Skip to main content

5 Langkah Up Selling, Jualan Naik Tanpa Promosi

Me & Mie Ayam

Saya: "Bang pesen mie Ayamnya yah" 
Abang: "Siap den, Mau versi jumbo den? Lebih muntap kenyangnya"
Saya: "Oh bisa gitu?"
Abang: "Bisa den, cuma tambah 3 ribu kok, posri jumbo jadinya"
Saya: "Wah boleh juga deh pak lagi laper nih.

Me & Toko Komputer

Saya: "Mas laptop Acer ini bagus ga yah?"
Si Mas: "Oh bagus nih, keluaran baru, undah Quad Core, buat apa mas emang laptopnya, di pake design or multimedia?
Saya: "iya saya mau pake buat editing video dan musik juga"
Si Mas: "Oh udah ok laptop yang ini, Tapi klo mau saya sarankan yang ini mas, bedah 500 ribu tapi spek nya lebih ok, bisa digunakan untuk graphis berat juga"
Saya: "Oh gitu, boleh juga deh soalnya biar mantap kerjanya"

Dari membaca dua buah cerita di atas, apa point yang anda tangkap? Yak dua cerita di atas punya point yang sama yaitu menganjurkan konsumen membeli yang lebih mahal dari harga yang tadinya dia ingin bayar. Yang juga berarti, kita berhasil meningkatkan omset penjualan tanpa harus mengeluarkan biaya media promosi sama sekali, cukup SSD (spik spik dewa) kepada calon konsumen yang akan membeli di kita.

Dalam Creative Sales Method yang dikembangkan oleh Creasionbrand inilah yang dinamakan dengan UP SELL bagian dari Promotion Taktik yang bertujuan untuk meningkatkan omset penjualan melalui sebuah proses yang siapkan dengan matang secara internal dan ditawarkan kepada konsumen secara terkondisi dan hebatnya tidak disadari oleh konsumen itu sendiri.


Up Selling ini bisa dilakukan diindustri apapun B2B maupun B2C, namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat program Up Selling yang berhasil, apa saja itu? Mari kita bahas yuk.

1. Pahami Kebutuhan Konsumen
Ini kunci penting dalam melakukan Up Selling. Pertanyaan "Buat apa mas emang laptopnya" adalah pertanyaan pintar yang menggiring konsumen untuk memberitahukan kebutuhannya terhadap laptop tersebut. Dari sini si Salesman sudah bisa membuat pintu untuk melakukang Up Selling kepada konsumen tersebut.

Memahami kebutuhan konsumen dalam proses Up Selling ini bisa melalui beberapa cara, yang paling sederhana tentu bertanya kepada konsumennya seperti contoh di atas, selain itu juga bisa dilihat dari database pembelian konsumen tersebut (jika yg bersangkutan regular customer) ataupun profile konsumen yg kita dapatkan dari secondary data seperti Twitter dsb (tergantung Anda berbisnis apa)

2. SOP & Sales Script
Nah ini yang sering sekali dilupakan oleh pebisnis, membuat SOP dan Sales Script yang menjadi bagian dari jobdesc dan taktik untuk meningkatkan penjualan. Coba perhatikan MD Donald, dimanapun Storenya, setiap karyawan bagian yang melayani pelanggan selalu mempunyai SOP yang sama sehingga mereka bisa meningkatkan penjualan sebesar 35 milliar dollar per tahun hanya dengan kalimat "kentangnya tidak sekalian".

Buat Urut-urutan proses pembelian dan penjualan antara konsumen dan Sales person secara rapih dan tertulis detail sehingga bisa di praktikan setiap saat dan menjadi "keharusan" yang dilakukan oleh bagian-bagian tersebut.

3. Training & Test
Setelah SOP dibuat tertulis dan menjadi pedoman setiap Sales Person/ Frontliner, pastikan juga bagian-bagian tersebut diberikan training secara rutin menganai SOP Up Selling ini.

Hal juga penting setelah training adalah test melalui ghost shopper proses Up Selling ini, apakah sesuai dengan harapan kita. Pengukuran ini penting karena langsung memberitahukan kita berapa "NILAI' yang bisa dihasilkan melalui Up Selling ini karena itu lakukan secara kontinue dan evaluasi.

4. Target Penjualan
Buat dua buah target penjualan, pertama penjualan normal, kedua penjualan yang dihasilkan melalui Up Selling dan catat nilai penjualan setiap bulannya, jangan-jangan Anda akan kaget melihat jumlahnya hehe. Nah coba di review kembali apakah Anda melakukan hal ini selama ini?

5. Reward
Berikan reward kepada sales person/ frontliner bila mencapai nilai Up Selling tertentu setiap bulannya sehingga mereka tidak hanya fokus pada target jualan normal tapi juga akan berusaha mengejar target penjualan melalui Up Selling.

Jadi tidak ada salah mencoba membuat 2 target penjualan, selain kita bisa mengukur seberapa besar nilai yang terjadi melalui Up Selling, kita juga bisa memotivasi sales person/ frontliner kita untuk menjual lebih Banyak (Buy More) kepada konsumen.

Nah semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

Creasionbrand I Creative Sales & Marketing Consultant

Comments

Anonymous said…
Spik Spik Dewa bisa jadi andalan untuk naikin total volume omset ya.
bener banget!!

Shinta Margaret
Anonymous said…
actually si "up selling" itu udah ada didalam diri masing baik pengusaha kecil. buktinya si abang mie ayam pun pake si "up selling" itu di usaha nya. masalahnya cuma bagaimana kita menerapkan up selling pada produk yg tepat dan saat yg tepat :D
Anonymous said…
ralat :
* actually si "up selling" itu udah ada didalam diri masing baik pengusaha besar sampe pengusaha kecil
Anonymous said…
Great !!
Arena Cerdas said…
mantabb naekin omset tanpa biaya bertambah dgn besar
Pusat Jual Beli said…
kereenn
omset omset omset
Info Kuliner said…
asik niih naekin omset tanpa banayk biaya
thanx infonya
harus praktek niih
Antaps triknya, sebenarnya terkadang tanpa disadari hal itu sudah sering di lakukan, namun karena tidak jadi SOP sehingga tidak seterusnya dilakukan, alias kadang-kadang saja
Anonymous said…
Keren juga nih.
diori said…
Keren mas bro.. thanks yaa
Andri Adi said…
Kalau kita sebuah perusahaan jasa gimana cara pendekatannya.
Jasa dibidang Sosial Humanitarian & Poverty.

Makasih.

Popular posts from this blog

30 Creative Sales Ideas Untuk Cafe/ Resto

Nah edisi kali ini lebih pengen sharing soal tips-tips Creative Sales langsung yang bisa dipratekan, ga perlu teori, ga repot dan berbiaya “kecil” kali hehe. Kuncinya ketika mengeksekusi program-program di bawah harus ingat 3 W (WOW, WAW dan WUZZ), Wow begitu liat iklannya, Waw begitu baca detailnya dan langsung Wuzz menuju cafe/ Resto kita haha.

Semua ide saya rangkung dari semua tempat yang kebetulan pernah terlihat, terdengar, terbaca ataupun murni memang terinspirasi.  Sebetulnya ada sekitar 200 ide, Cuma 30 puluh dulu deh yang di posting, nanti dibuatkan ebook nya untuk di download. Selamat menikmati.

1. ½ Jam Discount
Buat program discount yang hanya berlaku setengah jam misal dari jam 5-5.30 dengan harga yang cukup ekstrim sehingga orang berbondong-bondong antri. Loh gimana ceritanya makanan ajah siap saji dalam setengah jam, nah itu urusan belakangan, yang penting rame dulu, biar orang pada antri-antri di jam 5, ntar buat kebijakan ajah yang udah pesan di jam 5 yah dapet disko…

10 Ide Promosi untuk Meningkatkan Penjualan Toko Anda tanpa DISKON!

Di usaha kuliner yang saya jalankan, ada periode tertentu yang boleh dibilang “masa panen” bisnis makanan. Ya, Lebaran Idul Fitri, itulah momen emas untuk pemilik bisnis kuliner.  Saat itu, omzet penjualan bisa meningkat 4 kali lipat dan itu merata di semua warung atau rumah makan di daerah saya. Bisa dibilang, tidak ada rumah makan yang sepi ketika itu.

Tapi, “masa panen” tidak berlangsung lama, hanya bertahan sekitar 2 pekan saja. Setelah melewati waktunya, kehidupan bisnis pun kembali berjalan normal. Pemilik usaha lagi-lagi harus memutar otak bagaimana mempertahankan laju bisnis mereka. Dan fenomena ini juga berlaku di bisnis selain kuliner, khususnya bisnis yang bergerak di bidang eceran (retail), seperti toko fashion dan sejenisnya. Atau Anda juga merasakan hal yang sama berlaku di bisnis yang Anda jalankan?

Untuk meningkatkan penjualan di waktu “sepi”, pemilik bisnis harus berpikir secara cermat. Cara yang biasa, seperti diskon misalnya, kadang bukan pilihan terbaik di saat bisn…

Push & Pull Marketing Via Online

Banyak sekali aktifitas-aktifitas marketing yang bisa dilakukan dalam upaya meningkatkan penjualan Online, mulai dari aktivasi branding dengan promosi, reseller/ agen, kerjasama pihak ketiga dan lain-lain. Aktifitas penjualan online yang menjamur di Indonesia saat ini menjadikan atmosfer persaingan dan kompetisi yang ada dan berkembang di pasar menjadi sangat kompetitif, dan sering “sikut-sikutan”. Hal ini otomatis memaksa para pemilik brand untuk putar otak, untuk bagaimana caranya brand dan product yang diusungnya sebagai public trusted brand/ product yang secara langsung akan mempengaruhi penjualan

Strategi!! Ya, ini yang harus dilakukan, tapi jangan lupa action yang paling penting. Berbagai strategi bisa dilakukan dalam upaya menggaet pasar dan membangun brand awareness, ini menjadi hal yang sangat wajib bagi pemilik brand. Push & Pull Marketing Activities, ini dia yang akan coba saya bahas dalam artikel saya sekarang. Banyak cara yang dapat kita lakukan dalam pada metode pus…