Skip to main content

Statement dan Kaizen

Ga kerasa sudah hampir 3 bulan belom di update blognya karena sibuk sekali dengan pengembangan bisnis dan project menulis buku Creative marketing, nah menyambut tahun baru 2015 kita akan mulai kembali mengisi halaman-demi halaman dengan artikel yang bermanfaat, selamat menikmati yah. yuk mulai dengan sedikit berbau motivasi mupung awal tahun hehe.

Dari Mario Teguh sampai Jordan Belfort jika ditanya tentang apa sih yang mendasari seseorang sukses atau tidak, sebagian besar akan menjawab keyakinan diri. Tapi kadang keyakinan diri itu susah untuk dibangun. Udah berbagai seminar motivasi diikuti, berpuluh-puluh buku motivasi dibeli (ada yang dibaca sampai habis ada yang 5 halaman awal saja), beratus-ratus akun Twitter motivasi di follow, tapi tetep aja koq susah ya buat merubah diri sendiri.

Di sini saya ingin share tentang 2 hal mudah yang bisa langsung Anda lakukan untuk menciptakan keyakinan diri tersebut. Satu adalah Statement dan yang kedua adalah Kaizen.

1. Statement
Teori bahwa Statement merupakan modal dasar kesuksesan, dipopulerkan oleh Jordan Belfort, seorang praktisi dunia saham yang menjadi super sukses dan saat ini berprofesi sebagai seorang motivator.

Beliau mengatakan bahwa untuk meraih sesuatu, misal dalam hal ini keberhasilan Anda dalam bisnis atau karir, atau keinginan Anda menjadi kreatif, harus diawali dari sebuah statement, yaitu pernyataan sederhana yang Anda sering ucapkan contoh “Saya pasti bisa menjadi orang kreatif” atau “Saya adalah orang sukses. Orang Sukses tidak menyerah di tengah jalan”, dll.


Pemahaman terhadap Statement ini saya analogikan dengan sebuah ilustrasi yang pernah sayabaca di dalam buku “Think & Grow Rich” karangan Napoleon Hill. Di sana diceritakan tentang seseorang yang selalu gagal dalam usahanya. Berbagai usaha ia lakukan, baik dari modal sendiri, modal orang lain, berkarir sekalipun, selalu tidak dapat berhasil mencapai puncak. Pada saat dipelajari hal tersebut salah satunya disebabkan oleh Statement yang ada di dalam dirinya. Ada Statement yang tidak ia sadari ada di dalam dirinya, sehingga memblok keberhasilannya selama ini.

Statement tentang keuangan, tentang konsep kaya dan miskin di dalam diri kita, seringkali berasal dari lingkungan, keluarga atau orang tua kita selama ini, dari kecil hingga saat ini; dari masa lalu kita. Di awal buku tersebut kita diminta untuk menuliskan seperti apakah pemahaman “kaya” dari sudut pandang orang tua atau lingkungan kita selama ini. Apakah pernah (atau sering) ada kata-kata yang kita dengar bahwa orang kaya itu pelit (misalnya), atau jika menjadi kaya kita akan jauh dari Tuhan, atau dengan menjadi kaya kita akan menjadi orang yang rakus.

Dari kasus yang diceritakan tersebut ternyata betul bahwa Statement pemahaman bahwa “orang kaya itu bla bla bla”berasal dari masa lalunya dan secara alam bawah sadar terus menerus berada di dalam dirinya dan menjadi penghalang kesuksesannya.

Untuk mengatasinya, secara sadar orang tersebut harus menghancurkan Statement masa lalunya dan menggantinya dengan Statement yang baru yang akan mendorongnya membuka jalan menuju kesuksesan.

Kembali ke teori Jordan Belfort saya ingin menambahkan bahwa saat pertama kali Anda menetapkan Statement, tidak selalu 100% betul-betul harus Anda yakini, karena tentu tidak mudah merubah apa yang sudah ada di dalam alam bawah sadar kita selama puluhan tahun. Tapi paling tidak beranilah untuk menetapkan Statement Baru sebagai STATEMENT ANDA SAAT INI. Sekali, bisa jadi masih kurang yakin, tapi semakin sering Anda pikirkan, baca dan ucapkan, Anda akan semakin meyakininya dan alam bawah sadar Anda akan mengikutinya.

Masih terasa sulit bahkan untuk menetapkan Statement Anda sendiri?  Baca poin Kaizen berikutnya yang akan menjadikannya sangat mudah dilakukan.

2. Kaizen
Semua buku motivasi bilang cara mereka yang paling benar, tapi buat kita sebagai pelaku, tentu cara yang paling benar adalah cara yang paling gampang (saat ini juga alam bawah sadar Anda mengangguk keras). Saya menemukan sebuah buku yang menurut saya cukup berbeda dibandingkan buku-buku motivasi lain. Buku ini membahas tentang metode perubahan yang disebut Kaizen.

Bagi yang pernah membaca tentang bagaimana Toyota membangun kerajaan bisnis mereka dan bagaimana mereka mempertahankannya hingga saat ini, tentu tidak akan asing dengan istilah Kaizen.

Kaizen sendiri adalah sebuah metode dari Jepang tidak hanya untuk bisnis, tapi juga dapat digunakan untuk kehidupan pribadi dan bidang apapun, tentang seni merubah sebuah kebiasaan dengan sangat mudah bahkan orang yang berubahpun tak sadar bahwa mereka sedang berubah.

Konsep Kaizen mewajibkan Anda melakukan hal yang menurut Anda sangat mudah (tidak membangkitkan rasa takut), dan melakukannya dengan terus menerus. Contoh yang dipaparkan buku tersebut adalah seseorang yang ingin menurunkan berat badan. Orang yang ingin menurunkan berat badan secara alam bawah sadar merasa takut. Hal ini tidak perlu dijelaskan alasannya karena secara biologis (reaksi yang terjadi di beberapa bagian otak kita) manusia memang takut akan perubahan, sekalipun perubahan yang bersifat baik.

Ketakutan orang kegemukan tersebut menjadikannya tidak mampu untuk melakukan aktivitas yang membuatnya bisa kurus, contoh harus olah raga setiap hari bahkan hanya 30 menit sekalipun. Aktivitas yang dilakukan memerlukan usaha yang terlalu besar, contoh harus mengganti baju olah raga, memakai sepatu lari, keluar rumah, dst; belum lagi jika lingkungan tempat tinggal tidak bisa mendukung kegiatan olah raga, di mana jika berolah raga harus pergi ke gym yang membutuhkan waktu 45 menit dengan naik mobil. Aktivitas yang terlalu berat.

Maka si terapis dengan metode Kaizen memberikan alternatif kegiatan yang mudah bahkan sangat mudah, di mana si orang kegemukan bisa memilih dengan sukarela dan merasa gampang sekali untuk melakukannya. Aktivitas yang pada akhirnya dilakukan adalah saat menonton TV (yang biasa dilakukannya non stop 4-5 jam di malam hari dengan duduk di sofa), si pasien diminta berdiri selama 1 menit, baru kemudian duduk lagi (dilakukan dalam setiap 1 jam saat ia menonton TV). Si orang kegemukan merasa “wah ini sih gampang banget, Cuma gini aja?”. Tidak ada rasa takut, perubahan dilakukan.

Singkat kata, si orang kegemukan berhasil untuk melakukan perubahan dengan langkah awal yang sangat mudah bahkan tidak perlu berpikir untuk bisa melakukannya. Jika Anda saat ini memiliki kebiasaan yang jelek, atau Anda ingin melakukan perubahan baik dalam diri Anda maupun organisasi Anda, cobalah untuk menerapkan metode Kaizen. Anda bisa mempelajarinya dengan membaca berbagai buku yang membahas tentang hal tersebut, salah satu yang saya rekomendasikan berjudul “One Small Step Can Change Your Life” karangan Robert Maurer.

Selamat menikmati.

Comments

Popular posts from this blog

30 Creative Sales Ideas Untuk Cafe/ Resto

Nah edisi kali ini lebih pengen sharing soal tips-tips Creative Sales langsung yang bisa dipratekan, ga perlu teori, ga repot dan berbiaya “kecil” kali hehe. Kuncinya ketika mengeksekusi program-program di bawah harus ingat 3 W (WOW, WAW dan WUZZ), Wow begitu liat iklannya, Waw begitu baca detailnya dan langsung Wuzz menuju cafe/ Resto kita haha.

Semua ide saya rangkung dari semua tempat yang kebetulan pernah terlihat, terdengar, terbaca ataupun murni memang terinspirasi.  Sebetulnya ada sekitar 200 ide, Cuma 30 puluh dulu deh yang di posting, nanti dibuatkan ebook nya untuk di download. Selamat menikmati.

1. ½ Jam Discount
Buat program discount yang hanya berlaku setengah jam misal dari jam 5-5.30 dengan harga yang cukup ekstrim sehingga orang berbondong-bondong antri. Loh gimana ceritanya makanan ajah siap saji dalam setengah jam, nah itu urusan belakangan, yang penting rame dulu, biar orang pada antri-antri di jam 5, ntar buat kebijakan ajah yang udah pesan di jam 5 yah dapet disko…

10 Ide Promosi untuk Meningkatkan Penjualan Toko Anda tanpa DISKON!

Di usaha kuliner yang saya jalankan, ada periode tertentu yang boleh dibilang “masa panen” bisnis makanan. Ya, Lebaran Idul Fitri, itulah momen emas untuk pemilik bisnis kuliner.  Saat itu, omzet penjualan bisa meningkat 4 kali lipat dan itu merata di semua warung atau rumah makan di daerah saya. Bisa dibilang, tidak ada rumah makan yang sepi ketika itu.

Tapi, “masa panen” tidak berlangsung lama, hanya bertahan sekitar 2 pekan saja. Setelah melewati waktunya, kehidupan bisnis pun kembali berjalan normal. Pemilik usaha lagi-lagi harus memutar otak bagaimana mempertahankan laju bisnis mereka. Dan fenomena ini juga berlaku di bisnis selain kuliner, khususnya bisnis yang bergerak di bidang eceran (retail), seperti toko fashion dan sejenisnya. Atau Anda juga merasakan hal yang sama berlaku di bisnis yang Anda jalankan?

Untuk meningkatkan penjualan di waktu “sepi”, pemilik bisnis harus berpikir secara cermat. Cara yang biasa, seperti diskon misalnya, kadang bukan pilihan terbaik di saat bisn…

Push & Pull Marketing Via Online

Banyak sekali aktifitas-aktifitas marketing yang bisa dilakukan dalam upaya meningkatkan penjualan Online, mulai dari aktivasi branding dengan promosi, reseller/ agen, kerjasama pihak ketiga dan lain-lain. Aktifitas penjualan online yang menjamur di Indonesia saat ini menjadikan atmosfer persaingan dan kompetisi yang ada dan berkembang di pasar menjadi sangat kompetitif, dan sering “sikut-sikutan”. Hal ini otomatis memaksa para pemilik brand untuk putar otak, untuk bagaimana caranya brand dan product yang diusungnya sebagai public trusted brand/ product yang secara langsung akan mempengaruhi penjualan

Strategi!! Ya, ini yang harus dilakukan, tapi jangan lupa action yang paling penting. Berbagai strategi bisa dilakukan dalam upaya menggaet pasar dan membangun brand awareness, ini menjadi hal yang sangat wajib bagi pemilik brand. Push & Pull Marketing Activities, ini dia yang akan coba saya bahas dalam artikel saya sekarang. Banyak cara yang dapat kita lakukan dalam pada metode pus…