Skip to main content

Galau Market, Aku Tanpamu Butiran Debu

"Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi, aku tenggelam dalam lautan luka dalam, aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang, aku tanpamu butiran debu...." Pasti familiar dengan lirik lagi dengan judul Butiran Debu ini khan... Saya jujur ajah biar mau dibilang bukan ABG lagi suka sekali dengan lagu ini, entah kenapa haha, galau abis soalnya.

Kalo temen saya di kantor bilang, ini tipe lagu yang menghancurkan energi positif haha, (biasa lagi handling client yang berhubungan sehingga ada aja nyambungnya dengan kehidupan sehari-hari), ok ok balik lagi kok bahasannya rada ngawur gini, iseng saya liat video youtubenya sudah 4 juta yang views wow, kemudian saya beralih melihat video Firman -Kehilangan- angka viewnya pun sudah mendekati 6 juta, bahkan khusus lagi Rumor -Butiran Debu- sampai ada yang membuat versi Brown and Cony, ikon terkenal di Line hehe.

Kok bisa yah lagu-lagu super galau seperti ini menarik view demikian banyak, bayangkan betapa susahnya hal ini dilakukan oleh sebuah brand heh untuk menciptakan konten video yang ditonton oleh jutaan orang, dan satu lagi konten-konten galau seperti video Butiran Debu dengan lyric ini di CARI bukan di promosiin seperti halnya yang sering dilakukan oleh Brand.

Galau Market, mari demikian saya sebut, sepertinya segmen ini memang cukup besar di negara kita haha, indikatornya apa ajah? Selain Youtube video yang kita bahas di atas, bisa kita lihat juga dari Twitter, akun-akun galau banyak bertebaran dengan jumlah follower yang bisa dibilang cukup fantatis mencapai jutaan follower. Bahasannya yah apalagi tentu seputar quote gagal dengan mention balasan yg juga galau, intinya bergalu ria dan saling membagikan kegalauannya.


Bagi sebuah brand/ bisnis tentu saja galau market ini sebuah peluang yang bisa dimanfaatkan untuk membangun brand/ bisnis dan penjualan ke galau market ini, yah tentu pertanyaan bagaimana? Nah coba yuk kita lihat apa yang harus dilakukan oleh brand untuk menggarap Galau Market ini

1. Content Galau
Namanya juga berkomunikasi dengan segmen galau, yah tentu syarat pertama ciptakanlah content galau yang punya daya "gedor" push to action yang hebat, bisa itu mendirect untuk kemudian membeli, me RT, share atau apapun yang diinginkan oleh sebuah Brand. Istilah kalo Anda mau mancing ikan lele yah tentu umpannya berbeda ketika mau memancing ikan krapu di laut toh.

So brand, siapakan konten galau yg mampu menjangkau market ini, tapi ingat hati-hati dengan image Brand Anda, nanti salah-salah brandnya malah diindentikan dengan Galau hehe. Yang pasti satu hal, beberapa kali saya coba berkomunikasi dengan Market seperti ini, mereka cukup antusias diajak terlibat/ engage dengan sebuah brand apalagi program komunikasi yang dibuat cocok dengan mereka.

2. SDM Galau
Nah ini juga ga kalah pentingnya nih, mau berkomunikasi dengan mereka khususnya melalui social media seperti twitter dan facebook, pastikan Anda menghire karyawan "galau" yang terbiasa bicara dan membuat content galau. Kemampunan anak galau ini kadang dipikir-pikir merupakan kemampuan atau bakat alami hehe, soalnya ga ada pelajaran dan mata kuliahnya jadi tips nya sederhana, rekrutlah dari akun Galau karyawannya.

3. Komunitas Galau
Nah bangun juga sebaiknya komunitas galau yang terpisah dari Brand, bangun massive komunitasnya seperti fans dan follower basenya terlebih dahulu baru kemudian di endorse oleh brand secara tidak langsung. Sebetulnya cara ini jauh lebih mudah dan aman untuk Brand daripada membangun dengan menggunakan nama Brand, selain itu juga relatif lebih cepat bisa dibangun komunitasnnya.

Dengan komunitas yang besar, baru sebuah brand/ bisnis bisa melakukan monetize terhadap komunitas ini misalnya dengan menjual produk/ jasa, yah contoh jualan
lagu/ film yang menyasar komunitas ini atau product-product yang sesuai dengan market galau ini. Yah tentu asumsikan produknya juga memang sesuai dengan kebutuhan market Galau lah.

4. Channel Galau
Nah terakhir, fasilitas market galau ini dengan berbagai channel untuk mereka bisa eksis dan engage dengan brand kita, pelajari channel apa saja yang mereka gunakan dan masuklah ke dalamnnya dengan konten-konten yang disukai oleh market galau ini. kalo perlu sampe kita fasilitasi mereka dengan apps sendiri misal Galau Apps di mana kontenya cerita galau, lagu galau, curhat galau yg diendorse tentunya oleh Brand kita hehe.

Ga usah dianggap serius tulisan kali ini deh hehe, saya juga kaya lagi ngawur nulisnya, tiba-tiba ajah muncul ilham buat nulis Market Galau, kalo ada manfaat yang syukurlah, kalo enggak juga anggap ajah hiburan di kala libur lebaran, mosok nulis yg serius terus hehe. Met menikmati dan selamat galau.

Popular Post lainnya:

Private Label, Lampu Kuning Pemilik Brand
The Power of Free Marketing Ala Google
Aku, Mama, Starbucks dan Pisang Sunpride
Starbucks Catering, Ngejer Setoran?


Creasionbrand I Creative Sales & Marketing Consultant

Comments

Popular posts from this blog

30 Creative Sales Ideas Untuk Cafe/ Resto

Nah edisi kali ini lebih pengen sharing soal tips-tips Creative Sales langsung yang bisa dipratekan, ga perlu teori, ga repot dan berbiaya “kecil” kali hehe. Kuncinya ketika mengeksekusi program-program di bawah harus ingat 3 W (WOW, WAW dan WUZZ), Wow begitu liat iklannya, Waw begitu baca detailnya dan langsung Wuzz menuju cafe/ Resto kita haha.

Semua ide saya rangkung dari semua tempat yang kebetulan pernah terlihat, terdengar, terbaca ataupun murni memang terinspirasi.  Sebetulnya ada sekitar 200 ide, Cuma 30 puluh dulu deh yang di posting, nanti dibuatkan ebook nya untuk di download. Selamat menikmati.

1. ½ Jam Discount
Buat program discount yang hanya berlaku setengah jam misal dari jam 5-5.30 dengan harga yang cukup ekstrim sehingga orang berbondong-bondong antri. Loh gimana ceritanya makanan ajah siap saji dalam setengah jam, nah itu urusan belakangan, yang penting rame dulu, biar orang pada antri-antri di jam 5, ntar buat kebijakan ajah yang udah pesan di jam 5 yah dapet disko…

10 Ide Promosi untuk Meningkatkan Penjualan Toko Anda tanpa DISKON!

Di usaha kuliner yang saya jalankan, ada periode tertentu yang boleh dibilang “masa panen” bisnis makanan. Ya, Lebaran Idul Fitri, itulah momen emas untuk pemilik bisnis kuliner.  Saat itu, omzet penjualan bisa meningkat 4 kali lipat dan itu merata di semua warung atau rumah makan di daerah saya. Bisa dibilang, tidak ada rumah makan yang sepi ketika itu.

Tapi, “masa panen” tidak berlangsung lama, hanya bertahan sekitar 2 pekan saja. Setelah melewati waktunya, kehidupan bisnis pun kembali berjalan normal. Pemilik usaha lagi-lagi harus memutar otak bagaimana mempertahankan laju bisnis mereka. Dan fenomena ini juga berlaku di bisnis selain kuliner, khususnya bisnis yang bergerak di bidang eceran (retail), seperti toko fashion dan sejenisnya. Atau Anda juga merasakan hal yang sama berlaku di bisnis yang Anda jalankan?

Untuk meningkatkan penjualan di waktu “sepi”, pemilik bisnis harus berpikir secara cermat. Cara yang biasa, seperti diskon misalnya, kadang bukan pilihan terbaik di saat bisn…

Push & Pull Marketing Via Online

Banyak sekali aktifitas-aktifitas marketing yang bisa dilakukan dalam upaya meningkatkan penjualan Online, mulai dari aktivasi branding dengan promosi, reseller/ agen, kerjasama pihak ketiga dan lain-lain. Aktifitas penjualan online yang menjamur di Indonesia saat ini menjadikan atmosfer persaingan dan kompetisi yang ada dan berkembang di pasar menjadi sangat kompetitif, dan sering “sikut-sikutan”. Hal ini otomatis memaksa para pemilik brand untuk putar otak, untuk bagaimana caranya brand dan product yang diusungnya sebagai public trusted brand/ product yang secara langsung akan mempengaruhi penjualan

Strategi!! Ya, ini yang harus dilakukan, tapi jangan lupa action yang paling penting. Berbagai strategi bisa dilakukan dalam upaya menggaet pasar dan membangun brand awareness, ini menjadi hal yang sangat wajib bagi pemilik brand. Push & Pull Marketing Activities, ini dia yang akan coba saya bahas dalam artikel saya sekarang. Banyak cara yang dapat kita lakukan dalam pada metode pus…