Skip to main content

Akun Anonim, Apa Motivasimu?

Berapa banyak akun anonim di dunia twitter Indonesia saat ini? Buanyaakk sekali sampe ga bisa lagi dihitung pake alphabet jumlah kali yah hehe, mulai dari aku yang bersifat motivasi sehari-hari, motivasi bisnis, motivasi kaya, akun yg bersifat sharing ilmu, agama, musik, film, akun info daerah sampai ke akun yg cukup kontro versial seperti TrioMacan2000 yang membahas korupsi dan politik yang sering bikin banyak orang kebakaran jenggot.

Salah, atau ada masalah? yah tentu tidaklah, apalagi kita bicara dalam konteks marketing sejauh topik bahasannya tidak mengarah pada hal negatif ataupun provokatif yang tidak dapat dipertanggung jawabkan isinya. Justru dalam beberapa kasus, saya sering menganjurkan bbrp klien untuk menciptakan akun anonim ini bagi kepentingan brand selain tentu membangun akun formalnya.

Pertanyaan yg selalu menggelitik saya dulu adalah ngapain sih nih akun-akun anonim ini dibuat? yah setelah mempelajrinya lebih dalam, ngobrol langsung dgn owner-owner akun anonim dan menggali motive dibalik kegiatan mereka ini, ada beberapa motive yang kemudian muncul dibalik terciptanya akun-akun anonim, apa ajah itu, coba saya share yah:


1. Pure Business
Ini agenda yang paling kentara dan paling umum tentunya, UUD, ujung-ujungnya yag duit. Yah kebanyakan udah followernya banyak di monetize, jual iklan tweet, jual buzzer, bahkan buat ternak akun baru abis tuh di jual lagi sampe ke dukung caleg buat kampanye.

Jangan salah, omset akun anonim ini kadang bisa bikin geleng-geleng kepala loh, bisa buat bikin rumah , beli tanah kalo denger cerita yang punyanya langsung dan hebatnya kebanyak klien mereka adalah Brand, yah mau itu lokal maupun brand nasional dan internasional dengan biaya yarg sangat bervariasi mulai dari puluhan ribu sampe ratusan ribu sekali tweet, dan mulai dari ratusan ribu sampe puluhan juta untuk bisnis buzzer dan jual akun.

Sebetulnya bisnis mereka ini cukup pintar memanfaatkan peluang untuk kebutuhan brand membangun komunitas sekaligus menutup celah yang tidak ditawarkan oleh twitter yaitu iklan dengan budget kecil, yah kalo resmi lewat twitter setidaknya kita harus siapkan $10 ribu, bah ini sih cuma brand besar nasional yg sanggup, kalo brand kecil, bisnis kecil dan personal branding berat sih rasanya.

2. Brand Endoser
Beberapa akun dibuat anonim ternyata ditujukan untuk melakukan endoser terhadap sebuah brand, kok bisa gitu, sederhana alasannya karena jika akun Brand nya yg dibangun akaun butuh waktu dan biaya lebih lama, jadi kenapa tidak bangun saya akun yang lebih umum dan bersentuhan dengan target marketnya kemudian endoser Brandnya melalui akun tersebut.

Coba saya tanya sama Anda, lebih suka follow twitter resmi brand A obat kolestrol atau twitter anonim misal @CegahKolesterol? Yakin 100 persen saya kalo ada 10 orang ditanya, setidaknya 8 pasti lebih prefer followr @CegahKolesterol karena lebih bersifat umum dan "terlepas" dari kepentingan brand seolah-olah padahal sih ga mungkin rasanya haha, ngapain juga kurang kerjaan bikin akun itu kalo ga ada tujuan, cuma amal? hehe please deh.

3. Share Motive
Ada juga akun-akun yang dibuat dengan tujuan memang niatnya sharing dan menginspirasi, saya tidak menampikkan kemungkinan ada monetizenya, namun seperti akun SRBergerak, kita lihat tujuannya memang sangat mulia mengajak orang untuk bersedekah tanpa ada maksud monetize sama sekali (CMIIW).

Atau beberapa akun bisnis yang selalu membagikan tips berbisnis, konsultasi bahkan sampai membalas konsultasi bisnis melalui email tanpa mengenakan biaya sama sekali dan bahkan di bionya tidak ada nomor samasekali yg bisa dihubungin untuk pemasangan iklan. Yah tentu bisa jadi pemiliknya punya hidden agenda/ kepentingan, sejauh itu positif dan apa yang mereka bagikan memang punya nilai tambah dan bermanfaat bagi banyak orang, yah Go On lah.

Nah gimana, jadi tertarik untuk membuat akun anonim? saya sih iyah dan sudah dan syukur sekali walaupun tidak di monetize tapi dari sana sudah banyak bantuk usaha kecil dan udah banyak juga yang jadi pengusaha (info dari follower) hehe, yah syukur2 satu hari bisa di monetize, tapi niat awal sih memang untuk share motive.

Creasionbrand I Creative Sales & Marketing Consultant

Comments

Anonymous said…
Bahasan yang ringan tp berisi, serig engga terlalu sadar kalo akun2 ini dibuat dengantujuan yang UUD

Shinta Margaret
ranirano said…
Saya juga create akun2 anonim dengan landasan UUD tadi, tapi sayang kurang greget dari usaha sayanya, yak akhirnya udah 3 bulan pun masih puluhan angkanya.

Pernah juga ngobrol2 sama buzzer yang sekarang udah punya jutaan followers, yaaah itu jg dia raih dengan pontang-panting. Tapi ya klo fokus dan sungguh2, saya tanya penghasilan sebulannya berapa, dia cm senyum2 manis (pertanda GEDE banget, hehe)
Didi said…
Saya juga sudah..tapi kurang fight jd memble..ini yg rada mendingan @CintaBandungID *iklan* hehehe

Popular posts from this blog

30 Creative Sales Ideas Untuk Cafe/ Resto

Nah edisi kali ini lebih pengen sharing soal tips-tips Creative Sales langsung yang bisa dipratekan, ga perlu teori, ga repot dan berbiaya “kecil” kali hehe. Kuncinya ketika mengeksekusi program-program di bawah harus ingat 3 W (WOW, WAW dan WUZZ), Wow begitu liat iklannya, Waw begitu baca detailnya dan langsung Wuzz menuju cafe/ Resto kita haha.

Semua ide saya rangkung dari semua tempat yang kebetulan pernah terlihat, terdengar, terbaca ataupun murni memang terinspirasi.  Sebetulnya ada sekitar 200 ide, Cuma 30 puluh dulu deh yang di posting, nanti dibuatkan ebook nya untuk di download. Selamat menikmati.

1. ½ Jam Discount
Buat program discount yang hanya berlaku setengah jam misal dari jam 5-5.30 dengan harga yang cukup ekstrim sehingga orang berbondong-bondong antri. Loh gimana ceritanya makanan ajah siap saji dalam setengah jam, nah itu urusan belakangan, yang penting rame dulu, biar orang pada antri-antri di jam 5, ntar buat kebijakan ajah yang udah pesan di jam 5 yah dapet disko…

10 Ide Promosi untuk Meningkatkan Penjualan Toko Anda tanpa DISKON!

Di usaha kuliner yang saya jalankan, ada periode tertentu yang boleh dibilang “masa panen” bisnis makanan. Ya, Lebaran Idul Fitri, itulah momen emas untuk pemilik bisnis kuliner.  Saat itu, omzet penjualan bisa meningkat 4 kali lipat dan itu merata di semua warung atau rumah makan di daerah saya. Bisa dibilang, tidak ada rumah makan yang sepi ketika itu.

Tapi, “masa panen” tidak berlangsung lama, hanya bertahan sekitar 2 pekan saja. Setelah melewati waktunya, kehidupan bisnis pun kembali berjalan normal. Pemilik usaha lagi-lagi harus memutar otak bagaimana mempertahankan laju bisnis mereka. Dan fenomena ini juga berlaku di bisnis selain kuliner, khususnya bisnis yang bergerak di bidang eceran (retail), seperti toko fashion dan sejenisnya. Atau Anda juga merasakan hal yang sama berlaku di bisnis yang Anda jalankan?

Untuk meningkatkan penjualan di waktu “sepi”, pemilik bisnis harus berpikir secara cermat. Cara yang biasa, seperti diskon misalnya, kadang bukan pilihan terbaik di saat bisn…

Push & Pull Marketing Via Online

Banyak sekali aktifitas-aktifitas marketing yang bisa dilakukan dalam upaya meningkatkan penjualan Online, mulai dari aktivasi branding dengan promosi, reseller/ agen, kerjasama pihak ketiga dan lain-lain. Aktifitas penjualan online yang menjamur di Indonesia saat ini menjadikan atmosfer persaingan dan kompetisi yang ada dan berkembang di pasar menjadi sangat kompetitif, dan sering “sikut-sikutan”. Hal ini otomatis memaksa para pemilik brand untuk putar otak, untuk bagaimana caranya brand dan product yang diusungnya sebagai public trusted brand/ product yang secara langsung akan mempengaruhi penjualan

Strategi!! Ya, ini yang harus dilakukan, tapi jangan lupa action yang paling penting. Berbagai strategi bisa dilakukan dalam upaya menggaet pasar dan membangun brand awareness, ini menjadi hal yang sangat wajib bagi pemilik brand. Push & Pull Marketing Activities, ini dia yang akan coba saya bahas dalam artikel saya sekarang. Banyak cara yang dapat kita lakukan dalam pada metode pus…