Come on ladies. One Pound Fish!


Come on ladies, Come on ladies
Come on ladies, Come on ladies
One Pound Fish!

Have a, have a look, One Pound Fish
Have a, have a look, One Pound Fish
Very Very good, One Pound Fish
Very Very Cheap, One Pound Fish
Six for Five Pound, One Pound Fish
Six for Five Pound, One Pound Fish
Very Very Good and Very Very Cheap
One Pound, One Pound

Sejak era social media begitu menggaung saat ini, ada-ada saja sesuatu yang muncul yang bahkan mungkin "tidak penting" tiba-tiba menjadi pembicaraan banyak orang dan membuat brand/ orang/ perusahaan yang menjadi fokus pembicaraan menjadi terkenal se antero dunia ataupun lokal. Coba saja lihat mulai dari kelas lokal seperti Sinta Jojo, Briptu Norman, Ayu Ting Ting dan sampai kelas dunia seperti Gangnam Style yang sangat heboh saat ini sampai video youtube sudah dilihat sampai 1 M.

Nah sekarang muncul lagi yang "mungkin" loh akan membuat kehebohan berikutnya haha yaitu One Pound Fish yang dinyanyikan oleh Muhammad Shahid Nazir seorang penjualan Ikan di Queens Market, London asal Pakistan. Ceritanya bak Cinderalla di mana Muhammad Shahid Nazir hanya seorang penjual ikan biasa di London namun dia punya sebuah ciri khas untuk menjajakan ikannya yaitu dengan bernyanyi seperti beberapa lirik lagu di atas, yang kemudian gaya khas menjual iklan tersebut di rekam oleh orang yang kemudian menguploadnya ke youtube (silahkan lihat di sini).



Simsalabin, inilah hebatnya social media channel seperti Youtube, One Pound Fish kemudian ditonton oleh jutaan orang, kemudian dari sana dibuat oleh sebuah perusahaan rekaman dibuat video klipnya (lihat di sini) yang sampai saat ini sudah ditonton 11 juta viewer, kemudian hal ini membuat Muhammad Shahid Nazir penyanyinya menjadi selebriti dengan diundang ke berbagai media seperti BBC World News dan bahkan juga media TV national di mana saya pertama kali melihat video clip One Pound Fish ini.

Nah yang menarik, coba kita diskuskan yuk bagaimana yah agar kisah-kisah sukses Cinderella seperti ini bisa dibangun oleh seorang individu ataupun brand?

1. Konten yang unik
Bosan adalah alasan utama orang untuk tidak tertarik dengan suatu content baik itu lagi, film ataupun iklan. Dengan jutaan content yang berkeliaran di kehidupan kita sehari-hari, diperlukan sesuatu yang unik untuk bisa grabbing attention target market kita. Gangnam Style contohnya, sebuah lagu yang dikemas dengan gaya yang sangat unik membuat banyak orang dan media menonton, memutar dan membicarakannya, atau contoh lain yang berhubungan dengan brand adalah Blend Tech, di mana sebuah blender dikampanyekan dengan cara yang agak "gila" yaitu memblender Ipad, Iphone, Bola golf dan bahkan sebuah Mobil.

One Pound Fish menurut saya merupakan contoh content yang unik, walaupun di Indonesia biarpun tidak persis sama ada juga penjual yang menjajakan barang dangangannya dengan menggunakan medium lagu seperti penjaja Ice Cream Keliling hehe, yah hanya saja tidak dikemas dengan cara yang menarik sehingga tidak ada orang yang merasa perlu membicarakan, share dan sampe kurang kerjaan meliput tukang ice cream tersebut.

2. Media Pemicu
Dahulu ketika social media belum ada, hal ini mungkin hampir "tidak mungkin" terjadi, jikapun terjadi mungkin hanya akan heboh di skala lokal di mana keunikan itu terjadi. Sekarang, melalui media seperti Youtube dan media pemicu lainnya seperti TV, Twitter, Facebook dan sebagainya semua menjadi sangat mungkin, tidak penting dari mana Anda berasal, tidak penting berapa umur Anda dan tidak penting Anda kaya atau miskin, jika Anda punya konten yang unik dan layak "dibicarakan" makan itu bisa terjadi di social media yang kemudian memicu penyebarannya di luar social media.

Youtube ini buat saya memang sangat sensasional, banyak sekali kisah sukses yang dimulai dari media social ini dan hebatnya tidak butuh biaya besar sebetulnya untuk bisa menjadi tenar di Youtube ini, yah lihat saja contoh One Pound Fish atau misal Sinta Jojo, yang paling penting adalah content yang unik dan tentu sedikit keberuntungan untuk memicu semua ini.

3. Push to Action
Sebetulnya ini sejalan dan berkaitan erat dengan content yang unik, saya bisa katakan content yang unik harus punya satu syarat penting yaitu "Push to Action" jika tidak berarti content tersebut tidak unik mau sehabat apapun contentnya titik. One Pound Fish pada awalnya, tidak direkam dengan kamera canggih, tidak diproduseri oleh prodeser terkenal dan bahkan tidak dibintangin oleh artis terkenal namun karena contentnya unik, One Pound Fish bisa memicu adanya Push to Action mulai dari studio rekaman, liputan TV, sharing di berbagai social media dan sampai tulisan ini tentunya, yah that's Unique.

Nah bagaimana dengan kita? Tukang ikan ajah bisa, mosok kita tidak bisa or at least untuk mulai mencoba hehe.

Creative Sales 

Comments

Popular posts from this blog

30 Creative Sales Ideas Untuk Cafe/ Resto

10 Ide Promosi untuk Meningkatkan Penjualan Toko Anda tanpa DISKON!

Push & Pull Marketing Via Online