Jan 3, 2013

Quaker Oats Cookie


Anda tahu, di kantor saya ada privilege yang luar biasa buat semua karyawannya, apa itu? Gratis sarapan pagi. siang, sore dan bahkan malam. Beneren, iya bener swear tapi makanannya adalah Quaker Oats. Gratis anytime mau makan ada tersedia di dapur, tinggal bilang OB untuk dibuatkan tidak lama akan tersedia di meja karyawan.

Dan tebak apa yang terjadi? Aneh, tidak ada satupun karyawan yang memanfaatkan fasilitas ini sejak diumumkan haha, 1 bungkus Quaker Oats yang dibeli bulan lalu bahkan masih tersisa. Ini berbeda jauh jika yang disediakan gorengan setiap sore (bala-bala, gehu goreng, tempe goreng, cireng), tanpa perlu di komando, sedikit aja lengah misalnya pergi ke WC maka yang tersisa hanya cabe rawit di piring yang disajikan hehe.

Kenapa yah? yah tentu kita bahas dari sisi marketing yah, bukan dari sisi kesehatan. Sederhana Quaker Oats original ga enak rasanya (menurut hampir sebagian responden di kantor) hehe, "rasanya plain bro dan malah jadi ga enak di perut" <------ "Sugesti" wkwk.


Nah ga lama ini saya liat ada Quaker Oats Cookie yang dari sisi harga cukup Ok daripada membeli cookie salah satu brand kesehatan yang muahalll. Isi 3 cookie dengan harga 2.850 dengan beberapa varian rasa seperti Honey Nuts dan Apple and Cinnamon, dan ternyata rasanya wuenaak rek. Iseng pengen saya tes, saya sampling ke beberapa orang, "nih cobain Quaker Oats biskuit enak ga?" Dannnnn so far 100 persen bilang enak. Gratis kah di kantor? Enak ajah kalo variant yang ini silahkan beli sendiri haha.

Saya pribadi hampir setiap ada kesempatan membeli Quaker Oats Cookie ini karena cukup menjadi solusi makanan "sehat" daripada Cookie lainnya (anyway saya ga tau juga sih bener-bener sehat ga hehe" cuma karena Quaker Oats melekat dengan positioning sehat yah itulah yang terbentuk dibenak saya hehe.

Saya tidak tahu bagaimana sales dari Quaker Oats ini sejak meluncurkan new category brand Quaker Oats yaitu cookie ini, namun dalam Metode Creative Sales Guidelines yang dikembangkan oleh Creasionbrand inilah contoh kreatif untuk meningkatkan penjualan yaitu dengan Product Tactic dan elemen new category. Tidak jenius juga sih, banyak brand yang melakukan ini sebetulnya dan ini sudah sangat lazim dalam dunia marketing, namun itulah yang sering saya katakan, asal punya guidelines Anda tidak perlu jenius untuk bisa berjualan.

Namun mungkin ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk bisa sampai pada tahap di mana kita bisa memikirkan bahwa line extension lah yang perlu kita lakukan untuk meningkatkan penjualan brand kita, apa itu? coba yuk kita diskusikan.

1. Pahami Target Market
Siapa yang tidak mau makan enak tapi tetep "sehat?". Banyak sekali orang yang ingin sehat tapi tetep bisa makan cookie di mana biasanya kalo ngomongin cookie itu khan identik dengan camilan yang ujung-ujungnya bikin "gendut". Nah Quaker Oats Cookie ini memberikan "alternatif" untuk bisa menikmati cookie tapi tetap "sehat" <--- ceritanya hehe (lah kalo makannya buanyakk juga sama aja boong,wong tetep mengandung gula, susu dll). Inilah latent demand yang berhasil diangkat oleh Quaker Oats.

2. Pastikan pasarnya seksi
Dengan memasukin kategori product baru yaitu Cookie, Quaker Oats ini mencoba untuk menggarap market yang jauh lebih luas dari pada pasar orginial oats (istilah saya sendiri), yah mesti seksi yah pasarnya karena tentu dengan melakukan tactic ini tentu harapan perusahaan terjadi peningkatan penjualan yang cukup signifikan karena tactic seperti ini juga mengandung resiko terhadap existing brandnya.

Yah kalo liat pola konsumsi saya pribadi dan beberapa teman saya sih, konsumsi Cookie nya ini bisa dikatakan luar biasa haha, hampir setiap minggu bahkan kadang hari kita menyempatkan untuk membeli produknya, cuma yah ga bisa dijasikan dasar bahwa pasarnya memang seksi sih hehe.

3. Sejalan dgn Positioning Brand
Quaker Oats itu sehat, saya pribadi dan mungkin sebagian besar kita tidak akan membantah ini deh, cuma yang tidak bisa dibantah juga bahwa sebagian besar pasti bilang ga enak, ga ada rasanya. Menciptakan variant dari original brand dengan positioning seperti ini tentu sangat menguntungkan Quaker Oats Cookienya walaupun kalo diperhatikan di bungkusnya hanya tertulis No Artificial Flavor dan 0% Transfat yang jelas bukan jaminan sehat jika dikonsumsi berlebihan juga. (btw ini distributornya to be honest agak aneh menurut saya, mosok tulisan penting seperti No Artificial Flavor dan 0% Trans Fat nya malah ditutupin sticker BPOM, apa ga ada tempat lain meletakan stickernya, padahal ini sangat penting justru buat dibaca, salah satu brand nasional ajah sibuk campaign 0% Trans Fat secara massive, hadooh).

4. Komunikasikan melalui media yg tepat
Ini faktor penting untuk menciptakan penjualan, product boleh bagus tapi kalo konsumen tidak tahu terus bagaimana bisa terjadi penjualan sesuai target?. Dengan makin beragamnya media komunikasi saat ini,brand dituntut untuk bisa lebih selektif memilih saluran pemasaran karena target market mungkin sangat terfragmen. Contoh di social media, Quaker Oats Cookie ini misalnya bisa menggunakan twitter buzzer yang memiliki positioning sejalan dengan brand seperti @dennysantoso, @drPhaidon dan buzzer lainnya yang juga efektif untuk menyampaikan pesan brand. Yah tentu idealnya TV kalo banyak duit sih hehe.

Nah sharing singkat ini semoga bisa memberikan gambaran bahwa meningkatkan penjualan kadang tidak perlu ide briliant bukan, yang pentin punya guidelines.

Creative Sales Tactic #1

Sumber gambar: commissarydeals.com

3 comments:

Mochammad I H said...

Saya heran blog ini jarang ada komentar. Padahal kontennya bagus bagus

analatifa said...

lidah orang indonesia emang lebih nyantol ama gorengan drpd makanan yang mnyehatkan.

Anonymous said...

mo tanya dong. sebenrnya yang lebih duluan tuh quaker ini apa oatbits si?