Skip to main content

4 Pivot Strategy, Biar bisnis ga masuk jurang

Ada yang bilang kalo bikin bisnis itu lebih gampang daripada mempertahankan bisnis.. mmhhhh menurut Anda gimana? Kalo menurut saya hal ini ada benarnya lho! Kenapa? Karena seringkali saat Anda memulai bisnis, Anda mengerahkan 1000% tenaga dan pemikiran Anda supaya bisnis Anda “jadi” tapi begitu bisnis Anda jalan dengan keuntungan yang lumayan, seringkali banyak jebakan2 yang tidak sadar ada di depan mata..

Banyak yang bilang kalo mau bisnisnya survive kuncinya adalah inovasi.. nah lho.. tapi kadang ga kepikir juga ya inovasi belah mana??? Inovasi kan juga luas……

Nah akhir pekan kemarin saat saya mengikuti sesi Juwanda Ajun, salah satu sosok penting dibalik kesuksesan kampanye RK beberapa waktu lalu, saya mendapatkan beberapa pencerahan terkait “inovasi” apa saja yang bisa kita lakukan dalam menyelamatkan bisnis kita saat melihat jurang di depan…

Dalam melakukan inovasi atau perubahan tersebut ada yang namanya istilah “pivot”. Ya.. seperti makna di dalam permainan basket, pivot adalah sebuah gerakan untuk merubah arah dengan tetap berbijak pada salah satu kaki. Dalam bisnis, lebih kurang maknanya sama. Dalam bisnis pivot dilakukan dengan merubah arah atau strategi namun dengan tetap mempertahankan visi bisnis itu sendiri. Analoginya dalam basket, walaupun kita merubah arah atau strategi, namun tujuannya (visi) tetap memasukkan bola ke dalam keranjang kan..

Berikut adalah beberapa pilihan pivot dalam bisnis yang bisa kita lakukan saat kita harus mengambil keputusan untuk berubah :

1. Zoom In Pivot

Seperti namanya, zoom-in pivot adalah sebuah perubahan strategi dengan memfokuskan produk/layanan yang dimiliki. Hal ini tentu dilakukan dengan berbagai pertimbangan, seperti misalnya dengan memfokuskan pada lebih sedikit produk, maka kualitas yang dihasilkan bisa lebih meningkat.

Contoh dari bisnis yang mengambil langkah zoom in pivot ini adalah Instagram. Kedua owner Instagram pernah memiliki brand Burbn yang menghadirkan fitur cukup lengkap, dari mulai sharing foto sampai check in. Namun produk tersebut gagal, dan mereka belajar bahwa being focus is important. Maka berbagai fitur yang dipertahankan pada akhirnya adalah berbagai fitur yang paling banyak digunakan oleh user.

2. Zoom Out Pivot
Berbalikan dengan zoom in, zoom out adalah strategi perubahan dengan menambah fitur produk atau layanan. Jika diperhatikan cukup banyak bisnis yang melakukan strategi perubahan zoom out ini, bisa jadi karena dengan berjalannya waktu, sebuah bisnis semakin mampu membaca berbagai kebutuhan lain dari para konsumennya, yang masih terkait dengan produk eksisting mereka.

Contohnya antara lain Air Asia, yang sekarang memiliki brand Air Asia Go (airasiago.com) yang juga menawarkan layanan hotel maupun paket perjalanan.

3. Customer Segment Pivot
Berbeda dengan 2 perubahan di poin pertama dan kedua yang lebih menekankan pada produk, customer segment pivot ini lebih membahas perihal segmentasi konsumen. Contoh yang paling menarik adalah Marloboro, di mana dulunya adalah rokok untuk wanita, namun fakta memperlihatkan bahwa malahan segmentasi pria yang lebih banyak suka.

Dalam hal ini, Marlboro melakukan customer segment pivot dari segmentasi wanita ke segmentasi pria. Contoh lainnya adalah motor mio yang awalnya ditujukan untuk wanita, saat ini juga merubah segmentasi menjadi lebih umum (tidak hanya wanita), atau facebook yang dulunya untuk mahasiswa sekarang dipopulerkan untuk masyarakat yang lebih luas.

4. Business Architecture Pivot
Business Architecture Pivot adalah perubahan dari B2B ke B2C atau sebaliknya. Hal ini cukup sering ditemui, misalnya saja sebuah toko layanan printing yang awalnya ditujukkan untuk mahasiswa (retail), tetapi lebih sering mengerjakan orderan dari kantor-kantor arsitektur (b2b) misalnya, atau brand T-Shirt yang awalnya ingin menjual kaos melalui distro-distro tapi malah mendapatkan banyak order dari para distro itu sendiri.

Perubahan memang tidak bisa dipisahkan dari bisnis itu sendiri. Hal ini jelas dikarenakan target market kita ataupun kondisi pasar adalah hal yang selalu berubah terus menerus. Sudah selayaknya sebagai pebisnis atau marketer, kita tidak boleh tertidur atau cuek terhadap berbagai inovasi baik yang terjadi di pasar atau yang dilakukan oleh competitor kita. nah… semoga beberapa pilihan inovasi di atas bisa menjadi pilihan, yang pada akhirnya bisa membantu bisnis Anda untuk ga jadi masuk jurang :))))

Creasionbrand I Creative Sales & Marketing Consultant

Sumber gambar:
positivitypractices.com

Comments

Anonymous said…
Wah... hebat.. inspirasi bisa didapat dimana saja, termasuk dari basket.. prok..prok..prok..

Shinta Margaret
ranirano said…
wah iya ternyata yah mencari strategi untuk membuat inovasi itu luas.

terima kasih ya artikelnya, sangat bermanfaat. satu visi!!
sibogalakon said…
nice share, nambah ilmu lagi.

thanks
Nada Lekra said…
yah si Ajun bukan tokoh penting waktu kampanye RK bos... Anda salah berguru

Popular posts from this blog

30 Creative Sales Ideas Untuk Cafe/ Resto

Nah edisi kali ini lebih pengen sharing soal tips-tips Creative Sales langsung yang bisa dipratekan, ga perlu teori, ga repot dan berbiaya “kecil” kali hehe. Kuncinya ketika mengeksekusi program-program di bawah harus ingat 3 W (WOW, WAW dan WUZZ), Wow begitu liat iklannya, Waw begitu baca detailnya dan langsung Wuzz menuju cafe/ Resto kita haha.

Semua ide saya rangkung dari semua tempat yang kebetulan pernah terlihat, terdengar, terbaca ataupun murni memang terinspirasi.  Sebetulnya ada sekitar 200 ide, Cuma 30 puluh dulu deh yang di posting, nanti dibuatkan ebook nya untuk di download. Selamat menikmati.

1. ½ Jam Discount
Buat program discount yang hanya berlaku setengah jam misal dari jam 5-5.30 dengan harga yang cukup ekstrim sehingga orang berbondong-bondong antri. Loh gimana ceritanya makanan ajah siap saji dalam setengah jam, nah itu urusan belakangan, yang penting rame dulu, biar orang pada antri-antri di jam 5, ntar buat kebijakan ajah yang udah pesan di jam 5 yah dapet disko…

10 Ide Promosi untuk Meningkatkan Penjualan Toko Anda tanpa DISKON!

Di usaha kuliner yang saya jalankan, ada periode tertentu yang boleh dibilang “masa panen” bisnis makanan. Ya, Lebaran Idul Fitri, itulah momen emas untuk pemilik bisnis kuliner.  Saat itu, omzet penjualan bisa meningkat 4 kali lipat dan itu merata di semua warung atau rumah makan di daerah saya. Bisa dibilang, tidak ada rumah makan yang sepi ketika itu.

Tapi, “masa panen” tidak berlangsung lama, hanya bertahan sekitar 2 pekan saja. Setelah melewati waktunya, kehidupan bisnis pun kembali berjalan normal. Pemilik usaha lagi-lagi harus memutar otak bagaimana mempertahankan laju bisnis mereka. Dan fenomena ini juga berlaku di bisnis selain kuliner, khususnya bisnis yang bergerak di bidang eceran (retail), seperti toko fashion dan sejenisnya. Atau Anda juga merasakan hal yang sama berlaku di bisnis yang Anda jalankan?

Untuk meningkatkan penjualan di waktu “sepi”, pemilik bisnis harus berpikir secara cermat. Cara yang biasa, seperti diskon misalnya, kadang bukan pilihan terbaik di saat bisn…

Push & Pull Marketing Via Online

Banyak sekali aktifitas-aktifitas marketing yang bisa dilakukan dalam upaya meningkatkan penjualan Online, mulai dari aktivasi branding dengan promosi, reseller/ agen, kerjasama pihak ketiga dan lain-lain. Aktifitas penjualan online yang menjamur di Indonesia saat ini menjadikan atmosfer persaingan dan kompetisi yang ada dan berkembang di pasar menjadi sangat kompetitif, dan sering “sikut-sikutan”. Hal ini otomatis memaksa para pemilik brand untuk putar otak, untuk bagaimana caranya brand dan product yang diusungnya sebagai public trusted brand/ product yang secara langsung akan mempengaruhi penjualan

Strategi!! Ya, ini yang harus dilakukan, tapi jangan lupa action yang paling penting. Berbagai strategi bisa dilakukan dalam upaya menggaet pasar dan membangun brand awareness, ini menjadi hal yang sangat wajib bagi pemilik brand. Push & Pull Marketing Activities, ini dia yang akan coba saya bahas dalam artikel saya sekarang. Banyak cara yang dapat kita lakukan dalam pada metode pus…