Jul 25, 2013

Limited Offer Tactic Air Asia

Saya awalnya bukan tipe orang yang senang mengunjungi berbagai macam tempat, terutama dengan menggunakan pesawat. Awalnya saya tidak suka travelling. Menurut saya, travelling itu butuh banyak persiapan. Dimulai dari packing, menyiapkan barang-barang bawaan, sampai ke hal-hal yang berkaitan dengan finansial: membeli tiket transportasi.

Namun rasanya hal ini hanya bersifat temporer. Saya jadi senang travelling. Jika diulik faktor penyebab kenapa saya sekarang jadi menyukai travelling mungkin di ujung akan menemukan satu poin berkenaan dengan perkembangan dunia penerbangan di Indonesia.

“Ke Malaysia, hanya 49ribu! Jadwal beli: 15 – 20 Jan 2013. Beli sekarang di airasia.com!”. Siapa yang tidak mau? Bahkan yang tidak menyukai travelling pun bisa jadi akan tergiur melihat penawaran seperti ini.

Kemunculan promo-promo yang diluncurkan perusahaan maskapai penerbangan Air Asia ini seolh menjadi solusi bagi para traveler atau traveler-want-to-be yang ingin travelling murah. Tentu saja promo-promo yang mereka berikan selalu disambut dengan hangat oleh masyarakat khususnya para pecinta travelling sebagai target market mereka.

Seperti membentuk templatenya sendiri, setiap promo yang diluncurkan oleh Air Asia selalu memiliki batasan kuantitas. Jelas saja. Harga yang menggiurkan yang mereka tawarkan pasti mengundang banyak sekali respon dari target marketnya sehingga mereka harus memberikan batasan untuk bisa mendapatkan promo yang mereka launch. Dalam hal ini, perusahaan maskapain penerbangan ini selalu menerapkan jenis taktik promosi: LIMITED OFFER.


Limited offer atau penawaran terbatas menjadi salah satu senjata ampuh untuk menarik konsumen. Jenis taktik promosi ini memanfaatkan unsur yang bersifat terbatas, baik dari kuantitas produk atau jasa yang ditawarkan ataupun dari segi jangka waktu atau periode untuk mendapatkan produk atau jasa yang ditawarkan tersebut. Baik itu dari segi kuantitas produk atau jasa yang ditawarkan ataupun periode waktu yang diberikan, semuanya akan balik lagi kepada produk atau jasa yang ditawarkan. Apa yang membuat konsumen sehingga harus membeli dan mendapatkan produk atau jasa tersebut buru-buru. Biasanya sifat dari produk atau jasa yang ditawarkan adalah:

1. Produk/jasa baru
2. Produk/jasa langka yang pada saat itu demand di pasaran sedang tinggi
3. Produk/jasa dengan tawaran harga yang murah

Nah, bagaimana untuk membuat taktik promosi ‘penawaran terbatas’ seperti ini agar bisa diaplikasikan di bisnis kalian? Yuk, simak.

1. Kekuatan Unsur “What is it for me” dari Produk
Berkaitan dengan 3 sifat produk yang disebutkan diatas. Posisikan diri kita sebagai konsumen. Pikirkan dan pertimbangkan jawaban dari pertanyaan seperti “memang apa untungnya buat saya kalo dapetin produk ini buru-buru (berkaitan dengan periode yang ditawarkan) dan berebutan dengan orang lain (berkaitan dengan kuantitas produk yang disediakan)?”. Ya. Kita harus perhatikan “what is it for me” yang akan muncul di benak konsumen kita saat kita launching promo Limited Offer ini. Jika tarik benang merah dari 3 sifat produk yang disebut di awal dengan manfaat yang bisa didapat oleh konsumen, bisa kita susun menjadi seperti ini:

  1. Produk baru – memberikan new experience untuk konsumen atau trendsetter jika di industri fashion
  2. Produk langka yang demandnya tinggi di pasaran – memenuhi kebutuhan mereka
  3. Produk dengan harga murah – memberikan perbandingan harga yang tidak pernah terbayang oleh konsumen bahwa mereka bisa mendapatkan produk tersebut dengan harga yang ditawarkan

2. Pertimbangkan Kuantitas Produk dan Periode Penawaran
Sebelum dipublikasi ke luar, pasti kita harus melihat dulu kondisi internal bisnis kita. Seberapa mampukah kita memberikan penawaran tersebut kepada konsumen. Berapa jumlah produk yang bisa ditawarkan kepada konsumen. Dan jangan lupa.. Apakah jumlah produk yang ditawarkan kepada konsumen ini nantinya bisa menutupi pendapatan kita yang lalu-lalu. Jika kita membatasi pembelian produk pada periode tertentu, kita perlu mempertimbangkan periode yang kita tentukan. Untuk produk kebutuhan bulanan, kita bisa setting periode penawaran yaitu 3 sampai 7 hari pada akhir bulan atau awal bulan.

3. Manfaatkan Momentum
Poin ini sangat powerful pada taktik promosi Limited Offer ini. Contohnya saja paket jalan-jalan liburan lebaran. Sudah jelas pasti akan banyak yang mengincar. Terlepas dari fitur yang ditawarkan sangat variatif ataupun memang harga yang ditawarkan sangat kompetitif, sudah pasti paket liburan di hari lebaran pasti akan banyak yang cari. Apalagi jika kuantitas produk atau periode waktu yang ditawarkan oleh kita itu terbatas. Kecil kemungkinan bagi mereka untuk bisa lama-lama mempertimbangkan keputusan untuk akhirnya melakukan transaksi.

3 comments:

ranirano said...

promo air asia ini emang terkanal dengan limited offernya ya. belinya sekarang2, tapi tiketnya buat beberapa bulan kemudian.

jenis promotion tactic seperti ini memang harus liat tren yang lagi marak di sekitar biar memang sesuai target dan bidikan kepada para pelanggannya tepat. leads yang mereka gaet pun contohnya seperti yg penulis alamin, awalnya gak begitu suka travelling, tapi klo ada penawaran murah dan heboh kayak gitu, well kenapa gak? hehehe

nice article, thx beraaat ya

Anonymous said...

Kuantitas Produk dan Periode Penawaran, nah ini suka jadi dilema buat pebisnis, tapi memang harus ditentukan sih

Shinta Margaret

Rizkymamat said...

Limited offer emang paling menggoda banget, tapi seperti yang dibilang di artikel setelah ini, kayaknya limited offer juga harus mikirin penawaran yang gak bisa ditolak sama pelanggan. Biar lebih efektif.