Brand dan Re-branding

Istilah rebranding tentu sudah tidak asing lagi di benak kita, terutama para marketer. Namun masih banyak lho yang tidak familiar di benak para pebisnis, terutama mereka yang masih menjalankan perusahaan dengan cara yang konvensional.

Pengalaman bertemu dengan berbagai tipe pebisnis begitu member saya masukan dan referensi pola pikir yang berbeda-beda. Untuk kategori yang saya sebutkan di atas sebagai pebisnis yang konvensional cenderung memiliki konsep pemikiran “Gini-gini aja udah cukup”. Keinginan untuk berkembang tentu ada di setiap kepala pebisnis, tapi tidak semua mau atau berani melangkah mengambil peluang perbaikan itu sendiri. Lalu dalam kelompok manakah Anda?

Ide menuliskan artikel ini muncul saat beberapa hari lalu mengunjungi counter terbaru brand produk tas yang baru saja melakukan rebranding. Tidak hanya logonya yang berganti, tapi image yang ditampilkanpun lebih dewasa dan modern, dengan konsep toko yang lebih modern dan variasi produk yang lebih beragam (seperti ada produk jam tangan dan baju, yang sebelumnya tidak pernah ada di outlet-outlet sebelumnya).

Sebagai referensi kepada para pebisnis atau marketer, apakah penting ya untuk melakukan re-branding seperti yang dilakukan oleh brand tas tersebut? kapan ya waktu yang tepat untuk melakukan re-branding? Berikut merupakan bocoran jawaban dari semua pertanyaan yang membingungkan tersebut!
Mengapa Rebraning perlu?

Seringkali kita melihat brand-brand berskala internasional meremajakan logo mereka atau kemasan mereka atau bahkan tagline mereka dalam periode-periode tertentu. Seperti pada saat Sunsilk mengganti logo dan seluruh atribut yang melekatnya, atau seperti Telkom yang belum lama ini mengganti logo dan juga identitasnya.

Dunia bisnis tentu tidak dapat luput dari perubahan trend dunia, baik dari sisi perekonomian, gaya hidup hingga pola pikir masyarakat. Rebranding adalah langkah perubahan yang diambil oleh brand/produk/perusahaan untuk mengikuti perubahan yang terjadi di lingkungan eksternal maupun internal bisnis. Rebranding juga dapat dikatakan sebagai langkah perubahan visual yang mewakili perubahan strategi ataupun identitas brand/perusahaan/produk tersebut.

Jadi kalau masih ditanya mengapa Rebranding itu perlu? Jawabannya adalah karena segala sesuatu dapat usang dengan berjalannya dengan waktu, semua hal butuh untuk berubah karena dunia itu sendiri berubah. Jadi Anda tidak ingin menemukan brand Anda dalam kelompok yang ‘usang’ kan?

Rebranding BUKAN SEKEDAR GANTI LOGO!

Hal yang sering salah kaprah di masyarakat adalah bahwa rebranding sama dengan ganti logo. Tentu saja hal ini tidak benar. Rebraning bukan sekedar ganti logo. Ataupun rebranding bukan sekedar mengganti desain visual. Namun Rebranding melebihi yang terlihat saja, tapi juga harus terhadap apa yang dirasakan, baik oleh konsumen maupun karyawan. Seperti misalnya sebuah bank yang sudah lama berdiri mengganti logo dan penampilan visual mereka, tetapi apabila pada saat konsumen datang, pelayanan yang diberikan tetap lama dan tidak ramah, maka aktivitas rebranding yang dilakukan GAGAL!

Kapan waktu yang tepat melakukan rebranding? Ada beberapa kondisi yang dapat menjadi indikator dibutuhkannya langkah rebranding :

1. Perubahan Waktu, Tren dan Preferensi
Sebagian besar brand internasional melakukan rebranding pada periode yang sudah ditetapkan, dan berbeda antara satu produk dengan produk yang lain. Lamanya periode tentu harus dicari tahu dari tren dan perkembangan pasar ataupun market research yang dilakukan. Berapa lama konsumen akan merasa jenuh dan membutuhkan perubahan.

2. Adanya pergantian manajemen/strategi besar perusahaan

Perubahan besar yang terjadi di suatu perusahaan, seperti pergantian kepemimpinan atau merger atau dibelinya suatu perusahaan antara pihak lain, menjadi salah satu alasan kuat untuk melakukan rebranding. Karena biasanya perubahan tersebut berimbas pada perubahan strategi maupun konsep produk, hingga pada konsep komunikasi itu sendiri. Momen ini menjadi momen yang penting bari produk/perusahaan untuk menciptakan image baru kepada masyarakat.

3. Adanya permasalahan/isu negatif yang menimpa brand
Salah satu strategi untuk mengembalikan nama baik suatu produk/perusahaan adalah dengan melakukan rebranding, namun seperti yang tadi disebutkan bahwa rebranding secara visual harus dilengkapi dengan perubahan menyeluruh dari hal negatif yang awalnya melekat pada image yang lama. Wajah baru dan bentuk komunikasi yang baru menjadi awal permulaan “berbaikan” dengan para konsumen.

4. Perubahan pada fokus perusahaan/ brand
Seiring waktu fokus sebuah perusahaan atau brand seringkali bergeser ke arah yang lain, dahulu sebelum fokus pada bisnis telekomunikasi Nokia adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang ban Mobil, seiring dengan perubahan fokus ini tentunya mereka harus melakukan Rebranding menyesuaikan dengan fokus bisnis mereka saat ini sehingga brand perception yang tercipta melalui identitas mereka misalnya bisa lebih tepat dan sesuai dengan bisnis mereka di mata konsumen.

So…. apakah brand Anda butuh rebranding?

sumber gambar : frederiksamuel.com, mrmalique.com

Comments

Popular posts from this blog

30 Creative Sales Ideas Untuk Cafe/ Resto

10 Ide Promosi untuk Meningkatkan Penjualan Toko Anda tanpa DISKON!

Push & Pull Marketing Via Online