Mengusik Raksasa Mie Instant, Berani?


Tropicana slim mengeluarkan Mie Instant? Akhirnya setelah sekian lama menunggu. Sejak memulai hidup sehat "ceritanya" saya sering berandai-andai kalo kelak ada produsen yang mengeluarkan Mie Sehat low calories dan Less Sodium (garam) sehingga tidak perlu menderita dengan tidak lagi mengkonsumsi “mie instant” hehe.

Nah setelah sekian lama akhirnya Nutrifood melakukannya, mengeluarkan Mie “Sehat” Tropinaca Slim, Low Fat Noodles. Why it took so long haha. Mie Instant yang dibuat dengan proses dipanggang (bukan goreng) ini di klaim memiliki 40% calories dibandingkan mie instant biasa, lebih sedikit garam/ sodium dan Low fat. Jika saya perhatikan energi total 230 kkal yang tertulis di belakang kemasannya memang betul hampir setengah dari energi total 450 kkal mie instant biaya. Soal rasa juga pribadi saya langsung jatuh cinta deh, enak. Sedikit tips, RoastedDuck nya malah lebih enak dijadiin mie goreng daripada pake kuah haha.

Ok saya bukan mau ngebahas kandungan Mienya tentu haha, ada dua hal yang ingin saya sharing pada topik ini yaitu mengapa Nutrifood berani untuk masuk dalam kategori produk baru dimana penguasaha pasar adalah raksasa mie instant yang sudah merajai negeri sejak puluhan tahun lamanya dan apa yang akan dilakukan “Sang Raja” melihat pergerakan dari Tropicana Slim ini?

Pertanyaan pertama, tropinacana slim  ---> Mie Instant, Why?

Market Size Kha?
Tentu ini menjadi impian banyak brand manager manapun, menggarap pasar yang sangat besar yaitu kebutuhan pokok, makanan. Siapa yang tidak tergiur dengan besarnya captive market pasar mie di Indonesia? Mie mungkin sudah menjadi “nasi” kedua bagi sebagian besar masyarakat kita, tidak ada “nasi” mie pun jadi kalo istilah saya dulu ketika mahasiswa hehe.

Nah masalahnya harga Tropicana Slim, Low Fat Noodle ini rada-rada “sadis” juga, perbungkusnya yang semalam saya beli di supermarket mencapai 6.950, wow dapet semangkok mie ayam versi komplet ini sih hehe. Jika mengacuh pada harga jual, rasanya segmen yang dituju hampir jelas kelas B, A yang  sadar dan aware akan instilah-istilah dan kandungan dalam makanan yang berpengaruh pada kesehatan tentunya.

Niche Market

Nyambung dari penjelasan pertama, seperti halnya produk Tropicana Slim lainnya yang memang menyasar segmen menengah atas, saya pribadi melihat sepertinya Tropicana Slim tetap konsisten untuk menggarap dan mengedukasi niche market yang “peduli sehat” ketika mengkonsumsi sesuatu. Tropicana Slim Low Fat Noodles ini menurut saya mampu mengisi celah dan membaca “latent demand” bawa banyak ingin ingin makan mie instant tapi tetap pengen “sehat”.  Kalo dipikir-pikir ada benarnya sih pemikiran tersebut, kalo kita lihat Mie instant yang melakukan campaign dengan menggunakan Chef Edwin Lau beberapa waktu lalu yang juga identik dengan Chef Makan Sehat, tentu Mie Instant tersebut berpikir untuk bisa mengkaitkan asosiasi Mie nya dengan image dari si Chef sehingga masyarakat bisa berpersepsi kalo makan mie ini “sehat”.

Nah pertanyaan kedua, What’s The Giant Will Do?
Yah tentu kita sama-sama tahu siapa yang saya maksud yah. Dibenak saya ada dua skenario yang akan dilakukan oleh “Sang Raja’.

Pertama, Just Wait and See
Mengapa? Pertama dari sisi harga Mie Instant Tropicana Slim bukan pesaing head to head dengan produk Mie Intant “Sang Raja”. Dari pada berinvestasi dan mengambil resiko untuk meluncurkan produk sejenis, lebih baik tunggu dulu sampai “hasil” edukasi dan penjualan dari Tropicana Slim, Low Fat Noodles terlihat dalam beberapa bulan ke depan
.
Jika memang ternyata hasilnya cukup menarik secara size, maka baru siapkan strategi untuk menggempur market dari  Tropicana Slim, Low Fat. Tinggal kuat-kuatan napas ajah untuk merebut market dan sekaligus membesarkan marketnya.

Kedua, Reaktif
Prinsipnya sederhana, jangan biarkan pesaing berkembang, besar atau tidak besar pasarnya urusan kedua, “hajar” dulu kompetitor yang mulai masuk ke kategori “gua” yaitu mie intant, jangan biarkan perkembang karena bisa jadi kelak strategi produk dan harga kompetitor ini bergerak juga mengganggu pasar yang sudah ada ketika brandnya sudah kuat.

Caranya tentu cukup sederhana, buat produk yang mirip “tentunya”, dengan kebesaran brand “Sang Raja” tentu bukan perkara sulit untuk mengkomunikasikan brandnya. Beri harga 10-20 persen mungkin dibawah pesaing sehingga secara psikologis akan berdampak pada pemilihan/ keputusahan membeli brand yang mana, penuhi jalur distribusi dan yah tinggal tunggu hasilnya. Bisa jadi pasarnya malah makin besar atau pesaing mundur untuk tidak lagi coba-coba mengusik “Sang Raja”

Ah apapun, akhirnya bisa makan “mie sehat”,  selamat mencoba.


creative sales

Sumber gambar:  presrilis.com

Comments

Anonymous said…
thanks sharingnya.../
dutapraja.com said…
wah., ternyata ada produk baru ya..

Popular posts from this blog

30 Creative Sales Ideas Untuk Cafe/ Resto

10 Ide Promosi untuk Meningkatkan Penjualan Toko Anda tanpa DISKON!

Push & Pull Marketing Via Online