May 20, 2013

BB Messenger, Kamikaze atau Brilian?


Terlalu berlebihan yah judul di atas, tapi inilah yang terjadi di kantor saya 3 minggu ke belakang, beberapa orang memutuskan untuk "menjual" dan tidak lagi menggunakan black berrynya dengan berbagai alasan seperti sudah tersedianya Multiplatform Chat seperti Line, Kakao, We Chat dan Whatsapp dan juga alasan lainnya seperti BB yang suka ngehang serta klien-klien yang juga sudah menggunakan Chat Multiplatform di atas "Buat apalagi menggunakan BB Bos? Wong sudah ada Whatsapp" kira-kira itu salah satu alasan mereka ketika saya tanya.

Nah beberapa hari kebelakang muncul berita yang sangat heboh di kalangan pencinta gadjet dan marketing khususnya bahwa BBM akan menjadi MultiPlatform, lah kalo begitu " apa gunanya punya BB lagi" kira-kira ini respon yang saya dapat cukup banyak dari berita hangat tersebut haha. Saya yang sampai saat ini belom "lo gue end sama black berry" juga bertanya-tanya, iya yah apa gunanya lagi BB setidaknya buat saya? Hampir tidak ada lagi sejujurnya karena selama ini BB di hidupkan murni karena BBM nya, soal layanan lain seperti Push Mail saya lebih suka menjalankannya di Hp Andorid saya.

Coba kita lihat komentar berikut
You get a much bigger effect from having the size of community that Facebook has, compared to BlackBerry. It's going to be difficult for BlackBerry to massively increase its traction because of the number of other services out there that are already multi-platform and that have huge user numbers.
Tony Cripps, a devices and platforms analyst at Ovum.

Saya juga setuju dengan peryataan dari Tony Cripps di atas, rasanya setelah jumlah Multi Platform Chat lainnya tembus dalam jumlah yang luar biasa banyak (whatsapp 200 juta lebih, We Chat di atas 190 juta kalo tidak salah) sekarang BB baru mau "sadar" bahwa jaman sudah berubah? Hmmm.

Penasaran dengan strategi Kamikaze BB ini, saya coba cari-cari tahu ada apa ini, apa motif di balik strategi Kamikaze yang dilakukan oleh RIM ini dan muncullah beberapa alasan yang melatar belakangi strategi ini, dari beberapa berita yang saya baca, saya coba simpulkan beberapa hal (mohon di koreksi di komen atau ditambahkan) bila memang kurang tepat:

A. Collaboration


"For BlackBerry, messaging and collaboration are inseparable from the mobile experience, and the time is definitely right for BBM to become a multi-platform mobile service,” said Andrew Bocking, executive vice-president of Software Product Management and Ecosystem at BlackBerry -- Timeslive.

Mencermati komentar di atas terlihat sekali bahwa BB akhirnya menyadari bahwa mereka sangat telat mengantisipasi perkembangan dunia social khususnya yang berhubungan dengan Chat ini, yah better daripada enggak sih. Strategi ini jelas ditujukan untuk meyakinkan dua target yaitu konsumen dan calon konsumennya. Ke Existing Customer dengan strategi ini BB ingin membuat konsumen mereka untuk tetap loyal karena tidak ada yang perlu di khawatirnya lagi, semua sudah terhubung dengan IOS dan Android jadi tidak perlu pindah ke pesaing. Untuk calon konsumennya yang bimbang yah sudah jelas juga, "Ok sekarang beli, butuh apalagi?, khan udah bisa chat sama yang lain".

Bagaimana dengan pengguna iOS dan Andorid, apakah akan pindah" "buat apa?" haha ini yang sayapun harus mengaminin, "iya buat apa" kalo memang mau pindah hanya karena alasan "chat" rasanya udah kurang masuk di akal kecual nanti BB punya senjata rahasia baru yang punya core competency seperti BBM dan push mailnya di masa lalu, "maybe i will" Maybe loh.


B. Monetizing

"The implications for making BBM a cross-platform application are huge. The opportunities to monetize will grow as they have with any other social media application. The key for BlackBerry is to grow [the user] base, and by offering it for free to iOS and Android users, they will do just that. This is a smart move on the part of BlackBerry and fits in nicely with Thorsten Heins' stated goal of putting a slice of BB10 everywhere," writes Windibank.

Nah ini mungkin incaran black berry di masa depan, dengan menempatkan Brand mereka melalui BBM lintas platform mereka memiliki kesempatan untuk secara intensif mengkomunikasi penawaran dan differensiasi mereka dengan user iOS dan Andorid, misalnya dengan menempatkan iklan di BBM mereka yang tentunya dilihat juga oleh pengguna HP lainnya.


C. New Target Market
Nah ini menarik untuk dibahas sebetulnya, akan kah menari market baru? Siapa? Dengan harga BB baru yang mencapai harga 6 juta lebih, jelas market yang ada di segmen tersebut sangat well educated dan biasanya pengguna gadjet canggih seperti Samsung S3, Iphone 4/5 dan beberapa brand lainnya dengan high spec HP, maukah mereka pindah? Rasanya user di segmen ini bukan hanya punya urusan dengan masalah Chat, tapi juga soal fasilitas HP yang mereka gunakan belom lagi alasan operating systemnya Andorid dan iOS, ini baru soal fungtional benefit, kalo ditarik ke emotional reason seperti Fan Boy udah lebih berat lagi untuk BB bisa menggarap market ini.

Jadi siapa target marketnya? Rasanya kalo boleh berandai-andai segmen yang mampun membeli HP 1-2 jutalah yang menjadi target pontensial buat BB ke depannya dengan catatatn mereka dengan cepat meluncurkan gadjet dengan banyak varian untuk melayani segmen tersebut (tapi digaris bawahi ini asumsi market seperti Indonesia dan negara dengan market yang mirip mungkin). 

Apa dasar pemikiran ini? Sederhana, market ini generasi muda dengan jumlah yang sangat potensial, dari sisi time frame masih bisa diedukasi dengan "kelebihan" black berry saat ini baik itu untuk digunakan sebagai bisnis, bisa chat dengan HP manapun dan juga BB Market yang mungkin akan memprovide kemudahan bagi para usernya dengan aplikasi-aplikasinya. Asal BB dapat membangun komunikasinya dengan tepat, mungkin ada peluang yah dengan catatan kompetitornya tidak mengantisipasi hal ini yang rasanya itu tidak mungkin haha.

Tapi ini seperti pedang bermata dua, di satu sisi scenarionya bisa seperti itu tapi scenario satu lagi sepertinya jauh lebih mengancam bagi BB yaitu pindahnya loyal konsumen mereka ke Andoroid atau iOS phone karena sekarang tidak ada lagi "hambatan" untuk pindah, apa hambatan itu yah BBM, core competency yang sangat dibanggakan dan membawa BB berjaya dulu kala. Dan juga dari sisi target market baru sudah tidak ada lagi alasan untuk membeli BB, "Ah aku beli Andorid ajah, toh tetep bisa chat sama BB sekarang" begitu salah satu sahabat saya berkata.

D. Brand Equity

"One thing it does do is make BlackBerry more relevant. People are talking about it and thinking about it and BlackBerry users can now use BBM to reach out to their friends who are Android and iOS users," writes Magid, adding that "it could also serve as an incentive for some to stay with BlackBerry because their BBM product just got a lot more useful." ....Forbes contributor Larry Magid 

Yah ini juga mungkin merupakan alasan BB untuk melaunching Multi Patform Chat ini, biar dianggap relevan dengan kondisi pasar saat ini dan juga langkah untuk melakukan re positioning brand sehingga dapat diterima oleh target market saat ini ditengah kuatnya dominasi Andoroid dan iOS.

So, langkah Kamikaze kha ini? akankah kita pada akhirnya mengucapakan Adios BB?, kita lihat saja ke depannya

Creasionbrand I Creative Sales & Brand Consultant 

Sumber gambar:
digilander.libero.it

4 comments:

ranirano said...

ini memang taktik yang bisa perusahaan RIM optimalkan agar tidak ditinggalkan para konsumennya. Tapi, let's see apa yang akan terjadi beberapa bulan ke depan. Apakah akan tetap bertahan dengan BB atau beralih ke yang lain? Depends on what you can give to your customers, more values!

Anonymous said...

Jadi sekarang ga perlu punya Blackberry klo mau chatting pake BBmessenger.
Positifnya: pengguna BB skrg bisa tetap connect dengan temen2nya yang ga punya BB
Negatifnya: yang udah kesel dan pengen "membuang" BB makin punya allasan kuat untuk buang, apalagi yang emang dah pake multi gadget

Shinta Margaret

Anonymous said...

Terlambat beberapa tahun ini sih namanya. Semua yang ditawarkan sudah dan bahkan lebih baik di provide oleh pesaing seperti channel, sticker, store dll jadi untuk apa lagi pake black berry, setuju sekali.

Kecuali mungkin ada sesuatu yang WAH dan fundamental di luncurkan oleh BB.

Nice post.

Romy.

Anonymous said...

udah agak terlambat sih memangnya, tp memang perkembangan platform chat saat ini banyak mengalami kemajuan kemajuan dengan bertumbuhnya platform chat yang baru.

kalo BB mau lebih maju, lebih baik akuisisi aja sama google :p
kalo nggak buat sesuatu yang lebih WAH yang bisa dobrak pasar saat ini