Skip to main content

Costumer Insights From Social Media


Ngomongin keberadaan online community bagi sebuah brand kayaknya nggak cuma sebagai media bagi kita berinteraksi dengan konsumen saja deh, karena dalam perkembangannya para fans atau followers yang dipayungi account social media bisa dilibatkan sebagai channel bagi kita dalam mencari insight dari konsumen kita, yang tentunya insight ini bisa diaplikasikan kedalam bentuk pelayanan baru, produk baru, atau bahkan inovasi baru karena brand yang baik adalah yang bisa memahami dan memenuhi apa keinginan konsumennya.

Nah emang bisa yah kita menggali insight dari konsumen lewat social media? saya kira itulah fungsinya dari sebuah online community based yang dibangun, nggak cuma interaksi care, share, and listen aja namun juga kita bisa find something from them (insights). Nah mungkin dalam tulisan kali ini saya hanya ingin share sedikit mengenai beberapa upaya yang bisa kita lakukan sebagai sebuah brand dalam menggali informasi (insights) dari konsumen kita yang terkumpul dalam sebuah online community based. Apa saja upaya yang bisa dilakukan? monggo.

1. Open Conversation (Bait)
Sebuah online community based yang kita bangun bisa dijadikan sumber bagi kita dalam mencari insight baru dari konsumen kita, nah disini kita analogikan komunitas sebagai sebuah kolam pemancingan dan kita adalah pihak yang mau mancing, umpan (bait) yang akan digunakan disini tentunya pertanyaan yang bisa menjadi perbincangan (conversation) antara sebuah brand (diwakili admin) dengan komunitas (fans atau follower).


Misalkan sebuah cafĂ© dan resto lemparkan sebuah pertanyaan kepada komunitas “guys kira-kira tempat hangout yang asik menurut kalian kayak gimana yah?” , nah mungkin mereka akan ada yang jawab ambience tempatnya asik, makanannya murah, full musik, ada wifi, dll namun intinya disini kita bisa dapet insight mengenai point-point yang menjadi pertimbangan bagi konsumen kalo cari tempat nongkrong, dan akan lebih baik jika pertanyaan yang dilemparkan ini bisa menghasilkan pembicaraan di komunitas sendiri sehingga kita bisa collect banyak informasi dari mereka.

2. Preliminary Research
Upaya kedua yang bisa kita lakukan dalam mencari insight dari konsumen, khususnya fans atau follower di online community based yang sudah kita bangun adalah dengan preliminary research. Gampangnya sih kita lakukan riset kecil-kecilan, misalkan kita ingin melakukan riset mengenai menu apa yang paling disukai oleh konsumen kita, kita lemparkan aja pertanyaan ke komunitas mengenai menu apa yang paling disukai (favorit) disertai hastag #myfavoritmenu, supaya keterlibatannya tinggi kita bisa berikan iming-iming hadiah, misalkan voucher diskon untuk 100 penjawab pertama.

Kalo niat riset yang mendalam, misalkan mengenai costumer satisfaction (mengenai tingkat kepuasan konsumen, untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan pelayanan kita selama ini), kita bisa gabungkan dengan sebuah kegiatan aktifasi riset berhadiah, kita buat landing pages atau form riset di website nah linknya tinggal kita share ke komunitas deh.

3. Listen, Check Their Interest
Sebuah online community based yang dimiliki sebuah brand akan dibilang bagus jika memenuhi dua hal, pertama adalah jumlah komunitas itu sendiri dan kedua yang terpenting adalah keterlibatan member di komunitas itu sendiri dalam hal ini sejauh apa mereka terlibat aktif dalam share, conversation, atau kasih masukan nggak cuma komplain saja.

Nah disini memang tugas sebuah brand (diwakili admin) sangat berat karena harus bisa membuat para member di komunitas aktif nggak cuma pasif, kalo cuma sekedar bikin komunitas dengan jumlah member besar sih bisa dibilang gampang kita pake buzzer aja bisa jadi, nah yang susah bikin membernya aktif membutuhkan konsistensi kita share dan membuka obrolan dengan mereka, dan tentunya didukung oleh aktifasi, dan yang terpenting kualitas dari konten yang kita buat.

Jika komunitas yang kita buat sudah aktif secara organik, kita bisa mendapatkan insight dari konsumen dengan “mendengarkan” mereka sebenarnya apa sih yang mereka suka apa yang sedang mereka inginkan, mungkin tepatnya disini kita menjadi moderator. Bagaimana kalo komunitas yang dibangun masih cenderung pasif? mungkin dengan melist followers fans yang dinilai aktif dan kita cek timeline mereka satu-satu bisa menjadi solusi.

Comments

Anonymous said…
Setuju banget, pembeda signifikan Socmed sama tools lain adalah adanya komunikasi 2 arah, jadi baik principal dan ustomer bisa saling interaksi

Shinta Margaret

Popular posts from this blog

30 Creative Sales Ideas Untuk Cafe/ Resto

Nah edisi kali ini lebih pengen sharing soal tips-tips Creative Sales langsung yang bisa dipratekan, ga perlu teori, ga repot dan berbiaya “kecil” kali hehe. Kuncinya ketika mengeksekusi program-program di bawah harus ingat 3 W (WOW, WAW dan WUZZ), Wow begitu liat iklannya, Waw begitu baca detailnya dan langsung Wuzz menuju cafe/ Resto kita haha.

Semua ide saya rangkung dari semua tempat yang kebetulan pernah terlihat, terdengar, terbaca ataupun murni memang terinspirasi.  Sebetulnya ada sekitar 200 ide, Cuma 30 puluh dulu deh yang di posting, nanti dibuatkan ebook nya untuk di download. Selamat menikmati.

1. ½ Jam Discount
Buat program discount yang hanya berlaku setengah jam misal dari jam 5-5.30 dengan harga yang cukup ekstrim sehingga orang berbondong-bondong antri. Loh gimana ceritanya makanan ajah siap saji dalam setengah jam, nah itu urusan belakangan, yang penting rame dulu, biar orang pada antri-antri di jam 5, ntar buat kebijakan ajah yang udah pesan di jam 5 yah dapet disko…

10 Ide Promosi untuk Meningkatkan Penjualan Toko Anda tanpa DISKON!

Di usaha kuliner yang saya jalankan, ada periode tertentu yang boleh dibilang “masa panen” bisnis makanan. Ya, Lebaran Idul Fitri, itulah momen emas untuk pemilik bisnis kuliner.  Saat itu, omzet penjualan bisa meningkat 4 kali lipat dan itu merata di semua warung atau rumah makan di daerah saya. Bisa dibilang, tidak ada rumah makan yang sepi ketika itu.

Tapi, “masa panen” tidak berlangsung lama, hanya bertahan sekitar 2 pekan saja. Setelah melewati waktunya, kehidupan bisnis pun kembali berjalan normal. Pemilik usaha lagi-lagi harus memutar otak bagaimana mempertahankan laju bisnis mereka. Dan fenomena ini juga berlaku di bisnis selain kuliner, khususnya bisnis yang bergerak di bidang eceran (retail), seperti toko fashion dan sejenisnya. Atau Anda juga merasakan hal yang sama berlaku di bisnis yang Anda jalankan?

Untuk meningkatkan penjualan di waktu “sepi”, pemilik bisnis harus berpikir secara cermat. Cara yang biasa, seperti diskon misalnya, kadang bukan pilihan terbaik di saat bisn…

Push & Pull Marketing Via Online

Banyak sekali aktifitas-aktifitas marketing yang bisa dilakukan dalam upaya meningkatkan penjualan Online, mulai dari aktivasi branding dengan promosi, reseller/ agen, kerjasama pihak ketiga dan lain-lain. Aktifitas penjualan online yang menjamur di Indonesia saat ini menjadikan atmosfer persaingan dan kompetisi yang ada dan berkembang di pasar menjadi sangat kompetitif, dan sering “sikut-sikutan”. Hal ini otomatis memaksa para pemilik brand untuk putar otak, untuk bagaimana caranya brand dan product yang diusungnya sebagai public trusted brand/ product yang secara langsung akan mempengaruhi penjualan

Strategi!! Ya, ini yang harus dilakukan, tapi jangan lupa action yang paling penting. Berbagai strategi bisa dilakukan dalam upaya menggaet pasar dan membangun brand awareness, ini menjadi hal yang sangat wajib bagi pemilik brand. Push & Pull Marketing Activities, ini dia yang akan coba saya bahas dalam artikel saya sekarang. Banyak cara yang dapat kita lakukan dalam pada metode pus…