Dumb Starbucks

Awal Februari 2014 ini publik Los Angeles Amerika dikejutkan dengan kehadiran sebuah kedai kopi bernama “Dumb Starbucks”, dari nama nya saja sudah cukup membuat yang membaca nya terkaget kaget, karena mirip sekali dengan jaringan kopi Starbucks. Tidak hanya nama nya saja, tapi juga logo, menu dan semua atribut nya juga persis sama dengan yang dimiliki Starbucks, pembeda nya hanyalah penambahan tulisan “Dumb” pada bagian depan Starbucks. Bahkan dalam rangka pembukaan gerai nya yang pertama Dumb Starbucks membagikan kopi gratis bagi pengunjung yang lewat, maka hal ini tentu saja menjadi pembicaraan yang cukup heboh, apalagi sekarang sudah ada social media yang cakupan nya luas, bukan hanya regional, tapi juga global.

Oke, masih di bulan Februari 2014 ini, masyarakat dunia maya Indonesia, Bandung khusus nya juga dihebohkan dengan postingan blog yang berjudul: “Bandung, The City of Pigs" yang juga cukup membuat heboh jagat dunia maya. Diposting oleh seorang expat yang memang sudah bermukim dan tinggal lama di kota Bandung. Inti dari tulisan ini hanyalah sebuah tulisan pribadi yang dibuat oleh seorang asing yang hidup di Indonesia, hanya saja dengan judul yang provokatif membuat tulisan wanita expat ini tiba-tiba menjadi WOM dan viral di social media. Tapi saya patut acungi jempol untuk Inna Savova, nama wanita expat ini, untuk memanfaatkan traffic yang begitu banyak nya ke blog nya menjadi sebuah ajakan untuk ber sama-sama berkumpul dan membersihkan sampah di sebuah taman di kota Bandung, posting nya bisa dilihat di: “Tetap Semangat"


Oke terlepas dari kehebohan dua kasus diatas, mungkin tidak ada hubungan nya dengan penjualan sebuah produk tertentu, tapi yang ingin saya cermati adalah bagaimana  seseorang menciptakan viral di dunia maya, tapi tentu saja ada beberapa hal “kunci” yang bisa kita tarik kesimpulan dari 2 cerita diatas jika ingin menciptakan viral:

1. The Unique & Bombastic Message
Coba bandingkan beberapa kalimat ini:
1. “7 Rahasia Makan banyak dan tetap Sehat”
2. “Pilihan Makanan Sehat Untuk Diet”
3. “Bayar setengahnya pake doa”
4. “Diskon 50%”

Mari kita mengandai-andai, jika saja anda mendapatkan ke empat kalimat ini di Inbox e mail anda, kira2 e mail manakah yang akan lebih memiliki trigger untuk di klik? Saya pribadi lebih menyukai kalimat nomor 1 dan nomor 3, secara kalimat lebih menarik untuk di klik, menampikan angka dan kalimat yang cukup “heboh”. Kunci nya adalah apakah kalimat-kalimat yang digunakan mampu untuk menyampaikan pesan yang tepat dengan efek “WOW”, karena pada dasarnya kita (diakui atau tidak diakui) lebih tertarik dengan hal-hal yang bombastis dan mengejutkan, terbukti kita lebih menyukai kejutan dibandingkan hal yang biasa-biasa saja. Dumb Starbucks bukan hanya hadir dengan konsep “naming” yang nyeleneh dtapi di imbangi dengan promo gratis kopi untuk antrian yang datang, so hal ini jadi memberikan efek “ular antrian” di luar gerai nya pada saat opening.

2. Target the Queenbee or simply influence people
Hal paling sederhana untuk mentarget massa adalah target lah dulu pemimpin atau opinion leader nya, jika kita ingin dikenal dengan luas maka hal utama yang harus kita lakukan terlebih dahulu adalah targetlah personal-personal yang punya banyak masmassa/pengikut. Kalo jaman dulu pengen jualan baju kita harus hire endorser, nah kalo sekarang jaman sudah sedikit berubah, apalagi dengan booming nya era digital, jualan baju tidak harus hire endorser, tapi misal cukup untuk masuk di komunitas fashion blogger. Opinion leader juga bukan terbatas hanya pada artis saja tapi bisa juga jurnalis, buzzer/influencer, ataupun orang yang memiliki banyak audience, dia tidak harus artis ataupun public figure, atau banyak juga orang “biasa” yang memang secara konsistem men generate konten dengan tema tertentu yang pada akhirnya punya audience yang banyak.

Penting juga untuk membuat list infuencer2 yang tepat di masing2 bidang, misal untuk segmen kuliner @ceritaperut, @kuliner_bandung, @sindikatkuliner, @surgamakan, dll. Jadi suatu saat kita mau launching menu baru ataupun launching cabang baru, bisa langsung contact dan kerja sama dengan mereka. Dalam kasusnya Inna Savova memention Pak Wali yang memang memiliki banyak banget evangelist dan followers. Otomatis hal ini membuat efek snowball

3. Social Media
Yah media apalagi yang membuat efek viral yang luar biasa saat ini, Social media. Hampir semua hal yang menjadi heboh entah di mulai dari media apapun akan menyebarluas dengan cepat ketika mulai masuk social media, sama halnya dengan dua contoh di atas, semua yang saya baca juga awalnya dari social media yang di post oleh salah satu teman di Path dan twitter, dari sini point penting yang perlu sekali diperhatikan oleh brand adalah bahwa social media bukan lagi bagian dari media iklan namun sudah harus menjadi channel komunikasi di mana brand harus eksis di dalamnya, yah tentu dalam hal ini kita bicara brand yang memiliki target market online user.

Creasionbrand I Creative Sales & Brand Partner

Rekomendasi Buat di Baca

Jangkrik Rambo
8 Tips Melakukan Konversi (Jualan) di Website
5 Tips Copywriting yang Pasti di Baca
Calon Gubernur Gaul
Buy-ology, Eyang Subur dan Ritual Marketing

Comments

Popular posts from this blog

30 Creative Sales Ideas Untuk Cafe/ Resto

10 Ide Promosi untuk Meningkatkan Penjualan Toko Anda tanpa DISKON!

Push & Pull Marketing Via Online