Skip to main content

Pempek WAR

Palembang, kalo udah sampai di kota ini hanya satu hal yang muncul di benak hampir setiap orang mungkin yaitu Pempek. Jangankan sampai di kota ini, jika setiap orang ditanya apa yang terpikir sama kamu ketika pertama kali di sebut Palembang? Mungkin jawaban yang paling banyak muncul adalah pempek. Loh kok bisa begitu? Yah dalam bahasa awan orang sering sebut itu brand image dari Palembang. Memang apalagi selain pempek? Ah saya yakin Anda jika bukan orang Palembang tidak akan sanggup menyebut lebih dari 2 hal selain pempek dan jembatan ampera.

Ok kembali lagi ke pempek, iseng saya bertanya "coba sebuatkan tempat makan pempek terkenal dan enak di Palembang?” (saya minta responden yaitu adik saya ibu saya untuk menjawab dengan cepat tanpa banyak berpikir) maka jawaban yang keluar persis sama yaitu Vico dan Candy. Ok kemudian saya bertanya kembali ke mereka, “sebetulnya yang betul-betul enak pempek di Palembang itu apa sih?” dan tebak apa jawabannya? Bukan salah satu dari Vico dan Candy. Dua jawaban yg muncul adalah pempek beringin dan pempek yg ada di 16 ulu (ga tau brandnnya apa cuma tau tempat belinya di mana).

Kebanyakan orang Palembang sendiri mungkin akan menjawab Vico, Candy dan Pak Raden, anything else? Betul ga tiga nama tersebut yang juga mungkin Anda pernah dengar dan ketahui? Tapi eits tunggu dulu, sudah baca khan percakapan saya di atas? Yah betul kalo bicara “terkenal” mungkin akan muncul salah satu dari Brand di atas, namun bicara enak dan ditanyakan ke orang Palembang asli mungkin jawabannya akan sangat berbeda.

Nah pertanyaan pamungkasnya, kalo ada yang tanya rekomendasikan yg mana? “Yah Vico sama Candy sih, buat oleh-oleh juga merea?” Loh kok bisa, “iya soalnya khan jelas memang dikenal terus juga banyak tempat jualnya jadi mudah belinya kaya Candy gitu”. Survey ini memang iseng sih, Cuma saya sebagai orang palembangpun berpikir persis sama dengan yg mereka pikirkan, yah klo mau bawain oleh-oleh yah pasti Vico da Candy, pertama emang udah dikenal kedua dari sisi layanan mereka udah biasa buat packing jadi gampang urusannya.


Apa artinya semua ini? Kalo kita lihat obrol2 ringan di atas, memperlihatkan bahwa “rasa” dalam beberapa bisnis makanan bukanlah segalanya, banyak faktor mengapa orang membeli dan faktor ini dirangkum dalam sebuah “nilai brand” yang mendorong konsumen mengambil keputusan untuk membeli atau tidak membeli sesuatu. Contoh yah di atas, klo enak Brand A, cuma kalo beli dan kasih rekomendasi Brand B or C karena bla bla bla yang intinya adala “nilai brand”  karena percaya tidak percaya “nilai brand” yg tinggi juga akan membuat persepsi bawah pempek A dan B adalah enak, yah apalagi memang enak juga sih hehe.

Pertanyaan selanjutnya, bagaimana agar pempek-pempek lain bisa membangun “nilai brand”  yg lebih baik dari pempek Vico dan Candy sehingga menjadi pilihan konsumen baik itu di konsumsi sendiri, merekomendasikan ke orang lain ataupun dalam kasus pempek  ini juga menjadi pilihan utama utama sebagai oleh-oleh dari Palembang?

1. Product It Self
Yah tentu syarat pertama membangun nilai brand adalah memberikan produk terbaik bagi konsumen dalam hal ini dari sisi rasa memang enak, kualitas ikan yang dipilih memang bagus, variasi pempeknya sesuai dengan harapan konsumen, kuah “cuka” nya sesuai dengan selera konsumen dan berbagai hal yang berhubungan dengan pempeknya. Kalo produknya misalnya tidak enak, yah tetap ajah nilai brand lainnya yg dibangunpun tidak akan bisa membuat brand tersebut sustain dalam jangka panjang karena cepat atau lambat konsumen pasti menyadari hal ini.

Sebaliknya, jika punya produk yang excellent, setidaknya Anda bisa membangun loyalis yang memang loyal dengan Brand Anda walaupun mungkin dari sisi komunikasi Anda tidak kuat namun dari sisi bisnis Anda rasa hal tersebut sudah cukup masih Okelah. Kecuali ingin bisnisnya lebih besar dan besar lagi, makan Nilai Brand yang Anda bangun tidak bisa berhenti hanya di produk.

2. Place Also Important
Apa nilai lain yang harus dibangun oleh tempat pempek lain agar bisa bersaing secara brand? (kalo secara penjualan tidak ada datanya jadi pembahsan kita lebih ke arah brand dengan hipotesa riset kecil-kecilan di atas hehe). Beberapa nilai yang juga harus dibangun menurut saya adalah hal yang berhubungan dengan Availability, misal untuk membangun persepsi pempek Anda merupakan oleh-oleh asli Palembang maka bukalah counter pempek di bandara misalnya. Atau jika lokasi kita agar terpencil dan bukan traffic tinggi maka coba pindahkan lokasi store kita ke lokasi yang trafficnya tinggi seperti yang dilakukan oleh Candy misalnya, mereka muncul di jalan2 protokol, dekat bandara dan juga counter di Bandara, jadi ga aneh kalo namanya begitu di kenal di luar Palembang.

Selain itu juga pempek lainnya bisa mengembangkan penjualan melalui delivery baik dalam maupun luar kota, siapkan system pemesanan melalui website, melalui social media dan sebagainya untuk menjangkau market yang lebih luas bukan hanya mengandalkan walk in konsumen.

3. Komunikasikan Donk
Terakhir yah di komunikakan dong brand dan differensiasi yang toko pempek Anda miliki, semua nilai yang Anda persiapkan di atas ga ada gunanya kalo ga dikomunikasikan ke target market yang tepat secara konsisten, ini sih seperti sebuah istilah “Business without advertising is like kissing a girl in the dark, no body knows, only you and your gilr enjoy it”, istilah bahasa kitanya mah PERCUMA brader, siapa yang mau beli kalo mereka ga tau semua yang kamu tawarkan.

Yah kembali lagi, tentu ini tergantung bagamana management pempek lainya, tidak semua owner aware dengan komunikasi brand seperti ini padahal mereka mungkin punya produk yang jauh lebih baik dari pesaing mereka, yah bisa juga karena memang ga ada masalah juga sih sama jualannya “orang udah rame kok yang beli, nih penulisnya ajah usil nulis-nulis soal pempek” hehe.

Nah kembali lagi, betulkan semua seperti yang saya tuliskan di atas? Yah tentu butuh riset yang lebih mendalam, tapi yah biarlah jadi wacana dulu dan ambil ajah dari sisi “nilai tambahan” yang bisa kita ciptakan untuk bisnis kita berdasarkan analisa dari penulis. Selamat berlebaran, salam Creative Sales.

Creasionbrand I Creative Sales & Brand Partner

Popular Post lainnya:

Private Label, Lampu Kuning Pemilik Brand
The Power of Free Marketing Ala Google
Aku, Mama, Starbucks dan Pisang Sunpride
Starbucks Catering, Ngejer Setoran?

Comments

Popular posts from this blog

30 Creative Sales Ideas Untuk Cafe/ Resto

Nah edisi kali ini lebih pengen sharing soal tips-tips Creative Sales langsung yang bisa dipratekan, ga perlu teori, ga repot dan berbiaya “kecil” kali hehe. Kuncinya ketika mengeksekusi program-program di bawah harus ingat 3 W (WOW, WAW dan WUZZ), Wow begitu liat iklannya, Waw begitu baca detailnya dan langsung Wuzz menuju cafe/ Resto kita haha.

Semua ide saya rangkung dari semua tempat yang kebetulan pernah terlihat, terdengar, terbaca ataupun murni memang terinspirasi.  Sebetulnya ada sekitar 200 ide, Cuma 30 puluh dulu deh yang di posting, nanti dibuatkan ebook nya untuk di download. Selamat menikmati.

1. ½ Jam Discount
Buat program discount yang hanya berlaku setengah jam misal dari jam 5-5.30 dengan harga yang cukup ekstrim sehingga orang berbondong-bondong antri. Loh gimana ceritanya makanan ajah siap saji dalam setengah jam, nah itu urusan belakangan, yang penting rame dulu, biar orang pada antri-antri di jam 5, ntar buat kebijakan ajah yang udah pesan di jam 5 yah dapet disko…

10 Ide Promosi untuk Meningkatkan Penjualan Toko Anda tanpa DISKON!

Di usaha kuliner yang saya jalankan, ada periode tertentu yang boleh dibilang “masa panen” bisnis makanan. Ya, Lebaran Idul Fitri, itulah momen emas untuk pemilik bisnis kuliner.  Saat itu, omzet penjualan bisa meningkat 4 kali lipat dan itu merata di semua warung atau rumah makan di daerah saya. Bisa dibilang, tidak ada rumah makan yang sepi ketika itu.

Tapi, “masa panen” tidak berlangsung lama, hanya bertahan sekitar 2 pekan saja. Setelah melewati waktunya, kehidupan bisnis pun kembali berjalan normal. Pemilik usaha lagi-lagi harus memutar otak bagaimana mempertahankan laju bisnis mereka. Dan fenomena ini juga berlaku di bisnis selain kuliner, khususnya bisnis yang bergerak di bidang eceran (retail), seperti toko fashion dan sejenisnya. Atau Anda juga merasakan hal yang sama berlaku di bisnis yang Anda jalankan?

Untuk meningkatkan penjualan di waktu “sepi”, pemilik bisnis harus berpikir secara cermat. Cara yang biasa, seperti diskon misalnya, kadang bukan pilihan terbaik di saat bisn…

Push & Pull Marketing Via Online

Banyak sekali aktifitas-aktifitas marketing yang bisa dilakukan dalam upaya meningkatkan penjualan Online, mulai dari aktivasi branding dengan promosi, reseller/ agen, kerjasama pihak ketiga dan lain-lain. Aktifitas penjualan online yang menjamur di Indonesia saat ini menjadikan atmosfer persaingan dan kompetisi yang ada dan berkembang di pasar menjadi sangat kompetitif, dan sering “sikut-sikutan”. Hal ini otomatis memaksa para pemilik brand untuk putar otak, untuk bagaimana caranya brand dan product yang diusungnya sebagai public trusted brand/ product yang secara langsung akan mempengaruhi penjualan

Strategi!! Ya, ini yang harus dilakukan, tapi jangan lupa action yang paling penting. Berbagai strategi bisa dilakukan dalam upaya menggaet pasar dan membangun brand awareness, ini menjadi hal yang sangat wajib bagi pemilik brand. Push & Pull Marketing Activities, ini dia yang akan coba saya bahas dalam artikel saya sekarang. Banyak cara yang dapat kita lakukan dalam pada metode pus…