Nov 16, 2008

Menggarap Target Market -
Kalau Bisa Dua Kenapa Harus Satu?


“Baju anak di showroom Esprit lucu-lucu banget lho! Nanti kita liat kesana yuk? Siapa tau ada yang nggak begitu mahal, buat kado anak temen gw yang ulang taun minggu depan nih!” ujar salah seorang teman saya semasa kuliah kemarin. Bukannya bilang hayu atau nggak, saya malah berkata “Hah?” sambil dalam hati bertanya sendiri “Emang Esprit ada yang buat anak-anak??”. Yah ternyata memang saya yang kuper (kurang pergaulan), ternyata memang ada ya sekarang produk kids Esprit (jadi malu sayah!Hehee!).

Saya terkadang bingung ya melihat beberapa perusahaan yang begitu berani menggarap beberapa target market dengan segmentasi yang sangat berbeda dan menggunakan brand yang sama khususnya. Tidak kah hal tersebut justru akan membuat mereka tidak focus terhadap bisnis yang dijalankan? Sebutlah beberapa brand di Indonesia: Konidin, ada Konidin Dewasa ada Konidin anak. Hi Low, ada Hi Low Teen ada Hi Low dewasa. Apakah keputusan seperti itu hanya didasari oleh keinginan brand extention semata?

Jika kita amati, perusahaan-perusahaan yang menggarap beberapa target market tersebut tentu mempunyai beberapa factor yang mendari keputusan tersebut.

A. “Iri Hati”
Jika dalam kehidupan kita selalu diingatkan oleh orang tua, guru, pemuka agama untuk tidak pernah mempunyai perasaan iri, dalam dunia bisnis maka hal itu tidak mungkin bisa diterapkan. Hehe! Perasaan “iri” melihat keberhasilan atau kesuksesan competitor justru menjadi pertanda baik bagi pertumbuhan bisnis yang kita miliki.

Tentu saja saat perasaan “iri” itu muncul, yang kemudian kita lakukan adalah hal yang positif (bukannya malah berusaha menjatuhkan competitor dengan cara yang tidak ‘sehat’). Hal positif itu bisa tercermin dari kemauan untuk menyamai kesuksesan competitor tersebut bahkan jika bisa lebih baik dari mereka. Saat competitor berani menembak beberapa target market dan mampu melayaninya dengan baik, maka kita juga harus bisa melakukan hal tersebut dengan lebih baik lagi.

B. Role Model
Tidak pernah ada orang yang mau dibandingkan dengan seseorang yang lebih jelek kualitasnya dibanding kita. Maunya, kita selalu dibandingkan dengan seseorang yang sempurna, yang jauh lebih baik. Begitu pun dengan bisnis. Membandingkan diri dengan competitor yang berkembang dengan sangat baik membuat kita mempunyai acuan tersendiri mengenai apa yang harus kita lakukan. Saat membandingkan diri dengan perusahaan yang setara dengan kita, itu sama saja artinya dengan mematikan pertumbuhan.

Namun saat kita memasang role model competitor yang jauh lebih sukses atau bahkan pemimpin pasar saat ini, kita akan menyusun cara bagaimana kita setidaknya bisa menyamai atau bahkan melebihi perusahaan tersebut. Jika competitor yang menjadi role model sukses luar bias di hanya satu target market, maka kita harus bisa sukses di dua atau beberapa target market. Ini akan membuat kita mempunyai standar tinggi dalam perjalanan bisnis kita.

C. Develope
Sama seperti manusia, saat tumbuh semakin besar, kita semakin banyak merasa tidak puas, semakin banyak penasaran dan ingin tahu tentang banyak hal. Hal seperti ini juga berlaku bagi industri bisnis. Saat kita memulai suatu usaha, kebanyakan pasti hanya menembak pada satu target market agar lebih focus dalam penanganannya. Setelah bisnis tersebut berjalan, tumbuh dan berkembang dengan baik, katakanlah mencapai kesuksesan tertinggi, biasanya kita akan mulai “melirik” lahan lain untuk semakin memperbesar bisnis. Memang ada berbagai macam cara pengembangan bisnis, namun cara yang dianggap cenderung lebih mudah ya itu tadi, menggarap target market baru.

D. Jaga-jaga
Tidak pernah ada yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Kita boleh berbangga hati karena sekarang ini perusahaan kita sukses luar biasa dan mampu menjadi pemimpin pasar di target market yang kita tembak. Namun apakah itu akan berlangsung selamanya? Walaupun kita berusaha sekuat tenaga untuk selalu bekerja dengan baik dan terus mengembangkan bisnis dengan baik pula, kita harus terima bahwa sesuatu yang diluar kekuasaaan kita sebagai manusia bisa saja menghancurkan bisnis yang kita bangun.

Beberapa perusahaan yang menyadari betul hal ini pasti sudah berjaga-jaga jauh sebelum hal itu mungkin saja terjadi pada mereka. Salah satu cara yang bisa dilakukan ya dengan melayani beberapa target market. Jadi di saat salah satu target market mengalami goncangan, maka kita masih punya target market lain yang bisa menopang perusahaan.

E. Tertantang
Hal ini biasanya dimiliki olah jiwa-jiwa muda (dengan tidak mengecilkan para sesepuh tentu saja. Hehe!). Perasaan tertantang akan situasi yang telah berjalan dengan begitu baik saat perusahaan menggarap hanya satu target market bisa membuat kita memutuskan untuk sekalian saja menggarap beberapa target market sekaligus.

Selain untuk pertumbuhan perusahaan, tantangan yang didapatkan juga menjadi sebuah passion tersendiri bagi para pelaku bisnis. Saat kita berhasil menaklukan sebuah tantangan, selain kepuasan yang didapat, ini juga akan semakin menunjukkan kepada pasar maupun competitor bahwa perusahaan kita adalah perusahaan yang hebat.

Sedikit atau banyak target market yang perusahaan garap, bagi pasar yang terpenting tentu saja kualitas pelayanan. Jadi sebaiknya keputusan seperti itu diambil jika memang kita benar-benar mampu melayani beberapa target market tersebut dengan sebaik mungkin, sehingga tidak akan menjadi boomerang bagi kita di masa mendatang.


No comments: