Skip to main content

Strategi - Master Brand


Sedikit berbicara mengenai master brand, strategi ini biasa dilakukan oleh beberapa korporat besar tentunya dalam mepertahankan eksistensi merk sebagai top leader hingga dalam upaya memperlebar bisnis, salah satunya yang saya amati adalah               PT. Telkom yang saat ini menadaptasi strategi master brand bersamaan dengan tranformasi Positioning menjadi konsep TIME (telecomunication, information, multimedia, edutaiment) dengan tagline “world in your hand”.

Dengan  peta persaingan industri telekomunikasi yang tidak bisa dimonopoli dan kemunculan kompetitor baru strategi master brand ini saya nilai sebagai upaya dalam mempertahankan superiority PT. Telkom sebagai leader di industri tersebut, dengan konsep tranformasi TIME yang mengadaptasi strategi master brand ini Telkom menjadi “integrated communication service solution for costumer”, karena secara langsung unit-unit bisnis yang sudah dibangun selama ini Telkomsel, Telkom Vision, Infomedia, Speedy, dll kini menginduk pada merk corporat Telkom.

Nah setelah sedikit menguti cerita dibalik Tranformasi PT. Telkom, melalui tulisan ini saya ingin sedikit berbagi mengenai 4 point yang menjadi kelebihan dan kekurangan dari strategi master brand sendiri berdasarkan sedikit pengetahuan dan informasi yang saya dapatkan.

1. Focus Pada Satu Merk

Strategi master brand ini biasanya mengacu pada satu induk merk yang akan “memayungi” beberapa produk, sebagai contoh Virgin Group yang dimiliki oleh Richard Brandson disemua unit bisnis yang dimilikinya menggunakan nama Virgin sebagai “brand identifying”. Melalui strategi master brand ini point pertama yang harus diperhatikan adalah fokus dalam membangun satu merk, karena dalam strategi ini ketika induk merk yang sudah kita bangun memiliki kredibilitas, image positif, kepercayaan juga loyalitas dari konsumen makan akan semakin mudah bagi kita dalam mengembangkan unit bisnis dengan penggunaan nama merk induk yang sudah dibangun tersebut.

2. Cost Branding Rendah
Point kedua yang menjadi keuntungan dari strategi Master Brand mengacu pada informasi yang saya peroleh adalah “cost branding” yang relatif lebih rendah dibandingkan strategi hybrid branding atau product branding. Kenapa? karena strategi master brand ini hanya mengacu pada satu merk saja sehingga aktifitas membangun merk akan lebih difokuskan kepada sang induk brand itu sendiri. Virgin Group dalam hal ini merupakan induk merk yang harus dibangun dengan baik, karena unit bisnis yang dibangun mengadaptasi merk Virgin sehingga tidak perlu dilakukan aktifitas branding berfokus khusus pada satu unit bisnis.

3. Costumer Indentifying
Point ketiga yang menjadi keuntungan dalam strategi master branding adalah faktor “costumer indetifying”, dimana dengan terbangunnya sebuah merk yang menjadi acuan bagi berbagai produk akan memudahkan konsumen dalam mengenali sebuah produk. Virgin Group yang dalam hal ini sebagai induk brand dari 400 unit bisnis yang tersebar di seluruh dunia seluruhnya mengadaptasi pada merk Virgin, dengan demikian unit bisnis yang dibangun akan mudah dikenali oleh konsumen, tidak hanya itu saja dalam hal ini juga bisa terbangun persepsi positif dan kepercayaan dari benak konsumen karena mengacu pada sebuah merk besar “Virgin”.

4. Bagaikan Telur Di Ujung Tanduk
Nah tadi kita sudah sama-sama baha beberapa keuntungan dari strategi master branding, jika berbicara mengenai keuntungan bukan berarti tidak ada faktor kerugian dari strategi master branding yang diadaptasi. Salah satu faktor “kerugian” dari strategi master branding ini adalah konsep yang mengacu pada satu induk merk ini yang bisa menghancurkan produk atau unit bisnis yang dipayunginya, misalkan dalam hal ini kita kembali menggunakan Virgin Group sebagai contoh, strategi master brand ini terkadang bagaikan telur di ujung tanduk jika boleh saya istilahkan seperti itu, karena jika kita bisa membangun dan menjaga agar induk bradn tersebut tetap dalam kondisi positif makan akan berdampak positif juga pada produk atau unit bisnis yang dinaunginya.

Nah begitupun sebaliknya jika induk brand tersebut katakanlah “sakit” makan kemungkinan besar produk atau unit bisnis yang dinaunginya tersebut akan tertular “sakit” sang induk brand. Dengan demikian strategi master brand ini memang menawarkan banyak keuntungan, namun tentunya harus dijalankan dengan penuh kehati-hatian untuk mempertahankan image positif dan kredibilitas sang induk brand.

Comments

Popular posts from this blog

30 Creative Sales Ideas Untuk Cafe/ Resto

Nah edisi kali ini lebih pengen sharing soal tips-tips Creative Sales langsung yang bisa dipratekan, ga perlu teori, ga repot dan berbiaya “kecil” kali hehe. Kuncinya ketika mengeksekusi program-program di bawah harus ingat 3 W (WOW, WAW dan WUZZ), Wow begitu liat iklannya, Waw begitu baca detailnya dan langsung Wuzz menuju cafe/ Resto kita haha.

Semua ide saya rangkung dari semua tempat yang kebetulan pernah terlihat, terdengar, terbaca ataupun murni memang terinspirasi.  Sebetulnya ada sekitar 200 ide, Cuma 30 puluh dulu deh yang di posting, nanti dibuatkan ebook nya untuk di download. Selamat menikmati.

1. ½ Jam Discount
Buat program discount yang hanya berlaku setengah jam misal dari jam 5-5.30 dengan harga yang cukup ekstrim sehingga orang berbondong-bondong antri. Loh gimana ceritanya makanan ajah siap saji dalam setengah jam, nah itu urusan belakangan, yang penting rame dulu, biar orang pada antri-antri di jam 5, ntar buat kebijakan ajah yang udah pesan di jam 5 yah dapet disko…

10 Ide Promosi untuk Meningkatkan Penjualan Toko Anda tanpa DISKON!

Di usaha kuliner yang saya jalankan, ada periode tertentu yang boleh dibilang “masa panen” bisnis makanan. Ya, Lebaran Idul Fitri, itulah momen emas untuk pemilik bisnis kuliner.  Saat itu, omzet penjualan bisa meningkat 4 kali lipat dan itu merata di semua warung atau rumah makan di daerah saya. Bisa dibilang, tidak ada rumah makan yang sepi ketika itu.

Tapi, “masa panen” tidak berlangsung lama, hanya bertahan sekitar 2 pekan saja. Setelah melewati waktunya, kehidupan bisnis pun kembali berjalan normal. Pemilik usaha lagi-lagi harus memutar otak bagaimana mempertahankan laju bisnis mereka. Dan fenomena ini juga berlaku di bisnis selain kuliner, khususnya bisnis yang bergerak di bidang eceran (retail), seperti toko fashion dan sejenisnya. Atau Anda juga merasakan hal yang sama berlaku di bisnis yang Anda jalankan?

Untuk meningkatkan penjualan di waktu “sepi”, pemilik bisnis harus berpikir secara cermat. Cara yang biasa, seperti diskon misalnya, kadang bukan pilihan terbaik di saat bisn…

Push & Pull Marketing Via Online

Banyak sekali aktifitas-aktifitas marketing yang bisa dilakukan dalam upaya meningkatkan penjualan Online, mulai dari aktivasi branding dengan promosi, reseller/ agen, kerjasama pihak ketiga dan lain-lain. Aktifitas penjualan online yang menjamur di Indonesia saat ini menjadikan atmosfer persaingan dan kompetisi yang ada dan berkembang di pasar menjadi sangat kompetitif, dan sering “sikut-sikutan”. Hal ini otomatis memaksa para pemilik brand untuk putar otak, untuk bagaimana caranya brand dan product yang diusungnya sebagai public trusted brand/ product yang secara langsung akan mempengaruhi penjualan

Strategi!! Ya, ini yang harus dilakukan, tapi jangan lupa action yang paling penting. Berbagai strategi bisa dilakukan dalam upaya menggaet pasar dan membangun brand awareness, ini menjadi hal yang sangat wajib bagi pemilik brand. Push & Pull Marketing Activities, ini dia yang akan coba saya bahas dalam artikel saya sekarang. Banyak cara yang dapat kita lakukan dalam pada metode pus…