Skip to main content

Si Burung Pemarah


Beberapa hari yg lalu saya sempat mengunjungi sebuah mall besar di Jakarta, seperti biasanya di bagian atrium utama sebuah mall biasanya ada sebuah panggung atau pun acara utama yang cukup besar. Sebelum sampai di atrium utama, di bagian pintu masuk mall kita sudah disambut dengan sebuah props (properti dari kayu dengan gambar besar) dan stiker besar yang menempel di kaca pintu masuknya, begitu masuk ke baian dalam mall kita juga disambut dengan banyak props berukuran besar yg mengawal kita sampai dengan atrium utama.

Sampai di Atrium Utama, bagi pecinta si “burung pemarah” angry bird pasti akan terkejut sekaligus exited, krn di atrium utama tersebut sudah berdiri sebuah area permainan balok yg disusun dan si babi hijau, lengkap dengan ketapel raksasa seperti permainan yg bs kita temuai di game ipad maupun androidnya. Mirip seperti permainan riil yg pernah dilakukan di kota Barcelona, Spanyol, 11 Mei 2011, permainan ini kemungkinan juga mengadopsi  konsep serupa, seperti video di bawah ini: 



Nah ngomong-ngomong Si Burung pemarah ini khan sebetulnya sudah cukup lama yah muncul dan dimainkan oleh banyak orang termasuk di Indonesia tentunya, tapi mengapa Angrybird tetep “repot-repot” mengadakan activation  di Mall tersebut yah (atau mau memberikan izin brandnya digunakan pada activation tersebut? Coba kita diskusi ringan yah (monggo kalo mau menambahkan pendapatnya nanti).

1. Experience
Buat saya ini hal paling utama yang mungkin ingin dicapai oleh Angry Bird dengan mengadakan/ mengizinkan activation di Mall tersebut. Brand kita mungkin dikenal oleh banyak orang, dimainkan oleh banyak orang namun ada segmen market yang juga masih perlu di garap dan dibangun experiencenya agar mereka bisa lebih dekat dengan brand kita tentunya.

Activation dalam pendekatan pemasaran memang dapat lebih mendekatkan brand dan konsumen serta target marketnya daripada pendekatan lain seperti prind ad ataupun beriklan di media on air. Activation juga bisa membangun experience terhadap sebuah brand karena memberikan kesempatan kepada konsumen dan target marketnya untuk “involve” dengan brand.

2. Engage
Siapa yang dulunya sering main Angry Bird terus sekarang sudah agak jarang memainkannya? Yak saya salah satu yang akan mengacungkan jari hehe. Activation yang dilakukan oleh Angry Bird ini menurut saya sangat bagus untuk membangun kembali “keakrapan” dengan brand tersebut dengan usernya selama ini.

Membina hubungan merupakan pekerjaan brand yang sangat penting karena dengan hubungan yang selalu terbinalah konsumen pada akhirnya akan “menggunakan kembali” atau “membeli kembali” dan bahkan mau merekomendasikan brand tersebut kepada orang lain. Nah contohnya tulisan ini, activation yang dilakukan waktu itu membuat saya menulis mengenai Angry Bird dan kembali mencoba permainan yang sudah sempat saya tinggal beberapa waktu lalu karena kesibukan.

3. Selling & Awareness
Sebuah kegiatan secanggih apapun ujungnya punya maksud ke selling, dalam kontek Angry Bird mungkin selling bisa diartikan sebagai memainkan gamesnya, dengan yang memainkan games banyak tentunya potensi meraup keuntungan dari bentuk monetize lainnya menjadi lebih besar. Kebutuhan akan “player” untuk sebuah games tentu menjadi prasyarat mutlak kesuksesan games tersebut dalam menciptakan sumber pemasukan bagi developernya (buset dah berat bener bahasannya) hehe.

Nah sekali selling yang juga mungkin ingin dicapai dari activation ini adalah awareness brand (tapi mosok sih ada yang ga tau hehe) tapi yang mungkin saja, tidak semua yang online dan menggunakan ponsel pintar sudah memainkan game Angry Bird, atau bahkan mendengarnya saja blom pernah mungkin (kembali, MOSOK sih) haha. Yah begitulah, tidak bisa kita menggunakan asumsi base on diri kita toh.

Nah itu sedikit cerita “versi” saya pas lagi iseng ke sebuah Mall dan melihat activation dari Angry Bird, ceritamu? (loh kok jadi kayak iklan Indomie yah) hehe. Semoga bermanfaat.

Comments

Popular posts from this blog

30 Creative Sales Ideas Untuk Cafe/ Resto

Nah edisi kali ini lebih pengen sharing soal tips-tips Creative Sales langsung yang bisa dipratekan, ga perlu teori, ga repot dan berbiaya “kecil” kali hehe. Kuncinya ketika mengeksekusi program-program di bawah harus ingat 3 W (WOW, WAW dan WUZZ), Wow begitu liat iklannya, Waw begitu baca detailnya dan langsung Wuzz menuju cafe/ Resto kita haha.

Semua ide saya rangkung dari semua tempat yang kebetulan pernah terlihat, terdengar, terbaca ataupun murni memang terinspirasi.  Sebetulnya ada sekitar 200 ide, Cuma 30 puluh dulu deh yang di posting, nanti dibuatkan ebook nya untuk di download. Selamat menikmati.

1. ½ Jam Discount
Buat program discount yang hanya berlaku setengah jam misal dari jam 5-5.30 dengan harga yang cukup ekstrim sehingga orang berbondong-bondong antri. Loh gimana ceritanya makanan ajah siap saji dalam setengah jam, nah itu urusan belakangan, yang penting rame dulu, biar orang pada antri-antri di jam 5, ntar buat kebijakan ajah yang udah pesan di jam 5 yah dapet disko…

10 Ide Promosi untuk Meningkatkan Penjualan Toko Anda tanpa DISKON!

Di usaha kuliner yang saya jalankan, ada periode tertentu yang boleh dibilang “masa panen” bisnis makanan. Ya, Lebaran Idul Fitri, itulah momen emas untuk pemilik bisnis kuliner.  Saat itu, omzet penjualan bisa meningkat 4 kali lipat dan itu merata di semua warung atau rumah makan di daerah saya. Bisa dibilang, tidak ada rumah makan yang sepi ketika itu.

Tapi, “masa panen” tidak berlangsung lama, hanya bertahan sekitar 2 pekan saja. Setelah melewati waktunya, kehidupan bisnis pun kembali berjalan normal. Pemilik usaha lagi-lagi harus memutar otak bagaimana mempertahankan laju bisnis mereka. Dan fenomena ini juga berlaku di bisnis selain kuliner, khususnya bisnis yang bergerak di bidang eceran (retail), seperti toko fashion dan sejenisnya. Atau Anda juga merasakan hal yang sama berlaku di bisnis yang Anda jalankan?

Untuk meningkatkan penjualan di waktu “sepi”, pemilik bisnis harus berpikir secara cermat. Cara yang biasa, seperti diskon misalnya, kadang bukan pilihan terbaik di saat bisn…

Push & Pull Marketing Via Online

Banyak sekali aktifitas-aktifitas marketing yang bisa dilakukan dalam upaya meningkatkan penjualan Online, mulai dari aktivasi branding dengan promosi, reseller/ agen, kerjasama pihak ketiga dan lain-lain. Aktifitas penjualan online yang menjamur di Indonesia saat ini menjadikan atmosfer persaingan dan kompetisi yang ada dan berkembang di pasar menjadi sangat kompetitif, dan sering “sikut-sikutan”. Hal ini otomatis memaksa para pemilik brand untuk putar otak, untuk bagaimana caranya brand dan product yang diusungnya sebagai public trusted brand/ product yang secara langsung akan mempengaruhi penjualan

Strategi!! Ya, ini yang harus dilakukan, tapi jangan lupa action yang paling penting. Berbagai strategi bisa dilakukan dalam upaya menggaet pasar dan membangun brand awareness, ini menjadi hal yang sangat wajib bagi pemilik brand. Push & Pull Marketing Activities, ini dia yang akan coba saya bahas dalam artikel saya sekarang. Banyak cara yang dapat kita lakukan dalam pada metode pus…