Skip to main content

On Becoming Original Busines Man


Original? Ayam kali Original,  Anyway tema bahasan artikel saya ini adalah hasil inspirasi saya dari menghabiskan beberapa hari bersama 18 Enterpreneur berskala internasional lainnya di event International Young Creative Enterpreneur (IYCE 2012) yang diselenggarakan oleh British Council.

Selama total 5 hari mengikuti berbagai kegiatan bersama, saya mempelajari banyak sekali tentang makna Enterpreneurship itu sendiri dan diantaranya adalah apa yang akan saya sharing untuk Anda berikut ini.

Pada dasarnya menjadi seorang pebisnis adalah sebuah pilihan. Buat Anda yang adalah seorang pebisnis pasti berangguk-angguk kan bagaimana tidak, bisa jadi di saat yang sama teman Anda yang adalah seorang karyawan sedang menikmati liburan di luar negeri hasil penugasan dari kantornya, atau teman Anda yang lain sedang menikmati waktu jam pulang kantor, sementara sebagai seorang pebisnis tentu Anda pastinya akan sulit sekali membedakan jam kerja dan jam ngantor kan (secara setiap hari adalah hari kantor dan walau tidak ada di kantorpun memikirkan urusan kantor). Tentu semua kondisi yang sepertinya “menyulitkan” tersebut adalah pilihan yang Anda pilih, namun tentu Anda memiliki harapan lain, harapan-harapan yang dapat Anda wujudkan dan bisa jadi mustahil dapat diwujudkan oleh rekan-rekan Anda yang memilih untuk bekerja untuk orang lain.

Saya tidak akan membahas tentang apa hal-hal positif dengan menjadi seorang pengusaha, artikel demikian tentu bisa sering Anda temukan! Yang akan saya share kepada Anda kali ini adalah tentang originalitas itu sendiri dan bagaimana membuat kita bisa menjadi pribadi-pribadi yang original.

Kata “original” sangat menarik bagi saya, karena saat saya bercengkerama dengan para finalis lainnya, satu kata yang tercermin jelas dari mereka adalah mereka semua “original” mereka membawa sesuatu yang berbeda, sesuatu yang baru! Dari banyak sejarah bisnis, tentu kita tahu para pemenang pasar sebagian besar adalah mereka yang pertama kali mengemukakakn suatu gagasan baru, suatu ide original yang bagi para target marketnya menjadi inspirasi yang menarik (tidak pernah ada yang benar-benar baru di dunia ini, kecuali yang ditemukan oleh para ilmuwan.. sebagian besar para pebisnis melakukan tindakan adopsi, dari berbagai sumber untuk menciptakan “hal baru” yang merupakan gabungan dari berbagai hal-hal yang sudah ada sebelumnya).

Originalitas itu sendiri menjadi syarat utama dari seorang pebisnis. Saat kita tidak menjadi orang yang “original” tentu ide-ide yang ada di kepala kitapun akan “gitu-gitu aja”. Di dunia bisnis “gitu-gitu aja” tidak akan menjadikan Anda pemimpin pasar. Jika Anda bersikeras menjadi “gitu-gitu aja” tentu Anda hanya akan menjadi pemain yang mengambil beberapa bagian kecil kue besar yang dikuasai oleh mereka-mereka yang memiliki originalitas.

Beberapa orang yang ikut bergabung dalam berbagi ilmu beberapa hari kemarin adalah orang-orang original di bidangnya masing-masing. Dari mulai Edward Hutabarat, Yoris Sebastian, Hermawan Tanzil hingga Johansen Samsoedin. Satu benang merah yang jelas terlihat di antara mereka, yaitu originalitas ide yang dapat terwujud dari originalitas cara berpikir dan gaya hidup mereka. 

Dari merekalah saya belajar beberapa hal berikut ini yang bisa membawa kita kepada originalitas berpikir yang akan mendorong kita mengeluarkan ide-ide original di bidang bisnis kita masing-masing :

1. Jalan-jalan!
Tempat baru adalah jendela dunia, bukan hanya buku bahkan mengunjungi tempat baru mampu menginspirasi kita. Tempat baru yang kita kunjungi tidak harus tempat yang ada hubungannya dengan industri atau ide yang sedang kita cari. Jernihnya pikiran, lancarnya peredaran darah di kepala kita adalah kunci kita bisa lebih kreatif lagi

2. Pelajari dan kenali Indonesia, sedalam mungkin!
Kalau kata bang Edo Hutabarat adalah “we have to back to the roots”. Akar kita, sumber inspirasi kita adalah negeri kita sendiri. Banyak orang dari negara lain yang begitu iri melihat kekayaan yang dimiliki oleh negeri kita, namun sedikit dari kita yang ingin mempelajarinya lebih dalam. Tidak hanya kekayaan alamnya, namun cara berpikir dan budaya Indonesia menunggu untuk kita eksplorasi.

3. Bergaul
Ide baru yang muncul di kepala kita adalah gabungan dari informasi sebelumnya yang kita miliki, jadi jika informasi yang kita miliki sedikit, sudah tentu ide baru akan sulit diproduksi. Bergaul dengan banyak orang baru adalah kunci kita lebih menyenangkan untuk mendapatkan banyak ilmu. Bagi yang ga terlalu suka baca buku, mengobrol dengan orang lain adalah salah satu sarana mendapatkan ilmu baru pula

4. Fall seven times, stand up eight
Sepertinya pebisnis sudah sangat familiar dengan istilah pantang menyerah. Thomas Alva Edison melakukan lebih dari 9.000 percobaan sebelum ia menemukan bola lampu. Jika kita baru sekali dua kali mencoba bisnis saja kemudian gagal dan menyerah, sepertinya Anda harus mempertanyakan keinginan Anda untuk menjadi seorang pebisnis ada kalanya yang harus kita lakukan adalah mulai melakukannya, jika kita terus berpikir dan mempertimbangkan, tentu kita mengulur-ulur waktu belajar kita, langsung di lapangan!

5. Pelajari budaya yang berbeda!
Baru atau tidaknya sebuah ide tentu tergantung konteks tempat dan waktu. Misalnya saja waktu J.Co buka di Indonesia tentu kita bilang bahwa konsep dia baru, tapi sebenarnya tidak, karena konsepnya mirip dengan Krispy Kreme yang sudah ada di luar negeri sebelumnya. Mempelajari dan mengetahui banyak hal dari budaya yang berbeda memberikan kita inspirasi untuk membuat hal baru di lingkungan kita sendiri. Jika Anda memiliki biaya untuk ke luar negeri, pergilah ke luar negeri dengan mengunjungi berbagai lokasi pameran bisnis atau saat Anda berjalan-jalan ke lokasi wisata, hidupkan sensitivitas Anda terhadap berbagai potensi dan peluang bisnis, atau bahkan ide-ide yang bisa Anda implementasikan dalam mengembangkan bisnis yang sedang Anda jalani. Jika Anda tidak memiliki biaya untuk keluar negeri, datangi berbagai pusat kebudayaan di kota Anda masing-masing, berkenalanlah dengan orang-orang lokal maupun asing yang ada di sana untuk berbincang-bincang tentang tren yang mereka ketahui, yang tidak Anda tahu sebelumnya.

Kesimpulan saya menggali potensi para pebisnis original ini adalah bahwa tidak ada yang instan! Jadi jika Anda tidak memulainya saat ini, kapan Anda akan menuai proses panjang tersebut dan tentu saja sebagai seorang pebisnis, belajar tidak mengenal batasan waktu. Kembangkan karakter pribadi kita masing-masing, capailah originalitas semampu Anda bisa untuk menggiring Anda menuju keberhasilan selamat berkarya!

Comments

Agus Iskandar said…
A very good article and a very nice tips to follow! What a nice surprise on tips no.2! Honestly, I am not expecting that but it make me realized on how I actually didn't know much bout Indonesia. Thanks for sharing this :)
William Lautama said…
Setuju! Explore dunia dan hal-hal baru akan menajamkan pikiran kita, melahirkan banyak ide kreatif :D

Popular posts from this blog

30 Creative Sales Ideas Untuk Cafe/ Resto

Nah edisi kali ini lebih pengen sharing soal tips-tips Creative Sales langsung yang bisa dipratekan, ga perlu teori, ga repot dan berbiaya “kecil” kali hehe. Kuncinya ketika mengeksekusi program-program di bawah harus ingat 3 W (WOW, WAW dan WUZZ), Wow begitu liat iklannya, Waw begitu baca detailnya dan langsung Wuzz menuju cafe/ Resto kita haha.

Semua ide saya rangkung dari semua tempat yang kebetulan pernah terlihat, terdengar, terbaca ataupun murni memang terinspirasi.  Sebetulnya ada sekitar 200 ide, Cuma 30 puluh dulu deh yang di posting, nanti dibuatkan ebook nya untuk di download. Selamat menikmati.

1. ½ Jam Discount
Buat program discount yang hanya berlaku setengah jam misal dari jam 5-5.30 dengan harga yang cukup ekstrim sehingga orang berbondong-bondong antri. Loh gimana ceritanya makanan ajah siap saji dalam setengah jam, nah itu urusan belakangan, yang penting rame dulu, biar orang pada antri-antri di jam 5, ntar buat kebijakan ajah yang udah pesan di jam 5 yah dapet disko…

10 Ide Promosi untuk Meningkatkan Penjualan Toko Anda tanpa DISKON!

Di usaha kuliner yang saya jalankan, ada periode tertentu yang boleh dibilang “masa panen” bisnis makanan. Ya, Lebaran Idul Fitri, itulah momen emas untuk pemilik bisnis kuliner.  Saat itu, omzet penjualan bisa meningkat 4 kali lipat dan itu merata di semua warung atau rumah makan di daerah saya. Bisa dibilang, tidak ada rumah makan yang sepi ketika itu.

Tapi, “masa panen” tidak berlangsung lama, hanya bertahan sekitar 2 pekan saja. Setelah melewati waktunya, kehidupan bisnis pun kembali berjalan normal. Pemilik usaha lagi-lagi harus memutar otak bagaimana mempertahankan laju bisnis mereka. Dan fenomena ini juga berlaku di bisnis selain kuliner, khususnya bisnis yang bergerak di bidang eceran (retail), seperti toko fashion dan sejenisnya. Atau Anda juga merasakan hal yang sama berlaku di bisnis yang Anda jalankan?

Untuk meningkatkan penjualan di waktu “sepi”, pemilik bisnis harus berpikir secara cermat. Cara yang biasa, seperti diskon misalnya, kadang bukan pilihan terbaik di saat bisn…

Push & Pull Marketing Via Online

Banyak sekali aktifitas-aktifitas marketing yang bisa dilakukan dalam upaya meningkatkan penjualan Online, mulai dari aktivasi branding dengan promosi, reseller/ agen, kerjasama pihak ketiga dan lain-lain. Aktifitas penjualan online yang menjamur di Indonesia saat ini menjadikan atmosfer persaingan dan kompetisi yang ada dan berkembang di pasar menjadi sangat kompetitif, dan sering “sikut-sikutan”. Hal ini otomatis memaksa para pemilik brand untuk putar otak, untuk bagaimana caranya brand dan product yang diusungnya sebagai public trusted brand/ product yang secara langsung akan mempengaruhi penjualan

Strategi!! Ya, ini yang harus dilakukan, tapi jangan lupa action yang paling penting. Berbagai strategi bisa dilakukan dalam upaya menggaet pasar dan membangun brand awareness, ini menjadi hal yang sangat wajib bagi pemilik brand. Push & Pull Marketing Activities, ini dia yang akan coba saya bahas dalam artikel saya sekarang. Banyak cara yang dapat kita lakukan dalam pada metode pus…