Skip to main content

Tongkat Narsis, Bu Ani Ajah Ikut Eksis

Beberapa waktu kebelakang ini salah satu sahabat di kantor sibuk sekali membahas tongsis, tongkat narsis yaitu sebuah monopod (tongkat photo) yang bisa kita pegang dengan jarak mungkin kurang lebih 1 meter kemudian bisa kita gunakan untuk memfoto diri kita sendiri dengan kamera maupun Handphone. Wah saya pikir di dunia yang menjurus sangat narsis saat ini di tambah lagi teknologi handphone yang makin canggih kameranya ini produk meet "demand" banget hehe, harusnya produsen China udah mulai suply nih buru-buru dengan campaign "Dengan hanya Rp. 30.000 kamu sudah bisa Narsis/ Eksis tanpa perlu minta orang lain yang fotoin atau pake Front Cam yg kurang ok posisi dan gayanya" hehe, atau juga produsen atau toko HP/ Kamera udah bisa langsung bundling, Beli HP dapet Tongsis, yah tentu buatan cina Tongsisnya biar masal dan murah meriah haha.

Saya sendiri penasaran sebetulnya dari mana istilah Tongsis ini hehe, dan syukurlah ketemu di detik.com sejarah tongsis ini. Dari berita detik yang saya baca tongsis ini muncul pertama kali istilahnya dari Babab Dito @bababdito yang terinspirasi dari FPI katanya Front Pembela Narsis sehingga daripada menjual Monopod dengan kategori product Monopod (sound so boring) terpikirlah untuk memberikan product name untuk monopod ini dengan nama Tongsis, Tongkat Narsis.

Nah ini menurut saya implementasi Creative Sales yang sangat bagus dijadikan contoh di mana mungkin barang yang dijual bukanlah sesuatu yang betul-betul baru namun dikemas dengan cara yang unik (brand name), dibangun melalui channel yang tepat sehingga kemudian terjadilah efek komunikasi yang membuat permintaan produknya meningkat (saya tidak tahu apakah ini secara natural kebetulan ibu Ani sedang ekses kemudian dimanfaatkan oleh penjualnnya untuk melakukan Buzz di media (by design) atau terjadi secara "kebetulan").

Dari Tongsis ini, ada banyak pelajaran marketing yang bisa diambil, yang bisa jadi inspirasi kita dalam membangun program marketing dan penjualan bagi brand kita ataupun memanfaatkan peluang dari munculnya trend-trend baru yang bisa kita manfaatkan untuk kepenting bisnis kita tentunya.

1. Biasa dgn cara luar biasa

"photo diri Anda dengan Monopod?" Hmm apa menariknya kalimat iklan seperti itu? Kadang berbedaan brand bakal laku atau tidak itu hanya terletak pada How To, bagaimana cara kita menyampaikan ke target market apa yang ingin kita jual. Dalam Creative Sales Guidline, Product dimensi Brand Name, Monopod ini contoh bagaimana penggunaan brand name menjadi sangat powerfull untuk membantu meningkatkan penjualan produk kita.

Dalam bidang kuliner di berbagai kesempatan seminar juga sering saya kemukakan, jika Anda menjual "ceker ayam" percayalah tidak ada yang akan membicarakan "ceker ayam" Anda, karena sudah terlalu banyak yang menjual ceker ayam, namun ceritanya akan berbeda jika Anda menjual "CEKER SETAN', betul tidak?

2. Lihatlah dunia
Pelajaran kedua yang bisa kita ambil dari cerita Tongsis adalah tentang PELUANG. Babab Dito @bababdito terinspirasi untuk menjual produk ini di Indonesia karena ketika menghadiri sebuah acara di Luar negeri beliau melihat ada orang yang menggunakan product Monopod tersebut sehingga terpikirlah mengapa tidak dijual juga di Indonesia, apakah di Indonesia sudah atau belom ada yang jual saya tidak tahu, tapi point pentingnya ketika kita membuka mata kita, peluang akan nampak cukup banyak.

Pemasar atau penjualan yang baik itu adalah pemasaran yang selalu membuka pikiran dan matanya untuk hal-hal baru yang mungkin bisa diimplementasikan untuk improving bisnis atau bahkan menciptakan bisnis yang baru di mana dunia bisnis masih Blue Ocean sehingga pontensi untuk menghasilkan keuntungan akan semakin besar tentunya.

3. Update jadi Duit
Kenapa? Yah gampang bagaimana bisa membangun brand jika yang pegang brandnya ajah Kudet? Coba tuh Toko HP atau Toko Kamera kalo ga kudet dan mengetahui soal Tongsis, harusnya mereka sudah mulai tuh jual di tokonya, mau itu dijadikan bundling, jual terpisah atau bahkan dijadikan gimmick juga bisa, berapa banyak anak muda narsis sekarang? Misal berjejer toko kamera di pusat mall or toko HP terus kamu pasang deh promo di tokomu "Beli Handphone Gratis Tongsis" bisa kelabakan kan pesaingmu hehe dan pembeli bisa bejibun di toko kamu

Lah klo kamu produsen "Palugada" apa yang lu mau gua ada, punya akses ke negeri tirai bambu, punya bekal update itu "duit banget" buruan tuh minta pabrik di sana produksi masal atu minimal kasih contoh dulu, coba jual ke toko2 HP, kamera dan bahkan brand "kebutuhan Gimmick dan Promosi Merchandise", wah bisa berapa banyak tuh Omset? Coba ajah kalo tidak percaya, search "Beli Tongsis" di google, coba kalo ga kudet, bisa pasang google adword khan buat jualan di toko kamu hehe.

4. Siapkan toko, rambah Channel Jualan
Nah nyambung dari point di atas, sebetulnya dengan tidak kudet, kita bisa menjadi trend sebagai peluang bisnis, caranya sederhana apalagi melalui online sangat gampang yaitu siapkan toko dan atau bisa merambah channel jualan lain seperti Kaskus dan Toko Bagus misalnya (Market Place), yah minimal bisa dijadiin bisnis isenglah. contoh gambar di samping, pinterkan sudah siap sedia ketika ada yang seach di google. Apalagi seperti saya sampaikan di atas di tambahin google adword "beli tongsis" pas muncul di awal website kamu yg jualan tongsis (modal blog ajah gratis) terjadilah peluang jualan atau bahkan bisa jadi brand yang lagi butuh merchandise yang menghubungi kamu.

5. Gerak cepat coi
Yah kalo lambat, misal memanfaatkan trend yang terjadi setelah beberapa bulan, udah basi lah, keburu situasinya sudah menjari Red Ocean dan kalo saat itu kita baru mutuskan untuk yah bersiaplah untuk "berbiaya" tidak sedikit dalam menggarap pasarnya. Jadi cepat membaca tren ajah juga tidak cukup untuk seorang pemasaran dan brand, yang juga sangat penting adalah gerak cepat sebelum trendnya turun atau keburu kompetitor menjadi banyak menggarap bisnisnya.

Yah saudara demikian demikianlah pembahasan kita hari ini (buset formal amat), ah ini iseng ngisi sabtu, minggu ini, semoga bahasan di atas bisa memberi sedikit inspirasi mengisi pagi senin ini, so sudah siap NARSIS hari ini?

Thank's to @harrisprince, @riristamba, @kinanasneta, @autami, @AidilAKBAR, @Fiterbagus untuk ijin publish foto nya :)

Baca Popular Post Lainnya

Tingkatkan Leads dan Sales Via Affiliate Marketing
Tingkatkan Penjualan dgn Speak-Speak Dewa (SSP)
Ayam dan telor akhirnya terjawab mana duluan
Brown & Cony: Is it love?

Creasionbrand I Creative Sales & Marketing Consultant

Comments

Anonymous said…
Two Thumbs Up buat @Bababdito, rather than monopod, Tongsis sure make a conversation & hot issue.
Minimal diomongin sama orang2 kepo, narsis dan eksis yang ada di negeri kita

Shinta Margaret

Popular posts from this blog

30 Creative Sales Ideas Untuk Cafe/ Resto

Nah edisi kali ini lebih pengen sharing soal tips-tips Creative Sales langsung yang bisa dipratekan, ga perlu teori, ga repot dan berbiaya “kecil” kali hehe. Kuncinya ketika mengeksekusi program-program di bawah harus ingat 3 W (WOW, WAW dan WUZZ), Wow begitu liat iklannya, Waw begitu baca detailnya dan langsung Wuzz menuju cafe/ Resto kita haha.

Semua ide saya rangkung dari semua tempat yang kebetulan pernah terlihat, terdengar, terbaca ataupun murni memang terinspirasi.  Sebetulnya ada sekitar 200 ide, Cuma 30 puluh dulu deh yang di posting, nanti dibuatkan ebook nya untuk di download. Selamat menikmati.

1. ½ Jam Discount
Buat program discount yang hanya berlaku setengah jam misal dari jam 5-5.30 dengan harga yang cukup ekstrim sehingga orang berbondong-bondong antri. Loh gimana ceritanya makanan ajah siap saji dalam setengah jam, nah itu urusan belakangan, yang penting rame dulu, biar orang pada antri-antri di jam 5, ntar buat kebijakan ajah yang udah pesan di jam 5 yah dapet disko…

10 Ide Promosi untuk Meningkatkan Penjualan Toko Anda tanpa DISKON!

Di usaha kuliner yang saya jalankan, ada periode tertentu yang boleh dibilang “masa panen” bisnis makanan. Ya, Lebaran Idul Fitri, itulah momen emas untuk pemilik bisnis kuliner.  Saat itu, omzet penjualan bisa meningkat 4 kali lipat dan itu merata di semua warung atau rumah makan di daerah saya. Bisa dibilang, tidak ada rumah makan yang sepi ketika itu.

Tapi, “masa panen” tidak berlangsung lama, hanya bertahan sekitar 2 pekan saja. Setelah melewati waktunya, kehidupan bisnis pun kembali berjalan normal. Pemilik usaha lagi-lagi harus memutar otak bagaimana mempertahankan laju bisnis mereka. Dan fenomena ini juga berlaku di bisnis selain kuliner, khususnya bisnis yang bergerak di bidang eceran (retail), seperti toko fashion dan sejenisnya. Atau Anda juga merasakan hal yang sama berlaku di bisnis yang Anda jalankan?

Untuk meningkatkan penjualan di waktu “sepi”, pemilik bisnis harus berpikir secara cermat. Cara yang biasa, seperti diskon misalnya, kadang bukan pilihan terbaik di saat bisn…

Push & Pull Marketing Via Online

Banyak sekali aktifitas-aktifitas marketing yang bisa dilakukan dalam upaya meningkatkan penjualan Online, mulai dari aktivasi branding dengan promosi, reseller/ agen, kerjasama pihak ketiga dan lain-lain. Aktifitas penjualan online yang menjamur di Indonesia saat ini menjadikan atmosfer persaingan dan kompetisi yang ada dan berkembang di pasar menjadi sangat kompetitif, dan sering “sikut-sikutan”. Hal ini otomatis memaksa para pemilik brand untuk putar otak, untuk bagaimana caranya brand dan product yang diusungnya sebagai public trusted brand/ product yang secara langsung akan mempengaruhi penjualan

Strategi!! Ya, ini yang harus dilakukan, tapi jangan lupa action yang paling penting. Berbagai strategi bisa dilakukan dalam upaya menggaet pasar dan membangun brand awareness, ini menjadi hal yang sangat wajib bagi pemilik brand. Push & Pull Marketing Activities, ini dia yang akan coba saya bahas dalam artikel saya sekarang. Banyak cara yang dapat kita lakukan dalam pada metode pus…