Skip to main content

GoodBye BlackBerry


Kata-kata ini sudah saya ucapkan pertengahan tahun lalu kepada gadjet yang konon sangat dicintai masyarakat Indonesia sampai saat ini yaitu BlackBerry. Kenapa saya ingin berpisah dengan BB sederhana pengen beralih ke Android di mana saya bisa mengexplore lebih banyak hal. Yah iyalah, pake BB stigma yang muncul selalu ujung-ujungnya Nge Hang, pake dua akun twitter ajah beratnya udah ajib haha, main game? Forget it. (BB gue loh, ga tau yang lain hehe)

Setengah tahun berlalu sejak kata "putus" saya utarakan dan bahkan sudah pake diumumkan lagi di profile pic dengan tulisan "Add my whatsApp, BB will be shutdown" kira-kira begitu, apa yang terjadi sekarang? TETEP pake BB haha, rasanya kalo pacaran udah selingkuh sekalipun tetep ajah susahnya minta ampun untuk melespaskan pacar pertama dari pelukan, jadi yah jalanin ajah dua-duanya wkwk.

Anda begitu tidak yang sebelumnya menggunakan BB dan mau pindah ke device lain? Entahlah tapi saya kenal beberapa orang yang melakukan hal yang sama dengan saya seperti di atas tapi sampai hari ini nasibnya sama dengan saya "tak sampai hati untuk berpisah walaupun hati ini sudah selingkuh wkwk. Alasan utamanya biasanya kalo pebisnis pasti klien-kliennya dan contactnya rata-rata pake BB, yah cuma itu aneh, padahal khan bisa beralih ke whatsApp tapi yah tetep sulit gitu loh.

Kok bis yah BB membuat kita seperti ini? Asyik rasanya jika kita punya brand yang sulit sekali melepaskan diri dari ketergantungan terhadap Brand kita tersebut, yah tentu bagus lagi kalo konsumen kaga selingkuh tentunya. Coba yuk kita diskusikan beberapa hal yang membuat konsumen "sulit untuk berpisah" dengan brand kita.


1. Ciptakan Kebutuhan Sehari-hari
BB tidak bisa kita pungkiri mampu menciptakan "kegunaan" baru di dalam kehidupan kita sehari-hari melalui feature produknya, apa itu BBM. Dalam Creative Sales Method ini merupakan elemen Product Tactic yang bisa digunakan oleh setiap pebisnis untuk membuat brandnya intouch dan menjadi bagian dari hidup konsumennya.

BBM sedah seperti "kewajiban" jika bicara kalangan bisnis saat ini, perhatikan saja jika Anda bertemu dengan seseorang apa pertanyaan yang muncul "bisa minta pin BB nya?" haha, nah bagian ini sebetulnya yang paling saya sebel sehingga mau tidak mau aku tak bisa berpisah dengan BB saat.

2. Ciptakan Komunitas
Walaupun menurut saya memang secara kebetulan ajah terbentuk, komunitas yang terbentuk dengan menggunakan BB memang cukup membuat kita "terpaksa" menggunakan BB sehari-hari, yah contoh gampangnya BB Group. Beberapa klien selalu mengandalkan ini untuk berkomunikasi secara masal (30 orang atau kurang) mulai dari pemberitahuan, informasi umum dan bahkan sampai detail pekerjaan menggunakan BB Group untuk saling berkordinasi

Nah ini juga yang membuat sulit untuk merealisasikan perpisahan dengan BB haha, walaupun dan walaupun sekarang sudah banyak yang bisa memberikan layanan seperti BB group ini yah seperti di whatsApp, Line ataupun Kakao Talk, tetep ajah buat orang yang kurang "cepet" adopsi teknologinya ini membuat kita tetap sulit untuk berpaling.

Tapi .............

Dua alasan di atas bukan tidak tergantikan loh, ga percaya yah lihat ajah pangsa pasar BB yang terus turun, konteks bicara saya hanya lingkungan terbatas dan mungkin juga lebih ke arah bisnis user, tapi market yang cepat beradaptasi dengan teknologi dan trend seperti youth market bukan tidak mungkin mengatakan LO GUE END dengan gampangnya kepada BB.

So tentu perlu inovasi-inovasi lagi dari BB yang kelak bisa menciptakan kebutuhan sehari-hari dan menciptakan ekosistem yang akan terus membuat perusahaan sustain dalam jangkan panjang, dan jangan lamaaaaa (launching BB 10 ajah lama bener haha) sementara pesaing terus meluncurkan inovasi secara bertubi-tubi dalam waktu yang relatif jauh lebih singkat.

So BB, LO GUE END? Blom lah haha (emang dasar laki-laki plin plan yah wkwk)

Comments

Popular posts from this blog

30 Creative Sales Ideas Untuk Cafe/ Resto

Nah edisi kali ini lebih pengen sharing soal tips-tips Creative Sales langsung yang bisa dipratekan, ga perlu teori, ga repot dan berbiaya “kecil” kali hehe. Kuncinya ketika mengeksekusi program-program di bawah harus ingat 3 W (WOW, WAW dan WUZZ), Wow begitu liat iklannya, Waw begitu baca detailnya dan langsung Wuzz menuju cafe/ Resto kita haha.

Semua ide saya rangkung dari semua tempat yang kebetulan pernah terlihat, terdengar, terbaca ataupun murni memang terinspirasi.  Sebetulnya ada sekitar 200 ide, Cuma 30 puluh dulu deh yang di posting, nanti dibuatkan ebook nya untuk di download. Selamat menikmati.

1. ½ Jam Discount
Buat program discount yang hanya berlaku setengah jam misal dari jam 5-5.30 dengan harga yang cukup ekstrim sehingga orang berbondong-bondong antri. Loh gimana ceritanya makanan ajah siap saji dalam setengah jam, nah itu urusan belakangan, yang penting rame dulu, biar orang pada antri-antri di jam 5, ntar buat kebijakan ajah yang udah pesan di jam 5 yah dapet disko…

10 Ide Promosi untuk Meningkatkan Penjualan Toko Anda tanpa DISKON!

Di usaha kuliner yang saya jalankan, ada periode tertentu yang boleh dibilang “masa panen” bisnis makanan. Ya, Lebaran Idul Fitri, itulah momen emas untuk pemilik bisnis kuliner.  Saat itu, omzet penjualan bisa meningkat 4 kali lipat dan itu merata di semua warung atau rumah makan di daerah saya. Bisa dibilang, tidak ada rumah makan yang sepi ketika itu.

Tapi, “masa panen” tidak berlangsung lama, hanya bertahan sekitar 2 pekan saja. Setelah melewati waktunya, kehidupan bisnis pun kembali berjalan normal. Pemilik usaha lagi-lagi harus memutar otak bagaimana mempertahankan laju bisnis mereka. Dan fenomena ini juga berlaku di bisnis selain kuliner, khususnya bisnis yang bergerak di bidang eceran (retail), seperti toko fashion dan sejenisnya. Atau Anda juga merasakan hal yang sama berlaku di bisnis yang Anda jalankan?

Untuk meningkatkan penjualan di waktu “sepi”, pemilik bisnis harus berpikir secara cermat. Cara yang biasa, seperti diskon misalnya, kadang bukan pilihan terbaik di saat bisn…

Push & Pull Marketing Via Online

Banyak sekali aktifitas-aktifitas marketing yang bisa dilakukan dalam upaya meningkatkan penjualan Online, mulai dari aktivasi branding dengan promosi, reseller/ agen, kerjasama pihak ketiga dan lain-lain. Aktifitas penjualan online yang menjamur di Indonesia saat ini menjadikan atmosfer persaingan dan kompetisi yang ada dan berkembang di pasar menjadi sangat kompetitif, dan sering “sikut-sikutan”. Hal ini otomatis memaksa para pemilik brand untuk putar otak, untuk bagaimana caranya brand dan product yang diusungnya sebagai public trusted brand/ product yang secara langsung akan mempengaruhi penjualan

Strategi!! Ya, ini yang harus dilakukan, tapi jangan lupa action yang paling penting. Berbagai strategi bisa dilakukan dalam upaya menggaet pasar dan membangun brand awareness, ini menjadi hal yang sangat wajib bagi pemilik brand. Push & Pull Marketing Activities, ini dia yang akan coba saya bahas dalam artikel saya sekarang. Banyak cara yang dapat kita lakukan dalam pada metode pus…