Skip to main content

Businesman dan Rasa "Galau"

Sering sekali saya bertemu dengan pebisnis yang "curhat" bawah begitu lama sudah berbisnis tapi rasanya bisnisnya seperti jalan di tempat, ga maju-maju bahkan beberapa merasa malah bisnisnya malah bergerak ke belakang. Kadang kalo sudah berhadapan dengan kondisi seperti ini saya sering tersenyum sendiri karena jangankan para pebisnis yang "curhat" tersebut, sayapun kadang merasakan hal yang sama sejak berbisnis dari tahun 2003, kadang bagus, kadang stagnan dan bahkan mengalami kemunduran dan kebangkrutan.

Normal tidak sih pertanyaannya karena di sisi lain kadang kita sering sekali melihat ada pebisnis yang sepertinya masih "pemain baru" tapi tidak butuh waktu bertahun-tahun bisnisnya sudah menghasilkan omset yang bahkan belum pernah kita capai selama ini dan yang bersangkutan bisa mencapainya hanya dalam hitungan bulan atau tahun sementara kita yang sudah "asam garam" eh bisnis masih segini-segini ajah, kadang rasanya ingin berhenti dan meninggalkan dunia bisnis.

Ok berdasarkan pengalaman pribadi kalo saya boleh saya menjawab sebetulnya hal ini bisa dikatakan "wajar" dan memang dialami oleh sebagian besar pebisnis dan bahkan mungkin banyak yang berlarut-larut sampai akhirnya "ajal" bisnisnya datang atau tiba-tiba yang bersangkutan menemukan "petunjuk" dan kemudian bangkit untuk bisa sukses akhirnya.

Nah tentu kita sebagai pebisnis tidak ingin mengalami pengalaman seperti ini secara berlarut-larut, maksudnya ok lah kita berasumsi sudah mengalaminya atau sedang mengalami situasi seperti di atas, tapi dengan cepat kita bisa membalikan arah untuk menjadi lebih baik tentunya, bagaimana?

1. Check your passion

Nah ini langkah yang amat penting ketika bisnis pada kondisi stuck dan tidak banyak progress, adalah penting untuk kita kembali "ngecek" apakah yang kita lakukan saat ini sesuai dengan passion kita? Kadang pada kondisi dimana semua berjalan seperti biasa hari perhari, bulan per bulan dan tahun ke tahun kita mulai melupakan apa yang menjadi passion kita ketika memulai bisnis pertama kali karena kesibukan dan rutinitas yang kita jalankan.

Ngecheck nya gimana? Simple, bertanyalah apakah kita punya semangat yang sama ketika memulai dan apakah kita merasa apa yang kita jalankan saat ini akan mengatarkan kita pada apa yang kita impikan di masa depan? Ketika semangat untuk menjalankan apa yang menjadi bisnis kita saat ini mulai luntur dan kehilangan kepercayaan untuk bisa berhasil, mungkin saatnya Anda memutuskan untuk mengambil langkah baru dan mencoba kembali menemukan passion yang ada di dalam diri kita.

2. Set new target
10 tahun lalu mungkin ketika memulai bisnis kita merasa nilai uang puluhan atau ratusan juta adalah target yang sangat menantang dan besar, kita berkerja 1x24 jam x 7 hari untuk bisa mendapatkan angka yang kita inginkan, sejalan waktu bisnis tumbuh, apa yang dulu Anda anggap besar kemudian menjadi biasa saja atau mungkin kecil, di saat inilah kemudian muncul titil jenuh dan Anda tidak tahu harus melakukan apalagi dan ingat dalam bisnis ketika bisnis berjalan di tempat, cost/ biaya juga selalu berlari mendahului Anda.

Saat inilah kita butuh menetapkan target baru untuk mendorong diri kita melakukan hal baru dengan semangat baru seperti halnya ketika kita memulai bisnis di awal dahulu, target baru ini akan membuat kita melakukan hal baru yang punya potensi bisnis kita bisa berkembang lebih baik dari sebelumnya tentu.

3. New Strategy
"jika apa yang kamu biasa lakukan menhasilkan hasil yang selalu sama, maka satu-satunya jalan untuk hasil yang lebih baik adalah melakukan hal yang berbeda" atau Eistein pernah mengatakan "Orang gila adalah orang yang berharap ada perubahan tapi melakukan hal yang sama setiap hari". 

JIka bisnis berjalan stuck atau bahkan cenderung turun maka kajilah lagi strategi yang biasa Anda lakukan saat ini, ubahlah cara kita bersaing dan menggarap pasar karena biasa jadi cara yang lama sudah tidak lagi relevan dengan dunia bisnis yang ada saat ini. Dulu mungkin beriklan di Yellow Pages akan mendatangkan konsumen yang banyak untuk Anda, namun sekarang jika Anda tidak bisa ditemukan di google mungkin tunggu waktu bisnis Anda dimakan oleh pesaing Anda.

4. Move on, start New one
Ya, pada sebuah kondisi, kalo kata anak muda sekarang MOVE ON dong, kalo memang sudah stuck atau bahkan turun, tidak lagi puny passion dalam mengerjakan bisnis tersebut yang MOVE ON lah, stop doing that business, do something else yang sesuai dengan Passion dan Anda punya energi dan semangat besar di sana.

Move on ini bukan berarti juga Anda harus berhenti mengerjakan bisnis yang Ada saat ini karena bisa jadi passion Anda memang di bisnis ini dan sebetulnya potensinya juga besar kalo digarap dengan strategi yang tepat, namun Move on ini juga bisa berarti cobalah lebarkan bisnis Anda, don't put your egg in one basket, lakukan portfolio bisnis dan lihat mana yang punya potensi dan peluang yang kelak bisa mendekatkan Anda dengan goal Anda.

So, jangan lagi galau-galau, start new spirit, sebagai pebisnis kita memang ditempah untuk hal seperti ini, melakukan apa yang kebanyakan orang tidak lakukan yaitu berjuang dan pertempur dengan resiko dan peluang yang besar namun at the end kita bisa melakukan apa yang tidak bisa dilakukan oleh banyak orang. Aminn.

Popular Post:

Private Label, Lampu Kuning Pemilik Brand
The Power of Free Marketing Ala Google
Aku, Mama, Starbucks dan Pisang Sunpride
Starbucks Catering, Ngejer Setoran?

Comments

She Cantique said…
sampaikan saja kegalauanmu ke Allah swt di malam yg sunyi
Interior Design said…
Mantap tulisannya ..

Busnis Man juga bisa galau :)

Tapi saya setuju dengan tulisan ini, dan tulisan ini sungguh kebenaran untuk para pemula yang belum merasakan asam garam dan inspirasi untuk para pebisnis yang stuck dengan bisnisnya..

Bisnis saya pun sempat turun dan saya bangkit lagi..

Move on..
Jammy

Popular posts from this blog

30 Creative Sales Ideas Untuk Cafe/ Resto

Nah edisi kali ini lebih pengen sharing soal tips-tips Creative Sales langsung yang bisa dipratekan, ga perlu teori, ga repot dan berbiaya “kecil” kali hehe. Kuncinya ketika mengeksekusi program-program di bawah harus ingat 3 W (WOW, WAW dan WUZZ), Wow begitu liat iklannya, Waw begitu baca detailnya dan langsung Wuzz menuju cafe/ Resto kita haha.

Semua ide saya rangkung dari semua tempat yang kebetulan pernah terlihat, terdengar, terbaca ataupun murni memang terinspirasi.  Sebetulnya ada sekitar 200 ide, Cuma 30 puluh dulu deh yang di posting, nanti dibuatkan ebook nya untuk di download. Selamat menikmati.

1. ½ Jam Discount
Buat program discount yang hanya berlaku setengah jam misal dari jam 5-5.30 dengan harga yang cukup ekstrim sehingga orang berbondong-bondong antri. Loh gimana ceritanya makanan ajah siap saji dalam setengah jam, nah itu urusan belakangan, yang penting rame dulu, biar orang pada antri-antri di jam 5, ntar buat kebijakan ajah yang udah pesan di jam 5 yah dapet disko…

10 Ide Promosi untuk Meningkatkan Penjualan Toko Anda tanpa DISKON!

Di usaha kuliner yang saya jalankan, ada periode tertentu yang boleh dibilang “masa panen” bisnis makanan. Ya, Lebaran Idul Fitri, itulah momen emas untuk pemilik bisnis kuliner.  Saat itu, omzet penjualan bisa meningkat 4 kali lipat dan itu merata di semua warung atau rumah makan di daerah saya. Bisa dibilang, tidak ada rumah makan yang sepi ketika itu.

Tapi, “masa panen” tidak berlangsung lama, hanya bertahan sekitar 2 pekan saja. Setelah melewati waktunya, kehidupan bisnis pun kembali berjalan normal. Pemilik usaha lagi-lagi harus memutar otak bagaimana mempertahankan laju bisnis mereka. Dan fenomena ini juga berlaku di bisnis selain kuliner, khususnya bisnis yang bergerak di bidang eceran (retail), seperti toko fashion dan sejenisnya. Atau Anda juga merasakan hal yang sama berlaku di bisnis yang Anda jalankan?

Untuk meningkatkan penjualan di waktu “sepi”, pemilik bisnis harus berpikir secara cermat. Cara yang biasa, seperti diskon misalnya, kadang bukan pilihan terbaik di saat bisn…

Push & Pull Marketing Via Online

Banyak sekali aktifitas-aktifitas marketing yang bisa dilakukan dalam upaya meningkatkan penjualan Online, mulai dari aktivasi branding dengan promosi, reseller/ agen, kerjasama pihak ketiga dan lain-lain. Aktifitas penjualan online yang menjamur di Indonesia saat ini menjadikan atmosfer persaingan dan kompetisi yang ada dan berkembang di pasar menjadi sangat kompetitif, dan sering “sikut-sikutan”. Hal ini otomatis memaksa para pemilik brand untuk putar otak, untuk bagaimana caranya brand dan product yang diusungnya sebagai public trusted brand/ product yang secara langsung akan mempengaruhi penjualan

Strategi!! Ya, ini yang harus dilakukan, tapi jangan lupa action yang paling penting. Berbagai strategi bisa dilakukan dalam upaya menggaet pasar dan membangun brand awareness, ini menjadi hal yang sangat wajib bagi pemilik brand. Push & Pull Marketing Activities, ini dia yang akan coba saya bahas dalam artikel saya sekarang. Banyak cara yang dapat kita lakukan dalam pada metode pus…