Skip to main content

Tipco = Co Brand + Alternative Selling Point


Ada yang menarik ketika Sabtu lalu saya berkunjung ke sebuah cafe di daerah Bandung, di Fussion Bistro ini saya melihat menu special "Tipco", yak saya bilang special karena di menu bistro tersebut memang ada spot khusus untuk daftar menu di mana Tipco Juice bisa dipesan dengan harga 11 ribu gelas besar, total ada 11 variant Tipco di dalam menu tersebut, yah walaupun pas mau pesen cuma tersedia 1 menu sih haha.

Setelah diperhatikan lebih detail lagi ternyata karyawan di bistro ini juga menggunakan baju dengan brand name Tipco plus spanduk di depan distro yang juga ada Tipconya. Sebetulnya tactic seperti ini bukan barang baru di dunia marketing, yah kita semua pasti sering melihat khususnya brand Minuman (AMDK, Cocacola dll) sering dijual di berbagai restaurant maupun cafe bahkan kadang di cantumkan Brandnya walaupun lebih sering ditulis "Mineral Water, Soda dan sejenisnya yang tidak menggunakan brand-brand tersebut), namun untuk produk Minuman Juice dengan Specific brand seperti Tipco nah ini baru saya liat hehe, sampe ada di daftar menu dengan porsi cukup besar lagi.

Tactic Tipco ini sebuah contoh Creative Sales yang mempergunakan Co Brand (Promotion Tactic) plus Alternatif Selling Point (non modern & traditional) di mana tactic seperti ini akan memperluas leads/ target market yang berpotensi untuk melakukan pembelian dan konsumsi Brand Tipco. Namun ada beberapa hal yang mungkin penting diperhatikan jika sebuah brand ingin melakukan strategi seperti ini, apa ajah itu? coba yuk kita sharing.

1. Kesamaan target market

Ini sangat penting mengapa? Karena sebuah Brand besar apalagi seperti Tipco memiliki positioning yang dibangun dengan biaya komunikasi yang cukup besar sehingga sangat penting ketika melakukan tactic seperti di atas memperhatikan apakah segmen market bistro tersebut sesuai dengan target market dari Tipco. Coba Anda bayangkan kalo Tipco di jual di Warteg? Apa yang bisa terjadi dengan positioning brandnya? Hehe jawab sendiri ajah.

2. Ketersediaan produk
Ini sangat berhubungan dengan ekspektasi konsumen. Saya disuguhkan 11 menu Tipco (yah so pasti semua yang di cafe tersebut sama karena ada di dalam menu) namun ternyata setelah memesan 3 menu Tipco semua tidak ada dan karyawannya mengatakan "hanya ada satu yang tersedia", lah gimana ini? Padahal jika saja semua produk tersedia ini akan sangat bagus bagi brand Tipco karena banyak konsumen yang mungkin akan melakukan trial berbagai variant productnya sehingga membuka peluang untuk membeli Tipco dalam kemasan. Yah ga perlu jauh-jauh, saya baru merasakan variant yang wortel dan ternyata enak (biasanya beli yang brokoli dan kurang suka rasanya), tidak lama saya memutuskan untuk mencari variant tersebut di supermarket.

3. Strong Visual
Yap basically ini sudah cukup digarap maksimal oleh Tipco, peletakan di menu bistro dengan size yang cukup besar dan eye catch membuat pontesi branding dan salesnya menjadi maksimal. Tinggal tunggu target yang tepat, seperti saya hehe yang memang lebih suka memesan minuman yang sehat, door jadilah penjualan. Lain cerita dengan air mineral, penggarapan branding yang kadang tidak maksimal malah membuat brand air mineral seolah menjadi komoditas di cafe-cafe, "Pesen air mineral yah Mbak" dan cobak tebak, apakah Anda pernah protes jika yang datang brand yang bukan ada di benak Anda? Atau memang pernah tanya, "Air Mineralnya Brand apa mbak?"

4. Manfaat untuk cafe
Yah dalam kasus yang saya lihat di atas, basically ada satu hal yang saya lihat cukup memberikan keuntungan bagi cafe tersebut yaitu "ada Tipco", Yes this my personal opinion haha. Kalo mengacu pada margin harga jual saya lihat sepertinya tidak terlalu signifikan, dengan dihidangkan pada gelas besar dengan harga 11 ribu, mungkin margin 20-30 persen saja yang didapat oleh cafe tersebut (mungkin loh) di mana biasanya margin minuman cukup tinggi bagi sebuah cafe (rata-rata di atas 50 persen).

So berhasil kah Tipco dengan strategi ini? Ntar yah kapan2 ditanyain hehe.

Creasionbrand

Comments

Popular posts from this blog

30 Creative Sales Ideas Untuk Cafe/ Resto

Nah edisi kali ini lebih pengen sharing soal tips-tips Creative Sales langsung yang bisa dipratekan, ga perlu teori, ga repot dan berbiaya “kecil” kali hehe. Kuncinya ketika mengeksekusi program-program di bawah harus ingat 3 W (WOW, WAW dan WUZZ), Wow begitu liat iklannya, Waw begitu baca detailnya dan langsung Wuzz menuju cafe/ Resto kita haha.

Semua ide saya rangkung dari semua tempat yang kebetulan pernah terlihat, terdengar, terbaca ataupun murni memang terinspirasi.  Sebetulnya ada sekitar 200 ide, Cuma 30 puluh dulu deh yang di posting, nanti dibuatkan ebook nya untuk di download. Selamat menikmati.

1. ½ Jam Discount
Buat program discount yang hanya berlaku setengah jam misal dari jam 5-5.30 dengan harga yang cukup ekstrim sehingga orang berbondong-bondong antri. Loh gimana ceritanya makanan ajah siap saji dalam setengah jam, nah itu urusan belakangan, yang penting rame dulu, biar orang pada antri-antri di jam 5, ntar buat kebijakan ajah yang udah pesan di jam 5 yah dapet disko…

10 Ide Promosi untuk Meningkatkan Penjualan Toko Anda tanpa DISKON!

Di usaha kuliner yang saya jalankan, ada periode tertentu yang boleh dibilang “masa panen” bisnis makanan. Ya, Lebaran Idul Fitri, itulah momen emas untuk pemilik bisnis kuliner.  Saat itu, omzet penjualan bisa meningkat 4 kali lipat dan itu merata di semua warung atau rumah makan di daerah saya. Bisa dibilang, tidak ada rumah makan yang sepi ketika itu.

Tapi, “masa panen” tidak berlangsung lama, hanya bertahan sekitar 2 pekan saja. Setelah melewati waktunya, kehidupan bisnis pun kembali berjalan normal. Pemilik usaha lagi-lagi harus memutar otak bagaimana mempertahankan laju bisnis mereka. Dan fenomena ini juga berlaku di bisnis selain kuliner, khususnya bisnis yang bergerak di bidang eceran (retail), seperti toko fashion dan sejenisnya. Atau Anda juga merasakan hal yang sama berlaku di bisnis yang Anda jalankan?

Untuk meningkatkan penjualan di waktu “sepi”, pemilik bisnis harus berpikir secara cermat. Cara yang biasa, seperti diskon misalnya, kadang bukan pilihan terbaik di saat bisn…

Push & Pull Marketing Via Online

Banyak sekali aktifitas-aktifitas marketing yang bisa dilakukan dalam upaya meningkatkan penjualan Online, mulai dari aktivasi branding dengan promosi, reseller/ agen, kerjasama pihak ketiga dan lain-lain. Aktifitas penjualan online yang menjamur di Indonesia saat ini menjadikan atmosfer persaingan dan kompetisi yang ada dan berkembang di pasar menjadi sangat kompetitif, dan sering “sikut-sikutan”. Hal ini otomatis memaksa para pemilik brand untuk putar otak, untuk bagaimana caranya brand dan product yang diusungnya sebagai public trusted brand/ product yang secara langsung akan mempengaruhi penjualan

Strategi!! Ya, ini yang harus dilakukan, tapi jangan lupa action yang paling penting. Berbagai strategi bisa dilakukan dalam upaya menggaet pasar dan membangun brand awareness, ini menjadi hal yang sangat wajib bagi pemilik brand. Push & Pull Marketing Activities, ini dia yang akan coba saya bahas dalam artikel saya sekarang. Banyak cara yang dapat kita lakukan dalam pada metode pus…