Skip to main content

The Next King of Asia

“Because i’m nauhty, naughty. Hey! I’m Mr Simple”  

kira-kira ini lirik yang dinyanyikan salah satu Boys Band Korea "Selatan" –Suju, yang akhir-akhir ini begitu booming di kalangan remaja Indonesia, sampai-sampai rekan kantor saya setiap hari menyanyikan lagu-lagu Suju sambari kerja. Booming-nya Suju dan banyak Boys Band dan Girls Band Korea ini mungkin pembahasan yang sudah sering kita dengar atau baca di banyak artikel dan berita beberapa bulan terakhir ini. Fenomena mulai berkuasanya Industri Korea di seantero dunia ini , tidak semata-mata terjadi pada Industri musiknya saja. Tetapi ternyata menular di berbagai bidang industri lain. Bahkan beberapa kalangan sudah menyatakan bahwa Korea adalah negara adikuasa Asia ketiga setelah Cina dan Jepang.

Jika kita kaji lebih dalam lagi, saat ini yang menggila-gilai produk-produk Korea tidak hanya para remaja ABG yang rela mengantri panjang untuk mendapatkan tiket konser , bergaya rambut dan berpakaian ala korea bahkan sampai ada FansClub yang dinamai Elf Indonesia. Masyarakat dewasa juga ternyata ga kalah hebohnya walaupun dengan produk yang berbeda. Lihat geliat Samsung dengan produk Androidnya, membuat beberapa kalangan sudah mulai rela menggantikan kefanatikannya dari produk-produk Blacberry dan apple kepada produk-produk yang diusung oleh Samsung, dari mulai Samsung Galxi Young sampai Samsung S3.

Berasarkan data yang dikutip dari majalah Marketers, Saat ini Samsung telah menjadi rajanya smartphone berbasis Android di Indonesia dengan Market Share mencapai 80%. Sedangkan di kategori tablet, Samsung memimpin pasar dengan menguasai market share mencapai 50%. Ini merupakan prestasi hebat yang bukan kebetulan dalam menggeser kekuatan dari Blacberry dan Apple di pasar Indonesia.

Ketangguhan Samsung ini diikuti oleh saudaranya LG, geliat produk-produk TV LCD yang saat ini mulai menggantikan TV Tabung, dapat dimanfaatkan oleh LG Indonesia sehingga dapat menguasai market share di Indonesia mencapai 33% pada tahun 2011 dan pangsa 37% pangsa pasar dunia.

Melihat berbagai data dan fenomena di atas, tidak salah kalau itu menyebut Korea sebagai “New King of Asia” dan posisi ini tentu saja cukup mengganggu kenyamanan dari raksasa-raksasa Asia lainnya seperti Jepang dan Cina. Tapi sebenarnya langkah apa saja yang menjadikan Korea saat ini menjadi negara peringkat 12 yang memiliki perekonomian terbesar di dunia.

Pertama adalah Etos kerja bangsa Korea
Menurut Myung Oak Kim dan Sam Jaffe (penulis The New Korea – An Inside Look At South Korea’s Economic Rise), etos kerja dan semangat kolektif yang dimiliki oleh bangsa Korea benar-benar menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi negara itu sejak 1960-an. Karakter kerja secara bersama yang didukung program pemerintah untuk menggunakan produk dalam negeri, membuat bangsa Korea bisa terus belajar untuk terus mengembangkan dan memperbaiki produk-produk terbaik yang saat ini membawa negara mereka menjadi salah satu yang diperhitungkan di dunia.

Kedua adalah Inovasi
Inovasi produk merupakan hal kedua yang mendukung pertumbuhan produk-produk Korea di dunia saat ini, secara fitur produk, mulai dari grup band sampai barang elktronik, memiliki karakteristik dan kemasan yang unik dan berbeda dibandingkan yang ada saat ini  di pasar dunia. Hal ini adalah sebuah daya tarik tersendiri yang membuat masyarakat dengan sendirinya mulai berpaling untuk mulai menggunakan berbagai produk yang ada. Selain dari sisi kualitas yang juga terus ditingkatkan oleh para pemilik Brand Korea. Saat ini tidak ada istilah barang Korea brang murahan, terbukti memang secara kualitas produk-produk Korea memiliki nilai tersendiri untuk kualitas dan didukung dengan pengembangan jaringan after sales yang cukup luas tersebar di seluruh tempat di kota-kota besar Indonesia.

Ketiga adalah komitmen dalam membangun brand
Beberapa dekade yang lalu orang akan lebih mudah mengenal produk-produk Jepang seperti Sony, Panasonic, film Tokyo Love Story, artis Utada Hikaru dan lainnya, siapa sangka sekarang kebesaran nama-nama itu sudah tergeser dengan produk-produk dengan nama Samsung, LG, Suju, SNSD. Yups, seiring dengan berbagai inovasi dan pengembangan produk yang telah dilakukan, aktivitas membangun brand baik dari ATL, BTL, PR melalui meia offline maupun online dengan gencar disebarkan oleh para pelaku bisnis dari Korea. Hal inilah yang menyebabkan lambat laun terjadi pergeseran preferensi brand di benak masyarakat.

Okay, Korea memang luar biasa dengan berbagai potensi yang telah mereka kembangkan. Tapi menengok kepada negara sendiri, sekarang sudah waktunya Indonesia mulai berbenah dengan serius untuk dapat memanfaatkan kekayaan alam berlimpah dan potensi yang tidak kalah dengan Korea untuk bisa menjadi Raja berikutnya, Semoga, Indonesia bisa !


creative sales


Sumber gambar: anpop.com

Comments

Popular posts from this blog

30 Creative Sales Ideas Untuk Cafe/ Resto

Nah edisi kali ini lebih pengen sharing soal tips-tips Creative Sales langsung yang bisa dipratekan, ga perlu teori, ga repot dan berbiaya “kecil” kali hehe. Kuncinya ketika mengeksekusi program-program di bawah harus ingat 3 W (WOW, WAW dan WUZZ), Wow begitu liat iklannya, Waw begitu baca detailnya dan langsung Wuzz menuju cafe/ Resto kita haha.

Semua ide saya rangkung dari semua tempat yang kebetulan pernah terlihat, terdengar, terbaca ataupun murni memang terinspirasi.  Sebetulnya ada sekitar 200 ide, Cuma 30 puluh dulu deh yang di posting, nanti dibuatkan ebook nya untuk di download. Selamat menikmati.

1. ½ Jam Discount
Buat program discount yang hanya berlaku setengah jam misal dari jam 5-5.30 dengan harga yang cukup ekstrim sehingga orang berbondong-bondong antri. Loh gimana ceritanya makanan ajah siap saji dalam setengah jam, nah itu urusan belakangan, yang penting rame dulu, biar orang pada antri-antri di jam 5, ntar buat kebijakan ajah yang udah pesan di jam 5 yah dapet disko…

10 Ide Promosi untuk Meningkatkan Penjualan Toko Anda tanpa DISKON!

Di usaha kuliner yang saya jalankan, ada periode tertentu yang boleh dibilang “masa panen” bisnis makanan. Ya, Lebaran Idul Fitri, itulah momen emas untuk pemilik bisnis kuliner.  Saat itu, omzet penjualan bisa meningkat 4 kali lipat dan itu merata di semua warung atau rumah makan di daerah saya. Bisa dibilang, tidak ada rumah makan yang sepi ketika itu.

Tapi, “masa panen” tidak berlangsung lama, hanya bertahan sekitar 2 pekan saja. Setelah melewati waktunya, kehidupan bisnis pun kembali berjalan normal. Pemilik usaha lagi-lagi harus memutar otak bagaimana mempertahankan laju bisnis mereka. Dan fenomena ini juga berlaku di bisnis selain kuliner, khususnya bisnis yang bergerak di bidang eceran (retail), seperti toko fashion dan sejenisnya. Atau Anda juga merasakan hal yang sama berlaku di bisnis yang Anda jalankan?

Untuk meningkatkan penjualan di waktu “sepi”, pemilik bisnis harus berpikir secara cermat. Cara yang biasa, seperti diskon misalnya, kadang bukan pilihan terbaik di saat bisn…

Push & Pull Marketing Via Online

Banyak sekali aktifitas-aktifitas marketing yang bisa dilakukan dalam upaya meningkatkan penjualan Online, mulai dari aktivasi branding dengan promosi, reseller/ agen, kerjasama pihak ketiga dan lain-lain. Aktifitas penjualan online yang menjamur di Indonesia saat ini menjadikan atmosfer persaingan dan kompetisi yang ada dan berkembang di pasar menjadi sangat kompetitif, dan sering “sikut-sikutan”. Hal ini otomatis memaksa para pemilik brand untuk putar otak, untuk bagaimana caranya brand dan product yang diusungnya sebagai public trusted brand/ product yang secara langsung akan mempengaruhi penjualan

Strategi!! Ya, ini yang harus dilakukan, tapi jangan lupa action yang paling penting. Berbagai strategi bisa dilakukan dalam upaya menggaet pasar dan membangun brand awareness, ini menjadi hal yang sangat wajib bagi pemilik brand. Push & Pull Marketing Activities, ini dia yang akan coba saya bahas dalam artikel saya sekarang. Banyak cara yang dapat kita lakukan dalam pada metode pus…