Skip to main content

Tune Hotels, Semua Ada Harganya


Mau saya rekomendasikan hotel di Bali, dekat sekali dengan pantai Kuta atau Legian dan tarifnya amazing sekali, 205 ribu per malam? Yah jika Anda berkunjung ke Bali dengan budget terbatas atau ingin mendapatkan pengalaman menginap yang memiliki nilai cerita, maka saya sarankan menginaplah di Tune Hotels Bali (kuta or legian).

Apa pengalamannya? Pertama Anda akan kaget bila bertanya tarif per malamnya karena hanya 205 ribu per malam? Serius lo? Yah iyalah, bener-bener 200 ribu per malam, di jamin bisa tidur di sebuah hotel. Berikutnya? Pengalaman mengejutkan berikutnya adalah setelah selesai membayar 205 ribu Anda bisa masuk kamar dan eng ing eng, ternyata pake Kipas Angin seperti di restaurant padang, diletakan tepat di atas tempat tidur Anda hehe, kenapa? karena jika mau dapet kamar AC Anda harus tambah Rp. 40.000 untuk 12 jam atau 50 ribu untuk 24 jam.

Selanjutnya? Mau mandi nih, pas masuk kamar Mandi Eng ing eng, kok ga ada sabun? ga ada Handuk? cuma ada air showernya? Yak betul sekali kalo mau pake sabun dan dapet handuk harus tambah kembali Rp. 17.000, udah beres nih mandi mau cek Wifi ah, loh kok ga ada sinyal, hehe iyalah seperti biasa ada biaya Wifi Rp. 40.000. Kamarnya jangan ditanya segede apa, yang kurang lebih kamar kos lah. Oh bosen nih, mau nonton TV ah, loh kok ga ada, yah betul kembali tambah 50 ribu wkwk.

Jadi total kalo semua fasilitas mau di pake 205 ribu + 55 ribu AC 12 jam + Alat Mandi + 40 ribu Wifi + 50 ribu tv total 350 ribu, yah masih lebih murah dari hotel bintang 3 di seputaran Kuta dan Legian sih.

Saya sering sekali menggunakan Tune Hotels ini sebagai contoh Brand yang memanfaatkan Creative Sales Creado #4 yaitu Buy More, di mana secara sistematis sebuah brand merancang point-point penjualan yang pada akhirnya membuat konsumen membeli lebih banyak dari yang dibutuhkan, catet yah yang dibutuhkan. Coba yuk kita diskuskan, seperti apa strategi buy more agar bisa sukses berdasarkan studi cases sederhana dari Tune Hotel

1. Ceruk Pasar

Tune Hotel ini sangat cerdik dalam memanfaatkan ceruk pasar yang cukup besar di industri traveling. Banyak sekali jika bisa dikatakan demikian, orang yang suka berlibur/ travelling namun budget cukup terbatas atau cekak sehingga hadirnya hotel-hotel sejenis Tune Hotel ini menjadi solusi bagi mereka. Masalah tidak dapat handuk, ga ada tv or even AC who care? Mengapa, asal harga terjangkau dan bisa tidur nyenyak.

Dengan besarnya Ceruk Pasar seperti ini, tingkat hunian bisa dimaksimalkan oleh Tune Hotel sehingga omsetnya bisa terus stabil dengan biaya yang tentu jauh lebih kecil dibandingkan hotel dengan layanan service yang lengkap. Kuncinya adalah seberapa besar ceruk pasarnya, ini yang harus diperhatikan oleh Brand yang berkecimpung dengan strategi ini.

2. Menangkap Kebutuhan
Apa yang dibutuhkan oleh traveller atau orang yang berlibur? Yes kunci penting untuk hal ini adalah jangan sekali-sekali melakukan generalisir. Tidak semua orang berlibur memerlukan layanan hotel bintang 4/5 karena bisa jadi hanya ada di hotel ketika malam tiba sehingga hal mendasar yang paling dibutuhkannya adalah Kasur, Air dan Ac (jika tempatnya panas, lain cerita jika di lembang bandung atau puncak).

Kebutuhan seperti ini yang ditangkap oleh Tune Hotel, pada dasarnya memang hanya kasur dan Air yang paling dibutuhkan ketika travelling (yah tentu segmen marketnya yah) maka sediakanlah sebagai stadart hotel dengan harga 205 ribu, jika muncul kebutuhan berikutnya yaitu AC silahkan tambah 40 ribu, masih tetap murah untuk kenyamanan yang ditawarkan setelah itu? rasanya sudah terpenuhi kebutuhan kita, biasanya sabun, handuk dan peralatan mandi sudah dibawa sendiri.

3. Pertahankan Ekslusivitas
Nah ini yang agak aneh, kok iya harga kesannya "murahan" tapi exclusive, tapi yah seperti itulah yang terbentuk dibenak saya dan teman-teman ketika memutuskan untuk mencoba Tune Hotel dengan alasan "pengalaman". Tidak ada kesan murahan ketika memasuki hotelnya, kamar tertata rapih, bersih dengan front line yang juga sangat professional. Selain itu kemampuan membangun komunikasi di media offline dan onlinenya juga sangat luar biasa sehingga secara brand cukup kuat imagenya sebagai hotel yang berkualitas namun harga kaki lima.

Nah gimana, yang belom pernah tertarik untuk mencoba? Dan tentu tantangan buat produk yang juga kita miliki bagaimana menterjemahkan konsep Buy More ini untuk produk dan brand kita tentunya. Selamat Mencoba.

Creative Sales

Comments

Popular posts from this blog

30 Creative Sales Ideas Untuk Cafe/ Resto

Nah edisi kali ini lebih pengen sharing soal tips-tips Creative Sales langsung yang bisa dipratekan, ga perlu teori, ga repot dan berbiaya “kecil” kali hehe. Kuncinya ketika mengeksekusi program-program di bawah harus ingat 3 W (WOW, WAW dan WUZZ), Wow begitu liat iklannya, Waw begitu baca detailnya dan langsung Wuzz menuju cafe/ Resto kita haha.

Semua ide saya rangkung dari semua tempat yang kebetulan pernah terlihat, terdengar, terbaca ataupun murni memang terinspirasi.  Sebetulnya ada sekitar 200 ide, Cuma 30 puluh dulu deh yang di posting, nanti dibuatkan ebook nya untuk di download. Selamat menikmati.

1. ½ Jam Discount
Buat program discount yang hanya berlaku setengah jam misal dari jam 5-5.30 dengan harga yang cukup ekstrim sehingga orang berbondong-bondong antri. Loh gimana ceritanya makanan ajah siap saji dalam setengah jam, nah itu urusan belakangan, yang penting rame dulu, biar orang pada antri-antri di jam 5, ntar buat kebijakan ajah yang udah pesan di jam 5 yah dapet disko…

10 Ide Promosi untuk Meningkatkan Penjualan Toko Anda tanpa DISKON!

Di usaha kuliner yang saya jalankan, ada periode tertentu yang boleh dibilang “masa panen” bisnis makanan. Ya, Lebaran Idul Fitri, itulah momen emas untuk pemilik bisnis kuliner.  Saat itu, omzet penjualan bisa meningkat 4 kali lipat dan itu merata di semua warung atau rumah makan di daerah saya. Bisa dibilang, tidak ada rumah makan yang sepi ketika itu.

Tapi, “masa panen” tidak berlangsung lama, hanya bertahan sekitar 2 pekan saja. Setelah melewati waktunya, kehidupan bisnis pun kembali berjalan normal. Pemilik usaha lagi-lagi harus memutar otak bagaimana mempertahankan laju bisnis mereka. Dan fenomena ini juga berlaku di bisnis selain kuliner, khususnya bisnis yang bergerak di bidang eceran (retail), seperti toko fashion dan sejenisnya. Atau Anda juga merasakan hal yang sama berlaku di bisnis yang Anda jalankan?

Untuk meningkatkan penjualan di waktu “sepi”, pemilik bisnis harus berpikir secara cermat. Cara yang biasa, seperti diskon misalnya, kadang bukan pilihan terbaik di saat bisn…

Push & Pull Marketing Via Online

Banyak sekali aktifitas-aktifitas marketing yang bisa dilakukan dalam upaya meningkatkan penjualan Online, mulai dari aktivasi branding dengan promosi, reseller/ agen, kerjasama pihak ketiga dan lain-lain. Aktifitas penjualan online yang menjamur di Indonesia saat ini menjadikan atmosfer persaingan dan kompetisi yang ada dan berkembang di pasar menjadi sangat kompetitif, dan sering “sikut-sikutan”. Hal ini otomatis memaksa para pemilik brand untuk putar otak, untuk bagaimana caranya brand dan product yang diusungnya sebagai public trusted brand/ product yang secara langsung akan mempengaruhi penjualan

Strategi!! Ya, ini yang harus dilakukan, tapi jangan lupa action yang paling penting. Berbagai strategi bisa dilakukan dalam upaya menggaet pasar dan membangun brand awareness, ini menjadi hal yang sangat wajib bagi pemilik brand. Push & Pull Marketing Activities, ini dia yang akan coba saya bahas dalam artikel saya sekarang. Banyak cara yang dapat kita lakukan dalam pada metode pus…