Skip to main content

Stupid Price, Bocuan Gapapa


Group D’cost ini memang “raja”nya bikin sensasi, setelah hadir dengan jargon “makanan bintang 5, harga kaki 5”, promo “hamil baru bayar”, “diskon sesuai umur”, “Bayar setengah pake doa”, “Pakai Kartu Kreadit Bayar Seikhlasnya” dan “diskon gerombolan”, sekarang group D’cost melebarkan sayapnya dengan membuka sebuah toko roti dengan nama D’stupid baker. Nama brand nya saja sudah cukup”catchy” membuat kita ingin tau lebih banyak mengenai apa yang disediakan oleh toko roti ini dan juga apa yang membuat toko roti ini begitu istimewa.

Menjadi pemain yang baru hadir ditengah kepadatan industri yang telah ramai-ramai menyerbu lahan roti dan kue ini memang harus cerdik dan pintar,bukan hanya menguasai ilmu pemasaran, tapi dibutuhkan juga kreatifitas untuk menarik dan membuat calon konsumen mengetahui & ingin mencoba (Buy Leads), Mencicipi dan mengkonsumsi produk kita (Buy Now), Mengkonsumsi leih banyak (Buy More), mengkonsumsi lebih sering (Buy Often), bahkan kalau bisa merekomendasikan dan mensharing kan cerita tentang produk kita (Buy Recommendation).

Melihat start masuk awal yang dilakukan oleh Dstupid Baker cukup menarik dengan pemilihan beberapa hal unik ini yang diharapkan akan menjadi WOM (Word of Mouth), yang membantu memperluas attention dari target marketnya (Buy Leads). Berikut beberapa hal unik yang mungkin bisa dijadikan inspirasi untuk mengcreate sebuah usaha baru:


1. Unique Brand Name
BODOH!! Kalau biasanya kita sebagai pemilik usaha ga mau dibilang bodoh, lain halnya dengan Dstupid baker, yang tidak keberatan dicap sebagai tukang roti yang bodoh. Hal ini tentu saja menciptakan “snowball” tersendiri, apalagi dikalangan customer dan calon customer yang mendengar informasi ttg Dstupid Baker ini. Secara teori, brand name memang sebaiknya memiliki keterkaitan dengan produk, selain easy to remember, dalam hal ini DStupidBaker telah memenuhi kedua syarat tersebut

Blog ini hanya contoh sederhana bagaiman brand name dari Dstupid Baker ini menjadi sebuah alasan tersendiri untuk menulis haha, yah semoga ajah soal penjualan jangan sampai si Bos juga akan bilang “stupid” kepada tim marketingnya karena tidak bisa mencapai target hehe.

2. Unique Desription
Setelah membaca brand name nya, kita akan kembali bertanya: “produk apa sih?” oke... so next step adalah mendefinisikan kita menjual produk apa dan apa keunggulan dari produk kita. Biasanya orang akan memberikan descriptor dibawah brand namenya untuk memberikan keterangan mengenai brand nya, bisa berupa nama produk atau kategorinya bisa juga berupa keunggulan produknya. Dstupid Baker menggunakan pendekatan yang kedua, yaitu dengan menggunakan keunggulan produk nya dari segi harga. Pemilihan descriptor “5 star quality –stupid price” tepat, karena selain dengan jelas menyampaikan pesan bahwa dengan kualitas baik dengan harga yang murah, descriptor ini juga tetap meninggalkan kesan keterkaitan dengan tagline yang dimiliki oleh D’Cost, ”kakak’ seperguruan dari Dstupid Baker

3. Trigger
“Ini bukan harga promosi dan tidak pernah ada harga promosi. Seterusnya harganya akan tetap seperti itu,” kata-kata ini keluar dari mulut GM Marketing D’Cost Group (group yang menaungi Restoran D’Cost dan DStupidBaker). Trigger dan janji-janji seperti ini langsung maupun tidak langsung membuatkita yang mengetahui nya menjadi semakin penasaran, dan disanalah justru letak “greget” nya. Membuat orang semakin ingin mencoba. Apalagi ketika sang GM Marketing juga menjanjikan bahwa kualitas produk roti dan minuman yang disajikan sekelas dengan bintang 5.

4. Shareable
Yang paling lucu dan menarik adalah ketika membaca PT atau perusahaan nya, PT. Bocuan Gapapa, yang kurang lebih bisa diartikan “tidak untung tidak apa-apa”, hahahaha... ini membuat yang baca dan mengerti artinya tertawa, dan biasanya mentrigger org untuk menshare hal-hal unik dan lucu ke networknya. Jadi kalau kita ingin dibicarakan, ciptakan kondisi yang membuat org ingin menshare hal-hal unik dan menarik tentang kita

Sumber cerita dari GM: http://www.shnews.co/detile-10428-melirik-aneka-roti-bakery.html

Creative Sales USP

Comments

Anonymous said…
kualitas bintang 5? are you sure? taste lousy and its not fresh at all be careful bout brand promise

Popular posts from this blog

30 Creative Sales Ideas Untuk Cafe/ Resto

Nah edisi kali ini lebih pengen sharing soal tips-tips Creative Sales langsung yang bisa dipratekan, ga perlu teori, ga repot dan berbiaya “kecil” kali hehe. Kuncinya ketika mengeksekusi program-program di bawah harus ingat 3 W (WOW, WAW dan WUZZ), Wow begitu liat iklannya, Waw begitu baca detailnya dan langsung Wuzz menuju cafe/ Resto kita haha.

Semua ide saya rangkung dari semua tempat yang kebetulan pernah terlihat, terdengar, terbaca ataupun murni memang terinspirasi.  Sebetulnya ada sekitar 200 ide, Cuma 30 puluh dulu deh yang di posting, nanti dibuatkan ebook nya untuk di download. Selamat menikmati.

1. ½ Jam Discount
Buat program discount yang hanya berlaku setengah jam misal dari jam 5-5.30 dengan harga yang cukup ekstrim sehingga orang berbondong-bondong antri. Loh gimana ceritanya makanan ajah siap saji dalam setengah jam, nah itu urusan belakangan, yang penting rame dulu, biar orang pada antri-antri di jam 5, ntar buat kebijakan ajah yang udah pesan di jam 5 yah dapet disko…

10 Ide Promosi untuk Meningkatkan Penjualan Toko Anda tanpa DISKON!

Di usaha kuliner yang saya jalankan, ada periode tertentu yang boleh dibilang “masa panen” bisnis makanan. Ya, Lebaran Idul Fitri, itulah momen emas untuk pemilik bisnis kuliner.  Saat itu, omzet penjualan bisa meningkat 4 kali lipat dan itu merata di semua warung atau rumah makan di daerah saya. Bisa dibilang, tidak ada rumah makan yang sepi ketika itu.

Tapi, “masa panen” tidak berlangsung lama, hanya bertahan sekitar 2 pekan saja. Setelah melewati waktunya, kehidupan bisnis pun kembali berjalan normal. Pemilik usaha lagi-lagi harus memutar otak bagaimana mempertahankan laju bisnis mereka. Dan fenomena ini juga berlaku di bisnis selain kuliner, khususnya bisnis yang bergerak di bidang eceran (retail), seperti toko fashion dan sejenisnya. Atau Anda juga merasakan hal yang sama berlaku di bisnis yang Anda jalankan?

Untuk meningkatkan penjualan di waktu “sepi”, pemilik bisnis harus berpikir secara cermat. Cara yang biasa, seperti diskon misalnya, kadang bukan pilihan terbaik di saat bisn…

Push & Pull Marketing Via Online

Banyak sekali aktifitas-aktifitas marketing yang bisa dilakukan dalam upaya meningkatkan penjualan Online, mulai dari aktivasi branding dengan promosi, reseller/ agen, kerjasama pihak ketiga dan lain-lain. Aktifitas penjualan online yang menjamur di Indonesia saat ini menjadikan atmosfer persaingan dan kompetisi yang ada dan berkembang di pasar menjadi sangat kompetitif, dan sering “sikut-sikutan”. Hal ini otomatis memaksa para pemilik brand untuk putar otak, untuk bagaimana caranya brand dan product yang diusungnya sebagai public trusted brand/ product yang secara langsung akan mempengaruhi penjualan

Strategi!! Ya, ini yang harus dilakukan, tapi jangan lupa action yang paling penting. Berbagai strategi bisa dilakukan dalam upaya menggaet pasar dan membangun brand awareness, ini menjadi hal yang sangat wajib bagi pemilik brand. Push & Pull Marketing Activities, ini dia yang akan coba saya bahas dalam artikel saya sekarang. Banyak cara yang dapat kita lakukan dalam pada metode pus…