Personal Branding, Mindset dan Hati


Perjalan keluar kota untuk mengkontrol brand activation yang dilakukan oleh tim After break (brand activator dari creasionbrand) merupakan kegiatan yang cukup menyenangkan buat saya, selain memang menyenangkan karena keluar dari rutinitas kantor harian, kegiatan ini juga sekaligus bisa menjadi wisata jalan-jalan dan kuliner buat saya dan tim.

Nah tapi ada bagian yang memang cukup membosankan, apalagi jika  tempat yang dituju hanya bisa dicapai atau lebih efisien dicapai dengan berkendaraan mobil yaitu perjalanan dengan mobil tersebut. 1-2 jam masih ok lah buat ngobrol-ngobrol dan bercanda, lewat dari situ kantuk dan rasa boringpun mulai menyergap. Untuk mensiasati ini kami di kantor sepakat membeli cukup banyak cd motivasi dan sharing dari pembicara-pembicara terkenal yang bisa didengarkan sepanjang jalan.

Nah ini yang ingin saya sharing, kebetulan minggu lalu saya tertarik dengan ceramahnya AA Gym tetang membangun potensi unggul di dalam setiap Individu, yah tentu saya tidak dalam konteks dan sudut pandang agama namun saya inign coba tarik beberapa point yang beliau utarakan dalam konteks membangun personal branding (sudah beberapa kali saya bahas dari sudut pandang strategy dan progran, coba silahkan lihat di sini) yang dimulai dari personal/ individu itu sendiri, yah bukan strategi bukan pula program tapi mindset bagaimana personal branding dapat dibangun dengan merubah minset kita.

Pertama. Percepatan

Einstain Pernah Bilang “Mengharapkan perubahan dengan melakukan hal yang sama setiap hari adalah sebuah kegilaan”.  Kata-kata Einstain ini memang perlu kita cam kan baik-baik karena memang untuk bisa menjadi lebih hebat, lebih baik dan lebih sukses kita perlu melakukan tindakan yang berbeda dan “lebih” dibandingkan orang lain yang melakukannya. Istilah dari AA Gym adalah kita butuh percepatan untuk bisa lebih sukses.


Sederhananya, kalo orang lain belajar 1 jam, kita 3 jam, orang lain menulis 1 artikel kita tulis 3 artikel, orang lain baca 1 buka perminggu, kita baca 4 buku per minggu, orang lain mabok-mabokan, kita tidur dan bandung untuk berdoa kepada Allah biar diberi lebih sukses intinya mari kita lakukan sesuatu hal yang lebih yang memberikan “value” tambahan untuk diri kita agar bisa sukses.

Membangun personal brandingpun demikian, ketika Anda ingin menjadi lebih unggul, lebih memiliki nilai tambah dan lebih dikenal oleh target market Anda dibandingkan dengan kompetitor Anda maka lakukanlah percepatan.

Kedua. Sikap terhadap Waktu
Sikap kita terhadap “waktu” adalah hal yang paling penting dalam membangun personal brading karena baik kita, baik kompetitor kita memiliki waktu yang sama untuk bisa unggul dibandingkan dengan yang lainnya yaitu 24 jam. Mengutif kata-kata AA gym (juara kelas dan pecundang kelas juga punya waktu yang sama yaitu 24 jam), atau kalo Anda seorang motivator/ coach, antara anda dan Coach terkenal seperti TDW juga sama-sama punya waktu 24 jam. Pertanyaan mengapa kemudian ada yang bisa juara dan terkanal namun juga ada yang jadi pencundang dan bukan siapa-siapa? Yah Sikap terhadap waktu adalah jawabannya.

Dalam hal ini, membangun personal branding adalah tentang bagaimana melakukan manajemen waktu yang mampu memberikan nilai tambah yang signifikan untuk personal kita baik secara internal maupun secara eksternal. Secara internal kita bicara soal kualitas yang harus terus ditingkatkan baik secara fisik maupun otak dan secara eksternal adalah tentang bagaimana membuat diri kita bisa “tampil” dan dikenal sesuai dengan personal branding yang kita inginkan.

Ketiga. Sistem
Dulu saya suka bingung, kok teman saya yang dulunya biasa-biasa saja tiba-tiba menjadi sangat briliant dan luar biasa yah pemikirannya. Ternyata setelah ngobrol-ngobrol dia kuliah di luar negeri, di mana system pendidikan mengharus dia terus-menerus melakukan tesis, membuat riset dan melakukan diskusi. Hampir tidak ada waktu untuk “membuang waktu” di tempatnya kuliah karena memang sistem/ lingkungannya “memaksa” mereka untuk terus menampilkan nilai lebih dan potensi dirinya setiap hari.

Dengan kata lain, untuk membangun personal branding, masukilah sistem yang membuat Anda bisa dengan lebih cepat mencapai keinginan Anda tersebut. Contoh dengan menghadiri gathering-gathering komunitas seperti TDA (tangan di atas), bergabung dengan komunitas-komunitas di mana Anda bisa lebih berkembang baik itu komunitas online maupun offline dan berbagai “sistem/ lingkungan lainnya”.

Terakhir. Bersihkan Hati
Anda boleh terkenal, kaya dan bahkan di idolakan oleh banyak orang tapi jika tidak ada “nilainya” di mata Tuhan, untuk apa semua itu pada akhirnya? Jadilah terkenal, sukses dan kaya dengan hati yang bersih dan selalu tawaduh kepada Tuhan sehingga semua kesuksesan tersebuat akan terasa lengkap dan penuh rahmat untuk kita.

Dengan hati yang bersih, keterkenalan kita akan membawah manfaat dan “nilai” lebih ke arah yang positif bagi banyak orang tentunya.

Hehe agak jarang saya menulis bentuk tulisan seperti ini, namun buat saya penting sekali untuk sharing apa yang saya dengarkan di perjalanan saya minggu lalu untuk semua pembaca blog creasionbrand. Semoga memberikan perspektif yang berbeda dalam marketing dan khususnya personal branding.

creative sales and marketing copyright

Comments

Popular posts from this blog

30 Creative Sales Ideas Untuk Cafe/ Resto

10 Ide Promosi untuk Meningkatkan Penjualan Toko Anda tanpa DISKON!

Push & Pull Marketing Via Online