Skip to main content

Jeremy Teti BBM CAMPURAN --- Instant Fenomena

Siapa Jeremi Tetti? Mungkin kalo yang ga suka nonton berita nama ini kurang familiar yah, yah kalo suka nonton berita sih harus tahu atau setidaknya pernah dengar nama tersebut.

Saya pribadi sudah cukup lama mengetahui kalo Jeremy Tetti merupakan penyiar berita TV di SCTV, rasanya sudah cukup lama beliau berkerja sebagai anchor kali yah. yah waktupun berlalu, dgn banyanya penyiar TV baru yang jauh lebih enak di lihat hahaha (yah lah saya suka penyiar wanita, Jeremy kan cowo) nama Jeremi Tetti dan acaranya juga udah ga pernah saya tonton.

Nah tiba-tiba beberapa minggu ke belakang nama tersebut mendadak kembali TENAR atau bahkan sangat tenar dengan kemunculan video youtube yang sampai hari ini sudah ditonton lebih dari 2.9 juta viewrs yg dibuat oleh @EkaGustiwana. Ini baru youtube channel, blom lagi undangan dari Bukan Empat Mata Tukul Arwana yg membuat Jeremy Tetti menjadi lebih heboh lagi, yah bisa kita duga ujung-ujungnya akan seperti Arya Wiguna mungkin yah hehe, jadi bintang di dunia entertainment.

Instant Fenomena, seperti Sinta Jojo, Briptu Norman, Arya Wiguna dan terakhir Jeremy Tetti (khusus yg ini memang sudah di kenal namun bukan di entertainment awalnya) menjadi hal yang menarik untuk dibahas karena saya yakin ini bukan yang terakhir, akan muncul lagi Instant Fenomena lainnya yang akan kita lihat di waktu yang akan datang, kok bisa? Nah coba kita lihat beberapa alasan mengapa hal ini akan terus terjadi:

1. Social Media User & Tools

Tidak bisa dipungkiri inilah faktor utama dari Instant Fenomena ini, dengan banyaknya user social media dan juga banyaknya social media tools yang bisa digunakan seperti youtube, path, twitter, whatsapp dsb mempermudah penyebaran informasi dan berita yang terjadi di manapun di dunia online maupun offline.

Yah dunia sudah tidak sama lagi, di mana social media tools sudah sangat banyak saat ini didukung oleh usernya yang juga sangat besar, semua hal dapat terjadi dengan cepat (instant) dan tiba-tiba, satu hal yang menjadi pelajaran untuk setiap brand adalah bagaimana memanfaatkan hal ini dan melakukan maintain sehingga tidak easy come easy go.

2. Shareable Society
Yap ini tidak bisa dipungkiri lagi, budaya sharing melalui social media sudah menjad wabah yang tidak mungkin disembuhkan karena mungkin yah itulah orang Indonesia, suka Berbagi. Lihat saya mulai dari Motivator sampai brand yg sering sharing tips-tisp, teman kantor yang setiap ada hal baru langsung share di group, kata2 mutiara di blast di BB dan segitu banyak Retweet untuk setiap berita, gossip dan bahkan quote cinta menunjukan bahwa orang kita itu SUKA BERBAGI. Ga usah di sangkal atau di debat deh hehe.

Video jeremy Tetti inipun awalanya saya tahu dari salaj satu sahabat dan dia mendapatkan video tersebut dari Path nya kemudian disebarkan di group perusahaan, setelah itu apa yang terjadi? Yah Anda liat sendiri saya pun mulai menyebarkan melalui tulisan saya ini yang juga menggunakan social media yaitu Blog.

Bagi brand, untuk bisa memanfaatkan Shareable Society di atas agar mau dengan sukarela menyebarkan content yang Anda buat, maka tantangannya adalah membuat content yang unik yang punya daya Viral alami. Kenapa alami? Yah kalo bayar sih ga usah unik juga gampang, bayar ajah buzzer, mau bagus ato enggak kontennya yah pasti nyebar.

Hal yang paling mudah dilakukan untuk membuat content yang shareable adalah buat konten yang lucu dan menghibur. yah Anda liat ajah mulai dari Sinta Jojo, Briptu Normal, Blentech, Arya Wiguna sampai Jeremy Tetti dihubungkan dengan satu kata LUCU. Selain lucu beberapa bentuk content yang bersifat up to date, informatif dan inspiratif juga bisa menjadi alternatif untuk membuat content yang shareable.

3. Social Worker
Ini juga faktor penting mengapa Instant Fenomena ini saya rasa akan terus muncul ke depannya, Social Worker. Coba kita menduga-duga apakah @ekagustiwana dibayar oleh Arya Wiguna atau Jeremy Tetti untuk membuat video tersebut? Atau ada agency yang sengaja menciptakan ini sehingga kemudian jadilah mereka terkenal? Ah rasanya tidak, atau kalopun iya bagaimana dengan Sinta Jojo atau Briptu Norman?

Social Worker ini adalah sekumpulan orang kreatif yang berkerja membuat content-content yang punya dana shareable yang sometimes atau lebih sering bekerja karena passion dan kesukaan mereka, yah walaupun pada akhirnya ada komersialisasi namun yah suatu hal yang wajarlah, justru memang harus seperti itu karena karya mereka memang layak dihargai.

Nah gimana apakah kita akan selalu menjadi penonton atau juga mulai bersiap2 untuk menciptakan sesuatu yang menarik dan shareable?

Creasionbrand I Creative Sales & Brand Partner

Comments

Anonymous said…
Gelombang online user memang sedang booming2 nya, engga heran kalau sekarang untuk menjadi dikenal luas kita hanya perlu content yang unik untuk bisa eksis.

Tapi content yang unik pun butuh inovasi agar tidak terjebak di keunikan yang itu2 saja, saya sudah melihat video2 Eka Gustiwana yang lain, seperti nya punya "template" yang mirip2 dengan karya2 yg lainnya, so... bosen juga lama2 liat nya. It's just my opnion lho

Shinta Margaret
merayu said…
Pemirsa.. Pemirsa :"))

Hiho. Orang Indonesia, emang bener2 latah ya. Baru booming satu, terus aja diulangi sampai bosen. Kenapa coba gak lawan arus ya ? Kayak rumusnya Blue Ocean Strategy, apalagi disajikan dengan kreatif. Bisa2 lebih booming. Karena yang saya lihat, orang2 Indonesia ini latah ( gampang terpengaruh ) tapi bosenan. Akan lebih mudah "ngartis" ketika memang kita benar2 memanfaatkan media online yang ada dan disajikan secara kreatif dengn terus berinovasi.

Hoho.

Popular posts from this blog

30 Creative Sales Ideas Untuk Cafe/ Resto

Nah edisi kali ini lebih pengen sharing soal tips-tips Creative Sales langsung yang bisa dipratekan, ga perlu teori, ga repot dan berbiaya “kecil” kali hehe. Kuncinya ketika mengeksekusi program-program di bawah harus ingat 3 W (WOW, WAW dan WUZZ), Wow begitu liat iklannya, Waw begitu baca detailnya dan langsung Wuzz menuju cafe/ Resto kita haha.

Semua ide saya rangkung dari semua tempat yang kebetulan pernah terlihat, terdengar, terbaca ataupun murni memang terinspirasi.  Sebetulnya ada sekitar 200 ide, Cuma 30 puluh dulu deh yang di posting, nanti dibuatkan ebook nya untuk di download. Selamat menikmati.

1. ½ Jam Discount
Buat program discount yang hanya berlaku setengah jam misal dari jam 5-5.30 dengan harga yang cukup ekstrim sehingga orang berbondong-bondong antri. Loh gimana ceritanya makanan ajah siap saji dalam setengah jam, nah itu urusan belakangan, yang penting rame dulu, biar orang pada antri-antri di jam 5, ntar buat kebijakan ajah yang udah pesan di jam 5 yah dapet disko…

10 Ide Promosi untuk Meningkatkan Penjualan Toko Anda tanpa DISKON!

Di usaha kuliner yang saya jalankan, ada periode tertentu yang boleh dibilang “masa panen” bisnis makanan. Ya, Lebaran Idul Fitri, itulah momen emas untuk pemilik bisnis kuliner.  Saat itu, omzet penjualan bisa meningkat 4 kali lipat dan itu merata di semua warung atau rumah makan di daerah saya. Bisa dibilang, tidak ada rumah makan yang sepi ketika itu.

Tapi, “masa panen” tidak berlangsung lama, hanya bertahan sekitar 2 pekan saja. Setelah melewati waktunya, kehidupan bisnis pun kembali berjalan normal. Pemilik usaha lagi-lagi harus memutar otak bagaimana mempertahankan laju bisnis mereka. Dan fenomena ini juga berlaku di bisnis selain kuliner, khususnya bisnis yang bergerak di bidang eceran (retail), seperti toko fashion dan sejenisnya. Atau Anda juga merasakan hal yang sama berlaku di bisnis yang Anda jalankan?

Untuk meningkatkan penjualan di waktu “sepi”, pemilik bisnis harus berpikir secara cermat. Cara yang biasa, seperti diskon misalnya, kadang bukan pilihan terbaik di saat bisn…

Push & Pull Marketing Via Online

Banyak sekali aktifitas-aktifitas marketing yang bisa dilakukan dalam upaya meningkatkan penjualan Online, mulai dari aktivasi branding dengan promosi, reseller/ agen, kerjasama pihak ketiga dan lain-lain. Aktifitas penjualan online yang menjamur di Indonesia saat ini menjadikan atmosfer persaingan dan kompetisi yang ada dan berkembang di pasar menjadi sangat kompetitif, dan sering “sikut-sikutan”. Hal ini otomatis memaksa para pemilik brand untuk putar otak, untuk bagaimana caranya brand dan product yang diusungnya sebagai public trusted brand/ product yang secara langsung akan mempengaruhi penjualan

Strategi!! Ya, ini yang harus dilakukan, tapi jangan lupa action yang paling penting. Berbagai strategi bisa dilakukan dalam upaya menggaet pasar dan membangun brand awareness, ini menjadi hal yang sangat wajib bagi pemilik brand. Push & Pull Marketing Activities, ini dia yang akan coba saya bahas dalam artikel saya sekarang. Banyak cara yang dapat kita lakukan dalam pada metode pus…