Jul 24, 2013

3 Taktik Ngejar Omset Lebaran

Sudah bukan rahasia lagi bagi kita pelaku bisnis di Indonesia, saat Lebaran adalah saat yang bikin deg-degan. Kaitannya dengan omset bisnis, saat Lebaran cuma ada 2 kemungkinan :) kalo ga omset dahsyat banget, omset drop banget :) Hal ini tergantung bisnis kita termasuk industri yang naik atau yang turun saat mendekati hari Lebaran. Industri yang naik biasanya jika industri tersebut berhubungan dengan perubahan perilaku tren masyarakat kita menjelang hari raya.

Tapi jangan khawatir, karena ada atau tidak ada hubungannya bisnis Anda dengan perubahan tren tersebut, kita masih bisa memikirkan apakah bisa meningkatkan penjualan selama bulan ramadhan ini. Apalagi bagi yang produknya mendukung kebutuhan hari Raya.

Supaya lebih mudah dalam menyusun program peningkatan penjualan Anda, kita bisa menggunakan credo Creative Sales yang terdiri dari Buy Leads, Buy Now, Buy More, Buy Often dan Buy Recommendation. Kita bisa menyusun program berdasarkan tujuan masing-masing, terutama dalam rangka memanfaatkan momentum Ramadhan.

Beberapa minggu awal puasa ini saya mengumpulkan beberapa contoh program yang dilakukan brand lintas industri, yang berhubungan dengan memanfaatkan momen ramadhan, dan tentu saja dengan tujuan meningkatkan penjualan!

1. Buat Paket dengan tema Lebaran

Calon konsumen Anda akan nengok begitu Anda selalu mengeluarkan penawaran-penawaran baru. Penawaran-penawaran baru bisa dibuat sesuai dengan tema yang sedang berlangsung. Contohnya sekarang lagi menjelang lebaran, jadi bisa buat nama paket yang berhubungan. Apakah isinya harus beda dengan paket biasanya? Ga juga… yang penting ada nuansa lebarannya dan ada penawaran yang push to action.

Salah satu rahasia untuk mendorong konsumen do now adalah adanya limitasi! Limitasi bisa dari sisi waktu maupun “ jatah” misal hanya untuk 100 orang pertama, atau hanya untuk 2 minggu saja, atau ada periode waktu yang ditentukan. Bentuk komunikasi seperti ini akan mendorong target market Anda untuk Buy Now!

2. Co Branding!
Kalo industri kita ga terlalu ada hubungannya sama Lebaran, jangan khawatir! Kita masih bisa ikut-ikutan keluarin promo Ramadhan. Salah satu caranya adalah dengan co branding! Kerjasama dengan brand lain yang lebih erat kaitannya dengan lebaran.

Co Branding yang efektif bisa dilakukan saat target market yang kita miliki sama dengan target market brand lain tersebut. Jangan hanya terpatok pada industri yang “dekat-dekat” tapi kita bisa berangkat dari industri atau brand  yang populer. Contoh kasus di gambar, propan yang adalah bahan bangunan memberikan voucher Alfamart, padahal Alfamart tidak menjual bahan bangunan. Yang penting konsumen dan brand Alfamart bisa menjadi nilai tambah untuk promo ini.

3. Kemasan khusus untuk BUY MORE!
Hari Raya tentu identic dengan hadiah! Paling umum memang hadiah nya adalah makanan. Seperti kita lihat bahkan 2 minggu sebelum masa puasa, di supermarket sudah banyak mejeng kemasan-kemasan khusus dari produk2 snack/cemilan. Hal ini tentu untuk menangkap kebutuhan para masyarakat dalam mencari hadiah.

Tapi berbagai produk bisa jadi hadiah lho.. tidak hanya cemilan. Seperti contoh produk di gambar adalah suplemen. Suplemen pun bisa ikut mengambil potensi kebutuhan paket hadiah selama menjelang Lebaran. Padahal suplemen merupakan industri yang tidak berhubungan dengan perubahan perilaku menjelang ramadhan, namun dengan adanya kemasan khusus ini, tim sales dapat menawarkan value yang besar kebutuhannya mendekati hari raya Lebaran.

Bahkan strategi ini bukan hanya menciptakan kebutuhan tapi mendorong calon konsumen BUY MORE alias biasanya beli 1 tapi jadi beli 5 karena dikemas dalam kemasan yang menarik untuk diberikan sebagai hadiah.

Nah 3 contoh di atas hanya sebagian dari berlimpahnya contoh-contoh program promo menjelang hari raya. Jika Anda belum juga me-launch program Lebaran, tenang… masih ada waktu.. masih ada 2 minggu yang bisa Anda manfaatkan :) Dan jangan lupa, saat Anda telah memutuskan untuk melaunch sebuah program, pastikan komunikasi yang Anda sampaikan baik melalui poster, flyer, landing page, twitter, dll mengandung prinsip USP : Unique Message, Strong Visual dan Push to Action! Supaya peluang yang terbuka bisa terkonversi menjadi ratusan persen peningkatan omset Anda! Aminnnnn……!!!!!!!! :):):)

6 comments:

pemuda pengusaha said...

min ijin coppast biar bermanfaat buat yg lain

Anonymous said...

Ok silahkan

ryo said...

Kalau untuk bisnis kuliner bisa tu buat delivery atau fokus ke order besar. Karena omset lumayan akan tergerus karena waktu jualan yg semakin pensek

ranirano said...

wah iya nih, bisnis saya kalau lagi menjelang lebaran suka drop penghasilannya. Kirain emang 1 moment ini ya diikhlaskan saja sebagai moment turunnya omset, tapi ternyata yaaa bisa juga dilihat celah lainnya, ok deh, masih ada 2 minggu lagi menjelang lebaran. Saya siap menghadapi perubahan tren para pelanggan saya. Semoga profit bisa meningkat lagi.

makasih ya artikelnya, saya butuh banget

Anonymous said...

Nice article, dan cukup mereminder

Shinta Margaret

Rizkymamat said...

Seasonal is sensational. Mungkin itu yang bisa dicocokkan dengan tema lebaran yang jadi booming pas bulan puasa. Konsumen juga gak mau kalau barangnya gak bisa disesuaikan dengan musim lebaran, walau pun harganya murah.

Nice article, keep inspriring!