Skip to main content

Bulu Mata Chibi


Beberapa hari yang lalu saya menyempatkan diri untuk berjalan-jalan di sebuah mall di Bandung. Di ingat-ingat trend dan habit pada saat saya ABeGe (baca: remaja usia SMP & SMA) beda banget sama ABeGe2 jaman sekarang, terutama di habit berpakaian dan menggunakan gadget. Maklum saja, di jaman saya ABeGe (tahun 90an) HP baru saja trend, e mail baru mulai digunakan, dan sms baru mulai diciptakan, bandingkan dengan pemandangan setiap AbeGe yang masing2 memegang smartphone ataupun tablet saat ini, bayangkan saja akses informasi dan adopsi trend dunia ataupun trend Asia saat ini, apalagi demam K-Pop yang saat ini sedang booming diadopsi oleh AbeGe Indonesia.

Hal ini tidak luput di manfaatkan oleh para pebisnis di industri musik, diikuti munculnya BoyBand dan GirlBand yang “ala K-Pop”, seperti SMASH, 7 Icons, atau Cherry Belle, bukan hanya di jalur musik pop, tapi juga menular ke musik dangdut, sebut saja Ayu Ting-Ting, penyanyi dangdut asli Indonesia, tapi dalam menyanyi dan pencitraan menggunakan “rasa K-Pop”


K-Pop ini juga bukan hanya merambah industri hiburan saja, tapi juga ikut mempengaruhi produsen consumer goods, otomotif, seluler, dan industri kecantikan. Mereka berlomba-lomba mengikuti gaya berkomunikasi dengan memanfaatkan trend AbeGe yang ada saat ini. Misalnya, saya sangat terkejut pagi ini ketika membuka TL twitter penuh dengan hastag #BuluMataChibi bahkan pagi ini menjadi Trending Topic, WOW... begitu besarnya pengaruh dari Cherry Belle, fans dan juga para personilnya dalam mengkomunikasikan sebuah produk bulu mata sehingga semua twibbies menyambut topik bulu mata tersebut menjadi begitu menarik dan trend untuk dibicarakan, seolah-olah jika tidak ikut menggunakan hastag tersebut atau tidak bercakap-cakap dengan topik tersebut jadi kurang oke :p

Coba kita diskusi singkat yuk, apa manfaat bagi brand dengan menggunakan endoser yang memang sedang trend di segmennya seperti Cherry Belle ini.

1. Viral Marketing
Sejalan dengan booming nya fenomena pecinta chibi (@CherryBelleIndo, @CherryBelleINA, dll)  maupun pembencinya (@Chibi_Haters, @Chibii_Haters, @RIPChibi, @Hate_Chibii, dll) sama2 memberikan kontribusi yang cukup besar dalam meberikan publisitas untuk Cherry Belle, walaupun tentunya dengan sisi negatif dan positif, namun sejalan dengan bertumbuhnya pecinta para Chibi ini, maka komentar-komentar negatif tersebut saat ini lebih banyak di counter oleh para pecintanya

Yah terbukti kemudian bulu mata yang digunakan Cheery Belle ini menjadi trending topic di twitter yang tentu saja imbasnya ke brand yang menggunakan Cheery Belle tersebut. Pertanyaan tentang “beli di mana bulu matanya” kemudian banyak muncul di timeline dan tentu inilah yang sangat diharapkan oleh brand tersebut selain brand equitynya yaitu penjualan.

2. Awareness
Penggunaan Cherry Belle sebagai ambasador produk D’Eyeko (sebuah brand bulu mata) membuat pengenalan produk terhadap target marketnya (remaja putri SMP dan SMA) lebih cepat dan lebih smooth. Produk dikomunikasikan secara endorsement oleh Cherry Belle membuat produk lebih bisa diterima dan digunakan oleh para twibbies di Indonesia

Tentu kelebihan menggunakan endoser seperti ini adalah follower base yang memang cukup ter engage dengan Cherry Belle nya sehingga rekomendasi dan image yang dibangun untuk brandnya bisa lebih cepat dicapai.

3. Join The Conversation
Bukan hanya dibicarakan oleh Cherry Belle saja, tapi produk ini juga membagikan produk nya secara Cuma-Cuma kepada 222 orang dengan hanya mengikuti quiz yang cukup simple, hal ini mau tidak mau akan meng create trigger para remaja untuk mengikuti dan juga membicarakannya di kalangan mereka.

Nah ini juga langkah yang cukup cerdas, anda sebagai pemilik brand tentu harus join the conversation ketika menggunakan endoser sekelas Cheery Belle tentunya, misal dengan membuat aktivasi online ataupun sekedar melakukan conversation secara aktif di timeline.

Eit jangan salah paham dulu, tentu saya bukan fansnya Cheery Belle haha, seperti saya katakan di atas sudah bukan generasi saya kayanya hehe. Tapi ada hal yang selalu sangat menarik untuk dijadikan bahan diskusi dengan semakin berkembangnya social media saat ini.

Oke, twibbies dan twiboys, mana suaranya? Loh eh.

creative sales

Comments

Popular posts from this blog

30 Creative Sales Ideas Untuk Cafe/ Resto

Nah edisi kali ini lebih pengen sharing soal tips-tips Creative Sales langsung yang bisa dipratekan, ga perlu teori, ga repot dan berbiaya “kecil” kali hehe. Kuncinya ketika mengeksekusi program-program di bawah harus ingat 3 W (WOW, WAW dan WUZZ), Wow begitu liat iklannya, Waw begitu baca detailnya dan langsung Wuzz menuju cafe/ Resto kita haha.

Semua ide saya rangkung dari semua tempat yang kebetulan pernah terlihat, terdengar, terbaca ataupun murni memang terinspirasi.  Sebetulnya ada sekitar 200 ide, Cuma 30 puluh dulu deh yang di posting, nanti dibuatkan ebook nya untuk di download. Selamat menikmati.

1. ½ Jam Discount
Buat program discount yang hanya berlaku setengah jam misal dari jam 5-5.30 dengan harga yang cukup ekstrim sehingga orang berbondong-bondong antri. Loh gimana ceritanya makanan ajah siap saji dalam setengah jam, nah itu urusan belakangan, yang penting rame dulu, biar orang pada antri-antri di jam 5, ntar buat kebijakan ajah yang udah pesan di jam 5 yah dapet disko…

10 Ide Promosi untuk Meningkatkan Penjualan Toko Anda tanpa DISKON!

Di usaha kuliner yang saya jalankan, ada periode tertentu yang boleh dibilang “masa panen” bisnis makanan. Ya, Lebaran Idul Fitri, itulah momen emas untuk pemilik bisnis kuliner.  Saat itu, omzet penjualan bisa meningkat 4 kali lipat dan itu merata di semua warung atau rumah makan di daerah saya. Bisa dibilang, tidak ada rumah makan yang sepi ketika itu.

Tapi, “masa panen” tidak berlangsung lama, hanya bertahan sekitar 2 pekan saja. Setelah melewati waktunya, kehidupan bisnis pun kembali berjalan normal. Pemilik usaha lagi-lagi harus memutar otak bagaimana mempertahankan laju bisnis mereka. Dan fenomena ini juga berlaku di bisnis selain kuliner, khususnya bisnis yang bergerak di bidang eceran (retail), seperti toko fashion dan sejenisnya. Atau Anda juga merasakan hal yang sama berlaku di bisnis yang Anda jalankan?

Untuk meningkatkan penjualan di waktu “sepi”, pemilik bisnis harus berpikir secara cermat. Cara yang biasa, seperti diskon misalnya, kadang bukan pilihan terbaik di saat bisn…

Push & Pull Marketing Via Online

Banyak sekali aktifitas-aktifitas marketing yang bisa dilakukan dalam upaya meningkatkan penjualan Online, mulai dari aktivasi branding dengan promosi, reseller/ agen, kerjasama pihak ketiga dan lain-lain. Aktifitas penjualan online yang menjamur di Indonesia saat ini menjadikan atmosfer persaingan dan kompetisi yang ada dan berkembang di pasar menjadi sangat kompetitif, dan sering “sikut-sikutan”. Hal ini otomatis memaksa para pemilik brand untuk putar otak, untuk bagaimana caranya brand dan product yang diusungnya sebagai public trusted brand/ product yang secara langsung akan mempengaruhi penjualan

Strategi!! Ya, ini yang harus dilakukan, tapi jangan lupa action yang paling penting. Berbagai strategi bisa dilakukan dalam upaya menggaet pasar dan membangun brand awareness, ini menjadi hal yang sangat wajib bagi pemilik brand. Push & Pull Marketing Activities, ini dia yang akan coba saya bahas dalam artikel saya sekarang. Banyak cara yang dapat kita lakukan dalam pada metode pus…