Skip to main content

Creative Sales ala Jokowi

Menarik mendengar pidato Jokowi di depan tim suksesnya kala Pilkada DKI berlangsung beberapa waktu yang lalu, kira-kira begini kutipannya “7 tahun yang lalu saya memenangkan pemilihan Walikota Surakarta (Solo) dengan kemenangan 37%, menang tipis dibandingkan pesaing saya waktu itu, kemudian pada PILKADA kedua tanpa kampanye dan tanpa keluar rupiah sepeser pun saya terpilih kembali dengan kemenangan suara pemilihan langsung mencapai 91%.” Luar biasa menurut saya, ketika isu money politic menjadi fenomena yang selalu terjadi setiap masa kampanye, ada satu sosok yang notabene adalah pejabat pemerintah bisa terpilih mengisisi jabatan tanpa mengeluarkan uang sepeserpun.

Sepak terjang dari Jokowi ini jika kita pelajari dari sudut pandang konsep creative sales, telah menciptakan aktivitas Buy Often (creative sales credo 3) dari para konsumennya, di mana konsumen yang telah mengkonsumsi jasa yang diberikan oleh Jokowikemudian melakukan aktivitas membeli lagi (membeli lebih sering) jasa yang ditawarkan, lebih dari itu tindakan konsumen Jokowi ini tidak berhenti sampai titik ini, mereka bahkan menjelma menjad konsumen-konsumen loyal yang kemudian juga melakukan Buy Recommendation (creative sales credo 5).

Saat PILKADA DKI, terlihat di berbagai tayangan televisi, warga Solo dengan sukarela begitu kompak mendukung walikotanya untuk “naik kelas” menjadi Gubernur DKI, sampai-sampai ada beberapa dari warga Solo yang datang ke Jakarta untuk memberikan dukungannya, dari berbagai fenomena ini tersirat pesan yang kira-kira berbunyi “Kami konsumen Jokowi merekomendasikan kepada konsumen baru di Jakarta buat beli jasa merk Jokowi”.


Gelombang dukungan dari rakyat yang adalah juga konsumen Jokowi dari solo ini tentu saja cukup menarik perhatian, tidak cuma warga DKI tetapi juga seluruh warga Indonesia Buy Attention (creative sales credo 1). Mulai banyak bermunculan simpatisan-simpatisan yang bahu membahu ikut mendukung Jokowi untuk dapat memenangkan PILKADA DKI 2012, dengan harapan perubahan bagi kota Jakarta

Mengutip fenomena di atas ada 3 hal yang bisa kita jadikan pelajaran dalam membangun kesuksesan produk melalui creative sales :

Pertama : Packaging perlu tapi Konten adalah yang terpenting
Konsumen Jokowi dan sebagian warga DKI pada akhirnya memilih Jokowi menurut saya bukan karena penampilan Jokowi yang keren, tapi karena dalam kiprahnya selama 7 tahun di Solo, Jokowi memberikan konten jasa yang maksimal, sehingga konsumen yang selama ini mengkonsumsi jasa yang dia berikan merasa puas sehingga secara otomatis menjadikan mereka konsumen yang loyal bahkan rela menjadi simpatisan walau tidak mendapatkan bayaran.

Untuk warga DKI Jakarta sendiri track record dan WOM positif yang melekat tentang Jokowi dan juga didukung berbagai program yang memiliki sasaran yang terukur dan jelas menjadi magnet positif yang kemudian mengarahkan mereka untuk pada akhirnya memilih Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta, karena konsumen ini merasa penasaran ingin ikut mencicipi jasa merk Jokowi yang terkenal memiliki kualitas terbaik.

Kedua : Arah Kebijakan sesuai Keinginan dan Kebutuhan Konsumen
Ada keunikan berikutnya daris sosok Jokowi, pada kiprahnya selama jadi walikota Solo dia secara rutin mengadakan yang dinamakan rembuk warga dari tingkat RT sampai Kota dan dilakukan secara terbuka. Aspirasi, data serta semua kebutuhan dan keinginan dari masyarakat ditampung secara langsung dan kemudian dijadikan salah satu acuan dalam membuat kebijakan dalam membangun kota dan melayani masyarakat.

Jika produk atau jasa yang kita tawarkan kepada konsumen sesuai dengan needs & wants yang diperoleh dari sumber data akurat tentunya hal ini akan menciptakan tingkat kepuasan yang tinggi karena terpenuhinya ekspekatasi konsumen sesuai dengan harapan yang ada.

Ketiga : Keterikatan dengan Konsumen
Hobi dari Jokowi yang “blusuk-an”  ke kampung-kampung merupakan sebuah tindakan yang tepat dalam menciptakan keterikatan emosional dengan warganya selain tentunya dapat menangkap permasalahan dengan lebih akurat dengan melihat secara langsung. Begitu juga sebuah produk/jasa interaksi yang intens dan konsisten denagn konsumen pada akhirnya akan dapat emnciptakan sebuah ikatan emosional yang kuat, tentu saja komuikasi yang diberikan harus memiliki muatan nilai dan kualitas yang dapat memenuhi kebutuhan dari konsumen.

Keterikatan emosi yang kuat ini lah yang menjadi dasar terbangunnya loyalitas yang pada akhirnya akan menjadikan sebuah produk/jasa sebagai bagian dari kehidupan yang tidak akan terpisahkan dari konsumennya. Pada titik ini konsumen secara sadar atau tidak sadar akan menjadi ambasador-ambasaor yang akan selalu membawa berita positif tentang brand yang kita miliki.

Fenomena Jokowi memang cukup menarik, semoga petrasi di market baru yang dinamakan DKI Jakarta bisa sesukses ketika di Surakarta. Selamat berkarya

Sumber gambar: ayam-sakit.blogspot.com

Comments

Popular posts from this blog

30 Creative Sales Ideas Untuk Cafe/ Resto

Nah edisi kali ini lebih pengen sharing soal tips-tips Creative Sales langsung yang bisa dipratekan, ga perlu teori, ga repot dan berbiaya “kecil” kali hehe. Kuncinya ketika mengeksekusi program-program di bawah harus ingat 3 W (WOW, WAW dan WUZZ), Wow begitu liat iklannya, Waw begitu baca detailnya dan langsung Wuzz menuju cafe/ Resto kita haha.

Semua ide saya rangkung dari semua tempat yang kebetulan pernah terlihat, terdengar, terbaca ataupun murni memang terinspirasi.  Sebetulnya ada sekitar 200 ide, Cuma 30 puluh dulu deh yang di posting, nanti dibuatkan ebook nya untuk di download. Selamat menikmati.

1. ½ Jam Discount
Buat program discount yang hanya berlaku setengah jam misal dari jam 5-5.30 dengan harga yang cukup ekstrim sehingga orang berbondong-bondong antri. Loh gimana ceritanya makanan ajah siap saji dalam setengah jam, nah itu urusan belakangan, yang penting rame dulu, biar orang pada antri-antri di jam 5, ntar buat kebijakan ajah yang udah pesan di jam 5 yah dapet disko…

10 Ide Promosi untuk Meningkatkan Penjualan Toko Anda tanpa DISKON!

Di usaha kuliner yang saya jalankan, ada periode tertentu yang boleh dibilang “masa panen” bisnis makanan. Ya, Lebaran Idul Fitri, itulah momen emas untuk pemilik bisnis kuliner.  Saat itu, omzet penjualan bisa meningkat 4 kali lipat dan itu merata di semua warung atau rumah makan di daerah saya. Bisa dibilang, tidak ada rumah makan yang sepi ketika itu.

Tapi, “masa panen” tidak berlangsung lama, hanya bertahan sekitar 2 pekan saja. Setelah melewati waktunya, kehidupan bisnis pun kembali berjalan normal. Pemilik usaha lagi-lagi harus memutar otak bagaimana mempertahankan laju bisnis mereka. Dan fenomena ini juga berlaku di bisnis selain kuliner, khususnya bisnis yang bergerak di bidang eceran (retail), seperti toko fashion dan sejenisnya. Atau Anda juga merasakan hal yang sama berlaku di bisnis yang Anda jalankan?

Untuk meningkatkan penjualan di waktu “sepi”, pemilik bisnis harus berpikir secara cermat. Cara yang biasa, seperti diskon misalnya, kadang bukan pilihan terbaik di saat bisn…

Push & Pull Marketing Via Online

Banyak sekali aktifitas-aktifitas marketing yang bisa dilakukan dalam upaya meningkatkan penjualan Online, mulai dari aktivasi branding dengan promosi, reseller/ agen, kerjasama pihak ketiga dan lain-lain. Aktifitas penjualan online yang menjamur di Indonesia saat ini menjadikan atmosfer persaingan dan kompetisi yang ada dan berkembang di pasar menjadi sangat kompetitif, dan sering “sikut-sikutan”. Hal ini otomatis memaksa para pemilik brand untuk putar otak, untuk bagaimana caranya brand dan product yang diusungnya sebagai public trusted brand/ product yang secara langsung akan mempengaruhi penjualan

Strategi!! Ya, ini yang harus dilakukan, tapi jangan lupa action yang paling penting. Berbagai strategi bisa dilakukan dalam upaya menggaet pasar dan membangun brand awareness, ini menjadi hal yang sangat wajib bagi pemilik brand. Push & Pull Marketing Activities, ini dia yang akan coba saya bahas dalam artikel saya sekarang. Banyak cara yang dapat kita lakukan dalam pada metode pus…