Skip to main content

6 Tips Membangun Reseller Online


Jualan di online udah mewabah, mulai dari e-commerce yang emang bener-bener mumpuni. Sampai anak-anak sekolah dan mahasiswa juga masuk ke dunia yang satu ini. Kenapa sudah mulai mewabah? Ya, karena media untuk jualan online makin banyak dengan berbagai macam kemudahan. Mulai dari situs jual beli, sampai situs iklan.

Buat melabarkan channel penjualan, kita kadang membutuhkan apa yang dinamakan reseller.  Sebagaimana artinya, reseller adalah orang yang membeli terus menjual kembali barang yang dibelinya untuk mendapatkan laba.

Reseller ini bagi sebagian besar yang terjun di bisnis online punya manfaat sangat besar untuk membantu meningkatkan penjualan brand kita di dunia online karena mereka biasanya membeli dalam jumlah banyak  bukan satuan dan juga biasanya dilakukan secara kontinu jika memang brand yang kita jual laku dijual ke target market dari seller tersebut, sehingga penting sekali bagi pebisnis online untuk menggarap “pasar” ini secara benar dan terencana.

Berikut beberapa tips yang mungkin bisa bermanfaat bagi Anda dalam mengembangkan reseller di online:


1. Bikin pengumuman
Buat pengumuman di website atau blog jualan Anda (blog pribadi juga boleh, yang namanya bisnis harus melekat di diri sendiri dong!). Pengumuman berisi apa aja yang harus disepakati antara Anda dan reseller. Misal: Pembelian minimal 5 potong baju untuk satu bulan atau pembelian minimal Rp 500.000,-.

Setelah pengumuman itu masukin juga nomor hp atau email, terus data yang udah daftar. Bikin satu timeline purchase untuk tiap yang udah jadi reseller. Timeline purchase berisi 12 bulan dalam satu tahun, tanggal berapa aja mereka beli barang dan berapa item atau nilai yang udah mereka bayar. Jadi Anda bisa ngukur seberapa rajin dan seberapa sukses seorang reseller Anda dalam ngejual.

2. Dari BBM atau SMS, udah pasti.
Blog sama website penting banget buat jualan, biar orang tahu karakter produk Anda seperti apa, tapi itu ga akan cukup juga. Coba deh kirim Broadcast Message ke temen-temen di BBM Anda, kali aja ada yang kecantol buat jadi reseller.
Kalau belum cukup juga. Lihat kontak di handphone, lakuin SMS Blasting soal produk Anda dan cara buat jadi reseller. As simple as that!

3. Dari Facebook
Cara ini emang udah populer 2 tahun belakangan. Pas lagi jualan, tag foto temen dengan random. Dan, di caption foto itu ada syarat buat jadi reseller. Tapi musti hati-hati juga, pilih orang yang emang punya interest sama produk kita. Kalau orang yang hobinya selling juga dipilih,  jangan semua orang. Selain di Facebook cuma bisa tagging 30 orang, orang yang Anda bidik untuk jadi reseller juga emang orang yang bener. Bukan anonim.

4. Dari Twitter terus twit-up
Twitter nyediain cara buat produk Anda tampil secara visual. Twitpic atau client gambar twitter yang lain bisa ngebantu banget ngeliatin apa produk Anda. Nah, twitpic yang dishare ke follower musti dimasukin link blog atau website produk Anda. Mention lagi orang yang udah Anda mention tadi ke halaman yang ada info reseller di website atau blog Anda.

Hal kayak gitu jangan terus diterapin ke followers aja. Tapi, Anda bisa kok nyari reseller yang bukan followers. Search aja twit yang mengandung keyword yang emang terkait sama produk yang Anda jual. Terus tawarin ke yang ngetwit keyword tadi. Lumayan kan?

Twit up atau nama lainnya ketemuan juga harus penting biar bisa saling kenal. Apalagi kalau reseller nya satu Kota.

5. Dari chat client
Masih ingat MIRC? Masih? Oke itu alay dan so last year. Jangan dipikirin alaynya.... Tapi, coba pikirin peluang di situ. Di saat fb sama twitter udah jadi lahan yang sumpek, mungkin Anda bisa gunain MIRC sebagai jaring buat nangkep reseller.

User MIRC masih rame kok di Indonesia, masuk ke profil mereka, blasting link info produk sama cara buat jadi reseller, sebar no hp atau email yang bisa dihubungi. Atau Anda bisa masuk ke client satu Kota. Terus posting aja di sana.
Chat client juga banyak, coba buka-buka YM! atau Windows Messenger Anda. Lihat kontaknya. Terus blasting lagi. Menyenangkan dan santai.

6. Masuk ke forum-forum jubel
Yang terakhir sih udah jadi cara populer anak-anak yang jualan online. Media yang paling sering digunain adala forum jual beli kaskus atau website iklan gratis kayak tokobagus.

Di website itu tadi, Anda bisa lebih spesifik liat minat orang dalam jualan sesuai sama forum yang mereka ikuti. Jadi, strategi sama targeting Anda udah kepikir kalo masuk ke thread forum yang tepat.

Udah masuk ke thread forum yang Anda pilih, baru deh tebar-tebar info produk Anda plus masukin kontak kalo mau jadi reseller gimana.

Comments

Mochammad I H said…
rekues tentang tips promosi web portal dong

Popular posts from this blog

30 Creative Sales Ideas Untuk Cafe/ Resto

Nah edisi kali ini lebih pengen sharing soal tips-tips Creative Sales langsung yang bisa dipratekan, ga perlu teori, ga repot dan berbiaya “kecil” kali hehe. Kuncinya ketika mengeksekusi program-program di bawah harus ingat 3 W (WOW, WAW dan WUZZ), Wow begitu liat iklannya, Waw begitu baca detailnya dan langsung Wuzz menuju cafe/ Resto kita haha.

Semua ide saya rangkung dari semua tempat yang kebetulan pernah terlihat, terdengar, terbaca ataupun murni memang terinspirasi.  Sebetulnya ada sekitar 200 ide, Cuma 30 puluh dulu deh yang di posting, nanti dibuatkan ebook nya untuk di download. Selamat menikmati.

1. ½ Jam Discount
Buat program discount yang hanya berlaku setengah jam misal dari jam 5-5.30 dengan harga yang cukup ekstrim sehingga orang berbondong-bondong antri. Loh gimana ceritanya makanan ajah siap saji dalam setengah jam, nah itu urusan belakangan, yang penting rame dulu, biar orang pada antri-antri di jam 5, ntar buat kebijakan ajah yang udah pesan di jam 5 yah dapet disko…

10 Ide Promosi untuk Meningkatkan Penjualan Toko Anda tanpa DISKON!

Di usaha kuliner yang saya jalankan, ada periode tertentu yang boleh dibilang “masa panen” bisnis makanan. Ya, Lebaran Idul Fitri, itulah momen emas untuk pemilik bisnis kuliner.  Saat itu, omzet penjualan bisa meningkat 4 kali lipat dan itu merata di semua warung atau rumah makan di daerah saya. Bisa dibilang, tidak ada rumah makan yang sepi ketika itu.

Tapi, “masa panen” tidak berlangsung lama, hanya bertahan sekitar 2 pekan saja. Setelah melewati waktunya, kehidupan bisnis pun kembali berjalan normal. Pemilik usaha lagi-lagi harus memutar otak bagaimana mempertahankan laju bisnis mereka. Dan fenomena ini juga berlaku di bisnis selain kuliner, khususnya bisnis yang bergerak di bidang eceran (retail), seperti toko fashion dan sejenisnya. Atau Anda juga merasakan hal yang sama berlaku di bisnis yang Anda jalankan?

Untuk meningkatkan penjualan di waktu “sepi”, pemilik bisnis harus berpikir secara cermat. Cara yang biasa, seperti diskon misalnya, kadang bukan pilihan terbaik di saat bisn…

Push & Pull Marketing Via Online

Banyak sekali aktifitas-aktifitas marketing yang bisa dilakukan dalam upaya meningkatkan penjualan Online, mulai dari aktivasi branding dengan promosi, reseller/ agen, kerjasama pihak ketiga dan lain-lain. Aktifitas penjualan online yang menjamur di Indonesia saat ini menjadikan atmosfer persaingan dan kompetisi yang ada dan berkembang di pasar menjadi sangat kompetitif, dan sering “sikut-sikutan”. Hal ini otomatis memaksa para pemilik brand untuk putar otak, untuk bagaimana caranya brand dan product yang diusungnya sebagai public trusted brand/ product yang secara langsung akan mempengaruhi penjualan

Strategi!! Ya, ini yang harus dilakukan, tapi jangan lupa action yang paling penting. Berbagai strategi bisa dilakukan dalam upaya menggaet pasar dan membangun brand awareness, ini menjadi hal yang sangat wajib bagi pemilik brand. Push & Pull Marketing Activities, ini dia yang akan coba saya bahas dalam artikel saya sekarang. Banyak cara yang dapat kita lakukan dalam pada metode pus…