Aug 10, 2009

Competitive Advantage? Do you have it?

Posisi manapun Anda dalam sebuah organisasi bisnis, menuntut Anda untuk selalu memberikan ide/aksi untuk mengembangkan perusahaan. Terlebih jika Anda berada dalam posisi Top Management atau pemilik bisnis itu sendiri. Bisa jadi setiap harinya Anda terjebak dalam rutinitas; memikirkan kinerja tim Anda yang semakin menurun atau pusing memikirkan perputaran uang Anda. Itulah mengapa dalam sebuah organisasi bisnis dibutuhkan adanya pembagian fokus kerja, agar setiap fungsi yang wajib dijalankan, dapat berjalan dengan baik.

Bagaimana dengan perusahaan kecil? Extra effort yang Anda butuhkan! Sesibuk-sibuknya Anda dalam menjalankan bisnis Anda, jangan lupa untuk selalu mengambil langkah maju. Hal ini sangat penting untuk memastikan bisnis Anda selalu berkembang. Apa bedanya kita orang yang memiliki pengalaman dan fasilitas untuk maju, dibandingkan dengan penjual Mie Arang yang sering saya makan dari saya kecil? Karena kita punya kesempatan dan pemikiran untuk maju, sedangkan mereka belum. Dari waktu kecil saya sering ke sana, hingga sekarang kios mereka memiliki bentuk yang sama percis; menu merekapun demikian, dan jumlah porsi yang mereka masak pun sama; walaupun seringkali baru jam 6 sore saja mereka sudah tutup karena habis, padahal masih banyak tamu yang ingin makan. Saya rasa Anda cukup dapat berfikir bukan untuk tidak menjejakan kaki di tempat yang sama selama bertahun-tahun, atau bahkan berpuluh-puluh tahun?!

Extra effort yang Anda butuhkan adalah dengan sesering mungkin kembali memikirkan apa advantage yang Anda miliki? Di tengah persaingan yang ganas dalam memperebutkan market bersama para competitor, advantage diperlukan untuk unggul dibandingkan pesaing. Advantage sebuah bisnis beragam dan pada dasarnya dikategorikan menjadi 2 jenis :

A. Comparative advantage
Merupakan keunggulan-keunggulan yang kita miliki tanpa memerlukan extra effort, atau bahasa alami nya “sudah ada dari sono nya”. Seperti misalnya Telkomsel memiliki jaringan yang begitu luas dibandingkan dengan pesaingnya, hal ini merupakan comparative advantage dari Telkomsel. Tentu saja demikian, karena jaringan Telkomsel bergabung bersama dengan Telkom yang memiliki jaringan skala nasional.

Contoh lainnya adalah Haagen Dazs, sebuah merk es krim asal New York yang sudah membuka market nya di Indonesia melalui Franchisor dari HongKong dan Jepang. Berbicara mengenai pemasarannya di Indonesia, Haagen Dazs merupakan kategori es krim dengan produk yang sangat unggul. Bagaimana tidak? Dalam filosofi produk mereka, bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan es krim mereka merupakan bahan-bahan terbaik dari seluruh dunia. Hal ini bagi pemasaran produk Haagen Dasz di Indonesia menjadi comparative advantage, karena “udah dari sono nya produknya bagus”, dan hal ini menjadikan rasa dari produk Haagen Dazs ini unggul dibandingkan produk merk lainnya.

B. Competitive advantage
Competitive advantage berbeda dengan comparative. Apabila comparative adalah advantage yang “sudah ada dari sono nya”, competitive advantage adalah advantage yang kita ciptakan sendiri. Hal ini diperlukan, karena di tengah perkembangan dunia sekarang ini, siapa saja bisa menjadi pesaing kita dan memiliki comparative advantage yang sama atau bahkan lebih unggul. Competitive advantage ini juga dibutuhkan untuk menjawab kebutuhan customer yang sebenarnya, karena pada konteksnya, tidak semua customer ternyata membutuhkan comparative advantage yang kita miliki. Contohnya saja dari kasus Haagen Dazs tadi, apakah masyarakat Indonesia membutuhkan rasa yang enak untuk sebuah es krim? Jawabannya tidak kan, hanya segmen market tertentu saja yang masuk ke dalam penggarapan comparative advantage mereka; sedangkan sebagian besar masyarakat Indonesia memilih es krim yang murah, walaupun rasanya tidak seenak Haagen Dazs (bisa jadi nyoba aja belum yah..)

Competitive advantage ini adalah yang harus dicari, dibangun dan dikomunikasikan kepada customer. Tentunya dalam menentukan apa competitive advantage bisnis Anda, tidak bisa sembarangan, harus sesuai baik dengan customer yang Anda layani maupun dengan kapabilitas Anda sendiri.

3 Steps to found and decide what is your competitive advantage.

1. Do market research!
Mengetahui apa yang diinginkan customer menjadi informasi mutlak yang harus dimiliki untuk kemudian dijadikan materi pertimbangan mengenai competivite advantage Anda. Market research yang dilakukan kepada para customer kita dapat menjawab pertanyaan kita mengenai apa yang customer inginkan, apa yang customer butuhkan dan apa yang customer ekspektasikan.

Selain mengetahui tentang customer, penting juga dalam market research untuk mengobservasi Competitor. Untuk mengetahui comparative dan competitive advantage apa saja yang competitor miliki. Tentunya kita harus berbeda atau bahkan lebih unggul dari yang mereka miliki.

Begitu pula dengan perlunya mencari tahu kondisi market dari sisi industri. Competitive advantage yang kita tentukan perlu dicari tahu apakah memungkinkan dilaksanakan dalan industri terkait, atau bahkan terdapat elemen-elemen penghambat yang berpengaruh.

Contoh dari hal tersebut adalah pada saat sebuah perusahaan Forex Trading ingin menciptakan competitive advantage mereka melalui pengadaan kantor cabang yang tersebar luas di Indonesia. Hal ini tidak dapat dilakukan karena adanya kondisi industri yang tidak memungkinkan, yaitu berupa peraturan pemerintah yang menetapkan bahwa sebuah perusahaan Forex Trading tidak diberkenankan membuka cabang lebih dari 5 cabang. Hal-hal seperti ini tentu dapat menggagalkan ide competitive advantage Anda.

2. Study your internal advantage
Mau sehebat apapun ide Anda, kalau tidak memiliki kapasitas melakukannya tentu tidak akan terwujud. Maka yang penting Anda lakukan adalah melakukan studi ke internal perusahaan Anda sendiri bagaimana kondisi di dalamnya, dari segi kompetensi produk, proses atau bahan SDM yang Anda miliki. Cukup banyak mereka yang menentukan competitive advantage justru dari keunggulan yang mereka sadari mereka miliki di internal bisnis mereka.

3. Check the advantage lifetime
Setelah Anda menemukannya, langkah terakhir yang perlu Anda ricek adalah perihal lifetime yang dimiliki oleh advantage tersebut. Pastikan lifetime yang dimiliki cukup lama, sehingga effort Anda untuk membangun diferensiasi dan mengkomunikasikannya kepada customer tidak menjadi sia-sia. Competitive advantage yang Anda bangun selayaknya menjadi ciri khas, diferensiasi dan tercemin dalam positioning yang Anda komunikasikan.

2 comments:

pathuri said...

kalau saya telaah,
ngopi dulu dan starbuck bukan merupakan contoh imittation,
produk seperti coffee shop dalam ilmu marketing disebut sebagai produk hybrid, kalau kita bandingkan baik secara produk maupun service yang diberikan oleh starbuck maupun berbeda secara kualitas, sebagai contoh, bahan baku yang digunakan oleh starbuck jelas berbeda dengan ngopi dulu, termasuk proses produksi nya, jadi produk tidak dibuat sama dengan cost yang lebih rendah seperti definisi immitation sendiri, starbuck dan ngopi dulu saya rasa lebih tepat dikatakan sebagai striking down.

Surabaya Berita dan Info said...

masih awam soal marketing..tp tulisannya keren..jd sedikit bisa mengerti...makasih gan