..asyik nih.
Angga Nugraha said…
jaman sekarang mana ada sih yang nolak internet murah meriah :)))

jeli banget nih jamsostek, melihat habit msyrkat jaman skrg yg ga bisa lepas dari internet, yg akhirnya bikin aktivasi ini jadi keren, karena melihat need, want dan expectations dari customer dengan cermat

Popular posts from this blog

30 Creative Sales Ideas Untuk Cafe/ Resto

Nah edisi kali ini lebih pengen sharing soal tips-tips Creative Sales langsung yang bisa dipratekan, ga perlu teori, ga repot dan berbiaya “kecil” kali hehe. Kuncinya ketika mengeksekusi program-program di bawah harus ingat 3 W (WOW, WAW dan WUZZ), Wow begitu liat iklannya, Waw begitu baca detailnya dan langsung Wuzz menuju cafe/ Resto kita haha.

Semua ide saya rangkung dari semua tempat yang kebetulan pernah terlihat, terdengar, terbaca ataupun murni memang terinspirasi.  Sebetulnya ada sekitar 200 ide, Cuma 30 puluh dulu deh yang di posting, nanti dibuatkan ebook nya untuk di download. Selamat menikmati.

1. ½ Jam Discount
Buat program discount yang hanya berlaku setengah jam misal dari jam 5-5.30 dengan harga yang cukup ekstrim sehingga orang berbondong-bondong antri. Loh gimana ceritanya makanan ajah siap saji dalam setengah jam, nah itu urusan belakangan, yang penting rame dulu, biar orang pada antri-antri di jam 5, ntar buat kebijakan ajah yang udah pesan di jam 5 yah dapet disko…

10 Ide Promosi untuk Meningkatkan Penjualan Toko Anda tanpa DISKON!

Di usaha kuliner yang saya jalankan, ada periode tertentu yang boleh dibilang “masa panen” bisnis makanan. Ya, Lebaran Idul Fitri, itulah momen emas untuk pemilik bisnis kuliner.  Saat itu, omzet penjualan bisa meningkat 4 kali lipat dan itu merata di semua warung atau rumah makan di daerah saya. Bisa dibilang, tidak ada rumah makan yang sepi ketika itu.

Tapi, “masa panen” tidak berlangsung lama, hanya bertahan sekitar 2 pekan saja. Setelah melewati waktunya, kehidupan bisnis pun kembali berjalan normal. Pemilik usaha lagi-lagi harus memutar otak bagaimana mempertahankan laju bisnis mereka. Dan fenomena ini juga berlaku di bisnis selain kuliner, khususnya bisnis yang bergerak di bidang eceran (retail), seperti toko fashion dan sejenisnya. Atau Anda juga merasakan hal yang sama berlaku di bisnis yang Anda jalankan?

Untuk meningkatkan penjualan di waktu “sepi”, pemilik bisnis harus berpikir secara cermat. Cara yang biasa, seperti diskon misalnya, kadang bukan pilihan terbaik di saat bisn…

Push & Pull Marketing Via Online

Banyak sekali aktifitas-aktifitas marketing yang bisa dilakukan dalam upaya meningkatkan penjualan Online, mulai dari aktivasi branding dengan promosi, reseller/ agen, kerjasama pihak ketiga dan lain-lain. Aktifitas penjualan online yang menjamur di Indonesia saat ini menjadikan atmosfer persaingan dan kompetisi yang ada dan berkembang di pasar menjadi sangat kompetitif, dan sering “sikut-sikutan”. Hal ini otomatis memaksa para pemilik brand untuk putar otak, untuk bagaimana caranya brand dan product yang diusungnya sebagai public trusted brand/ product yang secara langsung akan mempengaruhi penjualan

Strategi!! Ya, ini yang harus dilakukan, tapi jangan lupa action yang paling penting. Berbagai strategi bisa dilakukan dalam upaya menggaet pasar dan membangun brand awareness, ini menjadi hal yang sangat wajib bagi pemilik brand. Push & Pull Marketing Activities, ini dia yang akan coba saya bahas dalam artikel saya sekarang. Banyak cara yang dapat kita lakukan dalam pada metode pus…