Skip to main content

4 Tips Membangun Agen Penjualan

Kalo ngomongin bisnis nih, salah satu kunci sukses sebuah produk bisa meledak penjualannya di pasaran adalah dengan kuatnya dari jaringan pemasaran yang dibangun. Logika sederhananya semakin besar jaringan pemasaran yang kita buat maka akan semakin besar juga potensi penjualan yang akan dihasilkan, tinggal selanjutnya bagaimana kita mencreate sebuah program promosi atau pengemasan produk semenarik mungkin bagi konsumen.

Permasalahannya dalam membangun jaringan pemasaran yang luas ini sudah pasti membutuhkan effort dan biaya yang tidak sedikit, sehingga bagi beberapa startup business hal ini menjadi kendala tersendiri, nah biasanya salah satu solusi yang digunakan adalah sistem konsinyasi, barter promo, franchise, atau agen. Kalo tidak salah dalam beberapa tulisan saya sebelumnya saya sudah sempat membahas mengenai konsinyasi yang lumrah digunakan oleh industri indie store (distro) dan sistem barter promo yang biasa digunakan oleh beberapa pemilik bisnis, nah dalam kesempatan kali ini saya ingin sedikit membahas mengenai Agen.

Singkatnya sistem agen ini salah satu upaya yang digunakan dalam membangun jaringan pemasaran yang luas, dalam hal ini kita mengajak partner bisnis scara individual untuk menjadi agen pemasar kita dimana mereka harus menjual dan mendistribusikan produk kita. Nah lantas keuntungan bagi si agen apa? Tentu saja harga special (harga khusus agen) termasuk program insentif lainnya (misalkan bonus bagi agen yang berhasil achive target penjualan bulanan). Langsung saja kita bahas kira-kira point apa yang harus dipersiapkan dalam menjalankan sistem ke-agenan ini?

1. Who is Your Agent?
Point pertama adalah menentukan siapa yang akan kita jadikan agen, dalam hal ini adalah siapa yang akan disasar menjadi agen? apakah kategori umum, mahasiswa, ibu rumah tangga, warung-warung, atau siapapun. Nah intinya adalah kita sesuaikan dengan produk yang kita akan jual, misalkan kita akan menjual produk bumbu cepat saji akan lebih efektif jika kita menyasar segmen ibu rumah tangga yang menginginkan penghasilan tambahan.

2. Rules & SOP
Ruses & Standard Oprasional Procedure yang jelas dan spesifik sudah pasti harus kita persiapkan dengan matang, sehingga calon agen yang akan kita gandeng memiliki arahan dan target yang jelas, dengan demikian sistem kerja dan koordinasi yang terjalin akan  berjalan dengan baik.

3. Insentive & Reward Point
Point ini sangat penting untuk diperhatikan dalam upaya menjaga jalinan kerjasama agen yang dijalankan, selain itu juga point ini bisa dijadikan sebagai “cambuk” penyemangat bagi para agen untuk berlomba-lomba achive target penjualan untuk mendapatkan insentive (bonus), misalkan agen yang berhasil achive penjualan paling besar bulan ini mendapatkan bonus Rp. 500.000,- atau jalan-jalan ke bali, atau bisa juga agen yang bulan ini membeli produk melebihi kuota awal yang ditentukan akan mendapatkan bonus tambahan potongan harga 10%.

4. Maximized Social Media
Hari gini nggak maksimalin social media? nah ngomongin social media nggak cuma dimaksimalkan sebagai channel promosi (branding) saja, namun juga bisa dijadikan sebagai channel pemasaran dan koordinasi dengan para agen kita. Masih ingat dengan keripik singkong ma icih yang begitu booming di social media pada awal kemunculannya? nah itu salah satu contoh bisnis yang berhasil memanfaatkan social media sebagai channel penjualan, khususnya media promo bagi para agen “jendral” yang gentayangan diseluruh indonesia kepada para konsumen.

Creative Sales 

sumber gambar: commute.com

Comments

Popular posts from this blog

30 Creative Sales Ideas Untuk Cafe/ Resto

Nah edisi kali ini lebih pengen sharing soal tips-tips Creative Sales langsung yang bisa dipratekan, ga perlu teori, ga repot dan berbiaya “kecil” kali hehe. Kuncinya ketika mengeksekusi program-program di bawah harus ingat 3 W (WOW, WAW dan WUZZ), Wow begitu liat iklannya, Waw begitu baca detailnya dan langsung Wuzz menuju cafe/ Resto kita haha.

Semua ide saya rangkung dari semua tempat yang kebetulan pernah terlihat, terdengar, terbaca ataupun murni memang terinspirasi.  Sebetulnya ada sekitar 200 ide, Cuma 30 puluh dulu deh yang di posting, nanti dibuatkan ebook nya untuk di download. Selamat menikmati.

1. ½ Jam Discount
Buat program discount yang hanya berlaku setengah jam misal dari jam 5-5.30 dengan harga yang cukup ekstrim sehingga orang berbondong-bondong antri. Loh gimana ceritanya makanan ajah siap saji dalam setengah jam, nah itu urusan belakangan, yang penting rame dulu, biar orang pada antri-antri di jam 5, ntar buat kebijakan ajah yang udah pesan di jam 5 yah dapet disko…

10 Ide Promosi untuk Meningkatkan Penjualan Toko Anda tanpa DISKON!

Di usaha kuliner yang saya jalankan, ada periode tertentu yang boleh dibilang “masa panen” bisnis makanan. Ya, Lebaran Idul Fitri, itulah momen emas untuk pemilik bisnis kuliner.  Saat itu, omzet penjualan bisa meningkat 4 kali lipat dan itu merata di semua warung atau rumah makan di daerah saya. Bisa dibilang, tidak ada rumah makan yang sepi ketika itu.

Tapi, “masa panen” tidak berlangsung lama, hanya bertahan sekitar 2 pekan saja. Setelah melewati waktunya, kehidupan bisnis pun kembali berjalan normal. Pemilik usaha lagi-lagi harus memutar otak bagaimana mempertahankan laju bisnis mereka. Dan fenomena ini juga berlaku di bisnis selain kuliner, khususnya bisnis yang bergerak di bidang eceran (retail), seperti toko fashion dan sejenisnya. Atau Anda juga merasakan hal yang sama berlaku di bisnis yang Anda jalankan?

Untuk meningkatkan penjualan di waktu “sepi”, pemilik bisnis harus berpikir secara cermat. Cara yang biasa, seperti diskon misalnya, kadang bukan pilihan terbaik di saat bisn…

Push & Pull Marketing Via Online

Banyak sekali aktifitas-aktifitas marketing yang bisa dilakukan dalam upaya meningkatkan penjualan Online, mulai dari aktivasi branding dengan promosi, reseller/ agen, kerjasama pihak ketiga dan lain-lain. Aktifitas penjualan online yang menjamur di Indonesia saat ini menjadikan atmosfer persaingan dan kompetisi yang ada dan berkembang di pasar menjadi sangat kompetitif, dan sering “sikut-sikutan”. Hal ini otomatis memaksa para pemilik brand untuk putar otak, untuk bagaimana caranya brand dan product yang diusungnya sebagai public trusted brand/ product yang secara langsung akan mempengaruhi penjualan

Strategi!! Ya, ini yang harus dilakukan, tapi jangan lupa action yang paling penting. Berbagai strategi bisa dilakukan dalam upaya menggaet pasar dan membangun brand awareness, ini menjadi hal yang sangat wajib bagi pemilik brand. Push & Pull Marketing Activities, ini dia yang akan coba saya bahas dalam artikel saya sekarang. Banyak cara yang dapat kita lakukan dalam pada metode pus…